RAFAEL & ELENA

RAFAEL & ELENA
bab 6


__ADS_3

Dengan kecepatan tinggi siang itu rafael mengendarai mobil nya menuju sebuah tempat di jakarta



Setelah beberapa jam menempuh perjalanan yang lumayan jauh Akhir nya rafael sampai pada sebuah gedung pencakar langit di hadapan nya



Rafael memasuki gedung tersebut untung saja kantor terlihat sepi di sebabkan jam kerja



Rafael menaiki lift dan menenkan angka 35 sesampai nya di sana ia menuju meja sekertaris



"ada yang bisa saya bantu"



"saya ingin bertemu dengan pak heri,"



"maaf apakah sebelum nya anda sudah membuat janji,"



"bilang saja Rafael Abraham ingin bertemu dengan,"



Rupanya keluarga Abraham pikir skertaris tersebut.


Setelah itu sekertaris tersebut langsung menelfon Hery



"_"



"anda disuruh masuk ,"



Tanpa kata Rafael meninggalkan sekertaris tersebut dan menuju ke ruangan heri



Rafael membuka pintu nya "wow siapa ini yang datang sangat mengejutkan kau datang menemui ku,"



Rafael langsung menghapiri heri dan memegang kerah heri "katakan dimana elena! Sudah ku katakan jangan berani berani kau mendekati elena ku jika tidak aku  akan membuat mu menyesal,"



" begini kah cara mu berbicara pada ayah mu?,"



"kau tidak pantas di sebut seorang ayah!,"



Dengan kasar heri melepaskan kerah nya yang di pegang rafael menyendenkan kepa la nya di kursi nya mengambil rokok menghidup kan nya dan menghisap nya "aku tidak tau dimana elena berada,"



"kau berbohong bukan kah kau mengancamku beberapa minggu yang lalu mungkin saja kau menculik nya,"



"daripada menculik nya aku lebih suka langsung membunuh nya," ucap heri tajam



"kau— , " ucap rafael marah



"aku tidak menculik elena mu dan kau hanya buang buang waktu datang kemari kau tau sejahat jahat nya aku aku tidak pernah berbong?,"



Yah rafael tau ayah nya tidak pernsh berbohong



"pulang lah ibu mu merindukan mu dia sakit sakitan memikirksn mu,"



Mendengar ibu nya di sebut rafael mulai mellunak dia sangat merindukan dan menghawatirkan ibu nya



"tidak aku sudah bersumpah tidak akan menginjakkan kaki ku ke rumah itu lagi ,"



"kau membenci ku tapi kenapa kau lampiaskan pada ibu mu,"



"aku tidak melampiaskan pada ibu,"



"dengan kau tidak pernah datang menjenguk ibu mu sama saja kau menghukum nya,"



"tidak aku tidak seperti itu!,"



"selama ini kau menjalan kan tugas mu dengan baik. Jangan pernah melepaskan elena sedikitpun. Kau harus menahan nya seumur hidup mu. Jika dia sampai mengusik kekuasaan ku maka aku pastikan nasib nya akan sama sseperti ayah nya," ucap heri tajam dan membuat rafael pucat pasi " dan jangan pernah kau menghianatiku jika sampai aku tau kau menghianatiku maka aku akan mengambil elena mu,"



Deg



Itu sebuah ancaman yang tidak bisa di remehkan dengan lesu rafael keluar dar ruangan ayah nya



                         🍁🍁🍁


Sedang di tempat lain elena terbsngun dengan pelan ia membuka mata


__ADS_1


Dimana ini?



Ingatqn nya tertuju pada ia sebelum nya yang sedang di bius



Dia di culik



Dengan panik dia meraba raba sekitar nya . Seorang pria menghampiri nya dan duduk dihadapan nya. Ia memegang kedua bahu nya" tenanglah kau aman elena aku tidak akan menyakiti mu,"



"kau tau nama ku, dimana aku? Kenapa kau menculik ku!,"



"aku akui aku menculik mu hanya itu salah satu jalan agar bisa menemui mu,"



"kau mengenal ku,?"



"tidak maksut ku aku tidask mengenal mu tapi ayah ku orang kepercayaan ayah mu. Mereka sahabat dekat,"



"kau tidak berbohong'"



"tentu saja tidak"



"baiklah aku percaya pada mu dan aku berharap kau tidak menghianati kepercayaan ku,"



Dimas tersenyum," perkenalkan nama ku di mas," ucap di mas memegang tangan elena



"aku elena, jam berapa sekarang"



"jam lima sore,"



"berarti aku pingsan lumayan lama,"



"begitulah,"



"dimana aku,"



"kau  berada di rumah ku,"




Dimas mengambil handuk di almari dan menyerahkan nya pada elena "bisa kah kau tuntun aku ke kamar mandi? Aku tidak tau kamar mandi nya sebelah mana?,"



"baik lah. Ayo "



Dimas nenuntun elena kekamar mandi dan elenapun memasuki nya "jika perlu sesuatu panggil aku,"



Elena mandi di bawah pancurah shower  setelah selesai ia mengambil handuk dan melap tubuh nya. Ia terpaksa memakai pakaian yang kotor.


