Rara Wanita Kuat

Rara Wanita Kuat
Acara memberi nama


__ADS_3

Akhirnya hari yang ditunggu Fatih tiba... Fatih mengundang tetangga yang ada di sekelilingnya saja... Jumlahnya sekitar 10 orang...


Hanya ada satu orang yang dimintai fatih untuk membantu mengolah makanan. Tidak banyak yang mereka olah ... Hanya membuat 10 nasi kenduri yang akan dibawa pulang bapak-bapak setelah acara selesai.


Bu sumi adalah tetangga Tia yang membantu untuk mengolah. Sementara bu sumi membuat bumbu. Tia menghampiri suaminya...


"pak potong Ayamnya 3ekor aja ..!!!" perintahnya pada suaminya


"Tapi mak.... Ayam kita kan ada 10. Rencana bapak sih akan memotong 5 ekor buk... Agar mereka mendapat bagian besar-besar. ... "


"Sudahlah pak .!!.. Kita sekarang belum punya penghasilan tetap, mereka juga sama posisinya dengan kita. Mereka paham pak..! Ingat pak sawit belum panen.! Gak usah boros-boros!.. " sambil berlalu meninggalkan suaminya...


"Halah cuman buat anak sial ini aja kenapa harus yang wah... " gerutunya dalam hati


Tia memasak mie goreng..dan Urap ...yang sayurnya di ambil dari belakang rumahnya. 3 ekor ayam itu dibagi 2 untuk digoreng dan setengahnya di masak sayur santan.


waktu menunjukkan pukul 5 semua hidangan sudah selesai... Buk sumi pun pamit.. Pulang...


Lantas Tia tak lupa memberinya nasi ayam goreng dan sayur opor serta urap..


"Ini buk terimalah buat makan anak dirumah. "sambil memberikan bungkusan pada buk sumi


"terima kasih ..." kata buk sumi


"saya yang berterima kasih karena buk Sumi sudah membantu saya..."


Buk sumi pun berlalu.


Telur yang mau di rebus buat tambahan isi nasi genduri. Di urungkan Tia...


"Nasi gendurinya ini ajalah gak usah pakai telur... Nasi ... Urap dan ayam goreng ... Itu aja udah cukup" batinya...


Ketika waktu sudah mulai gelap para tetangga yang di undang Fatih pun datang. Acarapun berjalan khidmat.


"Selesai juga acara ini....pak"


"iya mak... Sekarang namanya telah resmi Rara... " jawab fatih sambil duduk disamping istrinya.


"pak besok saja kita bereskan ini y.... Mamak capek sekali" pinta Tia pada suaminya.

__ADS_1


"iya besok saja... Sekarang kita istirahat saja... Bapak juga capek" Sambil menggandeng tangan istrinya untuk segera masuk kamar.


Keesokan harinya Tia bangun dan segera membereskan sisa tadi malam... Fatih pun bangun lantas minum kopi yang sudah tersajii...


"mak ... Bapak berangkat dulu ya.... Mau ke kebun nanti bapak bawakan kayu bakar... tolong siapkan bekal bapak mak..." ucap fatih pada istrinya...


"iya pak sebentar... bekalnya pake ayam goreng semalam y pak ... Urapnya basi ... Jadi mamak kasih ayam aja. "


"iya gak papa"..


Segera Tia membungkuskan bekal untuk suaminya... Tak lupa air putih ia tuangkan kedalam jrigen 5liter yang memang biasa untuk membawa air minum.


"ini pak sudah beres"


"iya ..... Terima kasih mak..."sambil mengecup kening istrinya... Dan fatih pun berlalu.


Jam menunjukkan pukul 07:00 pagi.


Kini Tia sendiri di rumah bersama kedua anaknya yg berumur 2th dan bayi 7hari.


Karena ini bukan anak pertama. Jadi Tia sudah biasa dan cepat pulih dari sakit habis melahirkan.


Tia pun mulai mencuci piring kotor... tidak banyak yang kotor ,hanya sisa orang makan semalam saja. Sedangkan tempat-tempat habis memasak sudah dicuci oleh buk sumi kemarin.


Tapi baru sebentar Tia mencuci... Rara kembali menangis lantaran dia merasa haus...


