
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
Di dekat hutan terdapat sebuah rombongan yang menuju ke kerajaan Stars Diamond, dalam rombongan itu banyak prajurit yang bersiaga di sekitar kereta mewah sedangkan untuk pelayan berada di kereta sederhana di belakang kereta mawah itu.
>Didalam kereta<
Didalam terdapat lima orang yang sedang duduk dan mengobrol membahas orang yang akan mereka kunjungi, terdapat 2 orang paruh baya, 1 orang remaja dan 2 gadis kecil.
"Ayah.. Kapan kita sampai aku sudah tidak sabar ingin melihat saudara yang ada disana" ucap seorang gadis kecil.
"Hahahah.. Kau pasti sangat penasaran dengan saudaramu ya" jawab seorang pria paruh baya.
"Emmm" angguk sang gadis.
"Sabarlah adikku.. Aku juga ingin segera bertemu kak shuyan, kak shuyi dan adik baru ku" ucap seorang remaja.
"Hohoho.. Ternyata anak ibu yang ganteng ini sudah kangen sama saudara nya" tawa seorang wanita paruh baya.
"Tenanglah nati sore kita akan sampai disana" ucap pria paruh baya.
"Emm aku tidak sabar untuk melihat mereka" ucap gembira gadis kecil 2.
"Hahahaha" tawa mereka bersama.
>Dikerajaan<
"Ayah kapan paman dan bibi akan sampai" tanya kak shuyi.
"Kemungkinan nanti sore jadi nanti kita sambut bersama" jawab ayah.
"Apa paman dan bibi mambawa mereka" tanya kak shuyan.
"Tentu mereka membawa semua keluarganya" balas ibu.
"Ibu kakak siapa yang sedang kalian bicarakan" tanya shushan.
"Arara.. Kamu belum tahu bahwa paman dan bibi mu akan kesini" kaget ibu.
"Eheheh.. Ibu kan tau aku sibuk latihan" jawab shushan cengengesan.
"Apakah kamu lupa.. Setau ibu, ibu sudah kasih tau benarkan kalian" ucap ibu.
"Emm.. Ibu memang sudah memberitahu hanya saja adik tidak mendengar perkataan ibu" ucap kak shuyi.
"Ehhh.. Maaf kalo gitu.. Lagiankan shushan lagi mikirin latihan waktu itu" jawab shushan sambil menunduk.
"Hahaha.. Adik kau lucu sekali kalau lagi di omelin" ucap kak shuyan sambil tertawa.
"Hmmm.. Awas kakak nanti gak bakal shushan kasih hadiah lagi" ucap kesal shushan.
"Ehhh.. Kok gitu" ucap kak shuyan.
"Hahaha.. Makan tu kak lagian siapa juga yang nyuruh kakak ledekin adikku yang tampan dan imut ini.. Yakan shushan" ucap kak shuyi sambil tersenyum.
"Emm.. Nanti hanya kak shuyi yang dapat hadiah.. Kak shuyan gak akan dapet" jawab shushan.
"Yeee.. Makasih adikku yang imut" ucap kak shuyi.
"Ehhh.. Jangan marah gitu dong" bujuk kak shuyan.
"Gak.. Shushan marah sama kakak" ucap shushan sambil mengebungkan pipinya.
"Ararara.. Anak ibu yang lagi marah imut sekali" ucap ibu sambil mencubit pipi shushan.
"Awawwa.. Ibu sakit" jawab shushan.
"Hahahaha.. Kau ini imut sekali" ucap mereka.
"Yasudah shushan balik ke kamar dulu" ucap shushan kesal.
"Ararara.. Dia ngambek beneran" ucap ibu.
"Jangan lupa nanti sore kedepan gerbang" ucap ayah.
"Iya" jawan shushan.
Shushan bergegas kekamar nya dalam perjalanan kekamar dia melewati beberapa pelayan dan prajurit yang menghormat kepada shushan, dia hanya membalasnya dengan senyum.
