
Ketika usia kehamilan sudah 4 bulan... Tia bermimpi bertemu dengan seorang nenek. Didalam mimpinya... Nenek itu meminta anak ayam pada Tia... Tia yang memiliki anak ayam yang banyak... Lalu dia pun memberikannya dengan suka rela.
Keesokan harinya Tia terkejut dengan kondisi perutnya yang rata... Kemudian ia langsung menangis dan menceritakan hal itu pada suaminya...
Fatih yang melihat Tia menangis... Ia mencoba untuk menenangkanya...
"Sudah... Jangan menangis.... Kita pergi ke bidan sekarang untuk memastikanya." ucap Fatih sambil mengelus punggung istrinya.
Mereka pergi kebidan dengan membawa Jaya dan meninggalkan Yani dan Rara di rumah. Yani dan Rara yang di rumah sendiri mereka sudah biasa. Yani asik bermain dengan Rara yang tentunya Rara tetap menjadi jongos Yani.
Kadang Yani tidak segan membentak.. Memukul dan mencubit Rara jika ia merasa adiknya terlalu lambat jika disuruh untuk mengambilkan sesuatu.
Saat Rara merasa sedih dan merasa kesakitan ia pun menangis..... Ia akan menangis sampai orang tuanya kembali. Menurut Rara... Jika ia menangis dan orang tuanya mengetahuinya ... Maka Yani akan di hukum oleh orang tuanya.
Sudah setengah hari Fatih dan istrinya ke bidan dan belum juga pulang. Karena antrian yang sangat panjang membuat Fatih dan Tia harus pulang sampai sore hari ... Jam 15:00 mereka sampai di rumah dengan membawa jajanan untuk kedua anaknya yang ditinggal.
Sesampainya di rumah, Tia mendapati Rara yang masih menangis dengan sesenggukan ... Lalu dia pun mendekati anaknya itu dan memberinya jajan. Yang ia bawa. ... Tanpa mau tau apa penyebab Rara menangis. Rara menghentikan tangisanya dan segera mengambil pemberian mamaknya... Dia sudah lupa kenapa dia sampai menangis selama 7 jam... Rara lupa dengan kejadian tadi pagi... Tepatnya ia melupakanya dan memaafkan kakaknya.
Tia menuju kamarnya dan diikuti suaminya... Meninggalkan anak mereka dihalaman depan yang tengah asik menikmati jajanannya.
Tia menangis di pelukan suaminya....
"iya pak bener- bener sudah hilang janinnya.... Maafkan mamak pak...."
"iya sayang.... Sudah ikhlaskan saja.... Ambil hikmahnya. "
"iya pak.... " Tia mulai tenang ...
1 tahun setengah kemudian Tia kembali melahirkan bayi perempuan... Bayi yang cantik ... Berkulit putih.. Berhidung mancung...
Tidak lama dari peristiwa janin Tia yang hilang secara misterius. Tia kembali hamil dan melahirkan . Anak ke 6 nya... saat itu Yani berusia hampir 8 th.. Rara hampir 6 th dan Jaya hampir 4th.
Bayi itu diberi nama Lina... Lina memiliki paras yang cantik... Tia juga sangat menyayanginya...
sebenarnya jika diperhatikan antara Yani.. Rara... Dan Lina ... Raralah yang paling ayu dan manis... Hanya saja dia kurang terawat. Wajah Rara tidak membosankan.
Karena semangat sekolahnya yang tinggi akhirnya Tia menyekolahkan Rara pada usia yang belum genap 6th. Rara masuk Tk. Dengan catatan Rara harus pulang sendiri... Karena Tia tidak bisa menjeputnya.. Dikarenakan ada dua adik Rara yang masih kecil- kecil.
Rutinitas pagi seperti biasa... Rara begitu mandiri di usianya , bahkan dia sudah bisa menyiapkan dirinya sendiri... Yani yang sekarang duduk di kelas 2 dia juga mulai mandiri.
__ADS_1
Setiap pagi Fatih selalu mengantarkan anak- anaknya kesekolah sekalian berangkat ke kebun.
Yani yang kelas 2, setiap hari mendapat tumpangan dari teman kelasnya... Dulu Tia selalu menjemput Yani ketika pulang sekolah... Tapi semenjak dia melahirkan lagi .. Kini ia juga tidak menjemputnya...
Tapi tidak masalah bagi Yani yang sudah memiliki teman ... Dan selalu mengajaknya pulang bersama.
Berbeda dengan Yani... Rara yang baru mulai masuk Tk... Dia belum memiliki teman.. Rara...melihat teman- temannya yang ditungu oleh orang tuanya... Ada perasaan iri... dalam hatinya... Tapi semua itu ia tepis dengan kebesaran hatinya... Ya... Rara memaklumi kondisi mamaknya yang harus mengurus adiknya yang baru lahir.
"minggir kamu kesana ! Biarkan roni yang main ini! " hardik salah seorang wali murid pada Rara.
Rara pun turun dari ayunan dan dia menuju perosotan... Permainan yang selalu ada di sekolah Tk.
Saat kakinya ingin menaiki sebuah perosotan ... Tiba- tiba ada yang menarik tangannya hingga dia terjatuh.
