
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
>Diruang Makan<
Semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan sambil mengobrol tentang tamu yang akan datang besok lusa.
"Anak-anak besok lusa paman dan bibi kalian akan berkunjung ke sini.. Jadi kalian untuk besok berhenti dulu latihannya" ucap ibu.
"Itu benar.. Dan turuti apa yang ibu kalian katakan.. Apa kalian mengerti" sambung ayah.
"Baik ayah kami mengerti" ucap bareng kak shuyan dan kak shuyi.
"Em.. Ayah apakah hari ini aku bisa ke perpustakaan untuk membaca dan mencari teknik yang bisa kulatih" sahut shushan.
"Hmm.. Tentu bisa kau tinggal masuk saja" balas ayah.
"Benarkah.. Baiklah kalau begitu" ucap shushan gembira.
"Huhu.. Anakku yang satu ini kalo udah tentang latihan pasti yang paling semangat" ucap ibu sambil tersenyum.
"Ahh.. Benar adik sekarang jelaskan tentang cincin ini.. Sekarang kau tidak akan bisa kabur lo" ucap kak shuyi sambil tersenyum menyeramkan.
"Hmm.. Cincin apa yang kau maksud anakku yi'er" tanya ibu.
"Ini ibu tadi sebelum kesini adik memberiku sebuah cincin.. Tapi ternyata cincin ini adalah sebuah artefak" ucap kak shuyi sambil menunjukan jari manisnya.
"Apa.. Atrefak" teriak mereka bersama dan langsung menatap tajam shushan.
"I-itu sebenarnya kemarin shushan menyelinap keluar kerajaan untuk melihat pasar tapi pas sudah sampai disana shushan melihat seorang kakek-kakek yang berjualan barang aneh sedang di tindas oleh preman.. Jadi shushan menolongnya karena pelatihan mereka lebih rendah dari shushan jadi gampang ngalahin mereka.. Setelah itu sang kakek berterima kasih dan memberi sebuah cincin katanya cincin itu kalau ditetesi darah pemiliknya maka cincin itu akan menjaga kelesamatan pemiliknya dari marabahaya" ucap shushan gugup.
"Hmm.. Jadi kamu menyelinap keluar kerajaan kah.. Apakah kamu tau kalo itu berbahaya" ucap ayah.
"Sudahlah sayang.. Lihatlah anakku yang imut itu ketakutan" tegur ibu pada ayah.
"Haha.. Iya tapi jangan diulangi lagi apa kamu mengerti" ucap ayah.
"Baik yah shushan mengerti" ucap shushan sambil menunduk.
"Terus kenapa kamu kasih ke kakak.. Bukankah lebih baik di pakai kamu saja" tanya kak shuyi.
"Gak.. Itu buat kakak karena aku gak ingin ada laki-laki bejat yang mendekati dan mengambil keuntungan dari kakak.. Dan itu untuk melindungi kak shuyi.. Lagi pula itu sudah ditetesi darah kakak jadi gak bisa diambil oleh orang lain selama kakak masih hidup" jelas shushan panjang lebar ke kakaknya.
"Emm.. Pilihanmu memang benar adik karena yi'er memiliki paras yang cantik jadi banyak orang cabul yang pasti akan mendekatinya" sahut kak shuyan.
"Ngomong-ngomong apa kak shuyan gak di kasih hadiah adik" sambung kak shuyan.
"Gak ada cuman ada satu cincin" sahut shushan sambil terus makan.
Setelah selesai sarapan shushan langsung menuju perpus untuk mencari teknik atau membuat teknik baru untuk ayah, ibu dan kakaknya.
Setelah sampai di depan bangunan 4 lantai shushan langsung masuk tapi di hentikan oleh kakek penjaga perpus.
"Mohon maaf pangeran ketiga.. Ada urusan apa pangeran masuk ke perpus" tanya penjaga itu.
"Em.. Aku hanya ingin membaca beberapa teknik untuk nanti kulatih dan juga aku sudah dapat ijin dari ayah" jawab shushan.
"Baiklah silahkan masuk.. Untuk lantai pertama isinya hanya informasi tentang benua dan sejarah tua.. Untuk lantai dua berisi teknik tingkat rendah.. Lantai tiga berisi teknik tingkat menengah.. Dan lantai terakhir berisi teknik tingkat tinggi" jelas penjaga itu.
"Em.. Baiklah terima kasih penjelasannya kakek" ucap shushan dengan senyum sambil berjalan masuk ke dalam perpus.
"Sungguh anak yang berbakat baru umur 5 tahun tapi sudah berada di tahapan Pengendalian Qi" gumam kakek penjaga.
>Didalam perpus<
"Nee.. Syla apakah kamu bisa mencari beberapa teknik yang cocok untuk keluargaku" tanya shushan.
~Bisa tuan.. Sekarang tuan baca saja dulu semua yang ada disini.. Lagipula dengan pemahaman dan daya ingat tuan pasti mudah mengingat semua ini~ jawab syla.
