
Rio datang ke ruangan Prince dia langsung duduk dihadapannya Prince
"Lu kenapa?"Ucap Rio karena melihat Prince seperti sangat marah
"Gua tadi dapat telpon dari seseorang dia bilang akan melakukan Sesuatu pada ku"Ucap Prince
Rio hanya bersikap santai dan dia menyeruput kopi milik Prince
"Kenapa lu takut?anggota keluarga kita lengkap Prince disini tapi bodyguard aja kita kurang banyak"Ucap Rio
"Lu kenapa santai banget si? brengsek lu"Ucap Prince
"Emangnya gua harus panik berlebihan begitu?"Ucap Rio
"Gak gua jijik liat lu gitu"Ucap Prince
"Nah makanya"Ucap Rio
"Dia bilang gua udah ambil kebahagiaan dia 2 kali?emangnya siapa yah?"Ucap Prince
"Kata Tiara dia orang dari masalalu kita"Ucap Prince
"Tiara?Tiara yang mana?"Ucap Rio
"Mutiara Aiden dia sempat datang ke mimpi gua dia bilang gitu ke gua tapi dia gak mau bilang siapa"Ucap Prince
"Dari masalalu kita?kita gak punya musuh kecuali Ken kan?"Ucap Rio
"Tapi lu sama Ken juga udah temenan kan?"Ucap Rio
"Iyah itu benar"Ucap Prince
"Apa dari masalalu nya orang tua kita?"Ucap Rio
"Siapa?sejak beberapa tahun terakhir keluarga udah damai tapi semenjak gua nikah teror datang lagi"Ucap Prince
Rio dan Prince sama-sama diam berpikir
"Kalau kita cuma berdua kayanya gak mungkin terpecah kan lebih baik kita temuin para om aja"Ucap Rio
"Itu ide bagus"Ucap Prince
"Tapi nanti aja setelah makan siang kita pulang kata Alice hari ini klien spesial dia sangat ingin bertemu dengan kita"Ucap Prince
"Benarkah?kenapa Alice gak bilang ke gua?kenapa ke elu?"Ucap Rio
"Kenapa lu cemburu?Rio ini cuma masalah pekerjaan"Ucap Prince
"Apapun gua selalu cemburu ingat itu"Ucap Rio
"Tadi pagi Alice berantem hebat dengan kekasihnya bahkan Luis tampar wajah Alice sampai pipi nya bengkak"Ucap Prince
"Hah lu yang benar?"Ucap Rio
"Kapan gua bercanda?"Ucap Prince
"Gua liat sendiri bahkan gua yang lerai Mereka tadi dan lu tau Alice nangis sambil meluk gua"Ucap Prince
"Wah brengsek lu beneran deh"Ucap Rio
__ADS_1
"Itu spontan Rio dia emang lagi butuh pelukan "Ucap Prince
"Masalahnya apaan emang?"Ucap Rio
"Dia ceritain anak gua ke Luis terus dia bilang kapan nikahin dia eh tau-tau malah ngamuk si Luis nya"Ucap Prince
Rio mengepalkan tangannya mendengar cerita Prince
"Hubungan Alice dengan Luis benar-benar gak sehat bahkan gak pantas buat diperjuangkan lagi"Ucap Prince
"Lu berhak maju buat lindungi Alice apapun penolakan dari Alice lu harus maju karena dia hanya di butakan cinta Rio"Ucap Prince
Rio hanya diam sambil menatap Prince
"Apapun yang lu lakukan gua selalu dukung tapi ketika lu salah gua bakal selalu ada buat benerin lu lagi"Ucap Prince
Rio menganggukan kepalanya dan Alice masuk
"Maaf mengganggu kalian tapi 30 menit lagi kita akan ada meeting"Ucap Alice
Rio menatap wajah Alice benar saja terlihat sekali bengkak
"Baiklah Alice"Ucap Prince dan Alice ingin pergi tapi Rio menahannya
"Tunggu Alice"Ucap Rio
"Kenapa?"Ucap Alice
Rio berdiri dan langsung menarik tangan Alice membawanya kekamar yang ada diruangan itu
Prince hanya diam dia hanya tersenyum sambil membaca dokumen yang akan dia dokomentasi kan nanti
"Kamu mau ngapain?"Ucap Alice