Elen keluar dari kamar dan meraba raba menuju ranjang



"Dimas"



"Dimas"



"ya ada apa," ucp dimas di ambang pintu "kau bisa ambilkan tongkat ku dan tas ku,"



"baik ," beberapa menit kemudian ia datang dengan membawa tongkat dan tas elena



"ini,"



"terimakasih,"



"aku akan menghubungi kak rafael pasti dia hawatir," tapi setelah ia memasukkan  tangan nya kedalam tas ia tidak menemukan ponsel nya



"ponsel mu aku yang mengambil nya,"



"kenapa? Bukan kah kau bilang kau tidak menculik ku lantas mengapa kau mengambil ponssel mu,"



"aku ingin bercerita tentang sebuah kebenaran dan aku yakin setelah kau mendengar kebenaran nya kau tidak sudi menelfon nya apalagi bertatap muka dengan nya,"



"maksut mu?,"


__ADS_1


"nantik aku akan ceritakan segala nya"



 



🍁🍁🍁


H



ujan di luar sangat deras dan hawa dingin menusuk ke kulit nya. Dengan lahap ia memakan pasta buatan dimas karna ia ingin segera mendengarkan cerita dimas dan pulang menemui kakak nya. ia takut kakak nya menghawatirkan nya



"jadi apa yang akan kau ceritakan pada ku" kali ini mereka sedang duduk di atas shofa panjang yang berwarna putih..



Dimas menghelang nafas," kau pasti tidak mengingat siapa orang tua mu dan asal usul mu karna ksu hilang ingatan di usia mu ke 12 thn,"



"kau—kau tau darimana aku hilang ingatan bhkan kak rafael saja tidak tau sebelum aku menceritakan nya,"



,"dia bukan nya tidak tau , tapi dia pura pura tidak tau,"



"aku percaya kak rafael bukan orang seperti itu,"



"Dahulu kala ada sepasang suami istri yang sudah menikah lima tahun tapi belum di karunia i momongan, lalu ia mengadopsi seorang ank yang bernama heri, "



"lalu?,"



"jangan menyela sebelum aku selesai menceritakan nya,"



"lalu sepasang suami istri tersebut di karunia i seorang anak bernamna Mahes    mahes adalah ayah mu. Kasih sayang yang selalu di berikan pada heri kini tergantikan pada mahes. Lalu waktu berjalan dan heri menikah denga monik mempunyai anak bernama rafael abraham,"



"rafael? Apa yang kau maksut adalah kakak ku?



"ya kau benar , dan mahes ayah mu menikah dengan tari dan memiliki anak bernama elena Abraham,"



"berarti aku dan kak rafael sepupuan dong kenapa kak rafael tidak pernah menceritakan nya pada ku saat dia mengadop si ku tiga tahun yang lalu ia bertingkah seperti baru mengenal ku?



"waktu bergurir dan kakek mu sakit sakitan akibat kehilangan nenek mu akhir nya dia mewarisi semua kekayaan nya pada mahes tentu saja itu membuat heri tidak terima,



"lalu di malam naas itu, heri dia—"



"katakan apayang terjadi," entah kenpa firasat nya menjadi tidak enak.



"dia membunuh kedua orang tua mu,"



seperti tersambar petir di siang bolong elena terkejut "kau pasti berbohong iya kan," ucap elena histris sambil menitikan air mata" tidak mungkin seorang sau dara membunuh saudara nya yang lain?,"



"kau boleh tidak percaya pada ku tapi yang ku katakan adalah benar saat kejadian naas itu usia ku 17 thn dan aku ada disana aku berhasil menyelamatkan diri tapi tidak dengan ayah ku yang terbunuh saat itu aku bersumpah aku akan membalaas perbuatan heri "



"jika itu benar apa yang terjadi selanjut nya aku dan kak rafael,



"Kau mengalami kecelakaan dan menghilang aku berusaha mencari mu tapi rafael terlalu rapat menyembunyikan mu , rafael dia bersekongkol dengan ayah nya untuk menyembunyikan mu supaya tidak mengusik perusahaan Abraham grup ,"



"tidak kau bohong semua cerita mu bohong!" teriak elena "kak rafael tidak mungkin seperti itu. Dia mengasuh ku dari umur 17 tahun dia menghujani ku dengan cinta dan kasih sayang tidak mungkin dia berbuat sejahst itu terhadap ku,"



"mungkin saja kak rafael tidak tau peristiwa naas itu yang melibatkan ayah nya kan,"



"sekarang ku tanya pada mu. Kenapa dia tidak pernah memper boleh kan mu keluar rumah. Dia kaya tapi kenapa dia tidask berniat sedikitpu mengoprasi kedua mata mu,?!" ucap dimas mengguncang pundak elena



"karna dia dia–"



"kau tidak bisa menjawab nya. Karna rafael dia menjebak mu dalam permainan nya. Dia tidak ingin kau melihat dan mengacaukan segala mya,"



"cukup cukup aku tsk ingin mendengar nys sku ingin pulang," ucap elena menganis dan menutup kedua telinga nya



   Tbc by ismia wardani



1312 kata





__ADS_1


__ADS_2