Rara Wanita Kuat

Rara Wanita Kuat
Jaya..


__ADS_3

Adik rara lahir bertepatan dengan Rara berusia 2 th kurang 12 hari. Dan yani berumur 4th.


"maafkan mamak nak..... "ucap Tia pada bayi lelakinya...


Ketika waktu sudah hampir sore... Para tetangga da teman- teman seangkatan trans mereka bersama- sama menjenguk Tia... mereka juga membawa bingkisan... Yang lumayan banyak... Sabun dan bedak terkumpul banyak.


Berbeda dengan waktu kelahiran Rara... Tidak ada yang datang membawa bingkisan. Maklumlah waktu kelahiran Rara kondisi mereka pun sama seperti Tia yang masih sangat kekurangan.


Mereka bersendau gurau sambil mengatakan Rara yang lambat sudah 2th tapi masih belum bisa bicara...


Tapi ada salah seorang istri babinsa yang belum di karuniai anak... Dia memilih mendekati Rara dan mengajaknya untuk berkomunikasi sambil mengajaknya bermain di halaman rumah Tia...


Rara menatap intens orang itu... Entah kenapa... Rara pun mau bersamanya... Padahal sebelumnya dia sangat takut kepada orang asing.


Rara diajaknya mengobrol panjang lebar. Dan dari mana mulainya tiba-tiba Rara mengucapkan kata- kata... Dari mulut mungilnya...


Istri babinsa itu sangat terharu lantas memeluk tubuh kecil Rara.... Rara digendongnya dan diajak kekios untuk membeli makanan... Rara disuruh memilih... Tapi lagi Rara tidak mengerti... Dia tidak pernah ke kios... Dia juga tidak pernah memilih jajanan... kalaupun makan jajan, Rara hanya menerima dari Yani sang kakak ... Itupun hanya potongan kecil.


Akhirnya istri babinsa itu memberikan 1 pak jajanan fengan maksud agar dibagi dengan Yani di rumah.


Memegang begitu banyak jajanan di tanganya Rara sangat senang. Dia pun memeluk perempuan itu erat.


Sesampainya dirumah.... Rara pun diturunkan dari gendonganya... Tia tidak menyaksikan kejadian itu karena posisinya yang masih ada di dalam kamar.


Yani yang melihat Rara membawa makanan banyak langsung merampasnya seketika dan berlari meninggalkan Rara yang menangis. Yani masuk ke kamar mendekati mamaknya.


Rara berlari mengejar Yani... Sambil menangis...


"Ini lho buk... Anak tiap hari kok taunya hanya menangis terus! "gerutu Tia.


"Yani sayang kasih adiknya .... Nak !" perintah Tia pada anak sulungnya.


Yanipun membaginya 1bungkus jajanan itu... 1 pak yang isinya 10 bungkus Rara hanya mendapatkan 1 bungkus da diapun berhenti menangis... Sambil tersenyum membawa sebungkus jajanan yang diberikan Yani....


Rara berjalan menuju kehalaman dan ia pun mendekati istri babinsa yang tengah duduk di bawah pohon rambutan. Sambil mengamati Yani dan Rara.... Rara menyodorkan tangannya sambil mengatakan ... "ka... Ka... Ka.."

__ADS_1


"Ooo ... Rara mau dibukakan jajannya. Sini biar tante buka...nah sekarang Rara makan ya.... " sambil memangku Rara...


Rara masih di pangkuannya .... Entah kenapa Rara langsung nempel terus sama istri babainsa itu. Seolah dia tidak mau lepas dari pangkuanya...


Rara menyodorkan jajananya" ma...u......"


Istri babinsa itu bernama Erna.... Erna langsung menitikkan air matanya .... " ya Allah nak ... Hatimu baik sekali.... " ucapnya...


Hari sudah sore.... Para ibu- ibu pun pamit pulang. Tapi erna yang melihat Tia sendirian dirumah dengan 3 anak kecil merasa kasian ,dia pun lantas minta ijin pada suaminya untuk bermalam di rumah Tia...


Suami Erna yang merasa ke amanan warganya adalah tanggung jawabnya... Dia juga memutuskan untuk menginap di rumah Tia.


Erna menyaksikan beberapa kali Yani menyakiti Rara hingga menangis... Tapi Tia seolah tutup mata dan dia malah meng hardik Rara agar diam...


Begitu ngilu hati Erna menyaksikanya .... Diapun berbicara pada suaminya tentang Rara... Erna meminta pendapat suaminya untuk mengasuh Rara... Tak disangka suami Erna menyetujui niat Erna.


