Rania Gadis Supranatural

Rania Gadis Supranatural
bertemannya Rania dan Tina


__ADS_3

Setelah melihat kejadian itu Rania pun menangis sejadi jadinya dan tiba tiba dia kembali lagi masuk ke dunia yang gelap namun tiba tiba dia kembali kedalam tubuh aslinya dan dia langsung memeluk Tina sambil menangis.


"Tina ternyata kehidupan kamu sama aku beneran mirip tapi bedanya kamu masih disayang sama mama kamu sedangkan aku gaada yang sayang sama aku hiks hiks" ujar Raina sembari menangis.


"heh Nia gaboleh nangis yah, ingat Nia tuh spesial jadi jangan sampe ada niatan untuk mengakhiri hidup, bukan aku menyuruh kamu merasakan penderitaan tapi aku cuma gamau kamu ngerasain seperti hal yang aku rasain" ucap Tina sambil tersenyum.


"emm iya Tina, kalo boleh tau kenapa kamu selalu nyuruh aku ga bunuh diri karena nanti aku bakal menyesal?" tanya Rania polos.


"aku mau tanya dulu sama kamu, apakah kamu berpikir kalo kamu mengakhiri hidup maka semua permasalahan kamu bakal selesai?" tanya Tina.


"iya" jawab Rania singkat.


"nah dulu aku juga mikir gitu Nia makanya aku berani bunuh diri, tapi apakah kamu tau apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Tina lagi.


"emang kenapa?" tanya Rania.


"setelah aku bunuh diri aku pikir hidup aku beneran bakal berakhir dan indah, tapi semua hanyalah angan anganku saja ni" ujar Tina cemberut.


"maksudnya tin?" tanya Rania polos.


"ya setelah itu aku gabisa masuk neraka maupun surga karena aku mati dengan cara bunuh diri, bertahun tahun aku cuma mondar mandir didunia ini bahkan ingin pulang kedamping sang pencipta pun tidak bisa hiks hiks" ujar Tina sambil menangis.


"Tina maafin aku yah aku janji gaakan ada niatan seperti itu dan aku mau berteman sama Tina hihi" ucap Rania sambil ketawa lirih.


"kenapa kamu tiba tiba mau berteman denganku Rania?" tanya Tina.


"aku cuma berpikir kita kan memiliki nasib yang sama dan aku juga kesepian karena gapunya teman dan aku juga tau kalo kamu gapunya teman makanya ngajak aku berteman iya kan?, jadi aku mau berteman sama kamu hihi" ucap Rania.


"kamu serius ni mau berteman sama aku?" tanya Tina.


"iya Tina aku mau kok berteman sama kamu" jawab Rania sambil tersenyum.


"horee akhirnya aku punya teman walaupun beda dunia hehe" ucap Tina sambil berteriak seneng.


"heh kamu itu udah tua yah Tin masa jingkrak jingkrak gitu kayak anak kecil hahaha" ledek Rania.


"oh jadi kamu bisa meledek aku yah cemot" ledek balik Tina.


"cemot apaan?" tanya Rania begitu polosnya.


"cemot itu yah kayak kamu kecil alias bocil hahaha" ledek Tina.


"ahh Tina gaasik ahh masa Nia diledekin ish" ucap Rania sambil menggembungkan pipinya.


"jadi sekarang kita berteman kan Rania?" tanya Tina memastikan.


"iya Tina sekarang kita teman selamanya jadi kita jangan ada yang pernah ninggalin yah" jawab Rania sambil mengulurkan jari kelingkingnya dan Tina pun menanggapi janji kelingking itu.


setelah mereka berteman akhirnya mereka pun akrab dan sering bercanda dan tertawa bersama, Rania yang dulunya selalu murung akibat perbuatan kedua orangtuanya pun sekarang menjadi lebih ceria,sering ketawa dan tersenyum karena adanya Tina yang mendampingi hidup Rania.


"Tina jangan lari lari ish Nia cape ngejar Tina" teriak Rania mengejar Tina.


"hahaha kejar aku Nia kalo kamu bisa haha" ledek Tina.

__ADS_1


"ahh Nia cape Nia mau minum yah sebentar" ujar Rania sekalian beranjak turun kebawah untuk mengambil air minum.


sesampainya di dapur ketika Rania hendak mengambil minum dia malah mendapatkan hal buruk, yah papa nya pulang dan langsung menyeret Rania menuju kamarnya.


"pah lepasin Rania pah" teriak Rania sembari berusaha melepaskan diri dari genggaman papanya.


"diam kamu ikut papa aja atau papa akan kasih kamu hukuman yang lebih berat" bentak papa Rania.


"ii iya pa" jawab Rania singkat sembari gemeteran.


sesampainya dikamar papa Rania langsung menendang Rania sehingga Rania jatuh tersungkur.


"awww sakitt pa hiks hiks" ucap Rania sambil menangis.


"Nia papa mohon jangan buat papa tambah emosi yah, plakk" ucap papa Rania diikuti langsung menampar Rania.


"hiks hiks papa jahat Rania benci sama papa" ujar Rania sekaligus berlari menuju kamarnya.


sesampainya dikamar Tina langsung kaget ketika melihat kondisi Rania yang babak belur akibat pukulan yang dilakukan oleh papanya.


"Nia kamu kenapa ko bisa begini" tanya Tina panik.


"hiks hiks Tina" Rania berlari menuju Tina lalu memeluk Tina sambil menangis.


