RAFAEL & ELENA

RAFAEL & ELENA
Bab 11


__ADS_3

Aku kira selama ini


kau adalah satu-satu nya tempat ku untuk pulang,


Ternyata aku salah!


kau sama saja dengan mereka!


Dan aku sadar, saat ini, menit ini, detik ini, aku sendiri.....


tidak ada lagi seorang yang bisa menjadi sandaran ku, selalu ada buat ku, dan meng hapus air mata yang mengalir di pipi ku.....


karna kenyataan yang sebenar nya adalah, Semua nya palsu belaka!...


Dan aku bersumpah! Aku akan membalas tiap Penderitaan! Air mata! dan ke palsuan! Yang mereka beri untuk ku


Mobil yang di tumpangi Elena berhenti di sebuah rumah."  Sudah sampai non "


"berapa pak, "


"100.000,"Elena memberikan uang kepda sang supir dan keluar dari taxi tersebut


Elena berjalan menuju rumah di hadapan nya ia menggunakam tongkat nya untuk meraba jalan


Hujan sudah reda menyisakan gerimis kecil kecil yang membasahi Elena dan Elena mengetuk pintu di hadapan nya


Seorang membuka nya dari dalam dan terkejut melihat penampilan Elena yang basah kuyup


"Elena," ucap Dimas terkejut. Dilihat nya Elena yang basah kuyup dan menggil kedinginan


"boleh aku masuk?, "


"0oh silahkan, " ucap Dimas membuka pintu lebih lebar


Elena memasuki rumah di hadapan nya.


"mandilah aku akan mengambil pakaian mantan istri ku untuk kau kenakan, "


Dimas meninggal kan Elena di ruang tama lalu masuk kesebuah kamar. Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar tersebut dengan membawa baju.


Di lihat nya Elena yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"ini, " ucap Dimas menyerahkan baju ke tangan Elena

__ADS_1


" terimakasih, " ucap Elena berdiri


"aku akan mengantar mu ke kamar mandi, " ucap Dimas menuntun Elena


Elena mandi di bawah pancuran air. sorot mata nya penuh dendam amarah dan penuh keben cian


Dan dia sadar tak ada lagi seorang yang bisa menjadi sandaran nya, selalu ada buat nya dan meng hapus air mata nya yang mengalir di pipi nya.....


karna kenyataan yang sebenar nya adalah, Semua nya palsu belaka!...


"aku bersumpah! Demi orang tua ku Aku akan membalas dendam. Dan membuat mereka menderita!  Termasuk paman nya dan Rafael "


"bahkan aku sudah tidak sudi memanggil mu kakak. Karna aku benar benar membenci mu!!!, "


"akhhhhhhhhhhhh!!!!!!! " teriak Elena "demi orang tua ku aku akan membalas perbuatan mereka"


Elena mematikan air showe nya kemudian memakai pakaian nya.


Dia memakai gaun selutut yang agak kebesaran untuk nya dan keluar dari kamar mandi setelah ia menuju ruang tamu dan suduk di shofa


Dimas membawa 2 cangkir kopi hangat dan menyerahkan satu pada Elena


"ini minum lah, "


"terimakasih, tak usah repot repot, "


Kemudian dimas duduk di sofa di hadapan Elena


"aku sudah menebak nya kau akan datang pada ku dengan sendiri nya, karna serapat rapat nya menyimpan bangakai tikus. Pasti akan tercium bau nya, " ucap Dimas sambil tersenyum puas menatap Elena


Elena mencengkram gelas di tangan nya.  Amarah menguasai nya "kau benar, semua yang di katakan oleh mu benar. Tidak ada yang salah sedikit pun,"


Dimas menatap Elena di hadapan nya tidak ada air mata yang keluar padahal wanita di hadapan nya itu baru mengalami leebih buruk dari patah hati.


"kau tidak menangis, "


"aku tak pernah sudi meneteskan air mata untuk nya.  Karna Rafael dia tak pantas menerima air mata ku, aku bersumpah aku akan membalas dendam pada Rafael dan ayah nya, " ucap Elena datar


Dimas bisa melihat amarah dan rasa sakit yang terpancar di mata nya


"aku skan merebut apa yamg menjadi Hak ku. Jika ayah Rafael selama ini takut karna aku akan merebut perusahaan nya.  Maka ketakutan itu akan menjadi jembatan untuk ku menuju kesuksesan ku dan menggulingkan nya dari singgah sana nya, "


Dimas bisa melihat ke sungguhan yang Elena katakan.  Dan Dimas pun tersenyum " bukan kamu tapi kita semua akan merebut nya perusahaan Abraham"

__ADS_1


"boleh aku tanya?, "


"Silahkan "


"kenapa kau dengan suka rela membantu ku,  berusaha merebut apa yang menjadi hak ku. Sedang aku tak punya apa apa untuk kau beri pada mu.  Dan mengapa kau selama ini mencari ku, "


"kita dalam posisi yang sama.  Karna Dendam,  seorang harus mendapat akibat nya setelah melakukan dosa.  Sedang Heri dia selamat tidak masuk penjara karna kekayaan yang di miliki nya. Dan aku telah berjanji pada ayah ku agar melindungi mu dan mengembalikan hak mu. Itu adalah sumpah ku,"


Elena mengangguk mengerti


"dan perlu kau tau aku tidak sendiri ada tiga orang lain nya yang mendukung ku selama ini orang yang menculik mu adalah orang suruhan ayah mu yang selamat dari kejadian naas itu, "


"aku mengerti, terimakasih untuk semua nya. Aku berharap kau tidak menghianati ku seperti yang di lakukan Rafael dan Heri, "


"aku bersumpah demi ayah ku, aku akan selalu mendukung mu dan tidak akan menghianati mu, "


"terimakasih atas kesetian mu. Akan ku pegang kata-- kata mu tapi aku tidak sepenuh nya mempercayai mu karna aku sudah terlanjur terluka. "


"aku bisa mengerti itu, "


Elena  meminum kopi nya yang mulai dingin


********


Malam nya setelah makan malam


"aku antar ke kamar tamu, "


"baik, "


Dimas mengantar Elena ke kamar tamu.


Elena tidur di atas ranjang berseprai putih tersebut. Elena memejamkan mata kilasan masalalu terngiang ngiang di kepala nya


Ia teringat waktu di panti asuhan saat seorang Rafael mengadopsi nya.  Ia teringat akan perlakuan nya pada nya.  Kasih sayang nya perhatian nya. Kenangan nya


"ekting mu begitu bagus. Seharus nya kau menjadi seorang aktor saja tidak menjadi seorang pengusaha, " ucap Elena


*********


Sedang di suatu tempat lain Rafael memasuki mension nya dan membunyikan bel.  Seorang pelayan membukakan nya dia adalah Bik ina.


"dimana non Elena tuan, "

__ADS_1


Tapi rafael tidak menjawab hanya menatap nya saja "siapkan air hangat dan makan malam untuk ku, " ucap Rafael dengan datar


"apa terjadi sesuatu,? kenapa tuan muda begitu terlihat frustasidan penuh amarah,?,"


__ADS_2