Rania Gadis Supranatural

Rania Gadis Supranatural
kebahagiaan Rania


__ADS_3

Malam berlalu, malam yang seharusnya panjang itu pun terasa singkat karena kebahagiaan yang dirasakan Rania. Bagaimana tidak Rania bahagia, berkumpul bersama keluarganya adalah hal yang sangat di impikan oleh Rania.


Dia tentu merasa bahagia karena impian terbesarnya dapat terpenuhi. "tok tok tok... Rania bangun sayang" suara pintu kamar yang diketuk dengan diiringi suara mama Rania.


"Nia udah bangun mahh, Nia masih mandi ini" jawab Rania sembari keluar dari kamar mandi dan memakai seragam sekolahnya.


"hai ma, pa" sapa Rania lalu segera duduk di meja makan nya.


"hai sayang" sapa Rangga dan Riska bersamaan.


"sini sayang mama ambilin makanan kamu" Riska mengambilkan roti lalu diolesi dengan selai coklat.


"mama ihh Nia gasuka selai coklat" rengek Rania menggembungkan pipinya.


"ehh, mama gatau Nia sukanya apa, maafin mama yah" ucap Riska merasa bersalah.


"gapapa mama, kan mama emang jarang ada dirumah jadi mama gatau kesukaan Nia" ucap Rania mengambil rotinya sendiri dan mengolesnya dengan selai strawberry.


Riska yang melihat hal itu pun menunduk dan merasa bersalah karena kurang ada waktu untuk Rania.


"sudah ma jangan merasa bersalah terus, yang penting kan sekarang keluarga kita sudah berkumpul dan lengkap" ujar Rangga mengelus punggung Riska.


"iyaa mas" jawab Riska singkat.


"ma, pa kalian mengantar Nia ke sekolah kan?" tanya Rania yang di mulutnya masih ada roti.


"pfftt...sayang kalo makan itu ditelan dulu baru kamu ngomong, kalo gitu kan tambah lucu liatnya" ucap Riska menahan tawanya dan mencubit pipi Rania.


"mama kebiasaan deh suka nyubit-nyubit Nia kaya papa" Rania memalingkan mukanya kesamping dan melipat tangannya di depan dada nya.


Rangga dan Riska yang melihat tingkah Rania pun tertawa dan hal itu membuat pipi Rania memerah. "eh ma ada yang malu tuh" goda Rangga.


"hihihi siapa tuh pa kasih tau dong" Riska ikut-ikutan menggoda Rania.


"ihh mama papa" rengek Rania.


Mereka bertiga pun tertawa lepas dengan candaan mereka. Rania merasa bahagia karena bisa bercanda dan tertawa bersama keluarganya hingga ada keinginan kecil Rania untuk mempertahankan hubungan keluarganya agar selalu harmonis tanpa adanya permasalahan dalam keluarga Rania.


"yaudah yuk sayang kita berangkat udah jam segini, nanti telat loh" ajak Rangga.

__ADS_1


"ayok pa" jawab Rania.


Mereka bertiga berjalan keluar menuju mobil dan akhirnya mereka melaju menuju sekolah Rania. Sesampainya di sekolah Rania masih enggan turun dari mobil karena dia masih ingin bersama orang tua nya itu dan tidak mau lepas dari mereka.


"Nia kenapa kamu tidak turun untuk sekolah?" tanya Riska.


"Nia masih kangen sama mama papa, Nia masih pengen menghabiskan waktu dengan kalian hiks hiks" Rania menangis dan hal itu membuat orang tua nya khawatir.


"Nia sayang kamu jangan nangis, kan nanti kalo dirumah kita bisa menghabiskan waktu bersama lagi" Rangga berusaha menenangkan Rania.


"iya sayang benar apa kata papa mu" saut Riska menyeka air mata Rania.


"tapi Nia pengen menghabiskan waktu dengan kalian mah,pah hiks hiks" ucap Rania mendongakkan kepalanya melihat kedua orang tua nya.


Rangga dan Riska pun bingung mereka tidak tau harus ngapain hingga Riska pun mempunyai ide. "bagaimana besok kita liburan" ajak Riska.


