Rania Gadis Supranatural

Rania Gadis Supranatural
anak malang


__ADS_3

Dengan keluarnya Tina Rangga hanya bisa termenung dan berjanji untuk tidak menyiksa Rania lagi, "aku berjanji gaakan menyakiti kamu lagi Ran maafin papa yah hiks hiks" gumam Rangga.


sesampainya dikamar Tina langsung bergegas keluar dari tubuh Rania, "huhh cape masuk kedalam raga seseorang ternyata menguras energi sebanyak ini" keluh Tina.


ketika Tina keluar dari tubuh Rania, Rania pun langsung pingsan sebentar dan kemudia dia terbangun, "ee ehh Tina aku ganyangka ternyata kamu sekuat itu dan bisa menahan pukulan papa hihi" tawa lirih Rania.


"ya kan aku hantu yang udah lama hidup didunia gaib jadinya kemampuanku udah besar" jelas Rina.


"maksud soal kemampuan besar itu gimana" tanya Rania polos.


"jadi gini, di dunia gaib ini kekuatan seorang hantu itu diukur oleh umur dan dendam" jelas Tina.


"maksudnya? Nia gangerti" tanya Rania.


"misal sepertiku yang udah berumur 340 tahun jadi kekuatanku udah besar, adapun hantu yang memiliki dendam yang amat besar dia bakal mempunyai kekutan yang besar dan itu bisa saja melebihi kekuatanku" jelas Tina lagi.


"owh jadi seperti itu" ucap Rania mengangguk paham.


"kamu sana tidur besok sekolah" pinta Tina.

__ADS_1


"heem" jawab Rania singkat.


keesokan paginya Rania bangun bergegas untuk mandi dan sarapan, anehnya ketika Rania sampai di meja makan dia merasa bingung karena ayahnya tidak memarahi dia bahkan ayahnya nyuruh Rania untuk duduk makan bersama.


"Nia sini nak duduk makan bareng papa" pinta Rangga.


"ii iya pah" jawab Rania singkat.


"Nia papa minta maaf yah kalo selama ini papa jahat sama Nia, papa menyesal Nia, seharusnya papa itu menyayangi kamu bukannya malah memarahi kamu dan jahat sama kamu hiks hiks" ucap Rangga menangis sambil memeluk Rania.


"pa papa kenapa menangis?, papa udah gede masa nangis sih hihi" ucap Rania ketawa lirih.


"makasih Nia hiks hiks, nanti papa antar yah pas berangkat sekolah" ucap Rangga.


"iya pah" jawab Rania singkat.


setelah selesai makan mereka pun bersiap untuk berangkat. "Nia kenapa duduk dibelakang, sini duduk disamping papa" pinta Rangga.


"emang gapapa pa kalo Nia duduk disamping papa?" tanya polos Rania.

__ADS_1


"ya gapapa emang kenapa gaboleh? kan kamu anak papa masa duduk dibelakang sih" jawab Rangga.


"iya pa" jawab Rania singkat.


Setelah itu mereka pun berangkat sambil mengobrol banyak hal, disitu Rania belum menceritakan soal kemampuannya sama Rangga walaupun Rangga sendiri tau kalau Rania punya kemampuan yang tidak dimiliki orang lain, dipikiran Rangga dia takut kalau Rania kenapa kenapa karena dia bisa melihat hantu.


Tanpa sengaja Nia melihat seorang anak yang dibelakangnya sedang diikuti sosok berwarna hitam dan tanpa sadar Nia bergumam, "anak itu akan mati".


Rangga yang mendengar itu pun sontak bertanya "apa maksud kamu Nia?".


"anak itu akan mati pa" jawab Rania sambil menunjuk anak berbaju biru.


"Nia kamu jangan ngomong yang tidak tidak" jawab Rangga.


Sampai ketika didepan mereka ada ramai ramai orang dan membuat kemacetan. "ada apa kox macet begini" gumam Rangga.


"itu anak yang meninggal tadi pa kepalanya hancur setengah" jawab Rania.


Rangga yang masih gapercaya sama Rania pun langsung bergegas melihat untuk memastikan apakah yang diucapkan Rania benar atau salah, Rangga pun sontak terkejut ketika melihat anak kecil berumur yang tidak jauh dari Rania meninggal dengan terlindas truk setengah badannya dan yang membuat dia kaget adalah anak itu yang di tunjuk Rania.

__ADS_1


"anak yang malang" gumam Rangga.


__ADS_2