Rania Gadis Supranatural

Rania Gadis Supranatural
penyesalan Frans


__ADS_3

Keluarnya Jane dari kamar membuat Tina sedih karena dia tau apa yang bakal terjadi sama mamahnya.


"hiks hiks maafin Tina mah gara gara Tina mamah harus menderita, Tina gamau mamah menderita lagi gara gara mamah belain Tina dari papa" batin Tina.


Tina pun berjalan menuju dapur dan dia mengambil pisau lalu dia mau menggoreskan ke tangannya sendiri namun, "Tina berhenti apa yang kamu lakukan" cegah seorang laki laki dan langsung menghampiri Tina lalu mengambil pisau dari dirinya.


"apa yang mau kamu lakukan Tina?" tanya lagi seorang laki laki itu.


"kakak Tina pengen mati Tina gamau mamah menderita disiksa sama papa karena mamah selalu belain Tina hiks hiks" jawab Tina sambil menangis.


"Tina kamu jangan pernah mikir macem macem, kakak gabakal biarin kamu lakukan hal ini, kakak sayang sama Tina dan mamah juga sayang sama Tina, apakah Tina rela ninggalin kakak sama mamah?" ucap lelaki yang mengaku sebagai kakaknya Tina.


"tapi kak Tina gamau mamah tersiksa lagi karena belain Tina" jawab Tina.


"kakak gaakan pernah maafin Tina kalo Tina sampe nekat ngelakuin hal seperti itu" bentak kakak Tina.


"gamau Tina gamau kak Nathan benci Tina, Tina gamau hiks hiks" ucap Tina sambil menangis lalu memeluk kakaknya.


Jonathan Van Dijk dia adalah anak pertama dari Franscesio Van Dijk dan Jane Victoria.


"Tina Kakak sayang banget sama Tina, kakak mohon jangan tinggalin kakak yah" ucap Nathan sambil membalas pelukan Tina.


"iya kak Tina gabakal ngelakuin itu kox" jawab Tina sambil tersenyum kearah Nathan, tapi didalam hati Tina mengucap "kak Tina gamau jadi beban lagi Tina gamau mamah tersiksa lagi Tina gamau hal itu menyakiti mamah terus, Tina bakal pergi kak maafin Tina yah" batin Tina.


"yaudah Tina mandi sana habis itu nanti turun makan kebawah yah" ucap Nathan sambil tersenyum kearah adiknya.


"iya kak Tina mandi dulu yah" ucap Tina sambil melangkah pergi menuju kamarnya.


setelah selesai mandi Tina pun turun kebawah untuk ikut makan bersama keluarganya, namun ketika sampai Tina justru mendapat sambutan yang kurang baik dari Frans, yah itu papa dari Tina.


"ngapain kamu kesini hahh, bukankah saya berkali kali bilang kalo kamu gaboleh makan bersama kita" bentak Frans kepada Tina.


"m ma maaf pah" jawab Tina gemetaran dan ketakutan melihat ekspresi papanya yang mungkin terlihat sangar dan menyeramkan.


"pah Nathan yang ngajak Tina untuk makan bareng kita, papa tuh kenapa sih selalu marahin Tina selalu gasuka sama Tina, papa tuh kenapa hahhh" bentak Nathan yang udah muak dengan kelakuan Frans.


"iya kamu tuh kenapa sih Frans segitunya kah kamu benci dengan Tina?" ucap Jane marah kepada suaminya.


"untukmu Jane saya gakaget kalo kamu membela anak ini tapi kamu Nathan sejak kapan kamu berani membentak dan melawan papa hahh" bentak Frans kepada Nathan.


"Nathan udah capek sama papa Nathan udah muak sama papa dan Nathan udah benci sama papa karena selalu pilih kasih diantara Nathan sama Tina, dan asal papa tau semua barang yang papa kasih ke Nathan gapernah nathan pake dan juga Nathan gapernah nganggep kalo kamu itu papa aku" jawab Nathan sambil membentak Frans.

__ADS_1


"anak kurang ajar" bentak Frans sambil menampar Nathan.


"Frans cukup, kamu tuh sebenernya manusia apa bukan sih hahh, dikit dikit main tangan, kamu laki laki apa wanita" bentak Jane yang udah gabisa menahan emosi terhadap Frans.


"dasar wanita jalan" bentak Frans kepada Jane lalu menampar Jane.


Nathan yang melihat hal itu pun langsung berdiri dan menonjok Frans. "dasar manusia biadab kamu Frans, bunuh kami biar kamu puas cepat bunuhh kami" bentak Nathan yang masih memukul Frans.


"cukupp hentikan jika kalian tidak mau berhenti maka aku akan menggores tanganku make pisau ini" potong Tina dan membuat mereka bertiga memalingkan penglihatan kearahnya.


"hahahaha baguss kalo kamu mau mati silahkan kamu mati biar gaada beban dikeluarga kami, aku Franscesio Van Dijk gapernah menginginkan kamu menjadi anakku" ucap Frans sambil ketawa keras.


"Tina berhenti Tina jangan lakuin hal itu mamah mohon mamah gamau kehilangan anak mama hiks hiks" ucap Jane menangis sambil berjalan kearah Tina.