"hei hei Nia kamu kenapa ko bisa gini?" tanya Tina sembari mengelus kepala Rania.


"papa Tin papa mukul aku hiks hiks" ujar Rania sambil menangis tersedu-sedu.


"apa" ucap Tina kaget, "Rania apakah kamu ingin membalas perbuatan orang tuamu? tanya Tina tersenyum sinis.


"kamu tenang aja Nia karena aku punya rencana"ucap Tina sembari tersenyum sinis.


"bagaimana caranya?" tanya Rania.


"sebelum itu aku mau bertanya nama papa kamu?" tanya Tina.


"nama papa itu Rangga, Rangga Syahputra" jawab Rania.


"oke Ni jadi rencanaku itu nanti aku bakal masuk ke tubuhmu dan yang mengendalikan tubuhmu itu aku, bagaimana apakah kamu mau?" tanya Tina.


"tapi itu gapapa kan Tin? ga bahaya kan? tanya Rania.


"ga bahaya kok Ni, nanti aku yang ngendaliin tubuh kamu untuk ngerjain papa kamu hihi" jawab Tina sambil ketawa lirih.


"yaudah aku percayakan semuanya sama kamu" ucap Rania.


"kenapa kamu begitu gampang percaya sama aku? apa kamu gatakut kalo aku bakal ngendaliin dan ngambil tubuhmu?" tanya Tina.


"karena kita teman" jawab Rania sambil tersenyum.


Tina yang mendengar jawaban dari Rania dia hanya bisa tersenyum karena melihat ketulusan Rania dalam berteman.


"yaudah ayok Nia kita lakukan rencana kita hihi" ujar Tina sambil tersenyum sinis.

__ADS_1


"ayok" jawab Rania singkat.


setelah itu kemudian Tina langsung masuk kedalam tubuh Rania untuk mengendalikan tubuhnya, ketika Tina udah masuk kedalam tubuh Rania dia pun bergumam "saatnya pembalasan"


Tina yang berada ditubuh Tina pun berjalan menuju kamar Rangga untuk menjalankan aksinya.


"hai Rangga" sapa Tina.


"anak kurang ajar siapa yang ngajarin kamu gasopan santun hahh" bentak Rangga tersulut emosi.


"tenang kalem Rangga kenapa kamu emosi begitu" ujar Tina tersenyum sinis.


"kamu" bentak Rangga sambil berjalan menuju arah Tina untuk menamparnya namun siapa sangka Tina bisa menahan tamparan Rangga.


"hehh ternyata selemah itu tamparan seorang laki laki dewasa" ledek Tina.


Rangga pun kaget karena baru kali ini Rania bisa menahan tamparan dirinya.


"lepaskan tanganmu atau papa akan menghukum mu lebih berat" bentak Rangga.


"bagaimana kamu mau menghukumku kalo tanganmu aja ada digenggamanku" jawab Tina sinis.


Tina pun menghempaskan tangan Rangga, "Rangga kenalin namaku Crishtina Victoria teman Rania" ujar Tina.


"apaa?" sontak Rangga kaget ketika sosok yang dia kira anaknya ternyata itu anak lain.


"Rangga sebaiknya kamu berhenti untuk menyiksa Rania karena bisa aja Rania stres terus bunuh diri, mungkin kamu kehilangan Rania biasa aja tapi nanti ketika Rania beneran pergi kamu bakalan menyesal" ujar Tina.


"siapa kamu kenapa kamu ngomong seperti itu hah?" tanya Rangga panik.


"heh apakah kau tuli? apakah omonganku barusan tidak kamu dengar?" tanya Tina.


"aku gapercaya kalo kamu orang lain, Rania berhenti bermain main sama papa" bentak Rangga.


"kalo kamu gapercaya aku bisa buktiin" jawab Tina.


seketika lampu langsung ketap ketip dan barang barang dikamar semuanya melayang dan jatuh kebawah, melihat hal itu sontak membuat Rangga ketakutan karena hal yang dia anggap kalo Rania sedang bermain-main ternyta itu beneran.


"arghh pergi kamu jangan ganggu aku, keluar dari tubuh anakku" teriak Rangga ketakutan.


"aku bakal pergi tapi aku bakal membuat kamu merasakan apa yang udah kamu lakukan ke Rania" ujar Tina.


Tina pun bergerak kearah Rangga lalu dia memukulnya sampai Rangga terlempar menabrak dinding di belakang.


"heh ini belum cukup Rangga" ujar Tina sambil tersenyum sinis.


"aku mohon hentikan aku minta maaf, aku nyiksa Rania karena aku punya masalah di kantor aku gapunya pelampiasan kecuali Rania hiks hiks" Rangga memohon sambil menangis.


"hahahaha apakah kau melawak? apakah menurutmu dengan memohon seperti itu aku akan memaafkanmu? jangan harap bodoh" bentak Tina sekaligus memukuli Rangga.


"arghh ampun maafin aku" ucap Rangga.


"apakah aku harus memaafkanmu? Rania memohon ampun padamu pun kamu gaberhenti menyiksanya, Rania gatau apa apa tapi kamu siksa terus, dasar manusia berhati iblis anak sendiri pun kamu siksa" bentak Tina masih memukuli Rangga.

__ADS_1


Rangga pun babak belur bonyok akibat dipukuli sama Tina, "Rangga aku kasih kamu kesempatan tapi kalau sampai kamu menyiksa Rania lagi, aku pastikan hidupmu bakal menderita seumur hidup" ujar Tina sembari berjalan menuju keluar kamar.


__ADS_2