Reincarnation Of The Cultivator World

Reincarnation Of The Cultivator World
Dua Gadis


__ADS_3

>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<


Di depan kamar shushan lebih tepatnya di halaman, sekarang mereka sedang pesta dan makan bersama untuk menyambut kedatangan paman dan bibi shushan, mereka sampai lupa waktu karena keasyikan mengobrol.


"Aku tidak menyangka bahwa sekarang sudah larut.. Baiklah kita lanjut besok kalian istirahat dulu sekarang.. Pelayan antarkan mereka ke kediaman yang sudah di siapkan" titah ayah shushan.


"Baik yang mulia" jawab para pelayan.


"Baiklah saudaraku nanti kita lanjutkan ngobrolnya besok" ucap minghu.


"Ya kita akan lanjut besok" balas ayah shushan.


"Kalian bertigapun segeralah istirahat.. Agar kalian besok bisa keliling istana" ucap ibu shushan.


"Baik bibi" jawab mereka bertiga.


"Ibu aku masuk dulu kekamar.. Selamat malam kakak.. Dan kalian berdua selamat malam" pamit shushan sambil tersenyum.


"I-iya selamat malam shushan" jawab gugup mingyu.


"Selamat malam" sambung mingxi.


"Iya anakku yang imut selamat istirahat" ucap ibu.


Semua orang pun bubar ke tempat mereka masing-masing, hari makin larut malam dan mereka beristirahat dengan nyenyak dan nyaman.


Sedangkan di sebuah kamar seorang pemuda nampak belum beristirahat karena masih melamun dan sedang berpikir sesuatu.


>Dikamar Shushan<


Pria tersebut adalah tokoh utama kita yaitu shushan, dia nampak sedang mengotak-atik sistem yanga ia miliki.


"Nee.. Syla tolong putar Lottery sebanyak 20 kali" pinta shushan.


~Siap langsanakan master~ balas syla dengan nada suara anak kecil.


~Pemutaran Lottery dimulai...


~Selamat anda mendapatkan Telur Misterius..


.


~Selamat anda mendapatkan Skil God of Blacksmith..


.


~Selamat anda mendapatkan Hoodie Spesial..


....


...


.


~Selamat master semuanya telah selesai~ ucap syla.


"Hmm.. Tolong perlihatkan apa aja yang ku dapat" pinta shushan.


~Siap master~ jawab syla.


- Telus Misterius


- Skil God Of Blacksmith


- Hoodie Spesial


- Poin 500.000


- Teknik Menempa Jiwa


- Teknik Pedang Tarian Ikan Koi


- Teknik Jemari Penghancur


- Busur Elemen


"Hmm.. Dari 20 cuman dapet 8.. Tapi lumayan lah semuanya bagus-bagus" gumam shushan senang.


~Nee.. Master apakah master ingin mempelajari Teknik yang baru master dapat~ tanya syla.


"Hmm.. Boleh juga pelajari semua Teknik kecuali Teknik menempa jiwa.. Karena aku belum mencapai tingkat kaisar" ucap shushan.


~Sebenarnya master sudah bisa mulai menempa jiwa tanpa harus naik ke tingkat kaisar.. Karena master sudah memiliki tulang dewa naga jadi fisik master pasti bisa menahan kekuatan jiwa master~ jelas syla.


"Benarkah itu" tanya shushan.


~Yap itu benar~ jawab syla.


"Nee.. Kalo begitu jiwaku yang sekarang ada di tingkat berapa" tanya shushan.


~Sekarang jiwa master masih berada di tingkat hijau~ jawab syla.


"Anjay.. Lemah sekali" kaget shushan.


~Itu wajar bahkan kakak masterpun sama masih berada di tingkat hijau~ ucap syla dengan nada datar.


"Eheheh.. Iya kalo gitu pelajari semuanya" pinta shushan.


~Oke~


Seketika muncul tiga gulungan dengan tiga warna yaitu emas, ungu dan perak.


Shushan mengambil dan mulai membaca satu persatu Teknik yang melayang di depannya, setelah selesai membaca Teknik itu gulungan yang di pegang langsung hilang, yang menandakan bahwa Teknik hanya bisa di pelajari oleh satu orang saja.


Shushan butuh waktu cukup lama agar dia membaca semua teknik yang ia dapat, setelah selesai dia langsung berencana untuk langsung mempraktekkan salah satu Teknik yang ia dapat yaitu teknik menempa jiwa.

__ADS_1


"Hmm.. Dalam Teknik Menempa Jiwa ini katanya dibutuhkan lima buah Persik jiwa" gumam shushan.


"Nee.. Syla apakah di Shop ada Buah persik jiwa" tanya shushan.


~Ada master.. Apa master mau~ ucap syla.


"Ya tolong keluarkan 5 buah" jawab shushan.


~Oke.. Ini~ ucap syla.