>Dikamar Shushan<
"Syla.. Tolong buka Status ku" pinta shushan.
~Oke.. Master Kapan mau ke hutan~ tanya syla.
"Oh.. Kalau tentang itu nanti setelah umur 10 tahun.. Kita akan tinggal di hutan selama 2 tahun.. Agar nanti pas pulang langsung ngebangkitin darah dan langsung masuk sekte"
~Oh.. Gitu berarti master mau latihan di rumah 5 tahun lagi dong~ tanya syla.
"Ya gitu deh" jawab shushan.
__ADS_1
>>~**Status~<<
Nama : Shu Shan
Tingkatan : Pengendalian Qi Tahap 2
Umur : 5 Tahun
Elemen : Api,Air,Tanah,Angin,Cahaya,Kegelapan,Kayu
Teknik :
- Kultivasi : Pelahap Semesta [ sempurna ]
- Serangan : Pedang Bayangan [ pemula ]
- Pertahanan : -
- Pergerakan : -
Bakat : Tingkat Menengah Orange
Energi :
- Qi : 10.000 Putaran
- Mana : 35.000 [ 5 Cincin ]
- Mental :
Darah : Ultimate Blood, Dragon Blood
Skil : Ultimate Eye
Poin : 20.000**
"Hmm kenapa sekarang di teknik ada kata pemula" tanya shushan.
~Oh.. Itu tingkat pemahaman master.. Kalo untuk Teknik kultivasi master sudah pernah menggunakannya jadi tingkat pemahaman sudah sempurna.. Kalo untuk Teknik berpedang karena master belum melatihnya jadi pemahaman master ada di tingkat pemula~ jelas syla.
"Oh begitu.. Kalau begitu mari kita coba teknik berpedang nya" ucap shushan sambil berlari kehalaman di depan kamarnya.
Shushan dihalaman mulai semedi di bawah pohon, dia fokus memahami teknik berpedang nya dia bersemedi cukup lama, setelah itu dia bangkit dan mengambil pedang kayu dan mulai memperagakan teknik pedang bayangan.
Shushan sangat fokus sampai-sampai dia lupa waktu bahwa dia harus menyambut paman dan bibinya, dia berfokus karena teknik yang ia gunakan ada di tingkat dewa dan sangat fatal akibatnya bila dia kehilangan fokus.
>Di depan gerbang<
"Raja dan ratu kerajaan Stars Gold bersama dengan keluarganya telah datang" teriak prajurit yang menjaga gerbang.
Kereta mewah langsung masuk melewati gerbang dan keluar lima orang dari dalam kereta itu.
"Salam saudaraku.. Lama kita tidak bertemu" ucap raja dari kerajaan Stars Gold.
"Salam saudara Ming Hu.. Sudah sekitar 6 tahun kita tidak bertemu.. Nanti kita akan minum bersama" ucap ayah shushan.
"Hahahah.. Kau tau saja kesukaanku saudaraku" balas minghu.
"Kakak.. Aku sangat kangen denganmu" ucap ratu stars gold.
"Hoho.. Adikku Long Xi kau memang tidak berubah ya" sahut ibu shushan.
"Ehehe.. Mana mungkin aku berubah kan aku akan tetap menjadi adik yang cantik buat kakak" jawab longxi sambil tersenyum.
"Salam paman bibi dan saudara senang bertemu denganmu" ucap ketiga remaja.
"Arara.. Kalian sudah tumbuh dewasa Ming San, Ming Xi.. Dan siapa gadis kecil yang di sebelahmu mingxi" tanya ibu shushan.
"Ah.. Hei perkenalkan dirimu" ucap mingxi.
"Aah.. Perkenalkan nama saya Ming Yu saya anak dari kepala sekte teratai suci dan keponakan dari raja stars gold" ucap minyu.
