RAFAEL & ELENA

RAFAEL & ELENA
Bab 7


__ADS_3

Dimas mengantar Elena menuju Rumah nya. Hujan deras mengiringi perjalanan mereka. Sesekali Dimas melirik Elena yang duduk di samping nya. Dia ingat tadi Elena histeris minta untuk di antar pulang. Dan disini lah sekarang mereka menuju ke rumah rafael Abraham. Elena tedak mengucapkan satu katapun ia lebih terlihat bungkam.



2 jam kemua mobil sampai di depan gerbang rumah Rafael. Dimas menghentikan mobil nya dan membukaksn pintu dan memayungi Elena. Dimas menyerahkan sebuah kertas ke tangan elena. "disitu sudah ada alamat apartemen  ku dan no hape ku. Hubungi aku ketika kau ingin bertemu dengan ku."



Tanpa disadari Elena seorang pria melihat nya dari arah atas .



"ya allah Non kami disini mencari cari non. Apalagi tuan Rafael," ucap satpam tersebut



"Maaf," kemudian ia memasuki rumah dan mengetuk pintu



Bik ina membuka nya. Bik ina yang shok langsung memeluk Elena," Non tidak apa—apa. Apa Non Terluka, ada yang sakit?," ucap ina memerika seluruh tubuh Elena



"aku baik baik saja,"



Rafael turun dari tangga dan menghampiri Elena. Rafael memeluk Elena erat," aku akan menyuruh bik ina untuk menyiapkan air hangat untuk mu," ucap na melepas pelukan nya



Elena terkejut pasal nya Rafael tidak menanyakan nya ia darimana. Apa rafael tidak menghawatirkan nya



Ia teringat oleh ucapan Dimas



Karna rafael dia menjebak mu dalam permainan nya. Dia tidak ingin kau melihat dan mengacaukan segala mya



Dia menggelengkan kepala nya, tidak mungkin kakak nya seperti itu



Rafael memegang pipi Elena "kau terlihat pucat,"



"aku hanya kedinginan,"



"Air hangat akan menghilangkan rasa dingin mu,"



"tapi aku sudah mandi, aku hanya butuh berganti baju dan tidur,"



"baiklah,"



Rafael menuntun elena menaiki tangga menuju lantai dua. Kakak nya sangat menyayangi nya tidak mungkin ia menjebak nya seperti yang di katan Dimas.



Rafael mengambil piayama di almari dan meletakkan nya di tangan Elena"ganti baju lah aku akan keluar,"



Terdengar suara pintu di tutup Elena langsung membuka pakaian dan mengganti nya dengan piayama .ia langsung meloncat ke tempat tidur nya dan membaringkan tubuh nya ke tempat tidur



Ia merasa lelah



Tapi ia tak bisa tertidur pikiran nya tertuju pada perkaetaan Dimas



Dan ia takbisa beehenti mengingatnya walau dia ingin.



Bunyi pintu terbuka yang membuat Elena langsung memejamkan mata.



Rafael duduk di samping elena dan memegang pipi Elena yang pucat," maafkan aku," ucap nya mencium kening Elena kemudian turun ke bibir Elena. Awal nya hanya menempel tapi lama kelamaan melumat nya, sebelum terjadi lebih jauh lagi ia menarik dri nya



"sialan bisa bisa nya aku kehilangan kontrol," lalu rafael keluar dari kamar elena.



Terdengar pintu yang di tutup membuat Elena membuka mata nya. Ia memegang bibir nya dan teringat oleh percakapan nya dengan bik Ina



tapi selama ini kak rafael tidak pernah berlaku macam macam terhadap lena,"



"benar tuan rafael tidak pernah berbuat macam macam pada lena?," tanya bik ina menyelidik



"bahkan mencium?," tanya lagi ina mendesak dia ingin tau hubungan majikan nya sejauh apa



"ia di pipi dan juga di kening"



                       🍁🍁🍁



Pagi itu Elena turun menuruni tangga. Rafael yang melihat itu menghampiri Elena. " sudah kakak bilang kalau mau turun tangga tu bilang ama kakak atau Bik Ina. Kalau jatuh giman?,"



" kan ada tongkat kak aku bisa meraba nya,"



"tapi tetap saja saja bahaya, Ayo kita makan Bik ina sudah menyiapkan makanan kesukaan mu,"



"kakak daritadi menungguku?

