
Satu minggu kemudian
Siang nya hujan turun dengan deras nya membuat Elena meringkuk tubuh nya dalam selimut
"Ini Hari ulang tahun ku! Tp kenapa Kak Rafael masih tetap bekerja, apa IA lupa?, "
Elena mengusap wajah nya dengan kasar. "Padahal seminggu kemarin aku sudah mengingatkan nya, apa jangan-jangan kak Rafael mau memberikan ku sebuah kejutan? "
"akhhhhh kak Rafael awas ya kalau sampai Kakak lupa Hari ulang tahun ku! Aku Akan menggigit nya, " ucap Elena menutup muka nya dengan selimut. Lalu terlintas di ingatan t nya tentang sebuah Ciuman radi malam yang di lakukan Kakak nya membuat pipi Elena memerah
"Haruskah aku menanyakan nya pada kak Rafael?, kenapa IA Mencium ku?, sial, tapi aku malu, aku tidur Saja deh, "
Saat Elena Akan memejamkan mata suara ketukan menyadarkan nya. Elena pun terduduk
"masuk, "
"Non, pak Rafael menyuruh anda untuk mengantar dokumen Ini kekantor nya, "
"kenapa Harus aku? Kenapa tidak Kau Saja, "
"maaf Non, Ini perintah pak Rafael, "
Aneh biasa nya Kakak nya selalu melarang nya keluar rumah, tapi sekarang Kakak nya menyuruh nya untuk mengantarkan dokumen
"baiklah, kemarikan, "ucap Elena dan pelayan itu pun menyerahkan dokumen ke tangan Elena
"supir akan mengantar anda, "
"baik lah pilihkan baju untuk ku, sebuah Celana Dan sweter berlengan pnjang, "
"baik Nona, "
Elana memakai celana dan sweter panjang nya. Kemudian ia mengambil sisir dan menysir rambut nya ia mengambil beda dan menabur wajah nya dengan bedak kemudian ia mengambil liftiik dan memakai nya semua ia lakukan dengan meraba
Setelah selesai ia mengambil tas nya dan mengambil tongkat nya. Ia menuruni tangga dengan tongkat nya tapi di pertengahan seorang pelayan datang dan menuntun Elena menuruni tangga.
"Non udah saya bilang jangan menuruni tangga sendirian . Non bisa menelfon pelayan lain nya. Kan bahaya kalau jatuh., "
"kan ada tongkat bi, pElena bisa meraba, '
"pokok nya Non harus menelfon kami kalau mau menuruni tangga atau saya laporkan pada pak Rafael, "
"oke, baik bi, "
"tolong antar nona Elena ke kantor pak Rafael ya. " ucap bi Ina
"Baik Bi, " ucap supir itu
"Mari non, " dan Elenapun hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil
Elena melamun dan raut wajah nya memancarkan kesedihan
__ADS_1
Seharus nya Rafael tidak usah kerja hari ini karna hari ini adalah ulang tahun nya. Biasa nya kakak selalu libur untuk bekerja di hari ulang tahun nya
"kenapa Non, " ucap sang supir menyentak Lamunan Elna
"kenapa Non terlihat sedih, "
"hari ini lena ulang tahun tapi kak Rafael lupa dengan ulan tahun lena, "
"mungkin pak Rafael membuat kejutan untuk non Elena, "
"mungkin juga, tapi biasa nya di tahun sebelum nya kak Rafael sesalu ingat ulan tahun Lena dan selalu cuti kerja di hari ulan tahun lena. Kami berdua menghabiskan waktu bersama, " ucap Elena sedih
"jangan sedih Non saya yakin pak Rafael menyiapkan kejutan untuk non Elena,, " ucqp sang supir menghibur Elena.
Elena menghadap sang supir tersenyum dengan sennyum yang di paksakan.
Satu jam kemudian mobil yang di tumpang Elena telah sampai di sebuah gedung perkantoran
"biar saya mengantar non Elena, "
"baik lah " ucap Elena, dengan kondisi nya yang tidak bisa melihat ia yakin dia tak bisa mencari kak Rafael nya
Supir berbicara pada resepsionis dan bertanya lantai berapa Rafael berada. Mereka berdua menaiki lift dan menuju lantai tiga. Ketika sudah sampai di luar lift Elena menyuruh sang supir turun unutuk pulang
"bapak turun saja. Biar saya ke ruangan kak Rafael saya inget kok jalan nya. "
"tapi Non, "
"baik Non, "ucap sang supir dan memasuki lift
Elena berjalan menyusuri lorong dengan tongkat di tangan nya untuk meraba jalan. Seorang Wanita yang berjalan di samping nya menghentikan langkah nya.