"Ararara.. Jadi dia anak Ming song" ucap kaget ibu shushan.
"Ya kakak.. Dia sangat jenius di umurnya yang baru lima tahun dia sudah di tingkat fondasi tahap puncak" jelas longxi.
"Hoho.. Kau sungguh berbakatna dan lagi di tambah dengan wajah mu yang cantik kau jadi sempurna" puji ibu shushan sambil tersenyum.
"Haii.. Terima kasih" jawab mingyu sambil tertunduk malu.
"Ahahaha.. Kau ini sangat pemalu ya" ucap kak shuyan sambil tertawa.
"Emm" gumam mingyu tambah malu.
"Apa yang kakak lakukan.. Menggoda gadis kecil nanti aku kasih tau ke adik baru tau rasa lo" ancam kak shuyi.
"Ehhh.. Jangan nanti dia tambah marah dan gak mau main sama kakak lagi" ucap kak shuyan dengan cemas.
"Hemmh" dengus kak shuyi gak peduli.
__ADS_1
"Emm.. Kakak yang di maksud adik sama kak shuyi itu siapa" tanya mingxi.
"Emm.. Itu adalah anak kami yang ketiga dia seumuran dengan mingxi dan mingyu.. Tapi aku pun bingung kenapa dia gak kesini" ucap ibu shushan.
"Ahh.. Mungkin dia terlalu fokus latihan ibu jadi dia lupa waktu.. Ibu tau sendirikan kalo adik itu jadi pelupa kalo udah latihan" sahut kak shuyi.
"Ahh.. Anak nakal itu sudah ibu bilang jangan latihan dulu tapi malah latihan.. Ayo kita bicaranya sekalian saja di halaman milik shushan" ucap kesal ibu shushan.
"Hmm.. Aku setuju dan aku pun ingin melihat keponakan ku" sambung longxi.
"Baiklah mari.. Dan pelayan siapkan makanan dan minuman lalu bawa ke halaman pengeran ketiga" titah ibu shushan.
"Baik yang mulia" jawab para pelayan.
Rombongan ayah, ibu, paman dan bibi sedang menuju kearah kediaman shushan, tapi baru setengah jalan mereka merasakan aura mencekam dari arah kediaman shushan.
"I-ini sayang kenapa.. Aku merasakan aura mencekam dari kediaman shushan" ucap khawatir ibu shushan.
"Tenanglah ini adalah aura dari anak kita yang sedang latihan" ucap ayah shushan dengan tenang.
"Kenapa kau bisa setenang itu saudaraku.. Apa kau tidak khawatir kalo itu aura dari pembunuh" tanya minghu.
"Tidak tenang saja.. Soalnya ini kedua kalinya aku merasakan aura ini.. Kemarin malam aku mengecek dan ini adalah aura yang keluar dari anakku yang sedang berlatih" jelas ayah shushan.
"Emangnya teknik apa yang ia gunakan.. Sampai-sampai bisa mengeluarkan aura mencekam seperti ini.. Kalau aku tidak sigap membuat pelindung pasti anak gadis ku akan pingsan" ucap heran minghu.
"Hahah.. Entahlah yang pasti dia menggunakan teknik yang ia ciptakan sendiri" ucap ayah shushan.
Keluarga paman dan bibi terkejut dengan apa yang diucapkan oleh ayah shushan karena mereka tau bahwa menciptakan sebuah teknik adalah hal yang sangat susah.
"Apakah itu benar paman.. Bahwa anak paman shushan bisa menciptakan teknik sendiri" tanya mingyu.
"Ya.. Paman awalnya tidak percaya tapi dia membuktikannya dengan memberi kita teknik yang dia ciptakan sendiri jadi mau tidak mau kita harus percaya" ucap ayah shushan.
Mendengar ucapan dari ayah shushan mereka hanya bisa percaya karena ayah shushan di kenal sebagai raja yang bijak dan dermawan.
