Rania Gadis Supranatural

Rania Gadis Supranatural
Pertempuran pertama Rania


__ADS_3

Hingga beberapa saat kemudian Rania pun bangun, hal itu membuat Rangga dan Maya tenang dan segeralah Maya meminumkan segelas air ke Rania.


"Nia kamu kenapa pingsan,apakah sebelumya pas Tina memasuki tubuhmu kamu juga pingsan?" tanya Rangga.


"Nia pusing papa Nia mau pulang" jawab Nia tanpa ekspresi dan memegangi kepalanya.


Rangga yang melihat hal itupun langsung membopong Rania, "Maya maaf kita harus pulang dulu dan kamu jaga diri baik baik jangan terlarut dalam kesedihan" ucap Rangga sambil tersenyum kearah Maya.


"iya Rangga makasih yah karena bantuan kalian aku bisa mengikhlaskan Fiko untuk pergi selamanya" ucap Maya membalas senyuman Rangga.


Rangga pun keluar dan menyenderkan Rania dikursi mobil dan sebelum mobil jalan Rangga melambaikan tangannya kepada Maya dan Maya pun membalas lambaian itu.


Rangga menyetir mobilnya tergesa gess karena dia tidak mau sesuatu hal yang tidak diinginkan itu menimpa Rania. Sesampainya dirumah Rangga langsung merebahkan Rania dikamarnya dan meninggalkan Rania untuk memberi waktu Rania beristirahat.


"ini dimana" gumam Rania yang berada di dalam kamar, tentu Rania merasa bingung karena itu bukanlah kamarnya.


Rania yang kebingungan pun lalu duduk untuk melihat sekeliling sampai akhirnya ada yang membuka pintu kamar itu "kamu sudah bangun" ucap wanita paruh baya yang tidak Rania kenali.


"Tante siapa dan Nia ada dimana?" tanya Rania.


"kamu berada didalam rumah Tante tadi itu Tante melihat kamu pingsan dijalan jadi Tante bawa kerumah Tante" ucap wanita tersebut.


Rania yang mendengarkan penuturan wanita itu pun hanya mengangguk. "lebih baik kamu istirahat dulu karen kelihatannya kamu masih keliatan cape" ucap wanita itu sembari melangkah keluar dari kamar.


Rania pun merebahkan tubuhnya dan dia mencoba mengingat sesuatu tapi sayangnya dia tidak mengingat kejadian menolong Fiko tapi yang dia ingat justru dirinya pulang sekolah lalu pusing ditengah jalan dan pingsan.


Ketika Rania memejamkan matanya tiba tiba dia dikagetkan dengan kemunculan Tina, "Nia" ujar Tina menggoyangkan tubuh Rania.


"eh Tina kamu bikin kaget aja, ngapain kamu kesini?" tanya Rania bingung karena kemunculan Tina yang secara tiba tiba.


"tidak ada waktu untuk menjelaskan semuanya, yang penting kita harus bergegas pergi dari sini" ucap Tina panik.


"emang kenapa kita harus pergi,bukankah pemilik rumah ini sudah baik kepadaku karena menolongku dari pingsan,kalo mau pulang ya aku harus izin dan berterima kasih kepadanya dulu" ujar Rania.


"ini bukan dunia kamu Rania" jelas Tina.


"maksudnya?" tanya Rania bingung.


"tidak ada waktu untuk menjelaskan yang penting kita harus pergi dari sini" ucap Tina.


Tina pun memegang tangan Rania dan mereka melewati dimensi yang berputar dan itu membuat Rania pusing, namun hal yang membuat Rania terkejut karena setelah kejadian itu dia tiba tiba berada didalam kamarnya.


"loh Tina kok kita tiba tiba berada di kamarku, sebenernya kita tadi dimana?" tanya Rania.


sebelum Tina menjawab dia segera menempelkan telapak tangannya ke dahi Rania dan ingatan kejadian dari ketemu Fiko dan membantu Fiko itu perlahan masuk kedalam pikiran Rania.


"Tina apa yang sebenernya terjadi kenapa aku tadi tidak mengingat bahwa aku ketemu Fiko dan membantunya?" tanya Rania.


"ketika kamu pingsan sehabis dimasuki Fiko dan pas kamu pingsan aura mu itu keluar dan banyak hantu yang menginginkan tubuhmu, ada satu hantu yang tadi kamu temui dia ingin memasuki tubuhmu dan mengendalikanmu tapi dia terpental dan tidak masuk ketubuhmu karena aura mu itu sangat kuat. Lalu dia malah menculik kamu tapi tenang aja kemampuan hantu itu jauh dibawahku" jelas Tina sambil menyombongkan diri.


