Rebirth: Kurebut Hati Suamiku Kembali

Rebirth: Kurebut Hati Suamiku Kembali
Petir Yang Menyambar


__ADS_3

"Kita berada di titik paling rendah dengan HK Holding hengkang dari kita, Pa." Clint bicara berdasarkan grafik yang ada, dia tidak bicara omong kosong saat menghadapi Tuan George Norwich—papanya. Ambisinya kembali memimpin NC, yang dia lakukan juga untuk kebaikan NC. Meski dengan begitu, dia harus menggulingkan Zeva.


Ego lelakinya tak terima ketika Zeva mengambil semua penghormatan yang sedikit banyak, dia ikut andil. Zeva sudah sukses dengan tiga usahanya sendiri, jadi tidak apa-apa dia didepak dari NC lalu kembali ke kantornya sendiri, dengan tangan menggenggam koneksi luar biasa berkat menjadi pemimpin NC.


"Kita harus mengadakan rapat darurat, Pa ... aku yakin petinggi lain setuju dengan usulanku." Clint mendesak, Papanya sedang ragu, jadi untuk masuk dan menggoyahkan pendirian George Norwich pasti sangat mudah.


Tuan George sendiri sudah punya pertimbangan sejak berada di Amerika, tapi tidak tahu keadaan sebenarnya segenting ini.


"Kita tunggu Anya ... dia pasti punya pembelaan atas semua kesalahan yang dilakukannya."


Clint sudah membuka mulut, namun dia takut terlihat tidak sabar jadi dia segera menahan diri dan duduk kembali dengan tenang.


"Anya sedang mengusahakan agar HK kembali ke kita, tapi Papa tau kan, Kenan punya prinsip : bisnis adalah bisnis, tak ada keluarga dalam dunia bisnis, semua bisa jadi rekan dan lawan dalam satu detik." Clint mencoba untuk tidak tersenyum. "Dan kita tahu Anya hanya membuang tenaga."


Tuan George mendesah berat. Sayangnya ucapan Clint itu benar. Anya pasti salah melangkah akhir-akhir ini. Dia sendiri heran kenapa itu bisa terjadi.


"Kita ke ruang rapat! Panggil semua yang bisa hadir, dan yang berhalangan pastikan berada di video conference." Tuan George berdiri, kemudian melangkah tenang ke ruang rapat. Dia harus ambil tindakan untuk menyelamatkan usaha yang dirintisnya bersama sang ayah puluhan tahun lamanya.


NC adalah harga mati bagi Tuan George Norwich.

__ADS_1


Dan ....


Zeva tidak perlu petir untuk membuatnya tersambar dan hancur. Meski dia tampak tenang, tapi air muka wanita itu tak bisa berbohong. Hatinya telah hancur. Cintanya telah dikhianati, dan kini harus menghadapi meja oval dengan belasan orang menatapnya penuh benci.


Dia bahkan harus menopang tubuhnya ke tembok gedung saat naik kemari. Kakinya sudah lemas, tenaganya hilang entah kemana, rasanya dunianya telah kiamat.


Berulang kali dia menghubungi Bastian, tetapi nomornya tidak aktif. Bastian harus tahu kalau mereka berdua sedang ditipu habis-habisan. Tapi sungguh, Bastian pasti sekarang percaya dengan semua ucapan Roro.


"Bu Zeva ... bisa anda jelaskan bagaimana anda bisa seceroboh itu saat bekerja sama dengan HK?"


Dia hanya menatap pria yang bersuara dengan tatapan kosong. Kepalanya hanya diisi oleh Bastian dan Roro kemarin malam. Setelah semua yang mereka bertiga lewati, setelah semua kepercayaan yang dia beri, setelah Zeva meletakkan setengah hidupnya pada masing-masing orang itu, dan mereka menikam dari belakang begitu sadisnya.


"Bu Zeva ... anda sadar sudah menjatuhkan NC ke titik paling rendah sejak 20 tahun terakhir? NC diujung tanduk, Bu! Bahkan Rome Industries sudah berhasil menyalip kita meski usianya baru genap 6 tahun. Kita sudah puluhan dekade, Bu!"


"Maaf ...!"


Apa?


Semua peserta rapat mendadak bingung. Zeva yang tegas dan tak kenal kata maaf itu minta maaf? Kenapa Zeva ini?

__ADS_1


Clint bahkan sampai ternganga, Tuan George terlihat kecewa. Zeva-nya tidak pernah dia didik lembek dan cengeng seperti ini. Dia menjadikan Zeva gadis manisnya yang memegang tameng besi. Berada di garda depan dan berani menantang musuh.


"Kita sepakat untuk menurunkan anda dari jabatan anda sekarang, Bu ... akan lebih baik jika anda menenangkan diri lebih dulu."


Air mata Zeva turun tanpa tahu malu. Dia serapuh itu hanya karena dihianati. Sebenarnya dia ingin kembali, tetapi dia tahu setinggi dan seterjal apa jalan yang harus dia daki. Sungguh dia ingin berhenti.


Jadi dia hanya membungkuk formal lalu mundur dan meninggalkan ruang rapat ini.


Dia tak menyela air mata hingga ke ruangannya. Dan disana ponselnya berdering.


Zeva menjawabnya begitu saja.


"Halo ...."


"Aku sedang mengurus perpisahan kita melalui pengacara, Zeva ... aku kirim ke rumah dua hari lagi."


"Bas ... aku ingin ketemu kamu ...."


"Kita hanya bertengkar kalau bertemu, Zeva ... dan aku tidak ingin minta maaf atas apa yang aku lakukan dengan Roro. Aku tahu aku tidak sepantasnya begitu, tapi karena kamu, aku begitu."

__ADS_1


Zeva menahan isaknya, walau sangat susah. Sudah pasti Bastian mendengarnya. Dia ingin di hibur dan ditenangkan, bukan makin dipersalahkan begini. Sebenarnya, disini yang benar siapa?


__ADS_2