"berhenti mah kalo mamah melangkah maka Tina beneran akan menggores tangan Tina hiks hiks" ancam Tina sambil menangis.


"Tina kakak mohon jangan bertindak gegabah, kakak sama mama sayang sama Tina, kakak mohon jangan lakuin itu hiks hiks" ucap Nathan sambil menangis memohon agar Tina tidak melakukannya.


"kenapa kalian selalu membela anak itu hahh, kalo emang dia mau mati ya biarin aja itu kan kemauan dia" bentak Frans kepada mereka.


"diam kamu Frans" bentak Nathan dan Jane bersamaan.


"oke kalo itu mau papa dan hal itu bisa membuat papa bahagia Tina bakal lakuin" ucap Tina sembari sedikit menggores tangannya.


"Tina jangan lakuin itu kakak mohon" ucap Nathan juga memohon sama Tina.


"kakak makasih yah selalu menyayangi Tina dengan sepenuh hati kakak, Tina bersyukur punya kakak yang sayang sama adiknya dan mamah makasih yah selalu menyayangi Tina,selalu membela Tina dan juga mamah selalu menyemangati Tina, kalian berdua adalah harta berharga buat Tina" ucap Tina sambil tersenyum kearah mereka.


"Tina berhenti hiks hiks" ucap Jane.


"Tina berhenti yah nanti kita main nanti kakak ajak Tina main ketempat yang indah asal Tina jangan lakuin itu" ucap Nathan.


"mamah kakak Tina sayang sama kalian dan untuk papa maaf kalo Tina bukan anak yang papa inginkan tapi asal papa tau Tina tuh sayang banget sama papa" ucap Tina tersenyum lalu menggoreskan pisau ke tangannya.


"Tina" teriak Nathan dan Jane bersamaan.


Tina tergeletak dilantai dengan darah bercucuran dimana mana.


Frans yang melihat itupun dia panik dan segera mendekati Tina.


"hei anak manja kau pura pura kan hah, mau sampai kapan kamu berpura pura hah" ucap Frans sambil menepuk pipi Tina.

__ADS_1


"dasar biadab kamu Frans kamu udah membuatku kehilangan adikku yang paling kusayangi" bentak Nathan dan sambil memukul Frans.


"kalian berhenti, Nathan cepat bawa adikmu ke rumah sakit mamah berharap kita masih sempat menolong Tina" ucap Jane sambil panik.


Nathan beranjak dari Frans dan menuju kearah Tina lalu membawanya ke rumah sakit, sesampainya dirumah sakit mereka langsung membawa Jane ke UGD.


"mas,Bu,pak tolong tunggu diluar yah" ucap suster kepada mereka bertiga.


"kalo sampe Tina beneran meninggal aku bersumpah gaakan maafin kamu Frans" bentak Nathan kepada Frans.


"dan kalo sampe Tina beneran meninggal aku juga menuntut cerai sama kamu Frans hiks hiks" ucap Jane sambil menangis.


"anak manja itu pasti pura pura dan liat aja nanti mesti dia baik baik aja" ucap Frans.


beberapa saat menunggu dokter pun keluar lalu berkata "apakah kalian keluarga pasien"? tanya dokter itu.


"iya dok saya mama pasien gimana kondisi dan keadaan anak saya dok hiks hiks?" tanya Jane sambil menangis.


"maaf Bu kami tidak bisa menyelamatkan anak ibu karena anak ibu kehilangan banyak darah akibat goresan itu" jelas dokter kepada mereka.


mereka pun terkejut dan lalu bergegas menuju keruangan.


"Tina Tina kamu kenapa pergi Tina kenapa kamu meninggalkan mama secepat itu hiks hiks" ucap Jane.


"Tina ke apa kamu ninggalin kakak hiks hiks" ucap Nathan sambil menangis.


Frans yang melihat itupun dia berdiam diri dan tanpa sengaja meneteskan air matanya.


"mulai hari ini kamu bukan papaku Frans" bentak Nathan dan memukul Frans.


"dan mulai hari ini juga aku menuntut cerai sama kamu Frans" bentak Jane.


"Tina Tina kamu bohong kan kamu gamati kan Tina" ucap Frans sambil menangis.


"untuk apa kamu menangis hah, bukankah kamu sendiri yang mengharapkan Tina mati dan sekarang Tina beneran mati harusnya kamu bahagia Frans" bentak Jane.


"aku aku minta maaf aku mohon jangan pergi dariku aku sayang sama kalian, aku minta maaf hiks hiks" ucap Frans memohon kepada mereka sambil menangis.


"tidak ada kata maaf bagimu, keluar Frans" bentak Nathan sambil menendang Frans hingga keluar dari ruangan.


Frans yang ditendang pun langsung berjalan keluar rumah sakit sambil terus bercucap maaf.

__ADS_1


"maafin papa Tina maafin papa, gaseharusnya papa berlaku seperti itu, papa menyesal Tina maafin papa hiks hiks" ucap lirih Frans sambil menyesali perbuatannya.


__ADS_2