
1 bulan lagi Rara berumur 2 th.... Yah lumayan sudah ada kemajuan . Rara sudah bisa berjalan. Tapi dia belum bisa berbicara...
Rara tumbuh menjadi anak yang pemalu. Di umurnya ini dia tidak bisa bertemu dengan orang lain selain keluarganya.
Pernah suatu hari Tia dan suaminya pergi pesiar kerumah Teman mereka . Yang Rumahnya tetangga desa dengan Fatih.
Sesampainya disana mereka disuguhi hidangan. Rara yang baru itu melihat merekapun lantas ketakutan. Dan menangis sambil meraung. Tia yang mengerti itpun lantas menggendong Rara dan mengajaknya ke halaman belakang rumah temanya itu. Rara langsung terdiam...
Tia yang tambah jengkel dengan Rara...karena gara-gara Rara Tia tidak sempat makan.
30 menit berlalu Tia hanya dihalaman belakang dan suaminya masih asik mengobrol dengan temanya itu.
Istri dari teman fatih... Menawarkan diri untuk menggendong Rara.. Agar Tia bisa makan . Tapi sayangnya... Rara akan menangis jika dilepas dari gendongan Tia.
Tia yang sudah semakin jengkel akhirnya mengajak suaminya pulang.
Fatih yang mengerti dengan kondisi istrinya itu... Menyetujuinya.. Akhirnya mereka pulang ke rumah mereka.
Tia yang jengkel dengan sikap Rara.... Langsung meletakkan Rara di lantai. Dan Rarapun berjalan mengikuti Yani yang tengah asik bermain di samping Rumah.
Fatih pamit kepada Tia untuk pergi kekebunya.. Karena waktu yang masih pagi... Tia pun mengijinkan suaminya berangkat ke kebun.
Saat itu kandungan Tia masih sekitar 5 bulan... Dengan perasaan kesalnya Tia makan kemudian mengistirahatkan badanya di bawah pohon rambutan yang ada di halaman rumahnya.
Tiba- tiba terdengar suara Rara yang melengking dan meraung. Rara menangis karena ulah yani yang tidak mau berbagi mainan dengan nya.
Tangisan Rara menambah kejengkelan Tia. Ya... Tia sama sekali tidak menanggapi Rara yang tengah menangis keras...
Tia merasa lelah dan jengkel. Dia sama sekali tidak peduli dengan tangisan Rara. Akhirnya dia memutuskan untuk membawa yani masuk kedalam rumah. Rara yang masih menangis pun dibiarkan di luar.
Ketika Tia hendak menutup pintu tiba-tiba ada warga kampung lokal. perempuan itu bertanya pada Tia...
" Budak siapa itu kah? Kenapa nangis macam tu! "
" Itu anaknya orang ... kemarin mamanya nitipkan anaknya kesini. Terus gak tau kemana sekarang mamanya itu pergi ndak pulang-pulang ".
" malang nian nasib budak ni..."
" kalo ibu mau ... Ambil saja bawa pulang ! "
" benar kah boleh saya bawa pulang ? "
" Boleh ... Ambil saja... Kalo mau... Mamaknya juga gak peduli kok " ucap Tia memberi alasan.
" okelah kalau macam itu ... Nanti sore saya ambil budak ini... . Saya ganti dengan uang 150rb dan 3 karung jengkol. "
__ADS_1
"ok setuju.. Nanti sore datanglah...." ucap Tia.
Perempuan itupun berlalu .... Perempuan itu adalah seorang pedagang di pasar . Dia kadang masuk ke kampung trans untuk membeli hasil bumi agar bisa di jual kembali.
Rara masih menangis di luar rumah.. Kemudian Tia menghampiri yani yang berada di dalam rumah.
" mbak Yani...... kemari nak..." panggil Tia pada anak sulungnya.
Yani pun mendekati mamaknya....
" Mbak yani... Rara kita kasih orang aja ya.... Sebentar lagi mbak kan punya adik lagi ! "
"gak mau ! Rara gak boleh dibawa pergi ! " ucap Yani yang sudah mengerti dengan ucapan mamanya.
" Tapi sayang... Rara berisik dia tiap hari nangis terus... Mama gak suka "
"Tapi kalau Rara pergi .... Yani gak punya mainan lagi"
Yani menganggap Rara adalah mainannya... Bukan adiknya...
waktu menunjukkan pukul 15:00. Rara sudah menangis selama 3 jam... Akhirnnya Yani yang merasa mainannya akan di buang sama mamanya. Dia mengajak Rara untuk cuci tangan dan kaki. Rara yang sedari tadi tidak ada yang menanggapinya... Dia pun langsung diam dan mengikuti kakaknya... Setelah mereka selesai mencuci tangan dan kakinya .. Yani mengajak Rara masuk ke dalam kamar. Rara merasa dirinya lelah menangis dari tadi. Diapun tertidur di dalam kamar bersama yani.
