Rara Wanita Kuat

Rara Wanita Kuat
Awal Hidup Baru


__ADS_3

Setelah kesepakatan terjadi maka mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.


Di kampung Tia dan Fatih menyekolahkan ke 3 anaknya di sebuah Sekolah Dasar Negri. Jaya duduk di kelas 2, Rara kelas 4 dan Yani duduk di kelas 5.


Pada tahun itu biaya hidup di kampung Tia dan Fatih masih terbilang murah. Bahkan Tia juga menyekolahkan anak perempuanya Lina di sebuah Taman Kanak- Kanak. Lina sekolah di swasta yang biaya nya lumayan . Tapi dapat diatasi lantaran kebun kelapa sawit yang mereka miliki masih berbuah lebat.


Tia dan Fatih selalu mendapat kiriman tiap bulan dari kebunya itu. Tak hanya mengandalkan kiriman dari hasil kebunnya. Fatih juga mencoba peruntungan dengan berjualan jajanan di sekolahan dengan mengendarai sepeda. Tapi Fatih masih belum bisa memiliki rumah sendiri, jadi untuk tempat tinggalnya ia memilih mengontrak sebuah rumah. Kontrakan rumah yang ditempati Fatih setahunya 1.2 jt. Harga yang umum di tahun itu.


2 tahun mengontrak membuat keduanya berpikir untuk menetap di daerah itu. Akhirnya rumah mereka yang ada di daerah trans pun di jual untuk modal usaha yang akan mereka geluti di kampungnya.


Uang hasil menjual tanah itu ia belikan beberapa kapling agar tak langsung habis.


Dan untuk mencicil sebuah motor keluaran terbaru dari cina. Fatih yang sebelumnya memang tak pernah bisa mengendarai motor, akhirnua berusaha untuk bisa. Dalam waktu 2 hari Fatih sudah pandao mengendarai motor.


Dalam waktu 5 tahun di kampungnya Fatih akhirnya dapat memiliki 4buah kapling dan 2 buah motor. Walaupun kedua motornya masih kradit.


Rara sendiri setelah lulus SD dia memilih untuk tidak satu sekolahan dengan Yani. Rara ingin mengekspresikan dirinya.


Benar saja ketika Rara di SMP dia mengikuti banyak kegiatan di sekolahnya. Nilai Rara kini tak seburuk lalu. Dia pernah menduduki juara umum saat dia pertama masuk SMP. Tahun- tahun Rara di SMP dia selalu masuk peringakat 3 besar.


Rara begitu semangat ia ingin menjadi orang sukses. Rara lebih memilih tidur dikamarnya seorang diri, semenjak Rara masuk di kelas 6 SD , dia lebih memilih untuk pisah dari Yani. Akhirnya Rara memiliki kamar sendiri. Tak terasa Rara sudah duduk di kelas 3 SMP.


Saat memasuki SMA Rara memilih untuk tak satu sekolah dengan Yani. Rara merasa bebas jika tak ada kakaknya disekolahanya.


Di SMA Rara sangat bersemangat dan ia ingin sekali bisa meneruskan ke STAN.

__ADS_1


Saat dia duduk di kelas 3 SMA Rara meminta persetujuan Mamaknya agar merestunya.


" Mak aku ingin sekali bisa melanjutkan sekolahku di STAN. Mak ijinkan aku y....?"


Pinta Rara saat ia membantu mamaknya memasak.


"Kamu gak usah aneh- aneh ! Kamu gak liat adikmu ada banyak ! Mamak gak mampu kalau harus menyekolahkanmu lagi. "


" Tapi mak di STAN mamak gak perlu bayar , aku hanya ingin minta restu dari mamak, aku bisa lanjut sekolah disana dan tak membebani mamak dan bapak."


"Iya Ra... Tapi emang STAN akan memberimu makan sama tempat tinggal hah ! "


"Mak tapi aku bisa sambil bekerja sambil sekolah."


"Sudah Ra mamak gak mau denger lagi pokoknya mamak tetap gak setuju kalau kamu Kuliah titik !"


