
Saat ini Rara berusia 1 tahun. Di dalam usianya yang sekarang Rara tidak seperti bayi pada umumnya. Dia belum bisa berbicara... Bahkan jalan saja dia belum bisa. Hanya giginya yang mulai tumbuh.
Itu semua di akibatkan karena Tia mamak Rara tidak mau dan tidak melatih Rara.
"Rara belum bisa ngomong y....."kata tetangga yang kebetulan singgah ke rumah Tia.
"Gak tau itu mbak..... Anaknya malas sekali .... Berbeda dengan bayi Yani yang umur segini sudah bisa jalan dan berucap. " kata Tia membela diri
"Namanya anak mbak Tia..... mereka tidak selalu sama dan mempunyai kelebihan sendiri sendiri". Kata tetangga itu.
"mbak ini mau kemana kok bawa cangkul?" Tia mencoba mengalihkan topik... Dia tidak senang jika ada yang membela Rara.
"o ... Iya... Saya ini mau ke kebun. Tadi liat bayi Rara diteras sedang melangsut jadi saya singgah sebentar. Y udah kalau begitu mbak Tia saya pamit dulu?." sambil melangkah meninggalkan halaman rumah Tia.
"Owalah.... Iya mbak.... hati-hati dijalan" ucap Tia mencoba ramah.
Kini Tia tinggal sendiri lagi bersama kedua anak perempuanya... Suaminya Fatih sudah dari pagi berangkat ke kebun. Dan pulangnya sore hari mendekati malam. Jadi Fatih sama sekali tidakbmenyaksikan pertumbuhan anak-anaknya. Yang dia tau Dia sangat menyayangi keluarganya.
"Ternyata sudah jam 12 siang. Pantas saja perutku terasa lapar sekali.... " ucapnya lirih.
Dia pun mengambil nasi.. sayur bening bayam dan telur goreng... Dengan lahap dia makan... Kemudian dia juga memanggil Yani dan memangkunya... Lalu Yanipun disuapinya.
Tia tidak menghiraukan Rara... Rara yang melangsut kesana kemari pun di biarkanya.
Setelah selesai makan kemudian Yani dimandikan dan ditidurkan. Dengan tidak lupa botol susu yang penuh dengan Asi Tia diberikan pada Yani.
Itu aktifitas Yani setiap hari... Jadi diapun dengan mudah langsung ter tidur setelah menghabiskan susu dalam botolnya.
Bayi Rara di angkat dan hanya dibersihkan kemudian di berinya air tajin yang sudah di siapkanya dari pagi. Tapi sebelumnya Rara disuap dengan nasi yang dilumatkan dan ditambah dengan gula. Rara makan dengan lahap... kemudian air tajin yang sudah ada dalam botol pun diberikan pada mulut kecil Rara. Rara menikmatinya...dan tertidur.
Ketika semua anaknya sudah tertidur... Tia pun tiba- tiba ingin memakan sesuatu... .
"kenapa mulut ini pingin makan mangga muda ya"...
gumam Tia merasa ada yang anehvpada dirinya.
Hari ini Fatih agak terlambat pulang nya... Setelah isya Fatih baru kembali dari kebun...
"kok sampai malam pak?" tanya Tia pada suaminya yang baru sampai di rumah.
"Iya mak tadi bapak membantu pak handoko dulu...pak handoko mendirikan sebuah pondok di kebunya.... Jadi karena nanggung sudah mau selesai... mangkanya kami selesaikan aja... Dan ini uang dari pak handoko... "sambil menyerahkan uang kepada istrinya.
__ADS_1
"ooo y udah ... Gih bapak mandi dan itu kopi serta makannya udah mamak siapkan."sambil berlalu meninggalkan suaminya...
Setelah Fatih selesai mandi tiba-tiba saja.
"hueekkkk huekkkk huekkkk" Tiapun memuntahkan isi perutnya sambil berlari meninggalkan kamar.. Semenjak dia mencium bau suaminya yang selesai mandi.
"pak bapak ini habis mandi bukanya wangi kok malah bikin perut mamak jadi mual" ucap Tia pada suaminya
"kamu kenapa mak kok aneh?"
"Gak tau nie pak tiba-tiba pusing dan mual setelah mencium aroma bapak yang habis mandi."