"Nona mau kemana, " tanya wanita tersebut merasa iba meliahat ke adaan Elena
"saya mau ketemu kak Rafael, "
"Rafael menejer kita?, "
"iya, "
"mari saya antar.kebetulan saya sekeretaris nya, "
Mereka berjalan beriingan setelah sampai di dedan pintu rafael wanita tersebut berucap "saya tinggal ya pak Rafael ada di dalam, "
"terimakasih, " ucap Elena tersenyum
"sama sama, " ucap Wanita itu kemudian pergi meninggalkan Elena
Elena berjalan ke arah pintu dan meraba nya ternyata tidak kunci. Terbuka sedikit pintu nya yang menyebabkan Elena mendengar semua suara dari dari dalam
Ketika Elena akan mengetuk pintu ia berhenti karna nama nya di sebut sebut
__ADS_1
"ini hari ulang tahun adik mu kenapa kau masih bekerja, "
"aku sedah muak selama beberapa tahun ini berpura pura menyayangi nya padahal aku sangat membencinya. " elena yang mendengar itu terkejut dan mata nya berkaca kaca selama ini kakak nya membenci nya.
"kau begitu membenci Elena tapi kenapa kau mengambil nya dari panti asuhan, "ucap Rafi
Rafael tertawa "aku mengambil nya dari psnti asuhan ketika usia nya 17 tahun. Kau tau ayah ku? Dia memaksaku untuk menyembunyikan Elena karna ayah ku sangat terancam akan keberadaan nya. Ayah ku takut kehadiran sebagai pewaris yang sah dari paman ku dia mengambil perusahaan Abraham dari tangan ayah ku, "
Deg
Elena bisa mendengar segala nya. akhir nya air mata yang selama ini di tahan nya mengalir di pipi nya jadi selama ini kakak nya hanya berpura pura untuk menyayangi nya. Dan dia dan kakak nya ternya sepupu. Jadi benar yang selama ini di katakan Dimas kemungkinan besar ayah Rafael lah yang telah membunuh ayah dan ibu nya. Ia membekap mulut nya agar tangis nya tidak terdengar. Amarah., kecewa, sedih yang ia rasakan saat ini.
Amarah nya memuncak jadi kilasan di mimpinya yang menghantui nya tiap malam adalah kenyataan? Dia sering terjaga dalam tidur nya dan memipikan malam teragis itu
Elena mengepalkan tangan nya dan membekap mulut nya menahan tangis d add n amarah yang memuncak dari dalam diri nya
"wow kau dan ayah mu sangat cerdik, ".terlihat Rafi bertepuk tangan "lalu kenapa ayah mu tidak membunuh nya saja seperti yang ia lakukan pada Elena,, "
Membunuh ternyata benar yang di katakan Rafa paman nya lah yang telah membunuh keluarga nya. Dia ingin menerjang kakak nya nya dan memukul nya menumpahkan segala amarah nya tapi ia tahan karna ia mendengar kisah yang sebenar nya. "
"aku yang melarang nya bagaimna pun kejadian teragis itu adalah sebuah kesalahan. Ayah ku pantas di hukum untuk itu. Aku tak ingin ada pertumpahan darah lagi di keluarga ini., "
"walau ayah mu sangat kejam membunuh orang tua elena tapi aku tak menyangka kau sedikit mempunyai belaskasihan untuk adik kecil mu" ucap Rafi
Rafael tertawa "dia pasti tidak menyangka bahwa selama ini kasih sayang dan perhatian ku adalah palsu belaka untuk membuat nya nyaman di sisi ku. Dia terlalu bodoh untuk menyadari konspirasi yang ku buat untuk nya. Aku terus menahan nya di samping ku agar Elena tidak muncul ke permukaan dan mengaku sebagai pewaris yang sah perusahaan Abraham. Elena dia sangat bodoh dan cengeng" ucap Rafael tertawa dan Rafi pun ikut tertawa
Setelah mendengar semua nya Elena menghapus airmata nya. Sekarang Hanya kebencian lah yang tersisa untuk nya
Dia bersumpah dia akan membalam semua perbuatan mereka. Rafael dan ayah nya. Dia akan mengambil hak nya dan menjebloskan pembunuh kedua orang tua nya kepenjara.
Dan untuk rafael karna dia tak sudi memanggil nya kakak. Dia akan membuat nya menyesel karna telah mempermainkan Elena Abraham
Ia meninggalkan dokumen rafael di depan pintu dan berjalan dengan penuh amarah dan dendam dalam hati nya. Hujan dan kilatan petir mengiringi kepergian nya
Setelah sampai di bawah ia berdiri di hadapan jalan raya dengan air hujan yang membasahi pakaian nya.
Seorang pria menghampiri nya.
"adik kenapa hujan hujanan sedang menunggu seseorang ,"
"saya menunggu taksi," ucap elena datar. Tidak ada senyum yang menghiasi wajah nya seperti biasa hanya ada kebencian untuk dunia yang telah merenggut kebahagian nya
Sebuah taksi lewat di hadapan nya dan pria tersebut menghentikan "adik tu taksi nya sudah ada di hadapan adik, "
"terimakasih pak," ucap Elena datar memasuki taksi tersebut.
Elena mengambil sebuah kartu nama dari dalam tas nya dan menyerahkan nya pada sang supir.
"antarkan saya ke alamat itu pak. "
"baik non, "
__ADS_1
Tidak ada air mata yang mengalir di pipi nya karna ia tidak sudi jika harus menagis karna seorang pria yang telah menghancurkan hidup nya.