
Pagi-pagi intan turun kebawah untuk sekedar mengambil air putih dan juga cemilan untuk dikamarnya tapi ketika dia ingin naik dia bertemu Tiara bahkan Tiara menghalangi jalannya intan menuju kamarnya
"Aku mau lewat ka"Ucap Intan
"Kaka mau bicara"Ucap Tiara
"Ini masih pagi ka aku gak mau ribut"Ucap Intan
"Siapa yang mau ribut?Kaka cuma mau ngomong sama adik Kaka emang gak boleh?"Ucap Tiara
"Sampai gak pentingnya Kaka dimata kamu sampai-sampai kamu gak mau ngomong sama Kaka kamu sendiri?"Ucap Tiara
Intan diam sambil menundukkan kepalanya dan Tiara menarik tangan intan dan membawanya ke sofa ruang tengah
Tiara menduduk begitu pun intan
"Sekarang kita cuma berdua de suami masih tidur Kaka mohon sama kamu ceritain apa yang dilakukan Randi sama kamu"Ucap Tiara
"Kaka gak rela adik Kaka sampai diapa-apain sama orang lain"Ucap Tiara
Intan diam sambil menatap wajah Tiara
"Jawab Kaka ntan"Ucap Tiara sambil menggenggam tangan intan
"Ka Randi........."Ucap Intan dengan suara gementar
"Apa Ntann?"Ucap Tiara terus mendesak adiknya
Disisi Prince
Prince bangun dia duduk dengan mata masih terpejam sambil merentangkan kedua tangannya
"Boooo"Ucap Prince tapi matanya masih terpejam dan Prince tidur lagi karena dia merasa Tiara masih ada disampingnya
Disisi Rio
Ditempat Rio masih malam dia duduk disofa kamarnya sambil menatap langit-langit kamarnya
"Gua pengen samperin lu Prince,gua benar-benar kangen sama lu"Ucap Rio
"Gua gak kalau sama elu"Ucap Rio
"Gua terlalu menjadikan lu prioritas dihidup gau tanpa gua sadar gua juga perlu lebih perhatian lagi ke hidup gua"Ucap Rio
"Apa gua samperin dia aja yah?tapi kalau gua kesana bisa-bisa ka Riel curiga"Ucap Rio
Riko masuk kekamar Rio membuat Rio tersenyum karena kedatangan Papi nya
"Pi?"Ucap Rio
Riko tersenyum sambil berjalan mendekati putra semata wayangnya
"Belum tidur?"Ucap Riko
"Belum Pi"Ucap Rio
"Kenapa?"Ucap Riko
"Gak tau nih mungkin karena efek jomblo Pi"Ucap Rio dan dia tertawa kecil
"Makanya dicari bukan malah di galauin"Ucap Riko
"Ya mau gimana Pi gak ada yang mau sama aku"Ucap Rio
"Emangnya kamu nya aja yang pemilih"Ucap Riko
Rio tertawa kecil
"Oh Papi ngapain malam-malam tumben kesini?"Ucap Rio
"Papi cuma mau bilang aja ke kamu,ada Malasah kecil diperusahaan yang Papi baru bangun dengan Arka"Ucap Riko
"Iyah terus Pi?"Ucap Rio
"Papi mau kamu urus itu kalau Papi yang kesana pasti Mommy kamu bakal marah-marah ke Papi"Ucap Riko
"Emangnya di mana Pi?"Ucap Rio
__ADS_1
"Di Sydney Australia"Ucap Riko
Rio terkejut bahkan wajahnya berseri-seri
"Tapi emang Mommy izinin aku pergi apalagi cuma sendiri tanpa Prince?"Ucap Rio
"Papi percaya kamu Rio, Papi tau kualitas kamu dan Papi juga percaya kamu bakal bisa handle ini dengan cepat"Ucap Riko
"Mommy pasti bakal ngomel tapi setidaknya kalau kamu yang pergi Mommy kamu gak kesepian soalnya kalau Papi yang pergi pasti Mommy kamu bakal sendirian nanti soalnya kamu jarang dirumah"Ucap Riko
"Oke Pi Rio akan secepatnya berangkat kesana dan urus perusahaan itu Papi dan om Arka tenang aja"Ucap Rio
Riko tersenyum dan dia berdiri
"Oke kalau begitu Papi keluar dulu soalnya sudah malam dan kamu juga harus istirahat hari-hari kamu pasti berat apalagi gak Prince"Ucap Riko
"Iyah Pi good night Pi and love you"Ucap Rio
"Good night and love you too"Ucap Riko dan mencium kepala Rio lalu dia pergi
"Akhirnya gua bisa susulin kalian Prince"Ucap Rio
"Ini bakalan jadi suprise buat lu Prince"Ucap Rio tersenyum dan dia langsung berlari meloncat keatas kasur lalu tidur
Disisi Tiara
Intan masih diam membuat Tiara sedikit geram dengan adiknya ini
"Cepat apa yang dilakukan Randi sama ntan jangan pancing emosi Kaka ini masih pagi"Ucap Tiara
"Kalau aku ngamuk gak ada yang bakal pisahin kita suamiku masih tidur"Ucap Tiara
"Di....dia maaaau perrrkosa aku ka"Ucap Intan gementar
"Apa!coba kamu bilang sekali lagi"Ucap Tiara
intan diam tak menjawab Tiara tapi Tiara memeluk adiknya sambil menangis sesegukkan