"Haduh apa jangan -jangan aku hamil lagi ya.... Pak....
karena tadi siang tiba-tiba pingin sekali makan mangga muda. "
"hahhh Yani masih 3th dan Rara juga masih 1th"ucap Fatih.
"Sudah pak aku gak mau ngurus bayi ini pokoknya. Besok bapak carikan aku nanas muda pokoknya!" perintah Tia pada suaminya.
"ya udah besok bapak carikan..."
Keesokan harinya Fatih pergi untuk mencari nanas muda dibelakang rumah.
"mak ini mangganya ... Dah gak ada lagi ... Cuman ada 1 ini.. Yang lainya belum berbuah... "
"Tapi ini bukan nanas muda pak ini nanas yang sudah matang memang"
"sudah gak papa coba saja dulu siapa tau berhasil gak usah minta tetangga malu nanti kalau ketahuan!"
" iya pak "
Tia pun melahap nanas tadi tapi tidak dirasakan apa -apa pada perutnya..
Hari-hari berjalan biasa... Ketika Tia sadar ternyata Perutnya sudah mulai membesar... Dan dia pun membeli minuman keras agar bayi ini luruh... Fatih pun mengetahuinya.
"Kamu harus janji ini yang terakhir kamu berusaha menggurkanya... Setelah ini jangan coba-coba lagi" ucap Fatih pada istrinya.
"Iya pak aku janji ini yang terakhir... " jawab Tia meyakinkan suaminya... Diteguknya 2 botol miras... Sekaligus...
Waktu berjalan terus dan sekarang usia kehamilanya sudah berjalan 7 bulan... Usahanya sia-sia karena kemilanya malah semakin besar....
__ADS_1
Hari raya pun tiba.. Fatih mengajak istri dan kedua anaknya untuk pergi pesiar kerumah tetangganya...
"mohon maaf lahir dan batin ya mbaaak" ucap Tia pada tetangganya Rahma.
"iya sama sama mbak... Silahkan duduk dan dicicipi kue-kuenya."Jawab Rahma sopan.
"Lho mbak Tia hamil lagi?" ucap lelaki yang duduk disamping Rahma.
"iya mas ini udah 7 bulan " jawab Tia pada suami rahma itu
"Samaan kita mbak... "kata rahma sambil memegang perutnya.
"Iya mbak semoga ankanya laki-laki kali ini... Karena udah dua perempuanya "ucap Tia sambil tetsenyum seolah kehamilan ini di sengajanya.
"iya mbak... Kalau aku semoga anakku perempuan karena udah 2 laki -laki." Rahma sambil terkekeh.
Tiba-tiba muncul ide gila dari Rahma.
"Gini aja mbk.... gimana kalau kita buat perjanjian nanti kalau bayiku yang keluar laki-laki aku serahkan sama mbak Tia dan nanti kalau bayi mbak yang keluar perempuan lagi mbak serahkan sama saya.. Jadi kita saling tukar." kata Rahma bersemangat.
"Betul juga ... Boleh lah kalau begitu."
Suami mereka mendengar ucapan istri-istrinya... Para suami pun hanya mengangguk tanda setuju.
Dua bulan berlalu Rahma melahirkan secara normal dan ternyata bayinya laki-laki.... Dia agak kecewa tapi dia punya harapan pada Tia... Yang sedang hamil juga.
Belum ada tanda-tanda mau melahirkan dari Tia... Keuangan sudah menipis dan fatih harus kerja keluar kampung.
"Haduh tapi pak tapi ini sudah 9 bulan lebih.. Kalau bapak pergi nanti aku gimana" ucap Tia sambil menunduk.
"y udah kalau begitu.. Bapak tunggu sampai 1 bulan lagi ya..."
Tia pun tersenyum dengan jawaban suaminya.
Kandungan Tia kini sudah 10 bulan lebih ... Tapi belum ada tanda tanda mau keluar..
"Mak sepertinya bayi ini datang membawa keberuntungan... KUD sudah dibentuk jadi kita bisa belanja apa saja disana .. Dan kelapa sawit yang kita tanam sudah mulai berbuah ... Mungkin 2 minggu lagi bisa dipanen untuk pertama kalinya."
"pak anaknya mbak Rahma laki -laki lagi lho jadi ini kalau keluar perempuan kita harus kasih sama mbk Rahma. "ucap Tia mengingatkan suaminya.
"Iya bapak masih ingat kok... "
__ADS_1