Faktanya kini Rara memiliki adik bayi lelaki. Tia kembali melahirkan seorang bayi saat Rara kenaikan kelas 3 SMA. Kini Rara memiliki 4 orang adik. Daus adalah namanya, ia langsung di akekahi saat kelahiranya.


Kali ini Fatih dan Tia memerlakukan Daus menjadi anak yang spesial, kulit putih hidung mancung dan ia juga memiliki dagu yang tirus.


Sayangnya selama kehamilan Daus, Tia sudah tak sesehat biasanya. Dia lebih sering sakit dan bahkan selama beberapa bulan Tia berjalan dengan membungkuk. Tia sudah melakukan pengobatan tapi yetap tak kunjung sembuh.


Akhirnya saat kandungan Tia yang sudah semakin besar, Fatih membawanya ke sebuah rumah sakit. Dokter memfonis bahwa Tia harus operasi saat melahirkan. Karena faktor dari umur dan juga penyakit yang dideritanya saat ini. Dokter juga memberitahu, jika Tia memaksakan diri untuk lairan normal maka itu sangat beresiko bagi nyawanya.


Fatih dan Tia sangat lesu saat itu. Sesampainya di rumah Fatih mengumpulkan anak- anaknya yang kini sudah besar.

__ADS_1


" Anak- anakku kini kalian sudah cukup besar dan cukup mengerti dengan situasi yang terjadi. Mamakmu sebentar lagi ia akan melahirkan, dan Dokter yang tadi kami temui mengatakan, mamak kalian harus operasi saat lairan nanti. Dan Bapak harus menyediakan uang sebanyak 10 jt untuk berjaga- jaga saat kelahiran nanti. Bapak sama sekali tak memiliki uang sebanyak itu. Bapak ingin menjual Kebun sawit kita."


"Tapi pak jika kebun itu dijual bagaimana dengan cicilan motor bapak? Dari mana nanti Bapak akan mengangsurnya? Motor bapak lho ada 4 tapi yang 2 masih mengangsur. Kenapa tak jual kapling yang di ujung desa aja pak? Ucap Rara seolah tak setuju


"Tanah yang diujung desa itu sudah dijual waktu Jaya khitan dulu. "


"Lha terus yang dua kapling di desa sebelah kan masih ada! Kenapa tak di jual salah satu ?"


"Tanah itu juga sudah di jual semua untuk membayar tanah yang akan di jual uakmu dan untuk membangun rumah ini. Itupun belum cukup mangkanya rumah kita juga belum jadi. Rencana nya tanah uak akan bapak jual lagi buat menyelesaikan rumah kita ini. tapi untuk jual tanah di sini sangatlah memakan waktu lama. Mangkanya Bapak mauenjual kebun untuk bersiap dan berjaga- jaga jika dibutuhkan oleh mamakmu. Terus terang Bapak belum siap kehilangan mamakmu.


Apa jadinya kalian tanpa seorang mamak"


"sudahlah pak lakukan aja yang menurut bapak baik" ucap Yani.


"Bapak tetap akan menjualnya tapi bapak harap tak ada yang menyalahkan bapak nanti"


"iya pak" jawab kami serempak.


Dua hari kemudian Fatih pergi ke desa transnya. Dia menjual kebun kelapa sawit miliknya. Sumber pemasukan Fatih terbesar saat itu.


Tak lama dari penjualan kebun Tia mengalami kontraksi pada tengah malam. Dan melahirkan secara normal dibantu tetangganya yang seorang bidan. Seperti nasi yang menjadi bubur segala sesuatunya sudah terlanjur. Kini Fatih sudah tak memiliki pemasukan terbesarnya.


Peristiwa itu terjadi saat Rara sedang libur kenaikan kelas ,ya dia sekarang sudah di kelas 3 SMA.


Kehidupan Fatih perlahan menurun lantaran bayi Daus minum susu formula dan keduanya sangat memanjakan Daus. Dari ke enam anaknya hanya Dauslah yang di akekahi. Sedang yang lainya tidak, setiap hari makan enak dan rumah juga sudah jadi. Semua itu diambil dari dana penjualan kebun dan penjualan tanah .

__ADS_1


Kini fatih hanya memiliki 4 motor yang keduanya masih mengangsur dan hanya memiliki tanah tempat tinggalnya saja.


__ADS_2