Rebirth: Kurebut Hati Suamiku Kembali

Rebirth: Kurebut Hati Suamiku Kembali
In Fact, They Are Already In Trouble


__ADS_3

Mengingat apa yang Roro katakan di masa depan, Zeva hendak membahasnya saat duduk berhadapan dengan sang Ayah malam ini.


Kediaman Mr. Norwich cukup sepi, sebab hanya Julian saja yang tinggal di sini. Anak itu juga jarang pulang, lebih suka keluyuran.


"Clint agaknya masih di kantor." Mr. Norwich membuka obrolan saat kembali ke meja makan. Bastian sejak tadi menggenggam tangan Zeva, seakan dia tak ingin Zeva yang ini hilang dan berubah kalau dia lepaskan.


Pria itu hanya tersenyum untuk memaklumi. "Saya tau kesibukan Clint, Ayah ... kalau tidak keberatan, saya sudah lapar."


Mr. Norwich langsung ngeh, dan tertawa hangat. "Astaga-astaga ... harusnya Ayah peka. Ayo, Betty, siapkan menu khusus untuk Bastian, ya!"


Pria tua itu sibuk sendiri dan heboh, memanggil pelayan rumah yang jumlahnya puluhan. Hingga Zeva tak tega dibuatnya, tetapi Bastian hari ini tampaknya senang akan sikapnya yang berbeda. Jadi dia biarkan saja, pria itu menggenggam tangannya.


"Saya makan semua makanan manusia, Ayah ... jangan repot." Bastian memang pria yang baik. Dia menghormati Mr. Norwich sepenuh hati. Tak ada alasan bagi Bastian tidak menaruh hormat, sebab pria itu bijaksana dan adil.


"Pasangan yang sedang promil wajib makan makanan yang sehat. Ini untuk kalian berdua!" Mr. Norwich menunjuk Bastian dan Zeva dengan telunjuk nya. Ekspresi nya jenaka.


Bastian dan Zeva hanya bisa menahan senyum malu.


"Oh, ya ...." Mr. Norwich seakan ingat sesuatu. "jangan terbebani dengan jenis kelamin, karena bagi Ayah yang terpenting adalah pewaris. Laki perempuan sama saja. Dan Ayah yakin, dengan jenis bibit seunggul kalian, pria wanita pasti sama hebatnya."


Dipuji demikian membuat Bastian makin salah tingkah hingga kegerahan.


"Ayah yakin?" Zeva menggoda ayahnya. "Sebaiknya kita bahas dulu dengan Clint dan Soraya. Aku tidak mau mereka merasa tersalip."


Kedua tangan Mr. Norwich terbuka, wajahnya berekspresi seolah tak ada yang salah dengan tindakannya.


"Apa yang belum Ayah tawarkan pada Soraya? Harta Ayah apa belum mampu membuatnya silau?" Mr. Norwich menyombong. Dia hanya belum sekaya Elon Musk saja. Tampan bahkan sudah melampaui bilioner itu kan?


Zeva tersenyum. "Mungkin Soraya ingin jadi direktur di salah satu perusahaan Ayah."

__ADS_1


Zeva tidak tahu, tapi Clint korupsi pasti uangnya untuk Soraya, kan?


"Sudah ... bahkan pertama kali Ayah tawarkan adalah mau perusahaan yang mana? Ayah bisa langsung ubah semuanya menjadi milik Soraya. Tapi wanita itu tidak mau, ya sudah ... Ayah tawarkan pada yang mau-mau saja."


"Ayah bercanda!" Zeva menutup mulutnya yang sudah tertawa lebar. Pelayan masuk, membawa hidangan yang sungguh penuh gizi. Sebagian besar sepertinya khusus agar mereka melahirkan anak lelaki.


"Astaga ... bisa tidak kalian membuat menu yang beragam? Ini apa-apaan?!" Mr. Norwich kesal. Ia menatap menu di meja makan dan pelayan bergantian.


"Maaf, Tuan ... tapi kata—"


"Sudah-sudah!" Mr. Norwich gelagapan, lalu mengerling pelayan yang tampak tertekan mendengar ucapan majikannya. "Lain kali masak yang benar. Yang beragam, biar anak mantu saya puas. Masa jamuan makan malam menunya seperti dari ahli gizi begini. Tidak menyenangkan sama sekali."


Bastian dan Zeva langsung paham, tetapi mereka hanya tertawa. Toh sudah ada janji kalau semua gender sama saja, jadi ya sudah. Ini—menurut Zeva, akan menjadi sesuatu yang berbeda. Mungkin dia tidak akan menjadi orang nomor satu di NC tapi pasti anaknya yang memimpin. Dia tidak ingin menggulingkan Clint, dan jika dia tidak punya waktu, maka anaknya yang akan mewujudkan cita-citanya.


