
Setelah Rania kesedot masuk kedalam dunia hitam itu, kembali lah Rania melihat kilas balik masa lalu hantu itu.
Dia melihat seorang anak laki laki berusia sekitar 13 tahun yang sedang memulung sampah sekitar tepi jalanan.
"Hei nak, sini kamu" sapa lelaki paruh baya yang sedang meminum sebotol alkohol sembari mabuk.
Pemuda yang diketahui namanya Reno Prasetyo itu pun melangkah menuju pria paruh baya yang menyapanya tadi.
"Iya om kenapa" tanya Reno sambil tersenyum sopan.
Lelaki paruh baya itu tersenyum licik lalu meludahi Reno. "hahaha dasar anak tol** mau aja disuruh dateng kesini hahaha" tawa lelaki itu.
Reno hanya bisa tersenyum menanggapi hal tersebut karena dia sudah biasa mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang orang yang ditemuinya.
Reno pun memilih melangkah pergi meninggalkan pria itu, dia melanjutkan aktivitas memulungnya.
"Ahhh, kenapa semua orang seolah-olah membenciku yahh, apakah aku punya salah hingga aku selalu dihina seperti ini" batin Reno.
Reno pun duduk istirahat sambil minum untuk menghilangkan penat yang dirasakannya, hingga suatu ketika ada sebuah mobil yang berhenti di hadapannya.
Reno hanya terdiam sembari melihat orang yang turun dari mobil itu. "Hai" sapa seorang pria muda berusia sekitar 38 tahun an.
"Hai juga om" balas Reno.
"Om boleh duduk disitu gak?" tanya pria itu.
"E ehh ta tapi om ini kan kotor, om seharusnya tidak disini" ucap Reno.
Tapi pria itu tetap duduk disebelah Reno. "Irfan, nama om Irfan Sanjaya" ucap pria itu sambil menjulurkan tangannya mengajak salaman.
Reno yang melihat itupun langsung membersihkan tangannya mengusap ke bajunya, "Reno Prasetyo" balas Reno membalas jabatan tangan Irfan dan Irfan pun hanya tersenyum melihat tingkah Reno.
__ADS_1
"kamu kenapa mulung? orang tua kamu kemana?" tanya Irfan.
Reno hanya menunduk lesu ketika mendapatkan pertanyaan mengenai orang tua nya. "Maaf, apakah om menyakiti hatimu?" tanya Irfan.
"Emm tidak om, tidak sama sekali. Reno hanya sedang mengingat tentang orang tua Reno saja" jawab Reno sambil tersenyum.
Irfan tidak membalas ucapan Reno dan dia pun kembali bertanya "berapa umur kamu Reno?".
"Umurku 13 tahun dan bulan depan menginjak 14 tahun" jawab Reno sambil tersenyum.
"Wahh om tidak menyangka ternyata ada pekerja keras seperti kamu, om kagum sama kamu, masih muda tapi mau bekerja demi untuk dirimu makan dan bertahan hidup" puji Irfan.
"Hehehe iya om" Reno bahagia karena ini baru pertama kalinya dia mendapatkan pujian dari seseorang dan tanpa dia sadari air mata nya menetes karena rasa bahagia itu.
"Emm maaf, apakah om menyakiti Reno lagi? kenapa Reno menangis?" tanya Irfan.
"Tidak om, om sama sekali tidak menyakiti Reno, Reno terharu karena baru kali ini ada yang memuji Reno om hehe" Jawab Reno.
Irfan sekali lagi hanya bisa terdiam karena ucapan Reno, tanpa sadari dia juga ikut menangis merasakan rasa perjuangan Reno yang gigih.
"Ikut kemana om?" tanya Reno.
"Ikut om kerumah om, kamu om angkat sebagai anak om, kau tau tidak bahwa om pingin punya seorang anak, sudah sejak lama om ingin punya seorang anak pejuang keras yang mungkin bisa untuk mewarisi perusahaan om" jawab Irfan menjelaskan.
"Ta tapi Reno tidak sekolah om, bagaimana Reno bisa mewarisi semuanya?" tanya Reno.
"Kan nanti kamu sekolah, om akan menyekolahkan kamu sampai kamu pintar, jadi apakah kamu mau om angkat sebagai anak om?" tanya Irfan.
"Iya om Reno mau, makasih om" Reno pun memeluk Irfan sembari menangis bahagia.
"Kalau begitu mulai sekarang kamu harus panggil om dengan sebutan papa, ayah, atau apapun itu sesuka kamu" ujar Irfan.
__ADS_1
"iya ayah" ucap Reno masih memeluk Irfan.
Irfan pun mengajak Reno untuk masuk kedalam mobilnya, lalu dia mengajak Reno ke mall untuk belanja pakaian dan semua kebutuhan Reno.
Mulai dari baju, tas sekolah, buku, sepatu dll. Lalu mereka pun menuju kerumah Irfan.
Sesampainya disana Reno hanya bisa terkagum dengan rumah Irfan, baru kali ini Reno menginjakan kaki di halaman rumah yang luas dan besar bak istana itu.
"Kamu kenapa melamun, apa kamu suka dengan rumah ayah?" tanya Irfan.
"Iyaa Ayah baru kali ini Reno melihat rumah segede ini dan baru kali ini juga Reno menginjakan kaki dirumah Segede ini" jawab Reno dengan mata berbinar.
"Ya sudah mari kita masuk dan kita lihat isi di dalamnya dan kita ke kamar" ajak Irfan.
Reno hanya mengangguk dan mengikuti Irfan masuk kedalam rumah, dan benar saja Reno sekali lagi terkagum dengan isi rumah yang megah itu.
"Wahhh besar dan indah sekali rumah ayah" ujar Reno.
Irfan hanya tersenyum mendengar ungkapan dari Reno, lalu dia mengajak Reno untuk mengikutinya menuju ke kamarnya.
Reno mengikuti Irfan menaiki tangga dan sampailah di depan pintu kamarnya, setelah dibuka pintunya sekali lagi Reno hanya terkagum dengan isi dalam kamarnya itu.
"Nahh istirahatlah Reno, besok kita akan menuju sekolahmu untuk mendaftarkan kamu sekolah" ujar Irfan.
"Baik ayah" Reno bergegas masuk ke kamarnya dan dia langsung merebahkan dirinya ke kasur yang empuk itu hingga dirinya tertidur.
Pagi harinya Reno terbangun dan bergegas mandi serta berpakaian dengan rapi, Dia tidak sabar untuk menuju ke sekolahnya untuk pertama kalinya itu.
Reno turun kebawah untuk menemui ayahnya yang sedang menunggunya untuk segera berangkat mendaftar ke sekolah Reno, tidak lupa juga mereka sarapan.
Mereka pun berangkat menuju sekolah Reno, di dalam perjalanan Reno selalu senyum senyum karena merasa bahagia.
__ADS_1
"Ayah lihat kamu sangat bahagia Reno" ucap Irfan.
"Iya ayah Reno bahagia sekali karena ini pertama kalinya Reno masuk sekolah" ungkap Reno.