Keesokan harinya Fatih pun tiba.... Ya ... Fatih sampai rumah pagi- pagi sekali... Saat Erna tengah membuat sarapan. Suami Erna bermain bersama Yani dan Rara.


Sedangkan Tia masih menyusui bayi yang baru lahir itu....


Yani berlari menghambur ke arah Bapaknya... Dan Rara mengikuti Yani dari belakang.. Yani tidak suka Rara yang mengikutinya, lantas mendorong Rara hingga tersungkur... Rara menangis... Tapi sayangnya kejadian itu tidak dilihat Fatih... Hanya suami Erna yang menyaksikanya.. Semenjak Erna bercerita tadi malam .... Maka suaminya mengamati gerak gerik Yani dan Rara sambil mengajaknya bermain.


Ternyata benar yang dibilang Erna... Yani lebih mendominasi...


"eh.. Ada mas Hendra.... Sama mbk. Erna.... terima kasih banyak... Atas bantuanya... Jadi merepotkan. " sapa Fatih pada Babinsa itu.


"gak papa mas..... kita kan memang diwajibkan untuk tolong menolong sesama manusia... Apalagi diperantauan gini. "Ucap hendra.


" seneng ya mas .... Anaknya cowok sekarang" Erna menyahut dari dapur.


Setelah itu mereka mengobrol panjang lebar hingga disiang hari ... Erna dan suaminya pun pamit pulang...


Erna menyalami Rara dan Yani... Tapi entah kenapa Rara malah menghambur ke arah Erna... Dia menagis seolah tidak mengijinkan Erna pergi.


Lantas Erna pun menggendong Rara ... Dan Rara berhenti menangis...

__ADS_1


tiba -tiba. ....


" mas fatih... Gini... Mas kan sudah punya anak 3... Sedangkan Erna sudah 10 th belum juga punya anak.. Dan Erna sangat sayang sama Rara... Bolehkah Rara buat Erna mas...? Erna janji akan menjaganya dan menyayanginya seperti anak sendiri.." Erna mengutarakan isi hatinya


"Iya mas.... " ucap hendra mendukung istrinya...


Fatih yang melihat kondisi itu dia pun meminta pendapat terhadap istrinya... Karena mau bagaimanapun Tia lah yang melahirkan Rara.


Tanpa rasa bersalah Tia pun menyetujui Erna dengan alasan kasihan karena belum juga diberi momongan.


Yani yang mendengar ucapan Erna ... Dia cukup mengerti... Karena kejadian ini pernah terjadi.


Yani menangis dengan histeris tidak mengijinkan Rara dibawa.... Ia tau kalau sampai Rara dibawa maka mainannya akan hilang.


Melihat Yani yang menangis histeris Fatih merasa iba... Akhirnya... Dia minta maaf yang sebesarnya kepada Erna dan suaminya... Dia tidak sanggup kehilangan Rara.


Akhirnya Erna dan suaminya pun pasrah... Dan menurunkan Rara dari gendonganya.... Rara yang melihat Yani menangis dia langsung mendekatinya... Berusaha mengajak Yani mengobrol...


Erna yang menyaksikan hal itu diapun terenyuh akan kebaikan Rara... Lantas Erna dan suami pamit pulang. Dan kali ini Rara tidak menghentikan langkah Erna. Di karenakan Rara yang tengah asik bermain bersama Yani...


Ya bermain dalam permainan yang tidak seimbang.. Karena Yani selalu menyuruh Rara... Macam jongos... Kalau melawan maka Yani tidak segan untuk mencubit kecil Rara.


Fatih sangat senang atas bayinya kali ini...


"pak liat itu semua dari tetangga kita pak... Ini ada juga yang ngasih mamak uang... Asal bapak tau ya.. Semuanya 1 juta pak... Lumayan kan." terang Tia pada suaminya...


"iya ya mak banyak banget... . Kemarin bapak berangkat kerja sambil singgah ke lebun kita... Dan ternyata besok kita sudah bisa panen....Acara pemberian nama , kita adakan 7 hari lagi ya mak.... ?"


"Iya pak gak papa .... Pak kita kasih nama Jaya aja?"


"Iya mak bapak setuju"


7 hari kemudian... Acara pemberian nama... Ada 50 orang yang diundang untuk acara Bacaan doa dan ada 3 tetangga yang diundang untuk membantu mengolah makanan.


30 ekor ayam yang dipotong... Pokoknya benar- benar meriah. Acaranya... Berbanding terbalik dengan acara pemberian nama Rara.

__ADS_1


__ADS_2