Muncul buah persik dengan di sekelilingnya mengeluarkan aura hijau atau aura kehidupan yang pekat.


Shushan langsung memakan buah pertama dan langsung mempraktekan teknik menempa jiwa, sesaat terlihat sebuah palu berwarna emas muncul dan masuk kedalam tubuh shushan serta langsung memalu atau menempa jiwa milik shushan, itu dilakukan hingga lebih dari ratusan kali sampai buah persik jiwa habis di makan oleh shushan.


Selama proses shushan hanya merasakan panas dalam dirinya dan tidak merasa sakit itu karena efek buah persik jiwa yang mampu mengurangi rasa sakit sebanyak 50%.


Shushan terus melakukannya sampai dia tidak sadar bahwa hari sudah menjelang pagi, ketika cahaya Matahari menyorot kedalam kamar shushan, dia pun telah selesai menempa dan jiwanya pun kini naik ke tingkat merah.


Dengan jiwanya yang sekarang, orang lain yang melihatnya pasti akan merasakan sebuah kharisma yang keluar dari dalam tubuh shushan, mereka pasti akan meresa seperti bertemu seorang kaisar.


"Fiuhh.. Untung gak sesakit pas ganti tulang" ucap shushan.


~Ya iyalah gak sakit.. Itu semua berkat Buah persik jiwa~ ketus syla.


"Oh.. Jadi itu alasannya" ucap shushan.


"Syla tolong keluarkan telur yang di dapat kemarin" pinta shushan.


~Iya nih~


Muncul sebuah telur sama seperti yang pernah didapat oleh shushan, diapun langsung memberikan mananya sampai tersisa setengah dan terlihat telur akan mulai menetas.


Krekk~


Cipp~ Cipp~


Krekk~


Cipp~ Cipp~ Cipp~


Keluar seekor anak burung dengan bulu berwarna biru muda, anak burung itu mengeluarkan hawa dingin, shushan langsung mengambil anak burung itu.


Cipp~ Cipp~


"Hmm.. Akanku beri nama siapa ya" pikir shushan.


"Ah.. Baiklah sekarang namamu adalah Liang Xu.. Apakah kau menyukainya" tanya shushan.


Cipp~ Cipp~ Cipp~


"Ohoho.. Kau suka ya" ucap shushan senang.


"Syla buka Status Liang" pinta shushan.


~Nih~


>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<


Pemilik : Shu Shan


Elemen : Es mutlak


Tingkatan : Ketenangan Tahap 1


>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<


"Hmm.. Sama seperti Xio Bai" gumam shushan.


"Syla buka dimensi untuk best" pinta shushan.


~Ihh.. Masterkan tinggal memikirkannya aja untuk bisa masuk kesana.. Dan gak perlu minta syla bukain~ ucap syla kesal.


"Ahahaha.. Maaf lupa" ucap shushan.


Shushan mulai memikirkan untuk masuk kedalam dimensi best miliknya, dan wusss dia langsung pindah tempat, disini hanya ada hamparan rumput dan pohon besar sebagai intinya.


Shushan langsung menuju kearah pohon tempat dimana Shen long dan Xio bai tinggal.


"Hey.. Kalian berdua" sapa shushan.


Grough~ Miaw~


Kedua best itu langsung melompat kearah shushan dax mulai menjilati pipi shushan.


"Ahahaha.. Hei kalian berdua hentikan" ucap shushan geli.


Grough~ Miaw~


"Hah.. Aku kesini membawa keluarga baru.. Ini perkenalkan nama dia Liang Xu" ucap shushan.


Grough~ Miaw~


Cipp~Cipp~


Mereka berkenalan dan mereka sangat senang ketika saling bertemu.


"Baiklah aku akan kembali dulu kalian bertiga latihan di sini.. Agar kalian cepat bertambah kuat Oke" ucap shushan.


Grough~ Miaw~ Cipp~


Jawab mereka dengan posisi yang imut karena mereka belum bisa bertranformasi menjadi besar sesuka mereka.


"Ahahah kalian ini lucu sekali.. Oh iya syla tolong beri mereka bertiga sumber daya agar mereka cepat naik tingkat" pinta shushan.


~Ok master syla akan menyediakan sumber daya mereka~ balas syla.

__ADS_1


Shushan pu keluar dari dimensi itu dan langsung mandi setelah mandi dia langsung menuju ke arah ruang makan untuk sarapan.


>Diruang Makan<


"Hmm.. Mana anakku yang imut belum datang" tanya ibu shushan.


"Belum bu.. Mungkin sedang jalan kesini" jawab kak shuyi.


Krekk ( suara pintu )


"Maaf ibu shushan terlambat" ucap shushan.


"Iya langsung duduk liat saudarimu yang lain sudah lapar dari tadi" tegur ibu.


"Ehehe.. Maaf bu" ucap shushan.


"Oh.. Keponakanku nanti ajak anak bibi ini berkeliling oke" pinta bibi longxi.


