RAFAEL & ELENA

RAFAEL & ELENA
bab 9


__ADS_3

Malam nya Rafael dan Elena sedang makan  malam di ruang tamu


"satu minggu  lagi ulang tahun ku, hadiah apa yang kakak beri terhadap ku, "


Rafael menghentikan dari menyuap makanan nya.  Dia bicara dengan muram "tentu saja sebuah hadiah yang akan menentukan masa depan mu, "


"wow hadiah nya pasti spesial?,"


"tentu," jawab Rafael mengacak rambut Elena dan tersenyum lembut


Mereka menghabiskan makan malam nya sambil berbincang bincang


******


Malam nya Elena tidak bisa tidur.  Ia mengingat perkataan Dimas. setelah di pikir-pikir IA membenarkan perkataan Dimas. Kakak nya bisa di bilang berkecukupan. Tapi kenapa tidak mengoprasi mata nya agar bisa melihat


IA membalikkan badan nya ke Kiri lalu terduduk. Ia mengarahkan Tangan nya menuju Meja di damping nya lalu mengambil tas. IA mengeluarkan Kartu nama Dan mengenggam nya


Haruskah IA menghubungi Dimas?,


Apa yang Kau pikirkan Lena, Kakak mu tidak mungkin menghianati mu


Dengan kasar IA menaruh kembali Kartu nama kedalam tas nya. Ia turun dari ranjang melangkahkan Kaki nya menuju kamar di sebelah nya. Ia mengetuk pintu di hadapan nya


"kak Rafael, " ucap Elena


"masuk, " Elena melangkahkan Kaki nya menuju Rafael. kemudian duduk di ranjang

__ADS_1


"Kakak belum tidur?, "


"belum, Kakak masih mengerjakan tugas dari kantor, "


Elena mengenggam lengan Rafael. "kak Lena tidak bisa tidur,  Lena tidur disini yah,"ucap Elena bergelayut di lengan Rafael


"Kau sudah besar Lena, sampai kapan Kau akan tidur dengan Kakak?


Mendengar jawaban Rafael  Elena lngsung mengerucutkan bibir nya.


Melihat itu Rafael langsung menghelang nafas dengan kasar "baiklah Kau boleh tidur disini, " Dan Elena pun langsung berjingkrak girang, "yesss, "


Elena langsung membaringkan Rubin nya di atas  ranjang. Sambil tersenyum Elena memejamkan mata nya. Entah kenapa berada di samping Rafael membuat nya bisa tertidur dengan nyenyak


Rafael yang melihat senyum Elena pun menggelengkan kepala nya tidak habis pikir.Elena selalu  Manja terhadap nya bagaimana kalau suatu saat Dia Harus berpisah dengan nya. Akankah sikap Manja nya Akan menghilang. Atau kah Ada pria lain yang menggantikan posisi nya Mendengar hal itu membuat sudut Hati Rafael berubah nyeri


Jantung nya berdegub dengan Kencang. Selalu seperti Ini ketika berhadapan dengan Elena. Dengan berlahan IA memegang pipi  Elena. Seringan bulu lalu turun ke bibir nya. Rafael mengusap bibir kemerahan itu dan Mencium nya membuat Elena terkejut dari tidur nya. Tapi IA memilih memejamkan mata Dan pura -pura tertidur.


Saat Rafael ******* bibir Elena .Jantung Elena berdegup dengan Kencang.


Perasaan apa Ini?, "


Mengapa Jantung nya berdegup dengan kencang. Seharuzx nya IA marah Rafael Mencium nya. Tapi kenapa IA Tak bisa menghentikan laju jantung nya


Sedetik kemudian IA bernafas lega. pasal nya Rafael menjauhkan bibir nya.


"Maafkan Kakak, " kemudian Terasa kepala yang di usap. Setelah itu Rafael merengkuh Elena dalam pelukan nya

__ADS_1


Tampa Rafael ketahui saat Rafael memeluk nya Kedua mata itu terbuka, Elena memegang bibir nya, 


Ini tidak wajar, mana Ada seorang Kakak Mencium adik nya saat adik nya tertidur.Tapi yang membuat Elena marah adalah Elena malah menikmati nya dan seals nya lagi Jantung Ini malah berdetak dengan cepat,


Dan sekarang ia  mengerti kenapa Kakak nya melarang nya untuk tidur  bersamanya


---------


--------------


Seorang tengah duduk di sebuah Kursi yang pencahayaan nya tamaran


"tok tok, "


"masuk, "


Seorang pria menghampiri pria di hadapan nya. "Kita sudah memcari keberadaan Nona Elena Selama bertahun-tahun, saat Kita sudah menemukan nya. kenapa anda melepaskan Nona Elena begitu Sarja., "


"Kau benar seharus nya aku tidak melepaskan nya begitu Saja. Tapi aku yakin dalam waktu dekat Ini Dia sendiri yang akan menemuiku,"


"anda terihat begitu yakin?, "


".percayalah seberapa rapat nya Rafael Abraham menyembunyikan kebenaran nya pasti nya Akan terkuak juga. "


"karna seberapa rapat nya Rafael menyembunyikan sebuah tikus mati. Baunya akan tercium juga. "


TBC by ismiati wardani

__ADS_1


__ADS_2