Rara Wanita Kuat

Rara Wanita Kuat
Kenaikan Kelas


__ADS_3

Ini adalah Hari dimana Rara terima Buku Rapor. Kali ini Fatih lah yang bertugas mengambilkan buku Rapor anak- anaknya. Karena kondisi Tia yang tak memungkinkan untuk mengambilkan Rapor anaknya.


Sesampainya di kelas Rara Fatih menerima nasihat dari guru Rara.


"Silahkan masuk pak Fatih...."


"Iya bu guru terima kasih... "


" Begini pak Fatih, nilai Rara merosot akhir- akhir ini. Apalagi Rara sering tak hadir dan mengikuti pelajaran. Rara juga belum bisa membaca ,memang dari segi tulisan Rara sudah mampu menguasainya. Rara mendapat nilai terendah ketiga dari jumlah murid di kelas 2. Saya akan menaikkan Rara ke kelas tiga tapi dalam masa percobaan , Jika Rara di kelas 3 masih belum bisa membaca dan tak mampu mengikuti mata pelajaran . Maka dengan terpaksa kami akan mengembalikan Rara dikelas 2. "


" Iya bu guru saya paham. Insyaallah kami selaku orang tua Rara akan berusa mengejar ketertinggalan Rara. Kalau begitu saya mohon pamit karena mau mengambilkan Buku rapor anak saya Yani yang berada di kelas 4. "


"Iya pak Fatih silahkan"


Fatih dan Rara segera meninggalkan kelas 2 dan menuju kelas 4. Rara menunggu di depan kelas Yani.


"Selamat siang pak guru maaf saya agak terlambat karena baru saja mengambilkan rapor anak saya yang ada di kelas 2. "


"oh iya pak... Tidak apa- apa silahkan masuk. Jadi begini pak Fatih, mumpung kita hanya berdua. Yani mendapatkan nilai dua terendah dari bawah. berdasarkan aturanya , Yani tak dapat naik kelas. Tapi sebenarnya Yani bisa juga dipaksakan naik kelas, jika Pak Fatih dapat menjamin Yani bisa mengikuti pelajaran di kelas 5. Sebenarnya Yani ini pandai jika ia mau konsentrasi dan rajin belajar."


"Iya saya paham pak guru tapi bagaimana baiknya saja untuk putri saya Yani kedepanya."


"Kalau menurut saya Yani biarkan tetap tinggal kelas karena mata pelajaran di kelas 5 lebih sulit. Takutnya dia tak dapat mengikuti. Karena di kelas 4 saja Yani banyak tertinggal mata pelajaranya. Yani sering tak berangkat sekolah pak, bahkan dia juga sering datang terlambat. Tugas yang saya berikan juga hampir tak pernah dikerjakan. Jadi Yani lebih baik tetap tinggal dikelas 4 agar dia lebih menguasai pelajaran yang tertinggal."


"Maafkan kami pak.... Kami kurang memantau belajarnya anak- anak. Saya mengikuti saran yang terbaik buat anak saya saja pak. Kalau Yani harus tinggal kelas saya tidak apa- apa. "

__ADS_1


"Kalau begitu ini buku Rapor Yani di terima ya pak"


"Iya pak terima kasih dan saya mohon undur diri"


"Iya pak silahkan ... "


Akhirnya Fatih pun pulang bersama kedua anaknya . Dengan perasaan kecewa lantaran kedua anaknya memperoleh hasil yang tak baik. Tapi Fatih tak dapat menyalahkan anaknya lantaran dia pun hanya fokus dengan kebunya. Fatih pun tak mampu menyalahkan Tia, mengingat Tia lah yang mengurusi semua pekerjaan rumah. Tia tak pernah mengeluh dengan kondisinya yang sekarang mengurus semuanya sendiri dengan 2 anak yang aktif dan masih balita.


Bahkam Tia tak sanggup mengurusi dirinya sendiri.


"Rara Kamu dengar yang Ibu guru tadi katakan kan?" tanya Fatih pada Rara.


"Iya pak Rara paham dan mengerti. Rara akan berusaha pak."


" Bagus kalau kamu mengerti nak ! mbak Yani mengerti tadi yang diucapkan Pak Guru?"


