
Setelah keluar dari rumah sakit Frans langsung bergegas menuju rumahnya untuk menenangkan diri.
"kenapa kamu begitu egois Tina kenapa hiks hiks, mama gasanggup hidup tanpa Tina mama mau ikut nyusul Tina yah hehe hiks hiks" ujar Jane belum bisa menerima kehilangan sosok putri semata wayangnya.
"mama ngomong apa sih mah hiks hiks mama tega mau ninggalin Nathan sendirian, Nathan udah ditinggal Tina terus mama juga mau ninggalin Nathan" ucap Nathan lalu memeluk Jane.
"mama ikhlasin Tina ya mah kalo mama nangis Tina gaakan tenang disana mah, walau gaada Tina kan masih ada Nathan yang selalu sayang sama mama jadi mama jangan pernah ada pikiran untuk ninggalin Nathan ya man hiks hiks" ucap Nathan lagi sambil mengelus kepala Jane.
"maafin mama yah Nat mama gamikirin kamu malah mau ninggalin kamu hiks hiks, semoga Tina tenang yah disana" ucap Jane.
"amiin mah kita doain ya mah semoga Jane beneran tenang disana" ujar Nathan.
#######
Ketika Frans sampai dirumah dia langsung mengurung diri dikamar sambil menyesali apa perbuatannya.
"maafin papa Tina papa minta maaf, papa gasepenuuhnya benci Tina papa sayang kok sama Tina tapi papa beneran gabisa nunjukin kepedulian papa" ucap Frans lirih sambil merenungi kesalahannya lalu Frans mengingat kejadian masa lalunya.
Flashback on
"semoga anak kita laki laki lagi ya mah biar nanti kalo Nathan sukses sendiri lalu adiknya bisa meneruskan perusahaan papa" ujar Frans kepada Jane yang dimana disaat itu Jane masih mengandung Tina.
"iya Frans semoga apa yang kamu inginkan jadi kenyataan yah" jawab Jane sambil mengelus perutnya diikuti Frans juga mengelus perutnya.
hari kelahiran Tina pun tinggal menunggu waktu cuma sisa seminggu sebelum kelahirannya.
"Jane maaf aku harus pergi keluar kota mungkin sebulan aku baru pulang dan maafin aku gabisa nemenin lahiran anak kita" ucap Frans.
"gapapa Frans kan ada Nathan yang nemenin aku dia juga bukan anak kecil lagi dia udah 15 tahun jadi bisa jagain aku hehe" ujar Jane sambil ketawa lirih.
Frans hanya tersenyum menanggapi ucapan Jane.
"Nathan sini nak" panggil Frans kepada Nathan.
"iya pa" jawab Nathan lalu turun untuk menemui papa dan mama nya, "kenapa pa ada apa?" Nathan kepada Frans.
"papa mau ada bisnis keluar kota dan papa disana mungkin sebulan lebih papa baru pulang, jadi nanti Nathan temenin mama nanti pas mau lahiran adek kamu yah" ucap Frans sambil tersenyum kearah Nathan.
"iya pah Nathan bakal jagain mama selagi papa pergi keluar kota, papa semangat ya disana" jawab Nathan.
"yaudah Nat mah papa berangkat dulu yah, kalian jaga diri baik baik dan jaga anak papa ini" ujar Frans lalu mengecup kening Jane diteruskan dengan mengecup kening Nathan.
__ADS_1
"dah papa hati hati dijalan kalo udah sampe kabarin Nathan sama mama" ujar Nathan sambil melambaikan tangannya.
"iya nanti pasti papa kabarin" jawab Frans sembari membalas lambaian Nathan.
kehidupan keluarga Frans awalnya baik baik aja harmonis sekali, namun ketika anak kedua lahir semuanya berubah 180°.
"ayo dok cepat mama saya mau melahirkan adik saya cepet dok saya udah gasabar" ujar Nathan semangat sembari membawa ibunya ke ruang persalinan.
"iyaa nak kamu tunggu diluar yah" jawab dokter kepada Nathan.
"dok biarin anak saya nemenin saya yah karena suami saya masih diluar kota" pinta Jane kepada dokter.
"yaudah Bu" jawab dokter.
Proses melahirkan Tina membutuhkan waktu sekitar 1jam lebih dan itu beneran memeras energi Jane begitu banyak, apalagi Nathan yang merasakan kesakitan sehabis digenggam begitu kencang oleh Jane.
"aduh mama megangnya ga kira kira banget masa megang tangan doang kenceng banget, kan jadinya Nathan kesakitan huft" batin Nathan setelah ibunya melahirkan.
"selamat Bu anaknya perempuan cantik juga seperti ibunya " ujar dokter sembari menyerahkan bayi kepada Jane.
"wah adek Nathan cantik mirip banget sama mama hihi" ujar Nathan sembari ketawa kecil meledek mama nya.