__ADS_1



"ya begitulah,"



"kenapa? Entar telat lo,"



"gapapa,"



Rafael menuntun Elena ke meja makan


Dan Elenapun duduk,



"jadi kau mau selai apa," tanya Rafael



"Roti bakar dengan selai setrawbery" ucap Elena



Rafael mengambil roti dan menaruh selai setraubery di dalam nya lalu meletakkan kedalam pemanggang Roti. Setelah itu ia menyerahkan nya pada Elena



Mereka sarapan dengan tenang dan fikiran nya teringat oleh perkataan Dimas



"kak boleh lena ikut ke kantor?"



"kenapa memang nya?



"tidak Lena_Lena hanya bosan dirumah, kakak tidak ingin Lena keluar rumah diam diam kan?"



"apakah ini sebuah ancaman,"



"tidak kak, Lena hanya ingin bersama kakak,"



"baiklah,



Mungkin ini saat yang tepat ucap Rafael dalam hati



"boleh Lena tanyak,"



"kau boleh tanyak apa pun pada ku Lena,"



"apa jabatan kakak di kantor tersebut,"




"Lena hanya penasaran,"



"wakil Menejer, kakak menjabat sebagai wakil Menejer di perusahaan,"



"aku pikir kakak jadi Ceo nya,"



"aku kan bukan pemilik perusahaan nya,"



"memang nya siapa pemilik nya,"



"ada kau tidak akan tahu,"



"kalau begitu perusahaan kakak itu Abraham Grup bukan," Elena keceplosan dan menutup mulut nya



Rafael tersenyum miris ternyata Elena mendapat informasi sejauh ini.



"bukan perusaah Abraham Grup adalah perusahaan yang sangat besar yaitu bergerak di bidang properti sedang perusahaan kakak tidak begitu besar bergerak di bidang konfeksi,"



"Oh,"



"Aku pikir kakak bekerja di perushaan Abraham Grup karna nama nya sama dengan nama kakak,"



"itu hanya kebetulan saja,"



                          🍁🍁🍁



Rafael memasuki gedung di hadapan nya



"pagi pak Rafael,"



"hem pagi juga,"


__ADS_1


"pak Rafael membawa pacar nya ya," tanya kariawan perempuan tersebut



"bukan, tapi adik saya,"



"Oh, cantik banget,"



Dan Rafael pun tersenyum menanggapi nya



Rafael menggengam tangan elena erat ketika memasuki lift dan lift berhenti di angka 3 .



Rafael keluar dari lift dan menuju ruangan nya



"pacar nya ya pak?," tanya sekretaris Rafael



"bukan Adik saya,"



"Cantik mirip bapak,"



"terimakasih atas pujian anya,"



Rafael menuntun  Elena menuju sofa "duduk lah disini, mana ponsel mu," dan Elena memberikan nya pada Rafael. Rafael menyetel lagu kesukaan nya dan meletak kan ke tangan Elena ," ni biar tidak bosan,"



Terdengar suara langkah Rafael dan suara Elena menghentikan langkah Rafael



"kak Rafael terimakasih dan aku percaya kak Rafael tidak akan menyakiti  dan  menghianati ku,"



Rafael mematung mendengar perkataan Elena ia menggenggam tangan nya kuat. Sudut bibir nya membentuk sebuah senyuman miris.



Andai kau tau apa yang keluarga ku lakukan pada mu akan kah kau masih bersedia berada disisi ku elena......



Tbc by ismia wardani



951  kata



Andai kau jadi Elena apa yang kau lakukan



Dan andai kau jadi Rafael apa yang kau lakukan



Saya nulis pakek jerih payah tapi yang baca dikit sedih nya😱😱😱



Menurut kalian cerita ku ini gimana


Bagus atau membosankan? Di tunggu jawaban nya



Jangan lupa baca ceritaq yang lain



Ratna dan wisnu



Rafa Bramasta dan tania Bramasta



Aisyah nuha zahira



Maharani Zuhra



Poligami





Dimas elena dan rafael






Mau buka olshop dari berbagai macam produk sperti baju jam tas mukena hijab dll yuk join olshop (database konveksi) modal 50.000 saja



Mau jual pulsa pket data internet yuk join agen kuota modal 50.000 saja



Wa.083848186905


Bbm.E32634CD


Ig. ismia_wardani



Wardani database Agen kuota

__ADS_1




__ADS_2