1 jam kemudian perempuan itu datang lagi kerumah Tia.. Tia sedang istirahat dibawah pohon rambutan...
"mbak hudak itu kemana?... Ini saya bawakan uangnya 150rb dan juga jengkolnya 3 karung. "
" Haduh buk maaf tadi tiba-tiba mamaknya datang dan sudah membawa anaknya pulang. "
Dengan raut muka kecewa perempuan itupun pamit.
………………… Kembali lagi ke cerita saat adik Rara lahir……………
"Ya udah mak besok bapak berangkat kerja ke kampung sebalah... Mamak baik -baik dirumah !"
" iya lah pak lagian uang udah nipis sawit masih 1 minggu lagi panennya.....mamak gak papa dirumah sama anak-anak. Lagian bapak sudah nungguin j7ga tapi anaknya aja yang masih betah dalam perut mama. "
"ya udah besok pagi- pagi sekali bapak berangkat ! Bapak disana cuman 6hari aja. Biar bisa bepanen sawit kita. "
" iya pak"... Jawab Tia lirih
keesokan harinya Tia bamgun pagi- pagi sekali sebelum suaminya terbangun .... Tia menyiapkan semua bekal yang akan di bawa suaminya. Baju ganti selam 6 hari pun sudah Tia siapkan. Ketika semua sudah beres Fatih dibangunkan dari tidur nyenyaknya.
"pak bangun.... "
"oh iya.... Jam berapa sekarang? "terbangun sambil menanyakan jam.
__ADS_1
"masih jam 06:30 pak... "
"y... Udah kalau gitu bapak mau langsung mandi saja"
sambil berlalu ke kamar mandi
Tiba waktunya fatih pamit dengan istrinya... Dia mencium kening istrinya.. Dan juga perut buncit istrinya pun dicium. Tak lupa Yani dan Rara yang sudah yerbangun dan sedang asik bermain pun dihampiri lantas kepala keduanya dicium Fatih.
" Yani ..... Jaga adiknya ya.... Jangan berantem dan menyusahkan mamak. "pesan Fatih pada anak sulungnya. Yani yang masih sibuk bermain dia hanya menganggukkan kepalanya.
"mak..... Bapak berangkat dulu ya.....?"
" iya... Pak hati-hati dijalan! "
Setelah keberangkatan suaminya Tia pun segera mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi tiba -tiba saja, dia merasakan kalau dirinya agak aneh karena bolak balik ke kamar mandi.
5 jam dari keberangkatan suaminya Tia merasakan dirinya akan melahirkan . Akhirnya dia menyuruh yani untuk meminta tolong pada tetangga nya. Yani yang sudah mulai bisa disuruh itupun menyanggupi dan lekas pergi kerumah tetangganya itu.
Buk muhtar pun datang dengan tergopoh-gopoh... Ketika buk muhtar sampai di rumah Tia... Ternyata Tia sudah melahirkan sendiri .
pak muhtar pun datang membawa dukun beranak.
" ealah nduk.... Alhamdulillah sudah lahir... Lha suamimu mana?" tanya dukun itu sambil menggunting pusar bayi.
" barusan berangkat mbok... Sudah 1 bulan lebih mas fatih nungguin tapi malah ndak lair juga." kata Tia memberikan alasanya.
"wah itu berarrti gak mau ditungguin sama bapaknya mbak Tia...." celoteh buk muhtar.
" Silahkan monggo di adzani dulu pak muhtar"...kata dukun beranak sambil menyodorkan bayi kecil ke pak muhtar.
"iya pak adzani aja.... bapaknya lagi pergi... Ya mewakilkan bapaknya to...." ucap buk muhtar meyakinkan suaminya.
pak muhtar pun segera meng adzaninya....
"Selamat ya .... Mbak Tia... Bayinya laki- laki... " kata dukun beranak mengucapkan selamat.
" Owalah.... Anak lakinya yang ditunggu-tunggu malah gak mau sama bapaknya... "celoteh buk muhtar...
Pak muhtar pun mohon diri untuk pergi memberitahu suami Tia.
Tia yang mengetahui bahwa anaknya laki-laki.. Diapun merasa bersalah karena dia hampir menggugurkan anknya... Diapun lantas memeluk bayinya dan mengucapkan permintaan maafnya. Ucapanya begitu lirih hingga tak didengar oleh seorang pun...
Ketika semua sudah beres... dukun beranak itu pun pamit... Dan tak lupa Tia memberikan amplop yang sudah disediakan jauh-jauh hari.
buk muhtar juga pamit ingin mengantar dukun beranak itu pulang.
__ADS_1
Tia pun mengijinkan dan mengucapkan terimakasih kepada tetangganya itu.
Kini Tia sendiri ... Bersama ke 3 anaknya.