"Kapan dia lakuin itu sama kamu?kenapa kamu sembunyiin dari kaka ntan"Ucap Tiara
Flashback on
3 bulan setelah meninggal nya ayah bunda Tiara dan intan
Intan sedang melamun di perpustakaan sekolah karena dia membolos jam pelajaran sampai jam pelajaran sekolah selesai
Intan celingak-celinguk menunggu ojek online pesanan nya
Sampai Randi datang karena pas sekali dia melewati sekolah intan
"Nunggu siapa?"Ucap Randi
"Nunggu ojek ku ka soalnya motorku lagi bermasalah lagi"Ucap Intan
"Ikut Kaka aja yuk"Ucap Randi
"Gak usah ka kalau aku ikut gimana ojek ku"Ucap Intan
"Oh gitu tapi gini aja kita tunggu aja ojek kamu terus nanti dia datang kan kamu bayar aja terus kamu pulang sama Kaka yah"Ucap Randi
"Gak usah ka"Ucap Intan
"Jangan tolak kaka intan yah"Ucap Randi sambil menangkup tangan nya didepan intan
"Gimana ya ka?"Ucap Intan
"Kaka juga sekalian mau kerumah kamu juga buat jenguk Kaka kamu"Ucap Randi
Intan diam sejenak dan ojek intan datang
"Dengan intan yah?"Ucap nya
"Iyah om"Ucap Intan
"Tapi aku gak jadi om,ini bayarannya nanti aku kasih bintang 5 yah"Ucap Intan membuat Randi tersenyum
"Loh kok gak jadi?"Ucap ojek online
__ADS_1
"Iyah soalnya Kaka aku jemput"Ucap intan dan Randi menyerahkan helm pada intan dan mereka pergi
Intan memeluk pinggang Randi karena Randi yang menyuruh
"Ntan gimana kondisi Kaka kamu?kan Kaka udah seminggu gak kesana"Ucap Randi
"Dia sehat kok dan kandungan juga"Ucap Intan
"Baguslah"Ucap Randi
"Ntan kita mampir ke markas Kaka dulu yah soalnya mau ambil barang"Ucap Randi
"Oke deh"Ucap Intan
Mereka pun sampai di markas motor Randi tapi disana sepi karena yang lainnya pasti sedang kuliah atau berkerja
Randi menyuruh intan masuk dan intan mau-mau saja tanpa ada rasa curiga
Randi mengambil baju miliknya dan dia juga ikut duduk dengan intan
"Tunggu dulu yah"Ucap Randi dan intan menganggukan kepalanya tapi sebenarnya dia sedikit kesal karena dia ingin pulang cepat
Randi membuka ponselnya begitupun dengan intan
"Coba liat deh ntan"Ucap Randi dan memperlihatkan ponselnya pada intan
Intan langsung menutup wajahnya karena Randi memperlihatkan video tak senonoh pada intan
"Kenapa ntan jangan sok polos deh Kaka tau kok kamu pasti pernah liat ginian kan?"Ucap Randi
"Kaka ngomongin apa sih?aku mau pulang"Ucap Intan dan dia berdiri tapi Randi menarik intan sampai dia terduduk dipangkuan Randi
Tangan Randi langsung menggerayangi tubuhnya intan
"Ka jangannnn"Ucap Intan berontak
"Daripada cuma liat lebih baik kita praktek aja yuk"Ucap Randi
"Ka lepasin aku"Ucap Intan sambil terus berontak
Randi membalik intan sampai intan berada dikrongkrongannya nya
Randi langsung mencium bibir intan bahkan sambil tangannya sudah berada didada intan
Intan menangis dengan perlakukan Randi padanya
Randi membuka paksa baju Intan sampai baju sekolahnya rusak
"Ka jangan"Ucap Intan sambil menutup dada nya tapi bukannya kasihan tapi dia malah membuat tanda kepemilikan disana
Tio datang dia melihat Randi dengan intan tapi intan seperti terus berontak dengan tenaga yang ada
Tio langsung menarik tubuh Randi sampai dia terjatuh
"Brengsek lu Randi!"Ucap Tio dengan emosi karena dia melihat intan seperti ketakutan
"Tio!"Ucap Randi
"Ini gak yang kaya lu liat,dia yang goda gua bukan gua"Ucap Randi Tio menghadiahkan Bogeman kewajah Randi
"Gua tau siapa lu Randi jadi lu gak usah bela diri"Ucap Tio
Tio tersenyum miring karena dia tau betul dengan sifat temannya satu ini
Tio menyerahkan jaketnya pada intan
"Kamu pakai yah"Ucap Tio
"Ayo ntan kamu Kaka antar pulang yah"Ucap Tio dengan lemah lembut tapi intan hanya diam karena dia masih ketakutan
"Gak usah takut ntan Kaka gak bakal macam-macam ke kamu"Ucap Tio
"Kaka bakal antar kamu pulang"Ucap Tio dan intan hanya mengangguk pelan
Tio memiliki adik perempuan yang bernama Tia jadi benar-benar marah melihat tingkah Randi
"Gua keluar dari geng ini"Ucap Tio dan pergi meninggalkan Randi
__ADS_1