Reincarnation Of The Cultivator World

Reincarnation Of The Cultivator World
Mendapat Adik


__ADS_3

>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<


"Hoamm.. Lumayan juga semalam tidur nyenyak" ucap shushan.


~Pagi tuan~ sapa syla.


"Pagi.. Loh kok diganti kata panggilannya" tanya shushan.


~Ehehehe.. Itu Karena terlalu membosankan untuk selalu memanggil master~ ucap syla.


"Hee.. Ya terserah syla yang imut aja deh" ucap shushan sambil tersenyum.


~Ehehe.. Tuan bisa aja~ balas syla senang habis dipuji oleh tuannya.


"Oh.. Aku lupa teknik mereka berdua.. Nee syla bisa kau buatkan masing-masing satu" pinta shushan.


~Emm.. Bisa sih tapi apa imbalannya~ tanya syla.


"Gehh.. Kenapa harus bayar coba" kesal shushan.


~Ehhh.. Yasudah gak bakal syla buatin.. Hefh~ ucap syla ngambek.


"Waduh.. Jangan gitu dong.. Gimana kalo gini kamu bebas mau beli apa saja" ucap shushan.


~Beneran~ tanya syla.


"Iya.. Beneran.. Tapi buatin dulu tekniknya" ucap shushan.


~Oke.. Itu mah gampang~ ucap syla senang.


~Membuat Dan Menggabungkan Teknik.. Proses Dimulai.. 10%.. 40%.. 70%.. 90%.. 100%..~


~Pembuatan Selesai.. Teknik Langsung Masuk Ke Dalam Storage~


"Cepatnya" kaget shushan.


~Ehehe.. Gimana kagum kan dengan kehebatan syla~ ucap syla minta dipuji.


"Iya.. Iya.. Syla ku memang selalu hebat" puji shushan sambil tersenyum.


~Hehehehe~ syla tersenyum gembira.


"Nee.. Syla bisa kau tunjukan status mereka berdua" tanya shushan.


~Bisa tuan.. Sebentar~ ucap syla.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


>>~Status~<<


Nama : Ming Yu


Tingkatan : Fondasi Tahap Puncak


Umur : 5 Tahun


Elemen : Api, Angin


Teknik :


- Kultivasi : Pemurnian Api Dan Angin


- Serangan :


- Gerakan :


- Pertahanan :


Bakat : Tingkat Menengah Merah


Energi :


- Qi :


Darah : Pheonix Api Biru


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


>>~Status~<<


Nama : Ming Xi


Tingkatan : Fondasi Tahap 8


Umur : 5 tahun


Elemen : Es


Teknik :


- Kultivasi : Es Abadi


- Serangan :


- Gerakan :


- Pertahanan :


Bakat : Tingkat Menengah Merah


Energi :


- Qi :

__ADS_1


Darah : Pheonix Es


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Wah.. Mereka memiliki darah yang bagus.. Eh tunggu kenapa kau bisa tau syla.. Bukan kah darah mereka belum bangkit" tanya shushan.


~Tuan bodoh.. Kan syla bisa memindai apa saja.. Juga syla kan hebat~ ucap syla sombong.


"Yee.. Jangan marah dong.. Kan tadi cuma nanya" ucap shushan.


~Iya Iya~ bales syla.


Tok.. Tok.. Tok..


"Siapa" tanya shushan.


"Saya pelayan pangeran.. Saya kesini di suruh permaisuri untuk memangil pangeran.. Agar pangeran segera keruang makan" ucap pelayan itu.


"Oh.. Baiklah aku akan kesana" ucap shushan.


>Diruang Makan<


"Pangeran shushan memasuki ruangan" ucap pelayan yang didepan pintu.


"Maaf telah menunggu" ucap shushan.


"Kau ini lama sekali.. Liat mereka berdua sudah sangat kelaparan" tegur ibu sambil menunjuk kepada mingyu dan mingxi.