"Begitukah.. Baiklah mari kita mulai" gumam shushan.
Shushan menghabiskan waktu sepanjang hari di perpus dia fokus membaca semua buku dari lantai satu sampai lantai empat tanpa ada yang terlewat.
Sedangkan syla bertugas untuk memindai dan memilah buku mana saja yang cocok untuk di pelajari oleh keluarga tuannya.
Hari sudah sore dan akhirnya shushan selesai membaca semua buku yang ada di dalam perpus sekarang di dalam kepalanya ada visual sebuah rak yang berisi buku dan mungkin rak itu akan semakin tambah besar di masa depan.
"Pangeran ini sudah sore.. Dan perpus harus segera di tutup" ucap kakek penjaga menghampiri shushan.
"Em.. Ehh.. Kakek apa bener sudah sore.. Perasaan aku baru sebentar deh didalam perpus" kaget shushan mendengar bahwa hari sudah sore.
"Itu memang benar pangeran.. Mungkin karena terlalu fokus membaca jadi pangeran gak menyadari kalau pangeran sudah lama di dalam perpus" jawab kakek penjaga.
"Egh.. Begitukah baiklah aku kembali ke kamar ku dulu kakek" ucap shushan sambil melangkah pergi.
"Silahkan pangeran" balas kakek penjaga itu.
Setelah keluar perpus shushan tidak langsung ke kamar dia tapi memilih makan bersama keluarga dulu, karena dia merasa lapar karena tadi siang gak makan.
"Anakku akhirnya datang apakah kau sudah menemukan teknik yang bagus" tanya ibu.
"Belum bu tapi shushan baru beres membaca semua yang ada di perpus" ucap shushan.
Ucapan yang keluar dari mulut shushan membuat mereka yang sedang minum langsung tersedak.
"Egh.. Uhuk.. Uhuk nak apa kau beneran sudah membaca semua buku yang ada di perpus" tanya ayah.
"Benar ayah tapi shushan belum bisa dapat Teknik yang cocok.. Jadi niatnya shushan mau membuat teknik kultivasi sendiri" ucap shushan.
"Uhuk. Uhuk adik apa kau barusan mau membuat teknik sendiri" tanya kak shuyi.
"Iya kak" jawab singkat shushan.
(Nee.. Syla pindai semua keluargaku agar nanti jadi lebih mudah membuat tekniknya) pinta shushan dalam batin.
~Oke master~ jawab syla.
"Nee.. Anakku apa kau serius.. Membuat sebuah teknik itu sangat sulit lo" tanya ibu.
"Ibu tenang saja.. Karena aku pasti bisa" jawab shushan sambil tersenyum.
"Baiklah kalo gitu tapi jangan memaksakan diri" ucap ibu.
"Emm.. Baiklah" jawab shushan.
"Nee adik nanti kalo berhasil bisa buatin buat kakak gak" tanya kak shuyan.
"Apa yang kakak omongin jangan buat adik tambah pusing" bentak kak shuyi.
"Maaf kalo gitu" ucap kak shuyan sambil murung.
"Ahahaha.. Kalian tenang saja nanti shushan buatin buat kalian masing-masing sesuai dengan elemen milik kalian sendiri.. Kalo begitu shushan kekamar dulu ya" ucap shushan sambil beranjak pergi.
__ADS_1
"Iya jangan memaksakan diri" ucap ayah.
"Emm" jawan shushan dengan anggukan.
>Dikamar Shushan<
"Syla apakah kamu sudah memindai Status mereka" tanya shushan sambil berbaring di kasur.
~Sudah dong master~ jawab syla.
"Kalo gitu tampilkan Statusnya" pinta shushan.
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
Nama : Shu Liang
Tingkatan : Jalan Ketenangan Tahap 4
Umur : 42 Tahun
Elemen : Api, Angin, Air
Teknik :
- Kultivasi : Peleburan Api & Angin
- Serangan : Pedang Api Berkobar
- Gerakan : Langkah Angin
- Pertahanan : Perisai Air
Bakat : Tingkat Tinggi Merah
Energi :
- Qi : 25.000 Putaran
Darah : Dragon Lightning Blood
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
Nama : Long Yue
Tingkatan : Jalan Ketenangan Tahap 3
Umur : 39 Tahun
Elemen : Air, Kayu
Teknik :
- Kultivasi : Penyerapan Esensi Tumbuhan
- Serangan : Pedang Tetesan Hujan
- Gerakan : -
- Pertahanan : Perisai Air, Pengendalian Tumbuhan
Bakat : Tingkat Tinggi Merah
Energi :
Darah : White Tiger Blood
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
Nama : Shu Yan
Tingkatan : Jalan Kesengsaraan Tahap 2
Umur : 17 Tahun
Elemen : Api, Cahaya
Teknik :
- Kultivasi : Peleburan Api
- Serangan : Pedang Api Berkobar
- Gerakan : Langkah Cahaya
- Pertahanan : -
Bakat : Tingkat Tinggi Merah
Energi :
- Qi : 17.000 Putaran
Darah : Dragon Fire Blood
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
Nama : Shu Yi
Tingkatan : Jalan Kesengsaraan Tahap 1
Umur : 15 Tahun
Elemen : Angin, Air
Teknik :
- Kultivasi : Penyerapan Esensi Hujan
- Serangan : Pedang Tetesan Hujan
- Gerakan : Langkah Angin
- Pertahanan : Perisai Air
Bakat : Tingkat Menengah Merah
Energi :
- Qi : 15.000 Putaran
Darah : Ice Tiger Blood
__ADS_1
"Emm.. Jadi ini semua Status yang di miliki Ayah, ibu dan kakak" tanya shushan.
