
Mobil yang di tumpangi Rafael membelah jalanan di pagi ini, elena masih duduk setia di samping nya sambil berceloteh ringan. Sesekali rafael mengusap puncak kepala elena .
"ya kak nantik kita jalan—jalan lagi"
"kakak tidak janji,"
Beberapa jam kemudian mobil tersebut masuk ke dalam halaman rumah seorang satpam membukakan pagar besi untuk rafael
Rafael membuka pintu mobil nya dan keluarlah elena dari dalam mobil rafael berdiri di hadapan ratna dan mencium puncak kepala elena. "masuk lah kedalam aku akan berangkat ke kantor,"
"tanpa sarapan?,"
"nantik kakak sarapan di kantor"
"baiklah"
Lalu elenapun tersenyum mengiri kepergian rafael . Suara mobil menandakan pergi nya rafael dan elenapun memasuki rumah.
*****
"bagaima," ucap seorang pria pada bawahan nya.
"seperti perediksi kita ternyata gadis itu berada dalam rumah rafael Abraham."
"sudah kuduga pasti nya akan sulit bertemu langsung dengan elena"
"bagaimanapun kau harus bisa mencari celah untuk masuk dan menemui elena di luar atau di dalam rumah untuk bertemu dengan ku,"
"baik tuan,"
Senyum mengembang di sudut bibir pria itu
"aku menemukan mu elena,"
*******
Sedang di dalam rumah elena melangkahkan kaki nya menuju dapur akibat mencium bau khas roti
"bik ina membuat roti?" tanya ceria elena
"nona kenapa kemari,"
"aku bosan harus di kamar terus,"
"ada yang bisa saya bantu bi,"
"baiklah oles roti ini dengan mentega," ucap bik ina menyerahkan sapu ke tangan elena.
Dengan semangat elena mengolesi roti yang sudah jadi itu dengan mentega
__ADS_1
"bibik tau kemarin aku di ajak jalan jalan oleh kak rafael ke pantai?," ucap elena antusias
"lalu apa yang terjadi?,"
"kami bermain di pantai dan malam nya kami menginap di sebuah kamar,"
"apakah kalian tinggal satu kamar?,"
"iyah bibi tapi kak rafael tidur di sofa,"
"syukurlah,"
"kenapa memang nya bik,"
"tidak baik wanita dewasa dan pria dewasa tidur satu ranjang," ucap bik ina
"kenapa memang nya bik kan rafael kakak lena,"
"kan bukan kakak kandung tidak baik atuh,"
"tapi selama ini kak rafael tidak pernah berlaku macam macam terhadap lena,"
"benar tuan rafael tidak pernah berbuat macam macam pada lena?," tanya bik ina menyelidik
"ia di pipi dan juga di kening" ucap elena jujur setau nya rafaeel selalu mencium nya di pipi
Bik ina bernafas lega akhir nya dia tau tidak terjadi sesuatu antara majikan nya . Tidak seperti kabar yang tersebar di kalangan pelayan yang mengatakan bahwa tuan nya dan elena mempunyai hubungan yang lebih jauh daripada seharus nya.
"saya akan ke pasar dulu, nona disini dulu ya bersama Tania," tania adalah putri nya yg berusia tujuh belas tahun
"tapi lena ingin ikut,"
"tidak bisa nantik tuan rafael marah."
"dia tidak akan marah kalau bibik tidak memberi tahu nya seperti biasa nya kita pergi lewat pintu belakang , bagsimana," ucap elena sambil menaikkan sebelah alis nya
******
Mereka berdua keluar dari rumah lewat pintu belakang tanpa mereka tau seorang telah mengikuti mereka.
Terlihat bik ina menggandeng tangan elena menyelusuri pasar mereka membeli sayur dan ikan juga bumbu dapur
Seorang mengikuti mereka mencari celah untuk bisa mengambil elena dari tangan bik ina. Tapi langkah nya ke sulitan akibat ramai nya pasar. Menculik lena sekarang bukan ide yang tepat
Setelah se jam mengelili ngi pasar akhir nya bik ina dan elena menaiki angkutan umum. Di angkutan umum terlihat hanya ada satu orang supir dan dua penumpang laki laki bik ina merasa curiga ketika angkutan yang di kendarai nya tidak melewati jalanan yang biasa nya melain melewati jlanan sepi.
"pak kenapa melewati jjalanan ini." tanpa di duga pria yang berada di hadapan nya menarik nya dan memyumpal hidung nya dengan sapu tangan yang sudah ia bius membuat elena panik yang berada di dekat nya lena ingin berteriak tapi teriakan nya terhalang oleh seorang pria yang membius nya.
__ADS_1
Tatapan nya meredup dan akhir nya dia kehilangan kesadaran nya
******
Siang itu rafael sedang memakan makan siang nya ketika suara ponsel berdering di sebelah nya tanpa berfikir panjang rafael mengakatnya
"—"
"apa kau sudah gila! Ingin cari mati ! Menjaga lena saja kau tidak becus!"
Rafael langsung menyambar jas nya dan mengambil kontak kunci nya mengendarai mobil menuju rumah nya.
******
Sesampai nya di depan rumah nya rafael lang memasuki rumah nya disitu suda ada beberapa satpam yang menjaga di rumah
"maaf kan kami kami kehilangan nona elena," ucap pak joko kepala stpam itu
"bagaimana bisa kalian bisa kecelongan seperti ini!"
Lalu bik mirna keluar dari kamar tadi dia pingsan dan seorang mengantar nya pulang "maafkan saya tuan rafael ini semua salah saya karna tidak bisa menjaga nona elena dengan benar," ucap bik ina sambil menangis
"jangan bilang kau sudah biasa keluar rumah dengan lena,!," ucap rafael menuduh
Tanpa jawaban pun ia tau dengan bik ina yang mulai menangis dan menundukkan kepala, rafael menggeram marah dan menghubungi seseorang untuk mencari elena
"cari lena sekarang!" ucap rafael dan seluruh penjaga pun berpencar mencari elena. Ada sepuluh orang satpam yang berjaga semua nya mencari elena.
"elena dimanakah dirimu?" ucap rafael mengacak rambut nya frustasi
Dan pikiran nya berhenti pada satu orang. Satu orang yang mengancam nya.
"baiklah aku mengerti," ucap rafael mengambil kunci mobil nya melajukan mobil nya ketempat yang di tuju i nya
Tbc
By ismia wardani
Kutunggu vote dan komen nya
__ADS_1