Kedua putri Fatih mengerti maksud ucapan ayahnya.


Sesampainya di rumah Tia sementara menggendong anak bungsunya yang sedang demam.


"eh... Bapak sudah pulang ? Pak makan sama telur goreng aja ya.... Mamak tak sempat masak tadi pagi karena Rani rewel dari semalam."


"iya gak papa mak. Nanti bapak yang masak."


"Bapak kok wajahnya lesu gitu? Emang kenapa anak - anak?"

__ADS_1


"Nanti mamak liat aja sendiri biar lebih jelas. Bapak mau petik pepaya muda dulu buat sayur."


Sesaat setelah suaminya pergi Tia juga meletakkan sibungsuh Rani. Dia segera mencari buku Rapor pada tas anak- anaknya. Dia mencoba memahami kondisi anak- anak mereka. Dan diapun mengerti apa yang dirasakan suaminya.


Tempat tinggal Tia memang di daerah trans yang bisa di bilang belum terlalu lama ,masih sekitar seusia Rara. Dimana didaerah seperti itu pendidiknya masih dikatakan kurang bertanggung jawab. Karena kebanyakan mereka sering tidak hadir untuk mengajar.


Ketika guru pengajar yang tak hadir pasti nanti akan ada guru pengganti. Guru pengganti tak bisa 100% mengajar di kelas yang ditinggal gurunya. Mereka hanya memberikan soal pada buku paket lantas ditinggalkan.


Bagi anak yang memang terbiasa dengan belajar dan dipantau oleh orang tuanya, mereka tak menemukan kesulitan karena orang tua mereka yang akan mengajarinya. Tapi bagi orang tua yang terlalu sibuk dengan urusan mereka . Mereka bahkan tak pernah tau anaknya belajar atau tidak.


Berbeda dengan orang tua yang memang tak bisa membaca dan menulis. Tapi mereka sangat memperhatikan kemajuan anaknya. Jadi meskipun ia tak bisa mengajari anaknya, dia akan mencarikan solusi bagi anaknya. Dengan cara meminta tolong kepada tetangganya yang ilmunya lebih pintar. Sehingga anaknya masih dapat belajar di rumah.


Orang tua disini sangat di butuhkan 75% kehadiranya untuk mengajari anak- anak mereka dirumah.


Rara yang mengingat posisi dirinya yang tak aman di kelas 3, karena bisa kembali ke kelas 2 kapan pun . Kini ia belajar dengan giat. Sesaat setelah pulang sekolah ia akan belajar membaca.


Ia belajar membaca sendiri tanpa bantuan orang tuanya. Rara berusaha keras agar dirinya dapat membaca dengan lancar. Perjuangan tak kan menyalahi hasil, hanya dalam waktu 7 hari Rara telah pandai membaca. Dan Rara juga tak pernah meminta mamaknya untuk mengajarinya, semenjak permintaanya pernah ditolak dulu. Kini apapun yang terjadi ia harus berusaha sendiri.


Begitu juga dengan Yani ia juga menjadi rajin belajar. Ia tak mau kalau dirinya harus tinggal kelas lagi. Karena kalau sampai hal itu terjadi maka ia akan menjadi sekelas dengan Rara.


Jaya pun sudah masuk SD dia duduk di kelas 1. Ini terus menambah beban Tia dan Fatih.


Semenjak peristiwa kelulusan itu, satu tahun Tia dan suaminya selalu berdebat dirumah mereka. Rumah yang biasanya damai kini menjadi keruh. Alhasil disepakati ,mereka akan kembali ke tanah kelahiranya yang ada di jawa.


Setidaknya jika mereka tinggal disana dunia pendidikan agak terjamin. Pendidik yang rajin akan kehadiranya ,serta anak- anak mereka masih bisa belajar ngaji yang lokasinyà tak begitu jauh seperti sekarang. Dalam malam yang larut kedua suàmi istri masih rapat. Mencari solusi untuk masa depan anak-anaknya.

__ADS_1


Akhirmya sebuah kesepakatan terjadi. Diputuskan bahwa mereka akan pulang ke kampung halamanya.


__ADS_2