"ihh apasih kamu Nat terus aja ledekin mama biar nanti jadi anak durhaka kamu terus jadi seperti Malin Kundang mau?" jawab ibunya sembari menggembungkan pipinya.
"hihi kamu lucu banget kalo lagi memelas gitu Nat" ledek Jane kepada Nathan.
"jadi adek Nathan mau dinamain apa ma?" tanya Nathan.
"ohyah Nat kabarin papa mu kalo mama udah lahirin adek kamu dan bilang ke papamu kalo adek kamu perempuan" suruh Jane kepada Nathan.
Nathan pun menelfon Frans lalu mengabari nya, "halo pa mama udah lahirin adek pa" ujar Nathan.
"halo Nat Alhamdulillah lalu gimana mama kamu baik baik aja kan? terus adek kamu juga baik baik aja kan? terus adek kamu laki laki apa perempuan?" tanya Frans begitu senengnya ketika mendengar bahwa Jane udah melahirkan anaknya.
"mama sama adek kondisinya baik baik aja kok dan adek perempuan pa, tapi mama belum bisa ngasih nama karena menunggu papa yang ngasih nama" jawab Nathan begitu senangnya.
"apaaa" ujar Frans kaget ketika mendengar ucapan Nathan.
"papa kenapa pa kok kaget gitu?" tanya Nathan.
"papa gapapa kok Nat, jadi adek kamu perempuan?" tanya Frans sembari ingin memastikan kalo pendengarannya itu salah.
__ADS_1
"iya pa adek perempuan jadi papa mau namain adek apa?" tanya Nathan.
"e ee kalo gitu mama kamu aja yang namain yah soalnya papa bingung kalo ngasih nama ke anak perempuan" jawab Frans sambil tersenyum kecut.
"yaudah nanti Nathan ngomong ke mama pa" ucap Nathan.
"iya Nat em telfonnya pap matiin dlu yah client papa udah datang, bye Nat" ujar Frans lalu mematikan telfonnya.
"kenapa anakku perempuan, aku menginginkan anak laki laki untuk mengurus perusahaan ketika nanti Nathan udah sukses sendiri, kenapa anakku perempuan aku tidak terima, aku bersumpah aku gabakal peduli dan aku gabakal pernah ngasih kasih sayang ke anak itu" batin Frans.
#####
"ma kata papa tadi papa gabisa ngasih nama karena bingung jadi papa nyuruh mama yang ngasih nama" ujar Nathan sembari menuju Jane.
"Hem mama yang ngasih nama yah, nama kamu kan Jonathan Van Dijk dan Van Dijk diambil dari nama belakang papa kamu jadi adikmu mama kasih nama Crishtina Victoria dan Victoria diambil dari nama belakang mama" ujar Jane sembari tersenyum.
"Nathan suka dengan namanya mah hihi" jawab Nathan juga sambil tersenyum.
sementara itu Frans masih memikirkan dan masih gapercaya bahwa anaknya itu bakal perempuan, "kenapa bisa perempuan aish punya dosa apa aku sehingga anakku perempuan dan sumpah itu bakal aku lakukan ketika dia berumur 5 tahun" kesal Frans ketika mendapati bahwa anaknya perempuan.
5 tahun kemudian.
"Tina kesini kamu" teriak Frans sembari marah marah.
"i iya pah kenapa papa manggil Tina?" tanya Tina gemeteran dan ketakutan.
setelah Tina datang Frans langsung memukulinya tanpa ampun.
"pah ampun pah maafin Tina pah tolong jangan pukul Tina lagi Tina udah gakuat pah hiks hiks" mohon Tina sambil menangis terisak-isak.
"diam kamu di keluargaku tidak ada orang manja dan cengeng seperti kamu" bentak Frans dan melanjutkan memukuli Tina.
seketika itu datanglah seorang wanita lalu menghentikan perbuatan Frans, "Frans apa yang kamu lakukan kepada Tina hahhh" bentak wanita itu yang tidak lain adalah Jane.
"kamu gausah ikut campur ini urusanku dengan anak ini" bentak Frans.
"Frans Tina itu anak kamu dia darah daging kamu sendiri, kenapa kamu memukulinya hahh" bentak Jane lagi.
"aku tidak sudi memiliki anak perempuan" jawab Frans sembari melangkah keluar kamar.
flashback off
__ADS_1
"maafin papa Tina maafin papa hiks hiks, andai waktu bisa diulang mungkin papa beneran akan menyayangi kamu tapi semuanya sudah terlambat hiks hiks" ujar Frans sembari menangis.
Frans menuju kamar Tina dan dia mencari foto Tina lalu memeluknya sambil terus meminta maaf dan menangis, namun dia seketika bunuh diri dengan menggores tangannya seperti apa yang dilakukan Tina karena dia merasa bersalah sama Tina.