Tak terasa mereka sampai di depan halaman milik shushan ketika mereka masuk, mereka di kejutkan oleh shushan yang sedang memperagakan teknik pedang bayangan.
"I-ini bukan lagi jenius.. Tapi ini sudah pantas di sebut monster" gumam mingyu.
"Ini kakak apakah dia keponakanku" tanya longxi.
"Ya dia anak ketigaku Shu Shan" jawab ibu shushan.
"Sungguh jenius di antara jenius.. Baru berumur 5 tahun tapi sudah mencapai tingkat Pengendalian Qi tahap 2" ucap minghu.
Mingyu yang mendengar ucapan pamannya sangat terkejut karena ada anak seumuran dengan dia tapi tingkatan yang dicapai olehnya telah melebihi mingyu yang di sebut sebagai putri bulan.
"Hahah.. Kau terlalu memuji saudara minghu" ucap ayah shushan sambil tertawa.
"Mari.. Kita tunggu sebentar lagi.. Karena dia sedang dalam tahap penyempurnaan" sambung ayah shushan.
Setelah menunggu terlihat shushan yang telah selesai menyempurnakan tekniknya dia langsung terduduk lelah, dia belum menyadari bahwa semua keluarganya sudah melihat dirinya dari tadi.
"Hufhh.. Capek sakali.. Ternyata butuh banyak waktu untuk mempraktekan teknik ini" gumam shushan.
~Master sebaiknya master melihat kebelakang~ ucap syla.
"Emm.. Emangnya ada apa di belaka-.. " ucapan shushan terpotong ketika dia menengok ke belakang.
"Ehhhhh" teriak shushan.
"Nak kenapa kau teriak begitu seperti yang baru liat hantu saja" ucap ibu.
"Ehh.. Kenapa ibu ada disini dan siapa mereka bu" ucap shushan.
"Hoho.. Mereka adalah orang yang seharusnya kita sambut tadi tapi hanya kau yang tidak ada" ucap ibu sambil tersenyum menakutkan.
"Ma-maaf kan shushan bu.. Shushan gak akan ulangi lagi.. Lagian shushan gak tau kalo waktu untuk penyambutan udah datang" ucap shushan sambil memalingkan mukanya.
"Ararara.. Anak ibu udah berani ngelawan.. Sekarang perkenalkan diri dan minta maaf kepada paman dan bibimu" ucap ibu.
"I-iya.. Perkenalkan nama saya Shu Shan saya anak ketiga dari Raja dan ratu Stars Diamond.. Salam kenal dan mohon maaf karena tadi saya tidak menyambut paman serta bibi sekeluarga" ucap shushan.
"Ahaha.. Jangan formal begitu keponakanku.. Dan kenalkan nama bibi longxi dan ini paman minghu.. Serta anak bibi yang laki-laki mingsan serta kedua gadis ini mingxi dan mingyu" ucap bibi longxi.
"Salam kenal adik shushan" ucap mingsan.
"Salam kenal Shushan" ucap mingxi.
"Sa-salam kenal shushan" ucap malu mingyu.
"Salam kenal kakak.. Serta kalian berdua" ucap shushan kepada mereka bertiga dengan senyum imutnya.
Mingxi dan mingyu yang melihat senyum shushan wajahnya menjadi merah padam dan langsung menunduk.
"Arara.. Sepertinya gadis-gadisku ini sedang jatuh cinta" gumam bibi longxi.
Mereka semua tidak menyadari bibi bergumam tapi hanya shushan yang mendengarnya karena efek melatih Mana jadi inderanya jauh lebih tajam, shushan hanya tersenyum ketika mendengar gumam dari bibi longxi karena secara tidak langsung dia telah memikat 2 orang gadis.
__ADS_1
(Ahahaha.. Entah harus bagaiman kalo itu beneran.. Apakah aku harus menerimanya atau tidak) batin shushan.