
Tak terasa kini tiba hari kelulusan bagi anak-anak Tk.
mereka sangat senang .... Pada hari yang sama.. Kini Rara sudah memiliki seorang teman perempuan... Dia anak bungsu dari dua bersaudara.. Orang tuanya sangat baik kepada Rara...
"Rara...."
"Iya.... Yun..."
"mana mamakmu? hari ini kita mau terima ijasah lho."
"mamak ku gak bisa datang adikku Lina sedang sakit... Dia menangis terus dari semalam."
"Bapak mu gak datang?"
"Bapakku gak datang karena sedang sibuk... Aku juga gak tau yun sibuk apa... "
"Tapi Ra buguru kemarin bilang harus ada yang datang buat ambil ijasah kita... Nanti kalau gak datang , ijasahnya gak di bagikan lho sama bu guru."
"Jadi aku harus gimana donk..?"
"Aku juga gak tau Ra.... "
"udah lah yun biarkan saja... Kalau gak di kasih juga gak papa."
Dengan lesu dan nanar di matanya...
saat pengumuman di mulai.... Semua murid didampingi orang tuanya... Hanya Rara yang datang sendiri...
Kepala sekolah mengumumkan hasil akhir. Lantas dia menyebutkan siapa saja yang jadi juara kelas dimulai dari Rangking 5 . Terakhir Kepala sekolah memanggil Rara dan dia dinyatakan Juara umum... Rara mendapat Rangking 1. Kepala sekolah memanggil wali Rara ... Tapi sayangnya tidak ada yang hadir. Rara tertunduk pilu... Dia merasa sakit sekali.
Rara mencoba tegar agar tidak menangis di hadapan orang banyak.
Kemudian acara sudah berakhir... Sebagian murid sudah kembali le rumah mereka... Masih tersisa 2 anak lagi yang belum dibagi ijasahnya... Buguru mencoba sabar...
"Rara ini sudah siang orang tua mu tidak ada yang datang? " tanya bu guru pada Rara. Akhirnya ada wali yang datang tapi sangat disayangkan bukan orang tua Rara.
Terakhir orang Tuà Rara datang sambil berlari. Fatih tiba dikelas Rara dengan tergesa.
Fatih langsung menhadap kepala sekolah dan buguru.
"Selamat ya pak... Rara mendapat Rangking 1.... Rara anak yang hebat pak... Dia juga pandai."
"Alhamdulillah... Terima kasih bu.... Dan maafkan saya karena baru datang... "
"Tidak papa ... Kami sangat memaklumi kondisi keluarga Rara. "...
"Kalau begitu saya pamit buk.... ?"
"oh... Iya .... Ini ada hadiah buat Rara karena sudah mendapat Rangking 1... Mohon diterima..... "
" saya terima buk... Dan terima kasih banyak..."
__ADS_1
...Kemudian Rara menyalami guru -gurunya dengan penuh takdzim... Fatih menggandeng tangan kecil Rara... Dan mereka kembali dengan mengendarai sepedanya.
"Assalammualaikum.... ?"Ucap Fatih setelah tiba di rumahnya...
"Walaikum salam.... Eh bapak sudah pulang... Kok tumben pulang cepet pak...?"
" iya tadi bapak baru ingat kalau hari ini adalah hari kelulusan untuk Rara... "
"oh... Itu... terus apa hubunganya sama kerjaan bapak.!.. Bapak inget ya.!.. Sekarang anak kita ada 4... bukan cuman Rara aja... "
"iya mak.... Bapak paham.. Tapi tadi waktu di kebun bapak bertemu sama pak samsul... Itu lho pak samsul yang kalau ke kebun selalu bersama istrinya... Dan kebetulan tadi bapak hanya melihat pak Samsul seorang diri. Kadi iseng Bapak tanya.... Pak Samsul mengatakan kalau istrinya sedang menghadiri acara kelulusan putri mereka... Dan ia juga mengatakan bahwa Ijasahnya tidak akan diberikan jika orang tua / wali murid tidak hadir. Mendengar ucapan pak Samsul... Bapak langsung teringat Rara.... Dan Bapak bergegas ke sekolahanya. Ternyata di sekolah sudah sepi... hanya tinggal Rara dan 2 orang guru yang sengaja menunggu kita. Bapak senang Rara mendapat Rangking 1... Dan ia mendapatkan hadiah."
"kalau begitu... Sekarang mana hadiahnya?"
"ini... Mak..." sambil memberikan hadiah Rara pada Tia.
Rara yang pulang sekolah ia langsung ganti baju dan bermain di halaman.. Ia tidak tau tentang apa yang dinamakan Rangking.
Tia kemudian mempersilahkan suaminya makan dan membuatkan kopi.. Kemudian setelah menyantap makan siangnya fatih pun pergi untuk mengistirahatkan matanya sebentar. Tia tidak mau mengganggu suaminya yang sedang istirahat dia lebih fokus pada Jaya... Karena Lina juga sedang tidur dan Yani juga belum pulang.
