
Setelah mengalami pertarungan itu Rania dan Tina keluar dari dunia/alam lain itu kembali menuju ke dunia aslinya dan berada didalam kelas Rania.
"huhh cape banget Tina kok bisa cape banget sih, gaada tenaga banget" keluh Rania.
"itu karena kamu baru pertama kali mengeluarkan energi yang ada didalam tubuhmu" jelas Tina.
"apakah jika. nanti mengalami pertarungan dengan hantu lagi aku akan seperti ini?" tanya Rania.
"iya dan bahkan mungkin ada hantu yang kuat dan kamu harus mengeluarkan energi yang lebih banyak daripada tadi" jelas Tina lagi.
Rania yang mendengar itu pun mengeluh dan pasrah dengan apa yang akan dihadapi nantinya.
"tapi tenang aja Nia aku akan membantumu untuk bisa menguasai kekuatan yang ada didalam tubuhmu dan mengendalikan energi itu" tutur Tina.
"beneran kamu mau membantuku?" tanya Rania dengan mata berbinar.
"iya Rania Rahma anaknya papa Rangga" ledek Tina.
"ihh ngeledek Mulu, dasar Crishtina Victoria anaknya mama Jane Victoria hihi" ledek balik Rania.
Tanpa mereka sadari dari luar ada seseorang yang mendengar percakapan itu dan tentunya hanya mendengar suara Rania saja. "sebenernya Nia sedang berbicara dengan siapa dan siapa itu Crishtina" gumam orang itu.
kemudian orang itu pun masuk dan menyapa Rania. "hai Nia kamu kok pagi pagi udah berangkat".
"hai Dina, aku berangkat karena papa sibuk di kantor jadi yah aku terpaksa ikut deh hihi" ucap Rania.
Dina pun melangkah untuk segera duduk disamping Rania. "Nia aku mau bertanya donk" ujar Dina.
"mau nanya apa Din? tanya Rania.
"kamu tadi ngobrol sama siapa? tanya Dina lagi.
"aku ga ngobrol sama siapa siapa kok" Rania panik tapi dia segera menutupi kepanikan itu.
"Nia kamu jangan bohong sama aku, apa kamu ada rahasia yang tidak bisa diucapkan padaku?" tanya Dina lagi.
"aku emang ada rahasia tapi aku akan kasih tau kamu nanti" jawab Rania.
Dina yang mendengar hal itupun mengangguk dan segera duduk disamping Rania.
Pelajaran lancar seperti biasanya dan tidak ada hambatan sama sekali hingga pelajaran selesai dan mereka pulang.
sesampainya dirumah Rania langsung memanggil Tina untuk bertanya bagaimana caranya Tina membantu Rania menguasai kekuatannya itu.
Tina langsung muncul dan menjelaskan "aku akan melatihmu mengontrol energi itu dan kamu harus mengikuti apa yang aku lakukan" jelas Tina.
Rania yang mendengar itu pun mengangguk dan mengikuti apa yang Tina lakukan.
__ADS_1
"pertama kamu harus duduk konsentrasi dan fokus, rasakan energi yang ada didalam tubuhmu itu Nia" jelas Tina.
Nia pun segera duduk bersila dan fokus untuk merasakannya, 30 menit kemudian Rania merasakan seperti ada aliran yang mengalir didalam tubuhnya lalu dia segera berhenti dan bertanya kembali kepada Tina.
"aku merasa seperti ada aliran seperti air di dalam tubuhku, itu apa tin?" tanya Rania.
"itu energi kamu Nia dan cobalah untuk mengeluarkan energi itu seperti saat melawan Ratih" suruh Tina.
Rania menurut dan berkonsentrasi untuk mengeluarkan itu, namun anehnya tidak butuh waktu lama dan hanya memakan 3 menit tiba tiba energi warna putih keemasan itu keluar dan bukan cuma keluar di telapak tangan, tapi energi itu membalut tubuh Rania.
Rania yang sudah membuka mata pun panik dengan apa yang terjadi dengannya. "Tina kenapa energi ini malah menyelimuti tubuhku, apakah aku akan mati hiks hiks" rengek Rania.
Tina bukannya khawatir atau apa dia justru ketawa melihat tingkah Rania.
"kenapa kamu tertawa, apakah ini hal yang lucu?" tanya Rania mengusap air matanya.
"iya lucu karena kalo kamu panik itu kelihatan lucu hihi" ledek Tina.
Tina pun segera menjelaskan apa itu energi yang berada didalam tubuh Rania. "Nia itu adalah energi kamu dan untuk sekarang energimu hanya segitu dan itu masihlah sangat sedikit, walau energimu hanya sedikit tapi aura di tubuhmu sangat besar" jelas Rina.
"aura apa yang kamu maksud?" tanya Rania.
"belum saatnya kamu mengerti" ungkap Tina.
Rania yang mendapat respon seperti itu pun merasa kesal dengan Tina.
"sekarang coba konsentrasi dan serap kembali energi mu itu ke dalam tubuhmu" pinta Tina.
"Rania energi itu adalah milikmu yang mempunyai kemampuan khusus, di dunia ini anak indigo kebanyakan hanyalah cuma bisa melihat hantu, tapi kamu berbeda" jelas Tina.
"berbeda gimana maksud kamu?" tanya rania.