"minggir kamu! Ini mainanku... Ucap anak lelaki"
seumuran Rara.
"ealah jatuh... Bangun sayang... Kamu mainan di kelas aja ya... agar gak Dikanya gak marah... " ucap ibu- ibu ber baju coklat... Dia adalah orang tua Dika.
Rara pun berdiri dan dia tidak menangis... Rara mencoba kuat di hadapan semuanya... Padahal dari lubuk hatinya ia ingin sekali menangis ... Tapi ia tahan sekuat mungkin... lagian disini tidak ada yang akan membelanya.
Rara berjalan memasuki kelasnya.. Ia duduk di kursi kecilnya.
Sambil berkeliling dia mengamati tulisan muridnya..
Sesampainya di meja Rara ... Bu guru berhenti lantas mengamati tulisan Rara...
Tulisanya bagus dan rapi... Cara memegang pensilnya pun Rara terlihat sudah terbiasa... Padahal ini adalah hari pertama Rara sekolah. Dan hari pertama baginya menulis.
Buguru yang dari tadi memperhatikan Rara akhirnya mnyuruh Rara berdiri sambil meminta hasil kerjanya. Bu guru pun menyanjung Rara karena Rara berbakat.
Rara kemudian di ijinkan pulang pertama.
Dengan perasaan senang Rara pulang menuju rumahnya yang berjarak 200 meter dari sekolahnya... Jarak yang lumayan untuk kaki kecil.
Dengan sangat senang dia memperlihatkan hasilnya kepada mamaknya... Tia yang baru saja mau menidurkan Jaya dan Lina pun marah... Dia menyuruh Rara diam dan jangan berisik karena adiknya baru mau tidur.
Rara terkejut mendapat kenyataan pahit... Tapi ia juga masih memaklumi nya ... Dan perasaan kecewanya ia buang... Kini ia mengganti baju nya...
__ADS_1
Semenjak Rara memiliki adik lagi kini Rara tidur di kamar terpisah bersama Yani.
Rara membuka lagi buku- bukunya ... Ia mulai menggambar...
Itulah aktifitasnya sambil menantikan kakaknya pulang sekolah. Rara sangat menyayangi kakaknya itu... walaupun Yani telah menyakitinya berkali- kali.
yang ditunggu akhirnya pulang sambil menghamburkan sepatu dan tasnya... Yani memerintah Rara untuk mengambilkan air minum... Rara pun mematuhinya... Tidak ada alasan utuk menolak kakaknya itu.
Kakaknya... Tumbuh menjadi pribadi yang tempramen... Dan Rara sangat takut... Dia tidak mau kakaknya marah gara- gara dia. Apalagi mamaknya sedang istirahat...
bisa- bisa dia dimarah lagi sama mamaknya.
Waktu terus bergulir... Dan suatu ketika ada acara imunisasi di sekolah Rara... Semua orang tua atau wali murid wajib mendampingi anaknya...
Mata Rara masih mencari ke kanan dan ke kiri... Dia mencari keberadaan mamaknya... Tubuhnya mulai gelisah matanya mulai berembun ketika yang di cari tidak juga kunjung datang.
Sebagian bahkan sudah di imunisasi... Dan sudah pulang... Rara sembunyi di samping kelas... Dia masih menunggu kehadiran mamaknya. Akhirnya mamak yang ditunggu Rara pun datang dengan menggandeng Jaya.
"Mak ! Mak ! Rara disini...." ucap Rara memanggil mamaknya yang baru datang... Rara sangat senang dan mengajak adiknya bermain perosotan.... Ya.... Baru kali ini Tia hadir di sekolah Rara...
Tia pun mengobrol pada wali murid yang lain...
"lho mak adik Lina sama siapa? " Tanya Rara pada mamaknya...
"sama mbakmu .... Mbak Yani baru pulang jadi mamak baru datang" Tia menjelaskan Pada Rara.
Akhirnya nama Rara di panggil... Untuk imunisasi...
"Nanti jangan nangis kalau disuntik y... ! malu sama adiknya. " Perintah Tia pada Rara...
Dan saat jarum suntik mengenai lengan kecil Rara... Rara menahan agar dia tidak menagis... Padahal itu sakit sekali ia rasa kan.
Buguru ... Memuji Rara yang tidak menagis...
"Buk Tia..... Rara ini anak pintar... Tulisanya paling bagus .... Dan dari semuanya hanya dia yang tidak menangis saat di suntik... " ucap buguru merasa bangga terhadap Rara.
"oh iya bu... Guru... Dia selalu di ajari oleh kakaknya di rumah.... Maaf... Saya tidak bisa terlalu lama karena ad bayi saya di rumah."
"iya buk Tia... Raranya sudah boleh pulang dan itu ada telur sama susu buat Rara. "
__ADS_1
"terima lasih buguru.... Saya pamit dulu." ucap tia sambil belalu dan mengajak Rara dan Jaya pulang.
Setibanya di rumah... Tia... Membagi telur dan susu milik Rara buat Yani dan Jaya... 1butir susu dibagi menjadi 3 bagian ... Tentu saja bagian Rara yang paling kecil... Susu kotak yang isinya hanya 1 gelas itupun ia bagi.... Lagi lagi bagian Rara lah yang paling sedikit.