Lina membuka hadiah Rara... ternyata Rara mendapatkan buku tulis 1 pak dan tas sekolah .
"Rara.... Kemari sebentar! "
" iya... Mak ... Ada apa?"
" Ini buku dan tas sekolah buat Rara... "
"Terima kasih banyak mak" Rara kemudian langsung memeluk mamaknya...
Tapi segera tangan Tia mendorong tubuh Rara... "Sudahlah... sana pergi main.!"
"Baik ma...." jawab Rara sambil membawa tas dan bukunya untuk disimpan dalam kamarnya.
"Sisa dari buku nya ini buat Yani karena dia kan sebentar lagi naik kelas 3... " ucap Tia dallam hati.
Keesokan harinya Tia mengajak Yani pergi ke pasar .
Hari ini Fatih libur... Dia tidak pergi ke kebun ... Fatih bertugas menjaga ke 3 anaknya di rumah.
Sesampainya di pasar Tia membelikan Yani Tas baru... Dan perlengkapan sekolah... Tidak terlalu lama Tia berada di pasar.. Karena dia mengingat anak bayinya yang di rumah.. Tia juga membelikan Jaya mainan... Dan baju baru buat Lina... kebetulan Tia baru saja mendapat uang hasil panen sawit.
" horre... Mamak pulang... " ucap Lina penuh semangat letika melihat Mamaknya dan kakanya turun dari mobil angkot.
Sekarang mobil angkot dan tukang ojek juga sudah ada di desa Rara.
Jaya juga berlari mendekati mamaknya....
"Ayok kita ke rumah.. kita buka yang mamak berli" ucap Tia pada Jaya...
Mengetahui istrinya yang sudah pulang Fatih segera berkemas... Agar dia bisa pergi ke kebun...
__ADS_1
"Bapak mau berangkat ke kebun?"...
"iya... Mak mumpung masih jam segini....kan lumayan .. Sayang kalau gak kekebun... Itukan penghasilan kita satu satunya... "
"iya lah pak.... Oh ya... Ini tadi mamak beli terang bulan 2 bungkus ...yang sebungkus Bapak bawa ya... Buat bekal di kebun..."
"makasih sayang... Kalau begitu bapak langsung berangkat ya....?"
"ya pak hati hati di jalan.?"
Fatih sudah berlalu sambil menggoes sepedanya.
"Yani Jaya dan Rara... Sini kumpul semua... !" perintah Tia pada anak -anaknya yang masih di halaman rumah.
"Ini baju seragam buat Mbak Yani kan bajunya yang kemarin udah kekecilan... Nanti bajunya mbak Yani kasih sama Rara... Ini mainan mobil- mobilan buat Mas Jaya... "
"mak ini tas baru siapa?" tanya Rara...
"Kamu kemarin kan udah dapat tas baru jadi tas ini buat mbakmu.....
Tas lamanya mbak yani biar buat adik Jaya... Biar buat main.
Sekarang ambilkan mamak piring... Rara! "
Rara langsung pergi kedapur untuk mengambil piring.
"Ini mak piringnya...."
Kemudian Tia meletakkan 1 bungkus terang bulan dalam piring... dia juga membaginya dan memberikan pada Yani.. Rara dan Jaya... Bahkan Lina yang masih bayi pun mendapat bagian. Semuanya ada 6 potong... Masing-masing anaknya mendapat sepotong... 2 potong sisanya untuk Tia...
setelah mendapat bagian Yani dan Rara pun kembali ke halaman. Jaya yang masih bersama Tia ... Sedang menikmati terang bulan. Melihat Jaya yang lahap akhirnya Tia memberikan sepotong bagianya untuk Jaya...
Lantas ia memanggil Yani untuk datang... Yani pun masuk kedalam... Sedangkan Rara ia masih sibuk menikmati bagiannya di bawah pohon rambutan.
"mbak ini bagiannya Lina... Buat mbak saja... Tapi makan disini saja..!. Nanti Rara minta...! Mamak sudah gak ada lagi. "
Tanpa pikir panjang dan tanpa banyak tanya. Yani langsung melahap pemberian mamaknya itu dengan cepat... Dan ia segera ke luar... Untuk bermain bersama Rara.
"Rara kenapa terang bulanmu masih banyak... ?"
"Iya mbak.... Rara makanya sedikit sedikit... punya mbak sudah habis...?"
"iya Ra... Sini bagi mbak setengah bagianmu!. ... Mbak minta sedikit... Aja... Mbak masih pingin."
"tapi mbk... Ini bagian Rara... "
"kamu pelit sama mbak... ! Besok kalau mbak punya... Kamu gak mbk kasih! "
"Ya udah deh ... Ini buat mbk.. Yani... Rara bagi setengah... "
Dengan begitu hanya Rara yang mendapat bagian paling sedikit.
__ADS_1