"Dasar Rara.... ! Menyusahkan saja kerjaannya ! gak tau lagi nanggung apa? Biar saja dulu lah nanti kalau capek pasti dia berenti juga dari tangisnya. Lebih baik aku selesaikan dulu cucianku" gumam Tia dengan bibir mengerucut


Tiba- tiba suara tangis Rara berhenti.


"Tuh kan ... Beneran berhenti nangisnya" ucap Tia


dengan senyum senang.


Ketika pekerjaan Tia sudah selesai semua waktu menunjukkan pukul 09:00 pagi. Tia mulai memandikan yani dan menyuapinya.


"semua sudah selesai ... Yani pun sudah mandi dan makan sekarang giliran anak Sialan itu" ucap Tia lirih.


Tiapun menghampiri Rara yang masih ada di dalam ayunan. Tiapun terkejut karena dimulut Rara tedapat banyak tanah liat. Rara masih dalam kondisi tertidur.

__ADS_1


"mak tadi mbak ... Suap adik... adik tadi nangis mau maem... Jadi mbak bikinkan bubur.... Buat adik... Terus adik bobok lagi. "ucap mulut kecil yani tanpa dosa.


"ya udah mbak sana main lagi... Tapi besok jangan disuap lagi adiknya ya.... Biar mamak saja yang suap" ucap Tia sambil mengusap kepala yani dengan lembut.


yani menggendong Rara dan membersihakan mulut yang penuh dengan tanah. Tia pun mengeluarkan tanah yang masih ter sisa di dalam mulut Rara.


"Ini semua salahmu kenapa kamu lahir sekarang saat mbakmu masih 2th ! Ucap Tia pada bayi yang kini menangis di gendongannya.


Tiapun memberikan Asinya pada Rara... .


Saat sedang menyusui Rara ... Tiapun punya ide..


" Nanti akan ku beri makan Rara... Agar dia kenyang dan aku tidak perlu memberinya Asi esklusif pada Rara. "


Bayi Rara memakai pakaian bayi bekas yani yang kini sudah mulai usang. Tidak ada bau bedak atau bau minyak telon khas bayi di tubuhnya. Tia merasa sayang sekali jika harus mengeluarkan uang untuk membeli barang-barang itu buat bayi yani.


Berbeda dengan bayi yani .... Tia merawatnya dengan penuh perhatian.


Semua bajunya baru.... Bedak pun banyak tersedia buat bayi yani. Bahkan ketika bayi Rara mendapat bedak dn minyak telon dari tetangga-tetangga Tia ... Tia memberikan semua itu untuk yani....


Kecuali Tia sedang keluar ke acara pesta. Barulah bayi Rara di kasih nya minyak telon dan bedak. Agar Tia telihat sempurna di mata masyarakat.


Walaupun posisi Rara yang masih bayi... Tapi Rara sudah mendapatkan perlakuan yang dibedakan dari mamaknya.


Hanya Rara seorang lah yang tau akan sifat dan sikap mamaknya terhadapnya.


Bayi Rara sangat jarang di ajak keluar oleh Tia... Dan diapun tidak pernah mengajak Rara untuk komunikasi. Hari-harinya hanya sibuk dengan yani...


yani yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.


Bayi Rara hampir tidak pernah berceloteh. Dia hanya mampu untuk menangis ... Agar perutnya terisi.


Semenjak ide Tia untuk menyuapi Rara mulai hari itu juga tia sudah tidak menyusui Rara lagi...


Rara diberinya air tajin dan pisang... Kalau pisang habis maka nasi yang dilumatkan menggunakan sendok pun jadi untuk menyuapi Rara.


Sedangkan Asinya yang melimpah ia peras dan ia berikan kepada yani. Setiap hari yani memang minum susu... Karena Tia merasa kasihan terhadap yani yang baru 1 th sudah disapih... Gara-gara Tia yang sedang hamil Rara...


Semenjak Yani yang sudah tidak menyusu lagi. Yani diberikan susu formula sebagai pengganti Asi. Tapi semenjak Rara lahir... Kondisi keuangan juga belum stabil.

__ADS_1


Tia pun merencanakan ini semua agar bisa menekan pengeluaran. Diberikanya Asi pada yani dan air tajin untuk Rara.


Fatih yang memang sibuk di kebun dia tidak menyadari kelakuan istrinya. ...


__ADS_2