"Ehehe.. Maaf bu dan kalian berdua maaf nanti aku kasih hadiah deh" ucap shushan karena melihat mereka marah.


"Ahahaha.. Keponakanku bisa saja membujuknya.. Sudah kalian berdua maafkan saja" ucap bibi longxi.


"Hufh.. Baiklah" ucap mingxi.


"Emm" ming yu hanya menggangguk.


"Ahaha.. Makasih" ucap shushan sambil tersenyum.


"Nee.. Adik apa kakak juga gak di kasih" ucap mereka bertiga.


"Enggak.. Ini hanya untuk mereka" bales shushan sambil terus makan.


"Ehhh" keluh mereka bertiga.


"Ahahaha" para orang tua hanya tertawa melihat kelakuan anak mereka.


Sedangkan mingyu dan mingxi menunduk dengan muka merah karena malu setelah mendengar ucapan shushan.


Sarapan pagi itu pun penuh dengan candaan dan tak terasa makanan mereka sudah habis, mereka mulai kembali melakukan kegiatan mereka masing-masing dan untuk paman serta bibi mereka menikmati hari terakhir sebelum pulang.


Shushan serta dua gadis kembali berjalan kearah danau karena daerah itu sangat sepi dan tempatnya enak untuk di pakai mengobrol.


"Nee.. Shushan.. Apakah teknik kami sudah selesai" tanya mingxi.


"Itu.. Tidak apa.. Malahan kami sangat senang" ucap mingyu menyusul duduk di samping shushan.


"Ya.. Bener kata mingyu" ucap mingxi sambil duduk.


Posisi shushan sekarang berada ditengah mereka berdua, tapi shushan tidak mempermasalahkan itu dan dia hanya acuh saja.


"Emm.. Baiklah sebelum itu aku ingin tanya" ucap shushan.


"Tanya apa" jawab minxi.


"Apakah kalian memiliki adik" tanya shushan.


"Aku tidak punya" jawab mingxi.


"Aku punya" jawab mingyu.


"Ehh.. Mingyu punya.. Umurnya berapa" tanya shushan.


"Kalo adik mingyu mungkin baru satu bulan" sahut mingxi.


"Emm.. Itu benar" ucap mingyu.


"He.. Aku sangat ingin punya adik.. Tapi kata ibu ini saja sudah cukup.. Jadi gimana kalo gini apa kalian bisa jadi adikku" ucap shushan.


"Eh.. Bukankah kita seumuran" ucap mingxi.


"Iya" sahut mingyu.


"Gak mau kah" ucap shushan dengan wajah sedih.


"Ehh.. Bukan gak mau tapi.. Ahk ya sudah kami mau benerkan mingyu" ucap mingxi.


"Emm" mingyu hanya mengangguk.


"Nah gitu.. Nih tekniknya" ucap shushan sambil muncul sebuah ruang di depan nya.


"Eh.. Kau bisa elemen ruang" kaget mereka berdua.


"Emm.. Tolong rahasiakan ya adik ku yang manis" ucap shushan sambil tersenyum.


"Emm" muka mereka langsung merah mendengar ucapan shushan.


"Ni.. Untuk kalian.. Teknik pedang Tarian Pheonix.. Untuk mingyu yang elemen es dan untuk mingxi yang elemen api" ucap shushan.


"Wa.. Makasih.. Tapi kenapa gege bisa tau elemen milik kami" tanya mereka.


"Hohoho.. Mataku ini istimewa lo" ucap shushan.


"Emm.. Tapi sama saja cuman beda warna saja kan" ucap mingxi.

__ADS_1


"Kau akan tau ketika nanti gege membangkitkan darah" ucap shushan.


"Ohh" ucap mereka berdua.


"Oh.. Iya untuk teknik mingyu itu hampir sama dengan milik kaka shuyi tapi.. Kalo milik kaka karakteristik nya halus, ganas, dan mematikan" ucap shushan.