"kenapa dia seolah bersikap baik kepadaku?" tanya Rania.

__ADS_1


"itu hanyalah akal busuk dia supaya kamu terlena dengan kebaikan dia sehingga auramu memudar dan terus dengan cepat dia memasuki tubuhmu" jelas Tina berbohong karena hanya dia yang tau ada sosok didalam tubuh Rania yang sangat dia takuti dan mungkin jika makhluk dunia gaib tau siapa sosok itu juga sudah dipastikan mereka semua tertunduk padanya, tapi sayang sosok tersebut masih dalam keadaan tidur panjangnya.


"jadi begitu yah, terus sekarang aku harus gimana?" tanya Rania lagi.


"besok jika kamu bersekolah maka aku akan menemanimu dan menjagamu" jawab Tina.


"baiklah kalo begitu, emm aku cape banget mau tidur, selamat malam Tina" selepas mengucap itu Rania pun tertidur.


Tina hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Rania lalu kemudian dia menghilang dari kamar Rania.


Keesokan paginya Rania pun terbangun dari tidurnya lalu bergegas untuk membersihkan diri dan bersekolah. Seusai mandi pun dia tidak lupa untuk menyapa Rangga.


"hai pa tumben ga bangunin Nia" sapa Rania sambil mendekapkan tangannya di dadanya.


"eh anak papa udah bangun, maafin papa yah karena tidak membangunkan Nia karena papa pikir Nia masih kecapean jadi papa biarin deh Nia untuk istirahat" ujar Rangga.


"oh" jawab singkat Rania sembari duduk untuk makan.


Seusai mereka melakukan sesi sarapan mereka langsung bergegas menuju ke sekolah Rania, bahkan setelah sampai disekolah Rania dikejutkan dengan sosok wanita paruh baya di depan gerbang sekolahnya bahkan dia seolah mengenal sosok itu.


"siapa dia kok perasaan aku seperti mengenal dia" ucap Rania dalam hati.


Tiba tiba muncullah Tina yang berada di samping kursi Rania. "Nia kamu harus hati hati wanita itu adalah wanita yang kemarin nyulik kamu" tegas Tina.


"oh jadi dia yang menculik ku" ucap Rania polos.


Rania pun berpamitan kepada Rangga dan melesat menuju kelasnya, bahkan sampai di kelas pun Rania masih melihat ke arah wanita itu karena wanita itu selalu menatap Rania dan itu membuatnya risih.


seperti biasa Rania terombang ambing dulu dalam pusarang gelap tanpa cahaya hingga akhirnya ada setitik cahaya dan makin lama makin melebar.


Disitu Rania bisa melihat ada seorang wanita berlari yang dikejar 3 orang preman hingga akhirnya wanita itu terjatuh hingga preman pun berhasil mengejarnya.


"kamu tidak bisa pergi kemana mana Ratih" ucap salah satu preman.


"hahaha kamu berani berhutang tapi tidak berani membayar harusnya kamu bersyukur karena kami hanya meminta bayaran tubuhmu hahaha" ujar preman lainnya.


"udah jangan lama lama aku ingin cepat cepat menyicipi tubuhnya" ucap pria satu nya dan membuat mereka memegangi tubuh Ratih.


Ratih dipegang oleh 2 orang dan yang satu nya melucuti pakaian Ratih, "ahh tidak berenti aku mohon jangan perkosa aku, aku janji akan membayar hutangku hiks hiks" pinta Ratih sambil menangis berusaha memberontak.


"haha berkali kali kamu ngomong begitu dan berkali kali juga kita memberi waktu, tapi maaf kita terlalu nafsu sama kamu jadi bayar hutangmu dengan tubuhmu" ucap salah satu preman itu sembari meraba seluruh tubuh Ratih.


Ratih hanya bisa menangis karena tubuhnya digerayangi 3 preman itu bahkan dia mengutuk balas jika nanti dia mati.


Setelah mereka selesai memperkosa Ratih mereka ingin beranjak pergi namun langkah mereka berhenti karena suara Ratih, "aku akan menuntut balas pada kalian aku bersumpah akan memusnahkan seluruh keluarga kalian" sumpah Ratih matanya memerah tanda dia memiliki kebencian yang sangat besar.


Salah satu preman yang mendengar pun menjadi geram hingga akhirnya dia memukuli,menyiksa Ratih hingga akhirnya dia menusuk sebuah pisau ke perut Ratih, mereka yang melihat itu pun panik hingga akhirnya meninggalkan jasad itu di sebuah sungai dan melemparkannya kesitu.