"papa setuju, Rania pengen menghabiskan waktu kan sama papa dan mama, nah bagaimana kalo kita liburan?" saut Rangga.


"ayok ma,pa" jawab Rania mengusap air matanya dan nampak wajah kebahagiaan di muka nya.


"yaudah kalo begitu hari ini Nia harus sekolah dengan semangat karena besok kita akan liburan" ucap Riska.


"nanti papa izin sama kepala sekolah Nia untuk bawa Nia liburan" ucap Rangga.


Sesampainya di kelas Rania pun disambut oleh teman sebangkunya, "hai Nia kok tumben masuknya agak telat?" tanya Dina penasaran karena baru kali ini dia melihat Rania yang telat masuk sekolah.


"ehh itu aku seneng banget Dina karena mama papa mau ngajak aku liburan besok" Rania kegirangan karena senang dan bahagia karena dia bisa menghabiskan waktu dengan orang tua nya.


"emang kamu mau liburan kemana kok seneng banget gitu?" tanya Dina.


"kalo itu aku tidak tau Dina tapi yang pasti kita akan liburan hihi" ucap Rania lalu duduk disamping Dina karena bel sudah berbunyi.


Kelas pun di mulai seperti biasanya dan waktu istirahat Dina pergi ke kantin, tapi Rania masih di dalam kelas karena dia mau mengobrol dengan Tina.


"Tina Tina kamu dimana" panggil Rania berucap di dalam hatinya.


Tina pun muncul di hadapan Rania, "kenapa kamu memanggilku Nia?" tanya Fina.


"aku bahagia banget tau karena mama dan papa sekarang udah menyayangi aku hihi, kamu kan tau ini impian aku dari dulu" ucap Rania memainkan jarinya.

__ADS_1


"iya Nia aku tau, selamat yah semoga kebersamaan kalian akan terus berlanjut lama" ujar Tina menepuk bahu Rania.


"kringgg kringgg,,,," bel masuk pun berbunyi.


Rania menjalani aktivitas belajarnya dengan sangat tenang hingga bel pulang sekolah pun berbunyi, lalu Rania segera beranjak keluar menuju gerbang bersama Dina.


"jadi besok kamu tidak masuk Nia?" tanya Dina.


"iya Din aku gamasuk jadi maaf yah kamu harus duduk sendirian tanpa teman hihi" jawab Rania.


Mobil orang tua Rania dan orang tua Dina pun sampai lalu Rania dan Dina pun saling berlambai tangan untuk pulang kerumah masing-masing.


Sesampainya dirumah Rania pun bergegas untuk mandi dan berganti baju, lalu dia turun menuju ke meja makan.


"hai ma, pa" sapa Rania.


"hai sayang sini duduk kita bahas tentang liburan kita" ujar Riska.


"iya mah" ucap Rania.


"jadi kamu pingin liburan dimana Nia?" tanya Rangga sambil memasukan sendok berisi nasi kedalam mulutnya.


Rania sempat berpikir karena dia bingung harus liburan dimana, hingga akhirnya dia memutuskan pilihannya.


"ma, pa gimana kalo kita ke Bali aja?" ungkap Rania.


"kamu yakin? tidak mau ke luar negeri gitu?" tanya Riska.


"iya masa di Bali sih kan papa bosen kesana" keluh Rangga.


"ish papa, kan yang kesana papa sama Mama bukan Rania" ucap Rania kesal.


"alasan kamu pingin kesana apa sayang?" tanya Riska.


"karena Nia pengen kesana dan Nia juga pingin menikmati liburan ditepi pantainya, terus liat adat di Bali, kan katanya itu seru iyakan pa?" Rania bertanya untuk memastikan apakah yang dia ucapkan benar atau tidak.


"iya seru sih tapi kan masih ada Parangtritis kalo mau bersantai di pantai" jawab Rangga.


"Nia pengen aja pa ke Bali, pliss ma,pa" bujuk Rania mengimut-imutkan mukanya.

__ADS_1


"iyaa sayang kita kesana yah" ucap Riska.


"horee" teriak Rania lalu memeluk kedua orang tua nya itu.


__ADS_2