Reincarnation Of The Cultivator World

Reincarnation Of The Cultivator World
Kematianku


__ADS_3

>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<


>>Di dalam hutan<<


Srekk~~ Tap~ Tap~ ( suara langkah kaki )


"Hah.. Hah.. Hah.. Kenapa aku bisa terjebak dalam situasi seperti ini.." ucapku sambil terus berlari menjauh dari mereka yang mengejarku dari belakang.


"Terus kejar dia jangan biarkan dia lolos.. Bunuh dia jangan biarkan dia membocorkan rahasia kita.." teriak seorang pria yang berlari paling belakang dengan nada marah.


"Hehehe.. Kau tidak akan bisa lari" pria 2


"Betul.. Sebaiknya kau menyerah" pria 3 sambil terus mengejar dia


**Flashback** (3 jam sebelumnya)


"Hahh.. Capek juga ya hidup di pedesaan seperti ini" gumamku.


"Toni.. Sudah dulu kerjanya mari kita pulang hari sudah hampir malam" teriak seorang wanita di sebuah pondok kecil.


"Iya.. Bu aku kesana" jawabku pada dia yap dia adalah ibu ku.


Perkenalkan namaku adalah Toni aku berumur 20,aku tinggal di sebuah desa di kota bandung disini aku hidup dengan kedua orang tua ku dan membantu mereka dalam usaha bertani atau bisa di sebut aku menjadi petani.


Aku menjadi petani bukan tanpa alasan tapi itu karena aku tidak melanjutkan sekolah ku karna kekurang uang,yah kalian tau sendiri kehidupan di desa itu gampang-gampang susah.


Aku adalah tipe orang yang ramah,pendiam,baik hati,dan tentu aja biasa saja.kerena sifatku aku mudah akrab dengan siapapun tapi aku juga orang yang level kewaspadaannya terbilang tinggi jadi ketika ada cewek yang mendekatiku aku langsung menolak dan berkata untuk menjadi teman saja dari pada berpacaran.


Itu adalah bagian luarku yang orang ketahui tapi dalam diriku aku merasa sakit menolak cewek itu karena sebenarnya aku juga ingin berpacaran tapi hatiku sangat takut di sakiti sampai-sampai aku membayangkanya terlalu jauh mungkin ini adalah efek dari aku terlalu sering menonton anime atau drama tipe romance yang selalu ditinggal karna miskin,selingkuh karena tidak dapat membahagiakannya dan ditikung saudara atau temen sendiri pasti rasanya sakit,itulah yang aku bayangkan.


>kembali kecerita awal<


"Bu aku akan keliling hutan sebelum pulang" ucapku.


"Hmm.. Baiklah tapi jangan pulang terlalu malam nanti masakannya dingin" jawab ibuku.


"Em.. Baiklah aku pergi dulu bu" ucapku sambil tersenyum kepada ibu.


"Iya.. Hati-hati" ucap ibu.


Sudah hampir setengah jam aku berjalan didalam hutan,ketika dihutan aku tidak lupa mencari jamur untuk di bawa pulang karena aku sangat menyukai jamur.


"Hmm.. Banyak juga jamur yang ku dapat baiklah waktunya pulang" ucapku.


Tapi langkah ku terhenti ketika aku mendengar dan mencium bau amis dari dalam pabrik yang ada di depan tidak jauh dari tempatku berdiri.


"Kenapa aku mendengar suara didalam pabrik itu.. Bukankah disana tidak ada kosong.. Dan aku mencium bau darah disana" ucapku.


"Kita cek dulu" sambungku.


Toni mendekat dengan mengendap-ngendap pelan agar nanti misal ada orang dia bisa langsung kabur kalau orang itu jahat.


"Sebaiknya aku intip di bagian jendela saja" ucapku begitu tapi ketika aku melihat kedalam aku dikejutkan dengan 10 orang dengan memakai rompi anti peluru.


"I-ini.. Apa yang.. Ahh sudahlah kita dengarkan dulu pembicaraan mereka" gumamku.


"Bagaimana persiapan senjata kapan akan datang" pria 1


"Besok pagi bos" jawab pria dua.


"Hahahah.. Bagus sebentar lagi kita akan membuat desa ini sebagai markas dan warganya kita akan jadikan sandera" ucap pria 1 atau bos mereka.

__ADS_1


"Jehehe.. Itu akan sangat bagus bos.. Dan nanti rencana kita untuk mengedarkan narkoba akan lebih gampang" pria 3 bicara.


"Hehehe.. Tentu saja.. Dan juga aku tidak pernah gagal dalam rencana ku" bosnya menjawab.


Disisi lain toni yang mendengar percakapan mereka merasa kesal karena desa tempat kelahirannya akan digunakan sebagai lahan kotor mereka.


"Egh.. Sial jadi mereka adalah bandar narkoba dan lagi mereka menargetkan desaku sebagai markas mereka.. Cih sial aku harus apa aku gak bawa handphone" gumamku kesal.


Disaat toni kesal dan memikirkan beberapa cara agar desanya selamat dia tidak sengaja melihat di sudut ruangan ada benda berbentuk bulat berwarna hijau.


"Tunggu bukankah itu bom.. Hehehe aku memiliki ide yang cukup gila untuk di coba" ucapku.


Toni bisa melawan mereka semua kalau lawannya menggunakan tangan kosong tapi mereka membawa pisau jadi dia tidak berani walau begitu dia tidak gemetar untuk melawan mereka karena mental dia sudah diasah oleh kakeknya saat dia masih kecil,kenapa bisa seperti itu karena kakeknya melatih dia dengan pelatihan neraka dan kakeknya ingin toni memiliki sikap dingin pada musuh hangat pada keluarga.