Rio mengambil obat-obatan khusus yang biasa digunakannya jika luka agar langsung kering bahkan bengkak bisa mengempis dalam beberapa jam
Rio duduk dihadapannya Alice dia mengambil obat-obatan yang akan digunakan
"Aku mau obatin kamu,andai aja kedua nya gini kan jadinya chubby jadinya gemesin tapi ini cuma sebelah kan aku khawatir"Ucap Rio
Rio menyapukan obat pada pipi Alice Rio fokus pada pipi Alice tapi Alice menatap wajah Rio,Alice menemukan ketulusan yang dilakukan Rio padanya yang tidak dia dapatkan dari Luis
"Tatapan yang begitu tulus walaupun hanya sekedar mengobati seseorang"Batin Alice
"Rio kamu sebelumnya pernah punya pacar?"Ucap Alice
"Gak pernah"Ucap Rio Alice bisa merasakan nafas segar Rio dengan jarak sedekat itu
"Bahkan sebelum Prince menikah kami berdua dikatakan punya hubungan spesial lebih dari sodara"Ucap Rio
"Maksudnya?"Ucap Alice
"Sekandal suka sesama jenis"Ucap Rio dia tertawa tapi tangannya masih ada dipipi Alice
Alice terkejut mendengar Rio tapi dia juga bisa lihat kedekatan kedua nya memang sangat dekat
"Tapi kenapa kamu nikah kaya Prince?"Ucap Alice
"Aku belum dapat orang yang betul buat aku jatuh cinta"Ucap Rio
__ADS_1
"Sampai aku ketemu kamu"Batin Rio
Rio sudah selesai mengobati bengkak Alice
"Aku rasa mungkin sebentar lagi dia bakal berangsur-angsur mengempis"Ucap Rio
Alice terus menatap wajah Rio sampai tatapan mereka bertemu
Dengan jarak sangat dekat mereka berdua sama-sama bisa merasakan nafas masing-masing
Mereka sama-sama memejamkan matanya Rio mendekat kan bibirnya dan bibir mereka bertemu tapi hanya menempel tak ada yang berani menggerakkan nya begitupun Rio
Sampai Alice mendorong tubuh Rio
"Riooooo"Ucap Alice Rio hanya diam menatap wajah Alice
"Maafin aku"Ucap Rio
Alice hanya diam
"Pulang nanti aku anter yah"Ucap Rio
"Alice belajarlah untuk melepaskan sesuatu yang selalu buat kamu bersedih dan kamu juga harus belajar buat terima seseorang lagi setelah nya"Ucap Rio
"Aku untuk Luis"Ucap Alice
Rio tersenyum sambil mengelus rambut Alice membuat Alice terdiam
"Kamu untuk Luis?tapi jika tuhan mengakatan kamu untuk orang lain bagaimana?"Ucap Rio
"Sadari sikap ku Alice sampai nanti kamu sadar aku sudah tidak butuh"Ucap Rio
Alice diam sikap Rio membuat Alice tak bisa berkata-kata lagi
"Ayo sebentar lagi kita akan ada meeting kan?"Ucap Rio dan Alice buru-buru berdiri bahkan meninggalkan Rio terlebih dahulu
Prince masih duduk disofa dengan berkas ditangannya
Alice buru-buru keluar membuat Prince mengerucutkan alisnya
Rio datang dengan sikap santa berjalan ke arah Prince
"Lu ngapain aja?kok Alice lari gitu?"Ucap Prince
"Gak gua apa-apain kok"Ucap Rio
"Yakin lu?gua gak yakin enak ciuman pertama?"Ucap Prince dan Prince menatap Rio dengan senyuman manisnya
"Cuma nempel gak gua apa-apain"Ucap Rio dengan polosnya membuat Prince tertawa
"Itu awal kan?nanti juga lu dapatin semuanya termasuk hatinya kan?"Ucap Prince
"Gua bakal benar-benar jagain dia Prince"Ucap Rio
"Harus itu"Ucap Prince
"Udahlah,ayo ketempat meeting ini udah waktunya setelahnya gua mau pulang gua udah kangen sama 2 bidadari gua"Ucap Prince
Mereka pun pergi menuju ruangan meeting
__ADS_1