"kamu memiliki energi itu untuk menumpas hantu yang udah salah jalan hingga hatinya dikuasai oleh iblis" jelas Tina dan tentunya dia tidak membicarakan soal sosok yang berada di dalam tubuh Rania.
"kenapa aku harus melakukan hal seperti itu?" tanya Rania.
"karena kamu adalah manusia yang terpilih Nia, kemampuanmu itu gunakanlah dengan baik dan bantu manusia ataupun hantu yang mengalami kesulitan dan meminta bantuan kepadamu" jawab Tina.
"baiklah Tina aku mengerti" ucap Rania.
Tina yang mendengar itu pun selalu menyuruh Rania untuk melakukan hal yang udah dilakukannya itu.
sebulan kemudian Tina pun kembali menghampiri Rania, yah selama Tina tidak menampakkan diri Rania sudah berkali kali menolong hantu untuk terbebas dari dunia ini dan juga menolong orang.
"Nia apakah kamu sudah bisa mengendalikan energimu itu?" tanya Rania.
"aku sudah bisa Tina, tapi terkadang aku merasa cape karena terus mengeluarkan dan memasukan energiku" jawab Rania.
__ADS_1
Tina yang mendengar itu hanya tersenyum "beristirahatlah Nia karena sebentar lagi aku akan mengajarimu agar bisa mengendalikan kemampuanmu yang lain" jelas Tina.
Rania yang mendengar itu pun senang dan dia segera tertidur dalam waktu yang cukup lama.
"dasar anak yang menggemaskan, tapi aku terkadang kasihan melihatmu Nia. Bagaimanapun kemampuan yang kamu miliki itu seharusnya bangkit ketika umurmu genap 17 tahun, tapi aku tidak tau kenapa kemampuanmu justru bangkit disaat usiamu 7 tahun" ucap Tina dalam hati.
Keesokan paginya Rania terbangun dengan cukup lelah dan meminta izin kepada Rangga untuk tidak berangkat dulu kedalam sekolah, Rangga menyetujui karena dia tidak mau hal buruk terjadi kepada putrinya.
Namun tanpa Rangga sadari sebenarnya Rania hanya ingin berlatih lagi dengan Tina.
"Tina kamu dimana" panggil Rania dan Tina pun segera muncul dihadapan Rania.
"apakah sekarang kamu akan membantuku menguasai kemampuanku yang lain?" tanya Rania dengan mata berbinar.
"tidak, untuk sekarang aku akan menguji kemampuanmu" jelas Tina.
"ish aku kan sudah bisa mengeluarkan dan memasukan kembali energiku" ucap Rania kesal karena Tina berbohong untuk membantu menguasai kemampuan yang lain.
"apakah kamu tau kegunaan energimu itu, apakah kamu sudah bisa melepaskan energi itu?" tanya Tina.
"maksudnya?" tanya Rania polos.
"hadeh" keluh Tina.
Tina segera memegang lengan Rania dan segera membawanya ke tempat yang sepi dan itu berada di dalam dunia lain.
"kenapa kamu membawaku kesini Tina?" tanya Rania.
"aku kan bilang mau menguji kemampuanmu dulu" jawab Tina memutar bola jengah.
"Nia aku bilang tadi apa kamu tau kegunaan energimu itu?" tanya Tina kembali.
"karena untuk memusnahkan hantu yang jahat iyakan?" Rania balik bertanya kepada Tina.
"iya kamu benar tapi terkadang hantu memiliki kemampuan yang lebih besar hingga kamu butuh mengeluarkan energi lebih banyak, apalagi hantu yang udah dikuasai iblis maka kamu beneran akan membutuhkan energi yang sangat besar Nia" jelas Tina.
Rania hanya mengangguk dengan penjelasan Tina, "lalu dengan soal melepaskan energi itu gimana?" tanya Rania.
Tina pun mencontohkan hingga dirinya mengeluarkan bola api dan melemparkannya kearah pohon hingga pohon pun terbakar.
Rania yang melihat itu hanya merasa takjub dan ingin menirunya tapi hal itu tidaklah mudah untuk dilakukan.
"aish kenapa susah sekali" keluh Rania.
"kamu pikir gampang apa mengeluarkan energi didalam tubuh" ujar Tina menaikan bibir atasnya dengan senyum remeh.
"aku akan mengajarimu caranya dan kamu harus meminta izin untuk tidak bersekolah, karena kemampuan energimu itu hanya bisa dilakukan untuk makhluk gaib dan tidak akan berpengaruh terhadap manusia" jelas Tina.
__ADS_1
"untuk sekarang kita pulang terlebih dahulu dan kamu bicaralah sama Rangga karena waktu yang kita butuhkan sangat banyak, dan aku sekaligus akan melatih kemampuanmu melihat masa lalu agar tidak berputar di dalam dimensi, juga aku akan melatih mu untuk bisa masuk/keluar alam gaib dan itu membutuhkan waktu bertahun tahun" jelas Tina.
Rania yang mendengar hal itu tentu terkejut, bagaimana tidak terkejut dengan ucapan Tina yang butuh bertahun tahun. Namun sebenarnya jika kemampuan Rania terbuka disaat usianya 17 tahun mungkin itu butuh waktu berbulan bulan, tapi nyatanya usia Rania sekarang masihlah sangat terbilang masih kecil dan belia.