
>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<
Seminggu telah berlalu dari saat shushan menembus ke tahap Pengendalian Qi, pencapaiannya membuat keluarga kerajaan terkejut sekaligus bahagia.
Tapi pencapaiannya itu langsung ditutupi oleh raja karena kalau itu tersebar maka kerajaan dan anaknya akan terancam bahaya.
"Hahh.. Aku tidak menyangka kalau anak kita akan selalu memberi kita kejutan.. Kalo saja jantungku lemah mungkin aku sudah mati di buat oleh nya" ucap raja.
"Huhu.. Kau bisa saja sayang.. Ya walaupun anak kita bertambah kuat dengan cepat tapi.. Itu juga membuatku khawatir akan ada seseorang yang merasa terancam dengan bakat anak kita" ucap ratu.
"Ya kau benar.. Kalo memang itu akan terjadi berarti kita sebagai orang tua nya harus menjaga dia.. Dan sepertinya kita juga harus bertambah kuat sayang" ucap raja.
"Kau benar sayang.. Sepertinya kita harus berlatih keras seperti dulu" jawab ratu.
"Oh iya sayang 3 hari dari sekarang teman kita akan datang berkunjung kemari bersama keluarganya" ucap raja.
"Hmm.. Siapa mereka sayang" tanya ratu.
"Apa kau lupa dengan saudari mu sendiri" jawab raja.
"Mungkinkah itu adikku longxi" tebak ratu.
"Hahaha.. Itu benar dan katanya dia akan membawa suaminya serta kedua anaknya kemari" ucap raja.
"Wahh.. Kalo begitu kita harus mempersiapkan penyambutan untuk mereka" ucap ratu gembira.
"Hm.. Tentu nanti besok kita akan mulai persiapannya" jawab raja.
"Dan juga beri tahu anak-anak untuk diam di rumah dalam tiga hari kedepan.. Agar nanti kita tidak repot mencari" sambung raja.
"Baiklah aku akan memberi tahu mereka dulu" ucap ratu sambil beranjak pergi.
>Dikamar Shushan<
Shushan saat ini sedang merenungkan sesuatu dikamarnya, dia terus berpikir keras untuk mendapatkan jawaban dari apa yang sedang dia pikirkan saat ini.
~Master kenapa kau membuat wajah jelek seperti itu~ ucap syla yang melihat masternya bersikap aneh.
Shushan yang sedang berpikir menjadi tidak fokus kepada sekitar jadi dia tidak mendengar suara syla yang sedang bertanya kepada dia, merasa diabaikan syla langsung berteriak.
~MASTER~ teriak syla.
"Ehh.. Kodok terbang" kaget shushan sambil meloncat dari posisinya yang sedang duduk.
~Mana ada kodok terbang.. Yang ada kodok itu lompat~ bentak syla.
"Ehehehe.. Maaf-maaf tadi sedang melamun.. Jadi gak fokus kesekitar deh" bales shushan dengan cengengesan.
~Hemh.. Lagian sedang mikirin apa sih sampai-sampai gak merhatiin suara syla yang imut ini~ gerutu syla masih marah.
(Egh ini... Sistem kalo udah punya wujud awas aja nanti bakal ku cubit pipinya biar tau rasa) batin shushan.
"Ahhaha.. Enggak kok hanya saja dari tadi bingung.. Mau nyoba Skil Ultimate Eye tapi gak bisa-bisa" ucap shushan.
~Ya gak bakal bisalah karena master harus ngebangkitin darah master dulu baru bisa pake Ultimate Eye~ ketus syla.
"Hahaha.. Ternyata begitu.. Pantas saja tidak bisa" gumam shushan.
"Ya.. Kalo gitu syla udah ya marahnya.. Kan tadi udah minta maaf" ucap shushan.
"Nanti akan ku kasih hadiah deh" sambung shushan.
~Benarkah.. Baiklah syla gak marah lagi ke master~ jawab syla dengan gembira.
~Nee.. Master kapan akan mulai menggunakan teknik kultivasi~ Tanya syla.
"Hmm.. Sebenarnya ingin sekarang tapi aku bingung mau pilih teknik yang mana" ucap shushan.
"Nee.. Apakah syla bisa ngegabungin teknik yang berbeda menjadi teknik baru" sambung shushan.
~Untuk itu master harus Upgrade syla dulu ke Ver.10~ balas syla.