"Kalo untuk mingyu karakteristik nya lembut, halus, dan dingin" sambung shushan.


"Emm.. Aku mengerti" ucap mingyu.


Setelah memberikan mereka berdua teknik, mereka mulai mengobrol tentang mereka mau masuk sekte apa dan hal-hal lain.


Hari sudah menunjukan pada waktu sore, mereka hendak kembali untuk bersiap makan malam.


(Nee.. Syla apakah di shop ada cincin yang seperti milik kaka) tanya shushan dalam batin.


~Ada Ko.. Apa tuan mau~ tanya syla.


(Belikan aku dua buah) batin shushan.


~Oke Barangnya Sudah Ada Di Storage~ ucap syla.


"Kalian berdua kemari" panggil shushan.


"Ada apa gege" ucap mereka.


"Bukan kah tadi pagi gege bilang akan memberi kalian hadiah" ucap shushan.


"Emm.. Apa gege akan memberikannya sekarang" ucap mingxi senang.


"Ya.. Ini untuk kalian berdua" ucap shushan sambil memberi mereka Cincin.


"Wahh.. Cincin apa ini indah sekali" ucap mingyu.


"Kalian teteskan darah kalian ke cincin itu" ucap shushan.


"Baik" jawab mereka berdua.


Sring...


Muncuk cahaya terang setelah darah mereka mengenai cincin itu.


"Wahh.. Terang sekali" ucap mereka berdua.


"Ini cincin apa shushan gege" tanya mereka.


"Itu adalah sebuah artefak.. Tapi kalian harus menyembunyikan nya mau itu dari ayah, ibu atau orang lain agar kalian tetap aman.. Kalian mengerti" ucap shushan.


"Kami mengerti tapi bukan kah mereka akan bertanya kami dapat cincin dari mana" ucap mingxi.


"Kalian.. Tenang saja bilang saja kalo itu cincin spiritual biasa pemberian gege oke" ucap shushan.


"Emm" balas mereka berdua.


"Baiklah mari kita kembali.. Kita harus bersiap untuk makan malam" ucap shushan.


"Emm.. Gege" ucap mereka.


"Iya" jawab shushan.


Cup.. Cup..


"Kami duluan gege" ucap mereka berlari dengan wajah memerah.


"Dasar mereka itu.. Tapi lumayan dapet bonus" gumam shushan.


~Cie.. Yang baru di cium~ ketus syla.


"Ehh.. Kenapa syla marah" tanya shushan.


~Hefh.. Gak tau ah dasar tuan bodoh~ ucap syla marah.


"Eh.. Ada apa dengan sistem ku ini" heran shushan.


"Sudah ah pusing" ucap shushan sambil berjalan kembali ke kediamannya.


>Diruang Makan<


"Oh.. Sudah kumpul.. Tumben shushan sudah sampai" ucap ayah.


"Ehehe.. Shushan laper" bales shushan.


"Hahaha.. Kalo begitu kita mulai makan" ucap ayah.


Mereka mulai makan dengan di selingi oleh senda gurau, hingga tak terasa makanan mereka sudah habis masuk kedalam perut masing-masing.


"Oh.. Iya besok paman dan bibi akan pulang" ucap paman minghu.


"Ehh.. Kenapa buru-buru sekali paman" ucap kak shuyi.


"fufufu.. Bukan begitu tapi di sana lagi banyak kerjaan" ucap bibi longxi.


"Begitukah jadi kalian akan pulang" ucap shushan.


"Iya keponakanku" jawab bibi longxi.


"Kalo gitu nanti shushan akan main kesana.. Untuk melihat adik-adik shushan" ucap shushan.


"Hemm.. Anak ku siapa yang kau maksud adik" tanya ibu penasaran.


"Mereka berdua" tunjuk shushan.


"Ehhhhh" teriak kaget semua orang.

__ADS_1


__ADS_2