Rania Gadis Supranatural

Rania Gadis Supranatural
kendala di perjalanan


__ADS_3

"maaf yah semuanya, aku kerja dari pagi sampe malem jadi gasempat buat update, sekali lagi aku minta maaf yah... buat teman teman bantu like Novel aku yah kalo bisa di fav in hehe...aku janji bakal up 1hari 1 episode...maaf yah aku dari kemarin belum up"


Rania pun tertidur tapi dia tidak bisa tidur karena terus menantikan hari esok yang sangat luar biasa.


"Tina kamu dimana" panggil Rania berucap dalam hati.


Tina pun muncul di hadapan Rania, "kenapa Nia?" tanya Tina.


"Tina temani aku dong, aku gabisa tidur karena membayangkan hari esok hihi" pinta Rania.


"kamu mau ditemani apa Nia?" tanya Tina.


"ya ngobrol gitu atau apa" ucap Rania.


"hemmm" gumam Tina sambil menopang dagunya seolah sedang berpikir.


"yaudah kamu tidur aja biar besok tidak kesiangan Nia ku, bestie ku, sahabatku" ledek Tina.


Rania pun bergegas menuju kamar mandi untuk cuci muka dan segera pergi tidur, Tina pun menghilang karena dia tidak mau menggangu waktu istirahat Rania.


Pagi menyapa sang gadis kecil yang sedang tertidur dengan imutnya, Seorang wanita paruh baya masuk kedalam sebuah kamar dan menghampiri sosok gadis tersebut.


"Nia bangun sayang" ucap wanita itu sembari menggoyangkan tubuh Rania.


"hoammmmmm" Rania menguap dan perlahan membuka matanya sembari duduk.


"mama kenapa bangunin Rania?" tanya Rania dengan wajah yang masih mengantuk.


"hei apa kamu lupa sekarang kita mau kemana?" tanya Riska.


Rania pun menyangga dagunya menggunakan tangan berpikir layaknya orang dewasa, Rania mencoba mengingat ingat apa kata mamanya.


"ahh Nia ingat mah, yaudah Nia mandi dulu ya mah, jangan pergi ninggalin Nia" Rania bergegas menuju kamar mandi yang ada di kamarnya itu.


Riska hanya menggeleng melihat kelakuan anaknya itu, Riska keluar untuk menyiapkan segala perlengkapan yang akan mereka lalui.


Setelah selesai mandi Rania pun bergegas mempersiapkan keperluan untuk berlibur ke Bali. Dimulai dari tas, ransel, baju, topi, sweater dll.

__ADS_1


Setelah selesai mempersiapkan semuanya Rania pun bergegas turun untuk sarapan bersama kedua orangtuanya.


"Hai ma pa" seperti biasa Rania selalu menyapa kedua orang tuanya.


"Hai sayang" balas keduanya.


Setelah itu mereka pun sarapan bersama, tanpa adanya suara obrolan hanya ada suara dentingan sendok dengan piring.


Mereka menyelesaikan aktivitas sarapannya dan berjalan menuju mobil untuk segera berangkat ke Bali.


Sesampainya di mobil Rania pun banyak bercerita kepada orangtuanya soal temannya yang disekolah, bahkan dia tidak lupa menceritakan soal Tina, tentu saja ketika Rania membicarakan soal Tina orangtuanya langsung kaget dan terkejut, kecuali Rangga yang emang dari awal sudah tau sosok Tina.


"Ma Pa Rania punya teman dan sekarang dia ada disini disamping Rania, namanya Crishtina Victoria panggil aja Tina" jelas Rania.


"Tina siapa itu nak? mama belum pernah dengar dan setau mama teman kamu itu cuma Dina dan kamu bilang temen kamu itu ada disamping kamu?" tanya Riska dengan ekspresi terkejut.


"Tina itu temen lain aku dan dia emang sekarang ada disini, papa juga tau kox" jelas Rania.


"mas sebenernya siapa itu Tina?" tanya Riska bisik bisik.


"kamu tau mas?" tanya Riska penuh selidik.


"ii iyaa" jawab Rangga gemeteran.


"kalian tidak bercanda kan? ayolah jangan bercanda begini, aku baru balik lho ini, masa kalian mau ngeprank gini kan galucu hahaha" ucap Riska sambil tertawa.


Namun tawanya seketika berhenti ketika mobil yang dikendarainya ikut mendadak berhenti, padahal disitu Rangga masih menancap gasnya.


"kenapa berhenti mas?" tanya Riska panik.


"aku juga gatau mah, kamu dengar sendiri kan suara gass mobil ini?" jawab Rangga.


Riska pun panik serta heran kenapa mobilnya bisa berhenti padahal Rangga menancap gas.


"hihihi" tawa Rania.


Rangga dan Riska pun menoleh melihat anak mereka yang tiba-tiba ketawa sendiri. "kamu kenapa sayang?" tanya Riska cemas takut anaknya kenapa napa.

__ADS_1


"mama lucu tau hihi" jawab Rania tertawa lirih.


"lucu kenapa sayang?" tanya Riska mengerutkan keningnya.


"yaiyalah lucu, orang yang hentiin mobilnya ini Tina hihi" tawa Rania lagi.


"bisa kamu perkenalkan pada mama? mama pingin tau siapa Tina itu" pinta Riska.


Rania pun memejamkan matanya lalu membuka matanya sambil berkata "hai Tante, om".


Rangga yang mengenali suara itu pun langsung pucat ketakutan sedangkan Riska kebingungan karena tiba tiba suara Rania berubah dan memanggil dirinya Tante.


"kamu Tina?" tanya Riska.


"iya Tante" jawab Tina singkat.


Mereka melanjutkan perjalanan sambil mengobrol dan saling bercerita soal masa lalu Tina dan alasan Tina berteman dengan Rania, sontak hal itu membuat Rangga dan Riska menangis mengingat perlakuan mereka terhadap Rania.


Waktu pun terus berlalu hingga akhirnya Tina keluar dari tubuh Rania. "mama, papa udah kenalan sama Tina?" tanya Rania.


"iya nak maafin mama yah yang jahat sama kamu hiks hiks" ucap Riska yang tanpa dia sadari dirinya menangis mengingat perlakuan dia.


"mama jangan menangis lagi yahh" ucap Rania tersenyum kearah Riska.


Riska pun menurut dan mereka bernyanyi agar tidak jenuh berada di mobil, beberapa jam kemudian mereka telah sampai di bandara, mereka bergegas menuju lobi untuk segera berangkat ke Bali.


Namun pandangan Rania selalu menoleh kesana kemari karena dia melihat banyak sekali hantu yang lalu lalang disitu.


Mereka duduk di kursi tunggu untuk menunggu jadwal penerbangan mereka, namun Rania masih terus melihat hantu hantu yang lewat tersebut hingga salah satu hantu itu menoleh kearahnya.


Sontak hal itu membuat Rania terkejut dan memalingkan wajahnya seolah tidak melihat kehadiran hantu tersebut.


"hei kamu bisa melihat aku?" tanya hantu itu ya g sudah berjongkok dihadapan Rania.


Rania masih pura pura tidak mendengar hingga hantu itu mengulangi kalimatnya "hei kamu bisa melihat aku kan?".


Rania pun segera menoleh dan melihat wajah hantu itu dan tiba tiba Rania kesedot masuk ke alam gelap itu lagi, dan lagi lagi Rania melihat kejadian masa lalu hantu itu.

__ADS_1


__ADS_2