"Ehh.. Ternyata bisa tapi harus Upgrade dulu kah" ucap shushan.
"Syla tolong mainkan lottery sebanyak 10 kali" pinta shushan.
~Baik master~
.
.
~Selamat anda mendapat 50.000 poin~
.
~Anda mendapat Zonk~
.
__ADS_1
~Selamat anda mendapat seluruh pengetahuan tentang alkemis~
.
~Selamat anda mendapat Cincin pelindung mutlak~
.
~Anda mendapat Zonk~
.
~Selamat anda mendapat Tulang dewa naga~
.
~Anda mendapat Zonk~
.
~Selamat anda mendapat 70.000 poin~
.
~Selamat anda mendapat Telur miterius~
.
~Anda mendapat Zonk ~
"Anjay.. Gak salah tu hadiahnya" ucap kaget shushan.
~Ya enggak lah kan itu hadiah dari syla yang cantik~ sahut syla.
"Jelasin semuanya syla" pinta shushan.
~Untuk poin fungsinya untuk Upgrade syla.. Dan untuk pengetahuan alkemis itu adalah semua pengetahuan dari dasar sampai puncak mengenai alkemis~ ucap syla.
~Cincin Pelindung Mutlak~
Cincin yang dapat menetralkan semua racun, illusi, semua serangan berelemen, dan dapat berteleport ketika nyawa pemilik dalam bahaya, cincin akan terikat dengan pemilik sampai pemilik mati.
~Tulang Dewa Naga~
Pemilik akan memiliki tulang yang sangat kuat dan keras, tulang tidak dapat patah atau hancur oleh serangan biasa kecuali dengan menerima serangan dari energi chaos.
~Telur Misterius ~
"Em.. Sepertinya cincinnya nanti kasih ke kak shuyi saja.. Nanti kalo buat kak shuyan beli aja di toko" gumam shushan.
"Nee.. Syla apa kau bisa sekarang mengganti tulangku dengan tulang dewa naga" tanya shushan.
~Bisa tuan tapi nanti tuan akan merasakan sakit~ sahut syla.
"Ehh.. Benarkah kalo gitu pasang dulu pelindung kedap suara agar nanti gak buat khawatir yang lain" pinta shushan.
~Oke master~ ucap syla.
"Em.. Kalo gitu sekarang mulai penggantiannya" pinta shushan.
Krekk~
.
Krekk~
.
Krekk..
"Ahhhh..." teriak shushan kencang.
Seketika setelah selesai berbicara shushan langsung merasakan sakit yang luar biasa ketika tulang yang ia miliki satu persatu hancur dan tubuh shushan mengeluarkan darah berwarna hitam.
~Tuan tetap fokus dan ketika tulang tuan habis pertahankan posisi tubuh tuan menggunakan mana agar tidak berubah posisi~ ucap syla.
"Egh.. Ba-iklah akan ku coba menahan rasa sakit ini dan berhasil" ucap shushan terbata-bata.
Krekk~
"Ahhh..."
Suara tulang terakhir yang berhasil melebur dan hancur terdengar disusul dengan teriakan shushan.
~Tuan sekarang tinggal memasukan tulang dewa naga jadi tahan dan jangan pingsan dulu~ ucap syla khawatir.
Karena kalau dia gagal dalam proses ini maka berakhir sudah hidup tuannya dan tidak akan bisa di sembuhkan bahkan dengan sistem sekalipun.
"Ba-iklah.. Mulai sekarang" ucap shushan menahan agar tidak pingsan.
__ADS_1
Proses selanjutnya tidak seperti sebelumnya yang menyakitkan, proses ini malah membuat tubuh nyaman dan rilex dalam proses ini tidak terdengar suara shushan yang sedang kesakitan.
~Huhf.. Selamat master telah berhasil mengganti tulang master~ sahut syla senang.
"Hah.. Hah.. Akhirnya beres juga" ucap shushan lelah.
"Nee.. Syla sekarang apa sudah malam" tanya shushan.
~Iya master sekarang sudah tengah malam~ jawab syla.
"Begitukah.. Kalo begitu berapa lama waktu Upgrade yang syla butuhkan" tanya shushan.
~Emm kalo Upgrade nya sekarang nanti pagi beres master~ jawab syla.
"Baiklah langsung Upgrade saja" ucap shushan.