Setelah melihat itu anehnya Rania bukannya kembali ke alam nya justru dia melihat Ratih berada di depannya.


"apakah kamu kasian terhadap nasibku?" tanya Ratih sembari menunjukan ekspresi sedih.

__ADS_1


"aku sedih ketika melihatmu diperlakukan seperti itu hiks hiks" jawab Rania.


"apa kamu mau membantuku?" pinta Ratih.


"aku mau membantumu" ucap Rania tanpa pikir panjang.


Ratih pun tersenyum menaikkan bibir atas kanan nya dan segera menuju Rania untuk mengendalikan tubuhnya, namun ketika hampir mendekat dia tiba tiba terkena serangan bola api hingga akhirnya dia terpental ke belakang bahkan Rania yang melihat itu pun kaget.


"siapa kamu siapa yang berani mengganggu rencanaku" teriak Ratih.


"ya ya ya ya hantu rendahan sepertimu ternyata berani juga mempengaruhi sahabatku" ujar Tina dari belakang tubuh Rania.


"Tina ngapain kamu kesini dan kenapa kamu menyerangnya, bukankah nasib dia kasian dan aku ingin membantunya" ucap Rania kesal.


"Nia kamu terlalu polos dan baik hati jika kamu membantunya maka sudah dipastikan tubuhmu akan dikendalikan olehnya" jelas Tina.


Rania yang mendengar itu pun geram karena kebaikannya hampir dimanfaatkan oleh hantu di depannya. hantu itu hanya memandang Tina dengan rasa takut karena perbedaan kekuatan mereka sangat besar.


"hei hantu rendahan apakah kau beneran berani melawanku" ujar Tina menaikan bibirnya sembari mengejek.


"aku tidak ada urusan denganmu aku hanya ingin tubuh gadis itu dan membalaskan dendam" teriak Ratih hingga akhirnya ada kepulan asap berwarna hitam.


"gawat dendam yang dimiliki terlalu besar jika terus seperti ini maka aku bisa saja kalah" gumam Tina.


Bola api pun melesat menuju arah Tina, Tina yang melihat itu pun langsung menghindar dan melemparkan bola api juga.


"hahahahaha rasakan ini" Ratih membuat bola api ukuran besar 3x lipat bahkan lebih besar dari tubuhnya lalu melemparkan ke arah Tina.


Tina yang melihat itu pun terkejut karena hantu rendahan itu bisa membuat bola api yang begitu besar, Tina membaca mantra hingga akhirnya tiba tiba api itu menghilang.


"apa bagaimana bisa" ucap Ratih.


"Rania kamu fokus memusatkan energi kamu aku akan mengikat dia lalu kamu musnahkan dia pahamm" ujar Tina.


"eh gimana caranya memusatkan energi aku tidak tau caranya" rengek Rania.


"kumpulkan saja energi yang ada didalam tubuhmu kesalah satu bagian tubuh" jelas Tina.


Rania yang mengengar itu pun mencoba mengumpulkan energinya menuju kearah telapak tangan kanannya dan Tina sedang membaca mantra.


Ratih yang melihat lawannya hanya berdiam dia pun segera mengeluarkan bola api yang besar tadi namu sebelum bola itu keluar tiba tiba tubuhnya tidak bisa digerakkan.


"apa ini kenapa tubuhku tidak bisa digerakkan" gumam Ratih panik karena disisi lain Rania telah berhasil mengumpulkan energi berwarna putih keemasan itu.


"arahkan energi itu kepadanya Nia, musnahkan dia" Rania yang mendengar suruhan Tina pun bergegas menuju arah Ratih.


"maaf tante Ratih Nia harus memusnahkan tante, awalnya Nia beneran ikhlas ingin membantu tapi ternyata tante memanfaatkan kebaikan Nia" ucap Nia sembari mendekatkan tangannya ke arah wajar Ratih.


"tidak, maafkan aku, aku tidak bermaksud memanfaatkanmu aku hanya ingin balas dendam" ucap Ratih sembari berusaha menggerakan tubuhnya.


Rania yang mendengar itu pun tidak peduli dan dia segera menempelkan tangannya ke wajah Ratih. hingga akhirnya tubuh Ratih mengejang dan lama kelamaan berubah menjadi abu dan menghilang dari pandangan Rania dan Tina.

__ADS_1


"huhhh akhirnya selesai juga, ayok Nia kita pulang" ajak Tina sembari menggandeng Rania untuk pergi dari alam itu.


__ADS_2