"Mari kita mulai makan ... jangan pikirkan Clint!" Mr. Norwich memulai lebih dahulu, terlihat kedua anaknya saling pandang, jadi dia tahu ada sesuatu yang mengganggu mereka. Dan dia tidak mau dibahas lebih jauh sementara.


"Aku sudah bilang nggak mau kemari!" Aya menolak turun dari mobil. Wanita itu terus membentengi diri dengan menyilangkan tangan di dada. Matanya galak menatap Clint.


"Ayolah ... kau jangan begini!" Clint emosi. "Aya ... aku sudah melakukan banyak hal untukmu, dan aku hanya ingin kau hamil. Kalau kau takut bentuk tubuhmu berubah, nanti setelah melahirkan kau bisa operasi plastik semau kamu! Aku janji tidak akan membuat kamu kesakitan, Aya!"


"Kau tau hamil itu membuat wanita menjadi setengah gila. Kau tau hormon kehamilan bisa berdiam selamanya di tubuh wanita?" Aya trauma pada kehamilan sebab dia melihat ibunya begitu setelah lahir adiknya. Ibunya berubah menjadi tempramental yang semula—Aya pikir, ibunya adalah wanita lemah lembut. Ibunya berubah jadi monster mengerikan karena hamil.


"Aya ... nggak semua—"


"Tapi ada, dan aku nggak mau seperti itu!" Mata Aya melotot sebagai bentuk terakhir dari penolakannya.


Clint membuang napas lalu menjauhkan diri dari Aya. "Oke kalau kau tetap tidak mau, Aya ... tapi kamu jangan pernah berharap kita akan kaya selamanya, karena kita tidak punya pewaris yang akan melanjutkan usaha kita."


"Aku berusaha sendiri, Clint ... aku yang akan mengusahakan masa depanku sendiri, kalau kau takut miskin di hari tua!"

__ADS_1


Ia tetap turun akhirnya. Sambil menatap Clint, Aya berkata penuh peringatan. "Aku menghormati ayahmu, menghormati keluargamu, hanya aku tidak bisa mengikuti apa saja mau mereka. Tidak masalah hidupku kekurangan, tetapi aku tidak suka menggadaikan kebahagiaan dan kedamaian."


Clint rupanya tidak punya celah lagi untuk meminta Aya hamil. Sudah selesai perang nya sendiri. Dia harus menyerah pada kekhawatirannya : Zeva akan mewarisi semuanya.


Aya memang kuat dalam berprinsip.


Wanita itu melenggang tenang masuk ke dalam rumah, membiarkan Clint mengekor tak berdaya di belakangnya.


"... jangan sampai kelemahan kita dimanfaatkan orang lain, Yah."


Aya dan Clint berhenti di posisi masing-masing, menguping.


"Kelemahan yang mana?" tanya Mr. Norwich. Nada keheranan tak bisa disembunyikan dari suara pria itu.


"Korupsi dan nepotisme," jawab Zeva tegas.


"Siapa memangnya yang berani begitu ke kita, Anya?"


"Akan selalu ada yang seperti itu di perusahaan, Yah ... aku wajib mengingatkan agar kita tetap bisa survive. Jadi selain itu pula, aku ingin meminjam beberapa karyawan Ayah selama kami berlibur."


"Oh ... akan Ayah siapkan apa yang kamu mau, Anya! Besok pagi, Ayah akan kirim beberapa termasuk Ana. Dan kenapa Ayah harus berhenti percaya pada laporan? Itu kan sudah mewakili apa yang terjadi di perusahaan?"


"Karena apa yang kita dapat belum tentu sesuai dengan kenyataan. Ayah wajib sidak dan berhenti mendengar perkataan orang yang Ayah percayai!"


Clint berkeringat dingin. Tentu dia pernah ada salah. Dan memang untuk beberapa hal, dia memakai uang perusahaan. Termasuk dia sengaja mengalirkan dana ke rekening Aya, agar dia bisa menimbun harta lebih cepat. Ya ampun, Aya tidak mau hamil, yang artinya kekayaannya bisa berhenti mengalir kapan saja. Dia tidak mau miskin.


"Clint!" Aya menoleh dan menatap tajam Clint. Aya sudah bilang tidak mau terlibat, tapi Clint memaksa.


"Aku hanya berjaga-jaga!" kilah Clint gelagapan.

__ADS_1


__ADS_2