Reincarnation Of The Cultivator World

Reincarnation Of The Cultivator World
Rencana


__ADS_3

>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<


Tok.. Tok.. Tok..


"Pangeran.. Sudah pagi ini waktunya bangun" ucap pelayan.


"Egh.. Emm.. Tunggu sebentar" pinta shushan.


"Baik pangeran" jawab pelayan.


Setelah bangun shushan langsung mandi dan bersiap, setelah itu dia langsung berjalan ke arah ruang makan.


Setelah sampai disana shushan dan yang lain langsung sarapan karena mereka harus mengantar paman dan bibinya sampai depan gerbang.


>Di Depan Gerbang<


"Baiklah kami pulang dulu.. Jaga dirimu baik-baik saudaraku" ucap paman minghu.


"Baiklah kau juga jaga dirimu" balas ayah.


"Kaka aku pulang jaga kesehatan mu ya" ucap bibi longxi.


"Iya.. Iya.. Sudah jangan khawatir" ucap ibu.


"Dan kalian bertiga.. Jaga ibu kalian oke" sambung bibi longxi.


"Baik bibi" ucap shushan, kak shuyi dan kak shuyan.


"E-em.. Gege nanti akan main kesana kan" ucap gugup mingyu.


"Hm.. Tentu aku akan menemui adik manisku" ucap shushan sambil tersenyum.


"Baiklah kami tunggu" ucap mingxi dan mingyu dengan wajah memerah.


"Fufufu.. Keponakanku ini jago sekali memikat wanita.. Tidak seperti shuyan" ucap bibi longxi.


"Ehehe.. Bibi bisa saja.. Tolong jaga mereka bibi" ucap shushan.


"Fufufu.. Tentu akan ku usahakan" balas bibi.


"Baiklah kami berangkat dulu" ucap paman minghu.


Mereka semua masuk ke dalam kereta masing-masing kecuali prajurit yang harus menjaga mereka tetap diluar.


Keluarga shushan juga kembali kepada kegiatan masing-masing mereka, sedangkan shushan langsung pergi menuju ke arah danau.


"Hufh.. Hei syla.. Keluarkan mereka bertiga" pinta shushan.


~Ehh.. Bukankah itu akan menarik perhatian kalau ada yang melihat~ balas syla.


"Gapapa.. Lagi pula bukankah mereka memang harus segera tau tentang itu.. Karena aku akan menyuruh salah satu dari mereka menjaga kaka shuyi" ucap shushan.


~Baiklah.. Kalau begitu~ ucap syla.


Whos..


Muncul sebuah portal seukuran manusia dewasa didepan shushan, portal itu mengeluarkan tiga mahluk seukuran manusia, ketiga mahluk itu sekarang sedang berada di hadapan shushan.


"Wah.. Kalian sudah besar ya" ucap shushan.


Grough.. Meow.. Pick..


"Ahahaha.. Baguslah kalau begitu" ucap shushan senang.


Ketika shushan fokus kepada hewan kontraknya terdengar suara perempuan berteriak dari belakang shushan.


"Adik.. Itu best milik siapa" teriak kak shuyi.


"Ehh.. Kenapa kaka kesini" ucap shushan kaget.


"Jelaskan dulu mereka" ucap kak shuyi sambil menatap tajam.


"Egh.. Baiklah" ucap shushan pasrah.


**Flashback Kak Shuyi**


"Hefh.. Sebenarnya kemana sih perginya adik" ketus kak shuyi.


"Entahlah.. Ibu juga tidak tau" balas ibu.


"Emangnya.. Kenapa kamu nyari adik mu shushan" sambung ibu.


"Ihh.. Ibu.. Kan aku kangen pengen main ama shushan.. Kemarin dia hanya fokus kepada mereka berdua.. Sedangkan kakaknya ditinggal sendiri" ketus kesal kak shuyi.


"Arara.. Ternyata anak ibu yang cantik ini cemburu" ucap ibu sambil tersenyum.


"Ihh.. Ibu.. Sudah ah Shuyi mau cari adik dulu" ucap kak shuyi.


"Ararara.. Sepertinya akan sulit untuk mencari calon untuknya selama shushan belum menikah" gumam ibu sambil melihat anaknya berlari.


**Flashback Off**


Shushan menjelaskan bahwa dia di kasih tiga telur oleh kakek misterius yang datang kepadanya ketika dia sedang berlatih disini, kakek itu berkata " jaga ketiga telur itu, mereka akan membantumu dalam mencapai puncak " gitu, ya shushan terima saja hadiah nya, jelas shushan bohong.


"Hefm.. Benarkah itu" selidik kak shuyi.


"Bener kak.. Mana mungkin shushan bohong ke kak shuyi.. Apakah kakak gak percaya" ucap shushan sambil menatap dengan mata yang menggemaskan.


(Egh.. Kenapa dia harus menggunakan itu.. Aku jadi tidak tahan ingin mencubit pipinya) batin kak shuyi.

__ADS_1


"Egh.. Baiklah kakak percaya" ucap kak shuyi.


"Benarkah" ucap shushan.


"Iya bener adik kakak yang manis" ucap kak shuyi.


"Yee.. Shushan sangat sayang kakak" ucap shushan sambil memeluknya.


"Iya kakak juga sayang shushan" balas kak shuyi.


"Oh.. Tunggu kak" ucap shushan.