>kembali pada toni<


Toni sekarang kembali kedalam hutan untuk menyiapkan segalanya.


"Baiklah.. Mari kita mulai membuat jebakannya.. Maaf bu anakmu ini sepertinya tidak akan selamat" ucapku.


Setelah menggali selama 30 menit Toni berhasil membuat lubang yang lumayan besar dan dalam 6 meter.


"Hah.. Entah kenapa dalam waktu singkat aku berhasil menggali lubang ini" ucapku sambil ngusap keringatku.


"Baiklah mari kita tutupi dulu lubangnya" sambungku.


Toni mencari daun-daun lebat untuk menutupi lubang itu setelah selesai diapun kembali ke pabrik itu untuk memancing mereka sambil mengambil bom mereka.


"Baiklah waktunya rencana kedua" ucapku.


Toni mengendap-ngendap keujung pintu di sampingnya untuk mengambil bom itu


"Baik.. Bom sudah di dapat.. Waktunya bersiap menarik mereka semua" ucapku sambil memasukan bom itu ke dalam saku celana.


"Boss.. Ada yang mendengar percakapan kita" teriak pria 3.


"Apa.. Mana dia ayo kita tangkap jangan biarkan dia lolos.." teriak boss itu.


Toni mendengar itu tersenyum dan mulai berlari tapi tidak dengan kecepatan maksimal dia karena agar mereka terus mengejar dia.


**Flashback** (selesai)


"Hah.. Hah.. Hah.. Sedikit lagi sampai" ucapku.


Toni berlari mulai melambat dan menunjukan ekspresi lelah.


"Hahahah.. Bocah apa kau sudah capek maka menyerahlah" ucap boss itu melihat toni kecapean.


Kesepuluh orang itu terus mengejar toni,dan akhirnya toni sudah sampai didepan jebakannya.para penjahat itu melihat toni melambat mereka langsung menambah kecepatan tapi mereka tidak sadar kalau ada jebakan didepan.


Setelah mereka mendekat toni mulai melompat kedepan,mereka semua heran kenapa toni melompat mereka tidak curiga kalau di depan ada jebakan jadi mereka terus berlari dan akhirnya.


Krekk~ Dbugh


"Hah.. Hah.. Akhirnya mereka terjatuh juga" ucapku melihat mereka.


Tapi dia tidak menyangka bahwa boss mereka sempat melompat tapi tidak sampai dan menarik kakinya dan jatuh bersama kedalam lubang.


"Ahh.."


Dbugh

__ADS_1


"Egh.. Punggung ku sakit sekali" gumamku.


"Hahaha.. Kau sudah ketangkap bocah kecil" ucap mereka.


"Hah.. Sepertinya aku harus ikut mati bersama mereka" gumamku.


"Ada apa bocah apa kau sudah siap untuk mati" ucap boss mereka.


"Yap.. Aku sudah siap mati.. Tentu dengan membawa kalian bersamaku" jawabku sambil tersenyum dan menarik kunci bom itu kedepan mereka.


"Sialan kau bocah.." teriak mereka.


"Selamat tinggal ibu" ucapku.


Tinng Duarr


"Hmm.. Sepertinya beneran mati untung aku sudah bersiap.. Hah maafkan aku ya bu.. Aku harus mendahului ibu" gumamku.


>Dirumah Toni<


"Anak itu kenapa belum pulang" gerutu ibu toni.


"Tenanglah bu mungkin dia sedang dijalan mau pulang" jawab ayah toni.


"Iya tapi ini sudah..."


Duarr~


Sebelum ibu toni menyelesaikan ucapannya mereka mendengar suara ledakan dari arah hutan tempat anaknya suka main.


"Itu suara ledakan.. Ayah cepat bawa pak RT kesana untuk mengecek anak kita" ucap ibu toni khawatir.


"Iya.. Baiklah ayah berangkat dulu" jawab ayah.


>Didalam hutan<


Setelah ayah toni serta pak rt dan warga kehutan untuk mengecek suara ledakan tersebut,mereka sampai di tempat kejadian.


"I-ini apa.. Yang sudah terjadi di sini.. Para warga berpencar untuk mencari apa yang terjadi disini" ucap pak rt setelah melihat lubang penuh darah dan jasad manusia.


Setelah 5 menit mencari salah satu warga berteriak.


"Pak RT para warga.. Kalian semua kesini" teriaknya.


"Ada apa.. Kenapa teriak" ucap pak rt


"Ini.." dia menunjuk tanah di depannya otomatis semuanya melihat sebuah tulisan di atas tanah.


Mereka terkejut setelah melihat dan membacanya.


"I-ini tidak mungkin.. Anakku sudah tidak mungkin" ucap ayah toni.


"Tenang pak kita akan pastikan besok setelah polisi memeriksa ini" ucap pak rt menenangkan ayahnya toni.


"Baik lah mari kita pulang dulu untuk melapor kepada polisi" sambung pak rt.


"Baiklah.." jawab ayah toni.


*isi pesan*


Ayah ibu jika kalian mendengar suara ledakan itu berarti di sebabkan oleh aku, aku melakukan itu karena ada beberapa orang yang berniat menyandera kalian semua dan desa akan di jadikan sebagai markas narkoba, aku tidak bisa membiarkan itu terjadi karena kalau aku pulang dan melapor maka akan telat karena senjata mereka akan sampai di pagi hari,jadi aku mengambil inisiatip untuk bertindak,dan mungkin aku akan bunuh diri bersama mereka agar kalian selamat, dan maaf kalau toni pergi mendahului kalian

__ADS_1


Salam Toni :)


Note : Stay terus ya


__ADS_2