
"silahkan masuk Nona Elena,, " ucap Dimas membukakan pintu untuk Elena
"terimakasih, " ucap Elena memasuki Mobil Dimas
"Kita mau kemana," Tanya Elena
"kalau Di kasih tau nama nya bukan ke jutan" ucap Dimas memasangkan sabuk pengaman untuk Elena
Sepanjang perjalanan Elena hanya diam. Elena benar benar berubah. Tidak ada senyum Dan celoteh yg keluar dari bibir nya
2 jam kemudian Mobil yang di tumpangi Elena sampai di gedung rumah sakit.
"sudah sampai, "
Dimas membukakan sabuk pengaman untuk Elena. Kemudian turun dari mobil. Dimas menggandeng Elena kemudian lobi
"saya ingin ketemu dokter aliadrus. "
"apa anda sudah membuat janji, "
"sudah, "
"baik tunggu sebentar, "
"ngapain kita ke rumah sakit kak, " ucap Elena
"nanti kau akan tau, "
Dan setelah itu Elena hanya diam
"silahkan daftar terlebih dahulu"
"kau punya ktp? "
"punya kak, "
"Kemarikan"
Kemudian Elena menyerahkan dompet nya pada Dimas" kakak cari sendiri, "
"baik, " dimas mengambil ktp Elena
Setelah selesai daftar dimas dan elena lngsung menaiki lift.
Setelah menunggu lumayan lama kini giliran Elena memasuki ruangan
"nona Elena, " panggil suster tersebut
Dimas langsung menggandeng tangan elena menuju ruangan dokter
"tok tok, "
"silahkan masuk, "
"Dimas,? "ucap dokter aliadrus
"selamat siang om, "
"siang juga. Silahkan duduk, "
"jadi ini yang bernama Elena,, "
"iya om, "
Elena mengulurkan tangan nya kedepan dan di balas oleh aliadrus.
"Elena, " ucap Elena memperkenalkan diri
"Aliadrus, cukup panggail om saja, "
"seperti yang saya bilang kemarin di telfon kedatangan saya kemari untuk konsultasi perihal mata Elena. "
__ADS_1
"jadi bagaimana kejadian nya sampai mengalami kecelakaan?, " tanya dokter aliadrus
"saya mengalami kecelakaan dok ketika berumur 12,"
"jadi sebelum nya mata anda normal?,"
"iya Dok, "
"mari saya periksa, " ucap dokter aliadrus
Setelah selesai Elena terduduk di sebuah kasur, dokter aliadrus duduk kembali di kursi nya
"bagaimana dok?, " tanya Dimas
"ada luka di mata nya itu lah yang menyebabkan kebutaan pada Nona Elena? "
"apakah bisa sembuh?, "
"delapan puluh persen kemungkinan bisa sembuh'"
"syukurlah" ucap Dimas
Elena yang mendengar itu l as ngsung turun dari ranjang menghampiri Dimas
"tapi kak, biaya nya darimana, "
"serahkan pada ku yang penting kamu bisa melihat lagi, "
"bisa melihat adalah keajaiban buat ku. Terimakasih kak Dimas, " ucap Elena langsung memeluk Dimas
Dimas terkejut tapi tetap membalas pelukan Elena
"jadi berapa biaya operasi nya,?, "tanya Dimas
"delapan puluh juta, "
"saya sanggup membayar nya, "
"jadi uang dari mana untuk pembayaran operasi mata ku, "
"dulu almarhum papa ku orang kepercayaan papa mu dan ia memegang aset perusahaan Abraham .setelah kematian papa ku aku menjual aset perusahaan dan mendirikan perusahaan kecil bergerak di bidang konfeksi yang bernama Elena grup. Berharap suatu saat aku bisa menemukan mu, "
"dan sekarang kau berhasil, " ucap Elena tersenyum
"terimakasih kak Dimas tapi sebaik apapun dirimu maafkan aku yang tidak percaya pada mu, "
.
"tak masalah, aku mengerti. Kau pernah di khianati dan aku juga pernah di khianati rasa trauma lah yang menghalangi kita untuk saling percaya,"
Elena mengangguk sebagai jawaban. Tak terasa mereka sampai di lobi. Mereka berjalan menuju parkiran dan Dimas membukakan pintu mobil untuk Elena
"terima kasih, " ucap Elena
"sama sama, "
--------------
--------------------
Satu minggu kemudian
Malam semakin larut tapi tak membuat Elena memejamkan mata. Dia gugup pasal nya besok adalah hari dimana ia akan di operasi. Di luar hujan ia teringat Rafael. Dulu dia berharap suatu saat ia bisa melihat dan orang pertama yang ia lihat adalah Rafael. Tapi setelah kejadian ini wajah Rafael lah yang terakhir ia ingin lihat. Karna wajah itu pasti mirip dengan pembunuh ayah nya. Ia mengambil tongkat nya dan keluar dari kamar saat ia melewati meja tanpa sengajaka kaki nya tersandung yang menyebabkan ia mengaduh kesakitan
Dimas keluar dari kamar karna mendengar suara keras, " ada apa, "
"aku hanya tersandung meja ini, " ucap Elena berusaha berdiri
Dimas membantu Elena untuk berdiri dan membantu Elena duduk di sofa
"lain kali hati hati, "
__ADS_1
"maaf, "ucap Elena meringis akibat lebam yang berada di kaki nya
"aku belikan salep dulu di apotik, kamu tunggu disini"
"tidak usah, "
"tapi--"
"aku mohon, tetaplah disini bersama ku,"
"baik lah, "
Dimas duduk di sofa di sebelah Elena. "jadi?, " tanya Dimas
"aku tidak bisa tidur"
"memikirkan sesuatu, "
"ya, "
"rafael?,"
Elena meremas tongkat nya "hujan di luar sana sangat deras tiap kali terdengar suara hujan aku selalu mengingat nya, aku begitu membenci. semakin aku berusaha membenci nya semakin aku mengeingat nya dan aku benci itu!,"
"janganlah kau berusaha membenci seseorang biar lah mengalir saja, sekeras apa pun kau membencinya kau akan selalu mengingat nya karna dia adalah orang terpenting buat mu, "
"dulu memang dia adalah orang terpenting bagiku, tapi sekarang dia hanya seorang dftar pertama yang sukses menghancurkan ku dan aku benci itu!, "
," bagaimana dengan mu?, "
"aku?" tanya Dimas
"apakah kau pernah di khianati, "
"pernah, "
"oleh siapa"
"mantan istri ku, dia berselingkuh, "
"pasti menyakitkan, "
"yup rasa nya sungguh sakit, "
"berapa umur mu, " tanya Elena
"dua puluh lima tahun, "
"wow masih sangat muda ya, "
,"nikah muda ternyata, "
"ya bgitulah, "
"di jodohkan? "
"tidak dapat sendiri, "
"hem, "
"mau ku buatkan coklat hangat atau kopi, "
"jangan repot repot, aku sudah cukup mereporkan Mu, "
"jangan sungkan begitu. Mulai sekarang kau adalah tanggung jawab ku, "
"aku tak tau harus membalas perlakuan baik mu dengan apa. Seperti yang kau tau saat ini aku tidak punya apa apa, "
"tak apa. Kau tidak semiskin itu. Jangan merendahkan diri kau masih punya perusahaan Abraham Grup yang nilanya milyatan, "
"kau benar aku tidak semiskin itu aku akan merebut kembali apa yang menjadi hak ku, "
__ADS_1