"Oke.. Bibi tenang saja asal mereka mau aja" ucap shushan.


"A-aku mau kok" jawab mingyu gugup.


"Hmm siapa yang gak mau" ucap mingxi.


"Kau dengar sendiri keponakanku mereka berdua setuju" ucap bibi longxi.


"oke kalau gitu" bales shushan sambil tersenyum.


Mingxi dan Mingyu memiliki sifat yang bertolak belakang, Mingxi memiliki sifat yang keras kepala, cerewet, dan susah diatur sedangkan Mingyu lebih ke pendiam, penurut dan pemalu.


Setelah selesai sarapan kami mulai berkeliling shushan mulai menunjukan bagian-bagian kerajaan yang menurutnya menarik, yaitu seberti tempat pelatihan, taman kerajaan, dapur kerajaan, dan danau kerajaan.


Ketika tujuan terakhir meraka adalah danau, mereka beristirahat disana sambil menikmati angin dan pemandangan yang bagus.


"Ini adalah tempat favoritku di dalam kerajaan, disini tenang dan nyaman untuk bersantai setelah lelah berlatih" ucap shushan.


"Emm.. Disini memang tempat yang indah jadi pantas kalo kamu menyukainya" ucap mingxi.


"A-ano.. Shushan sekarang kamu berada di tingkat apa" tanya mingyu.


"Hmm.. Sekarang baru tingkat Pengendalian Qi tahap 2.. Memang nya kenapa Mingyu" ucap shushan.


"Ahahah.. Mungkin karena dia heran.. Umur kita sama tapi tingkatan yang kamu miliki sudah melebihi kami" jawab mingxi.


"Ya.. Benar kenapa kamu bisa begitu cepat dalam hal latihan" tanya mingyu.


"Itu.. Mungkin karena keberuntungan" jawab shushan sambil menatap awan.


"Hmm.. Kamu pasti sedang berbohong.. Mana mungkin hanya dengan keberuntungan bisa seperti iti" ucap mingxi curiga.


"Ahahaha.. Ketahuan ya" ucap shushan sambil tertawa.


"Ehh.. Jadi tadi kamu berbohong" kaget mingyu.


"Emm.. Kamu itu sangat polos ya Mingyu.. Aku jadi khawatir kalo nanti ada orang yang manfaatin ke polosan kamu" ucap shushan.


"Ya kamu bener aku juga khawatir kalo itu terjadi" sambung mingxi.


"Ehhh.. Apaan sih kalian ini" ucap mingyu kesal.


"Hahahah.. Kamu imut banget kalo lagi kesel kayak gitu" ucap shushan sambil tertawa.


"Ahahahah.. Kamu bener shushan Mingyu sangat imut" sambung mingxi.


"Ihhh.. Kalian berdua jahat banget" ucap mingyu dengan wajah memerah.


"Sudah jangan marah nanti cantiknya ilang lo" bujuk shushan.


"Hmmm" dengus mingyu.


"Emm.. Gimana kalo aku kasih satu permintaan.. Gimana mau gak" tawar shushan.


"Ok.. Kalau gitu aku ingin satu teknik dari kamu" pinta mingyu.


"Ok deh nanti aku beri satu" ucap shushan.


"Ehh.. Ko hanya Mingyu yang di kasih.. Kok aku enggak" ucap mingxi sedih.


"Ehhhh.. Jangan sedih kayak gitu nanti aku buatin juga kok" bujuk shushan.


"Beneran" tanya mingxi.


"Iya.. Beneran" jawab shushan.


"Yeee.. Kita akan dapat teknik baru Mingyu" ucap mingxi gembira.


"fufufu.. Iya Mingxi jadi nanti kita bisa menyusul shushan" ucap mingyu.


"Emm.. Kita memang gak boleh kalah dari dia" ucap mingxi dengan tegas.


"Iya jadi shushan.. Kita ingin teknik barunya besok harus sudah jadi" ucap mereka berdua bareng.


"Iya.. Nanti besok sudah jadi" ucap Shushan sambil tersenyum.


(Nee.. Syla pindai mereka berdua) batin shushan.


~Siap laksanakan master~ jawab syla.


Mereka berdua melihat shushan yang tersenyum langsung menunduk dengan wajah memerah padam, mereka sangat lemah kalau sudah melihat senyum shushan yang sangat menawan.


"Ka-kami akan kembali dulu dan jang lupa besok harus sudah jadi ya" ucap mingxi dengan gugup.


"I-iya jangan sampai lupa" sambung mingyu.


Mereka langsung berlari menuju kediaman ibu shushan tanpa melihat kebelakang karena mereka akan malu kalo shushan melihat wajah merah mereka.

__ADS_1


"Hmm.. Ada-ada saja mereka ini.. Apakah aku memang semenarik itu sampai membuat wanita cantik seperti mereka lari dengan wajah memerah seperti itu" gumam shushan.


__ADS_2