"Xio Bai.. Kamu aku beri tugas untuk selalu bersama kak shuyi.. Kalo ada yang ingin menyakiti kak shuyi atau berbuat mesum.. Bunuh saja mengerti" perintah shushan.


Roarr..


"Bagus.. Tapi hei kenapa suaramu berubah" heran shushan.


Meow..


"Egh.. Kenapa dengan kau" ucap shushan bingung.


"Ahahah.. Kucing mu lucu sekali adik.. Kemari Xio Bai" ucap kak shuyi.


Roar.. Xio Bai langsung mendekat ke kak shuyi.


"..."


~Tuan.. Sepertinya dia hanya ingin terlihat keren di depan kakak tuan~ ucap syla datar.


"Entahlah" balas shushan.


"Ahaha kau ini keren sekali" puji kak shuyi.


Roar...


Shushan dan yang lain hanya bisa menatap datar ke arah Xio Bai.


Malam pun tiba semua orang sudah berada di ruang makan, mereka makan dengan biasa di selingi beberapa candaan.


"Ayah, ibu.. Apa shushan boleh menanam herbal di sekitar danau" tanya shushan.


"Hm.. Untuk apa nak.. Apakah kamu kurang sumber daya" balas ayah.


"Bukan begitu.. Hanya untuk menghias danau saja" ucap shushan.


"Walaupun begitu.. Bukan kah akan lama untuk herbal itu bisa tumbuh" ucap ibu.


"Emm.. Gak apa nanti shushan mau buat formasi agar ada perbedaan waktu dan qi disana 3 kali lebih tebal dari yang disini" ucap shushan.


"Apa.. Formasi" teriak mereka.


"Ahh.. Maaf.. Tapi kamu belajar dari mana" ucap ibu.


"Aku belajar sendiri" ucap shushan.


(Monster) batin mereka.


"Hah.. Baiklah terserah kau saja nak" ucap ayah.


"Tapi jangan berlebihan" sambung ibu.


"Oke.. Makasih ayah, ibu" ucap shushan sambil tersenyum.


"Oh.. Ya kalau nantu herbalnya sudah tumbuh pakai saja asal jangan berlebihan.. Termasuk untuk kak shuyan dan kak shuyi harus segera bertambah kuat" sambung shushan.


"Emm.. Makasih adikku yang manis" ucap mereka berdua.


"Iya makasih" ucap ayah dan ibu.


"Emm" angguk shushan.


(Dengan begini aku tidak perlu khawatir dengan sumber daya mereka) batin shushan.


"Baiklah.. Shushan ke kamar duluan" ucap shushan.


"Iya selamat istirahat" ucap mereka.


Shushan langsung menuju ke kamarnya untuk membeli benih apa saja yang akan dia beli dan dia juga ingin membeli Profesi sebagai ahli formasi.


>Di Kamar Shushan<


"Ah.. Nyamannya bisa berbaring" gumam shushan.


"Nee.. Syla tunjukan semua benih yang ada di shop" pinta shushan.


~Oke.. Tunggu sebentar~ jawab syla.


~Shop~


- Benih Rumput Biru


- Benih Pohon Surgawi


- Benih Pohon Persik Jiwa


- Benih Pohon Buah Baja


- Benih Rumput Sembilan Warna

__ADS_1


- Benih Ginseng Surgawi


- [ Terkunci ]


- [ Terkunci ]


"Hmm.. Beli saja semuanya" ucap shushan.


~Oke~


~Pembelian Diproses.. Semua Gratis Untuk Tuan~


~Semua Barang Masuk Ke Storage Milik Tuan~


"Makasih.. Tolong buka Storage" pinta shushan.


~Storage~


- Topeng Penyamar


- Hoodie Spesial


- Busur Elemen


- Benih Rumput Biru


- Benih Pohon Surgawi


- Benih Pohon Persik Jiwa


- Benih Pohon Buah Baja


- Benih Rumput Sembilan Warna


- Benih Ginseng Surgawi


"Emm.. Lumayan banyak juga ternyata" gumam shushan.


"Nee.. Syla tolong buka Status" pinta shushan.


~Oke~


>>~**Status~<<


Nama : Shu Shan


Tingkatan : Pengendalian Qi Tahap 2


Umur : 5 Tahun


Versi : 0.10


Elemen : Api,Air,Tanah,Angin,Cahaya,Kegelapan,Kayu


Teknik :


- Kultivasi :


Pelahap Semesta [ sempurna ]


Menempa Jiwa [ sempurna ]


- Serangan :


Pedang Bayangan [ sempurna ]


Jemari Penghancur [ pemula ]


Pedang Tarian Ikan Koi [ pemula ]


- Pertahanan : -


- Pergerakan : -


Bakat : Tingkat Menengah Orange


Energi :


- Qi : 10.000 Putaran


- Mana : 35.000 [ 5 Cincin ]


- Mental :


- Jiwa : Merah


Darah : Ultimate Blood, Dragon Blood


Skil : Ultimate Eye


Poin : 520.000**


"Wah banyak sekali perubahannya" gumam shushan.


"Baiklah.. Dengan begini akan mudah untuk melanjutkan rencananya" ucap shushan.


~Iya tuan harus semangat.. Agar bisa lebih cepat kuat~ sahut syla.


"Makasih atas dukungannya" ucap shushan.

__ADS_1


Setelah mengecek Sistem shushan langsung memasang posisi bersemedi, dia mulai berlatih Kultivasi untuk meningkatkan kekuatannya ke tingkat yang lebih tinggi.


__ADS_2