~Iya benar tuan~ jawab syla.
"Sebelum membuat teknik buka dulu Storage milikku" pinta shushan.
~Oke master~
~Storage
- Teknik Pengendalian elemen
- Teknik Pelahap bintang
- Telur Binatang Ilahi
- Topeng Penyamaran
- Teknik Pedang Bayangan
- Telur Misterius
"Nee.. Syla gimana cara untuk menetaskan kedua telur ini" tanya shushan.
~Tuan hanya perlu meneteskan darah tuan lalu setelah menetas langsung di berinama~ jawab syla.
"Gitu.. Keluarkan kedua telur itu" pinta shushan.
Setelah berkata seperti itu langsung muncul 2 buah telur diatas kasur shushan, dia langsung meneteskan darahnya ke telur pertama yaitu telur binatang ilahi setelah dia meneteskan darahnya terjadi retakan pada telur itu.
Krekk~
Grough~ Grough~
Telur itu menetaskan seekor anak naga dengan tubuh memiliki pola petir berwarna biru dan mata yang tajam berwarna biru petir.
Grough~
Naga itu langsung melihat shushan di saat dia pertama keluar dari cangkang telur.
"Wahh.. Kau imut sekali.. Baiklah sekarang kau ku berinama Shen Long.. Apa kau suka" ucap shushan dengan gembira.
Grough~
Naga itu seperti mengerti apa yang di katakan shushan dan menyukai nama yang ia berikan.
"Nee.. Syla tolong perlihatkan Status milik Shenlong" pinta shushan.
~Baik master~
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
Nama : Shen Long
Pemilik : Shushan
Elemen : Petir
Tingkatan : Demi God Tahap 1
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
"Ehh.. Kau sudah kuat begini.. Walaupun kau baru menetas" teriak shushan kaget.
Grough~
Naga itu menjilat pipi shushan karena senang bisa mengagetkan tuannya sekaligus dia senang di sebut kuat.
"Ahaha.. Kau senang ya shenlong.. Nee syla apakah semua best sejak baru menetas memang sudah kuat begini" tanya shushan.
~Tidak master.. Itu hanya terjadi pada binatang ilahi saja.. Karena mereka memiliki garis darah yang kuat jadi itu menyebabkan pada saat baru menetas mereka langsung berada di tingkatan Demi God~ jelas syla.
"Begitukah.. Terus apakah nanti telur yang satunya lagi akan sama seperti shenlong" tanya shushan.
~Kemungkinan akan 1 tahap lebih rendah dari shenlong~ jawab syla.
"Baiklah mari kita mulai lagi" ucap shushan.
Ketika telur itu retak, telur itu mengeluarkan aura kegelapan yang pekat.
Krekk~
Miaw~ Miaw~
Keluar anak kucing dari telur itu tubuhnya berwarna gelap dangan mata berwarna coklat terang.
Miaw~
Kucing itu langsung berjalan mendekat kepada shushan dan langsung melompat untuk menjilat pipi shushan.
"Ahahah.. Geli.. Ahahah.. Hentikan kucing kecil" pinta shushan.
Miaw~
"Baiklah.. Aku akan memberimu nama.. Emm sekarang namamu Xio Bai.. Apakah kau menyukainya" tanya shushan.
Miaw~
Kucing itu langsung menjilati pipi shushan dan itu tanda bahwa dia suka nama yang di berikan shushan.
"Ahahah.. Hentikan Xio Bai.. Syla tolong tampilkan statusnya"
~Baik~
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
Nama : Xio Bai
Pemilik : Shushan
Elemen : Kegelapan
Tingkatan : Jalan Ketenangan Tahap 1
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
"Ahahah.. Kalian berdua memang begitu mengejutkan" ucap shushan gembira.
Grough~
Miaw~
__ADS_1
Keduanya langsung meloncat kepundak shushan dan mulai menjilati pipi shushan sampai membuat shushan tertawa keras karena geli, untungnya syla sudah memasang pelindung kedap suara kalau tidak shushan pasti sudah di anggap gila karena tertawa sendiri.