~Sistem Upgrade... Mematikan sistem selama proses Upgrade.. Sistem mati~
Setelah pemberitahuan itu kamar shushan langsung sepi sebab shushan langsung tertidur karena lelah dan syla sedang proses Upgrade jadi malam tersebut jadi hening lebih dari biasanya.
**Dipagi hari**
"Egh.. Tidurku nyaman sekali tadi malam.. Ya sudah mari mandi dulu banyak sekali kotoran yang keluar tadi malam" gumam shushan.
Setelah selesai mandi shushan langsung keluar dan menuju ketaman yang biasanya dia latihan dan bersantai.
"Emm.. Udara disini memang yang terbaik.. Tidak ada polusi sedikitpun" gumam shushan.
"Nee.. Adik kau sedang apa disana" teriak seseorang dari belakang.
"Em.. Oh kak shuyi.. Gak kok cuman lagi menikmati udara pagi" ucap shushan.
"Ngomong-ngomong kenapa kakak ke tamanku.. Bukankah kakak lagi sibuk latihan" sambung shushan.
"Ehh.. Apakah kamu gak seneng kakak ke sini" ucapnya sambil murung.
"Ya pasti senenglah.. Tapi kan shushan gak mau kalo nanti kakak di hukum oleh ibu" ucap shushan khawatir.
"Eheheh.. Senangnya melihat shushan khawatir ke kakak" bales kak shuyi.
"Oh ya kak.. Aku ada hadiah dari kakak" ucap shushan.
"Benarkah.. apa itu" sahut kak shuyi.
Shushan langsung membuka Storage dan mengeluarkan cincin pelindung mutlak, dia berpura-pura mengambil sesuatu di dalam bajunya.
"Ini hadiah untuk kakak" ucap shushan.
"Wah.. Indah sekali cincin nya.. Kamu dapet dari mana" tanya kak shuyi dengan gembira.
"Emm.. Itu apa kakak bisa merahasiakan ini.. Sebenarnya kemarin aku menyelinap keluar dan pergi ke pasar untuk melihat keadaan luar" ucap shushan dengan gugup.
"Hmm.. Jadi kamu pergi keluar kerajaan kah.. Tapi karena kakak udah di kasih hadiah jadi kakak akan menjaga rahasia" sahut kak shuyi.
"Hah.. Syukurlah dia tidak curiga" gumam shushan.
"Apa kau bilang sesuatu" tanya kak shuyi karena mendengar shushan bicara.
"Ahh.. Gak kok cuman kakak harus meneteskan darah kakak ke cincin itu agar cincin itu jadi milik kakak" ucapku gugup.
"Benarkah.. Kamu gak ngebohongkan" selidik kak shuyi.
"Beneran.. Aku mana bisa bohong ke kakak" jawab shushan.
"Baiklah kakak percaya" ucap kak shuyi.
Kak shuyi langsung membuat sedikit luka di jarinya agar dia bisa meneteskan darahnya ke cincin itu, ketika darah sampai ke cincin itu muncul cahaya merah terang.
Sring~
Cincin itu langsung terpakai di jari manis kak shuyi, kak shuyi langsung menatap tajam adiknya.
"Bisa jelaskan tentang cincin ini" selidik kak shuyi.
"Egh.. Hehehe sebenarnya cincin itu adalah sebuah artefak perlindungan.. Baiklah sampai nanti kakak" ucap shushan sambil lari.
"Shushan jangan lari dan jelaskan tentang cincin ini" teriak kak shuyi.
>Dikamar Shushan<
"Huhf.. Aku harus segera mencari alasan.. Agar nanti bisa menjelaskannya kepada ibu dan ayah" gumam shushan.
Ketika shushan sedang memikirkan alasan yang akan dia berikan kepada keluarganya terdengar suara dan terlihat sebuah sosok muncul di depan mata shushan.
~Selamat tuan sekarang syla sudah selesai Upgrade jadi syla punya wujud~ ucap sosok itu yang tidak lain adalah syla.
"Bukankah syla bilang.. Bahwa kalau baru Ver.10 syla gak bisa keluar dari ruang batin" tanya heran shushan.
~Ihh bukan begitu.. Maksud syla kalo di Ver.10 syla akan punya wujud tapi hanya bisa lihat oleh master dan gak bisa di pegang.. Dan hanya bisa di sentuh di ruang batin master~ ucap syla kesal.
__ADS_1
"Oh begitukah.. Yah selamat kembali syla" ucap shushan sambil senyum.
~Eheheh iya master~ jawab syla senang.