Reincarnation Of The Cultivator World

Reincarnation Of The Cultivator World
Xu Yu Dan Penyiksaan Shu Shan


__ADS_3

>>>>>>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<<<<<<


[ Pov Xu Yu ]


Aku adalah pengawal paling beruntung karena mendapat tuan yang sangat dermawan dan baik hati, sekarang aku sedang menjalankan misi dari tuan ku yaitu memantau perbatasan karena sebentar lagi aku akan membuat pertunjukan bersama tuanku.


(Kyaa.. Memikirkannya saja membuatku bergairah) batin xuyu.


Sekarang hampir 2 bulan lebih aku jauh dengan tuanku, aku sangat kangen sekali ingin melihat senyumnya.


Tapi aku tidak bisa meninggalkan misiku nanti tuan akan kecewa, dan aku bosan karena tidak ada pergerakan selama dua bulan ini.


(Si monyet itu pada kemana sih.. Cepet bergerak kee agar aku bisa bersama tuan muda lagi) batin xuyu kesal.


Sreks.. Sreks..


"Hmm.. Akhirnya bergerak juga tuh monyet" gumam xuyu kesal.


"Baiklah saatnya melapor.. Ahh.. Akhirnya bisa ketemu tuan muda" sambung xuyu.


{ Di Kamar Shushan }


"Hufh.. Lama.. Aku bosan sekali" ucap shushan.


~Sabar tuan sekarang xuyu sedang menuju kemari~ ucap syla.


"Wah.. Sudah pulang ya.. Ehh tapi gimana kamu bisa tau" heran shushan.


~Hufh.. Memang apa sih yang gak syla tau~ ucap syla sombong.


"Cih.. Sombong" gumam shushan.


~Apaa~ sahut syla.


"Gak kok" ucap shushan sambil pura-pura bersiul.


Tak berselang lama setelah shushan bercakap dengan syla, xuyu muncul di hadapan shushan.


"Tuan muda" ucap xuyu senang.


"Ya.. Terima kasih untuk kerja kerasnya" ucap shushan sambil tersenyum.


"Emm" xuyu tersipu malu


(kyaa.. Rasa lelah ku tiba-tiba hilang) batin xuyu.


"Emm.. Kau memang sangat cantik kalau tersenyum" puji shushan.


Blush..


"Makasih.. Tuan muda" dengan nada rendah dan wajah memerah.


"Emm.. Baiklah tunggu aku di depan gerbang masuk.. Dan juga beri tau semuanya untuk tidak lengah soalnya akan ada penghianat" ucap shushan.


"Baik.. Laksanakan" jawab xuyu sambil menghilang.


"Baiklah.. Syla keluarkan Hoodie dan juga topeng yang ada di Storage.. Terus beli celana yang cocok di Shop" ucap shushan.


~Oke tunggu sebentar~ sahut syla.


Setelah beberapa saat semua barang yang di minta shushan muncul dari ketiadaan menjadi ada.


"Yosh.. Ini sangat nyaman.. Jadi ingat masa lalu" ucap shushan.


"Baiklah.. Mari kita mulai" sambil memasang senyum iblis.


Shushan langsung menggunakan Teleport agar dia bisa langsung sampai di gerbang.


{ Di Luar Gerbang }


"Hmm.. Hhmm.. Akhirnya sebentar lagi mulai" gumam xuyu senang.


Muncul sosok di samping xuyu dengan pakaian aneh tapi keren dan menambah kesan misterius ketika kita melihatnya.


"Ayo.. Xuyu.. Dan pakai topeng ini" ucap shushan sambil memberikannya topeng rubah.


"Emm.. Tuan" jawab xuyu.


Setelah itu mereka menggunakan Teleport ke perbatasaan, setelah sampai disana mereka tidak langsung menyerang tapi mengamati mereka dulu.


Walaupun mereka bisa menghancurkan dengan sihir sekala besar misal dengan sihir meteor saja mereka sudah menjadi gepeng.


"Kheheh.. Sebentar lagi kita akan menikmati mereka" praktisi aliran hitam 1.


"Ya.. Aku juga sudah tidak sabar untuk menikmati para wanita disana" balas yang lain.

__ADS_1


.


.


.


"Cih.. Para ******** ini" gumam kesal shushan.


Xuyu yang melihat tuannya kesal dia pun ikut kesal karena dirinya pun seorang wanita jadi dia tidak terima dengan ucapan mereka.


"Tuan apa kita langsung serang saja" tanya xuyu dengan nada kesal.


"Tidak.. Aku ingin menjadikan mereka eksperimen senjata baru miliku.. Nanti kau lawan dan tahan sebisa mungkin praktisi aliran hitam" ucap shushan sambil memasang senyum iblis.


"Baik.. Kalau begitu" balas xuyu tertegun dengan aura pekat milik tuannya.


"Mari mulai" ucap shushan.


Yang pertama langsung menyerang adalah xuyu dia menuju ke arah kumpulan praktisi aliran hitam.


"Kehehehe.. Kalian akan mati para monyet" ucap xuyu dengan suara yang mendalam dengan di penuhi oleh aura membunuh.


"Musuh.. Siapkan senjata kali-.. Akhh" teriak musuh.


"Mati" teriak xuyu menggila.


"Wah.. Aku harus hati-hati kalau menghadapi wanita.. Aku tidak tau xuyu yang lembut bisa menggila seperti ini" gumam shushan sambil bergidik melihat xuyu marah.


"Baiklah buat penghalang dulu.. Protection" ucap shushan.


Muncul sebuah lingkaran di atas xuyu dan para praktisi aliran hitam, setelah itu mereka semua terkurung oleh sebuah pelindung.


"Selamat bersenang-senang.. Dan hati-hati" ucap shushan dengan telepati.


"Baik" jawab xuyu dengan malu dan setelah itu kembali beringas.


"Nanana.. Sekarang tinggal kalian" ucap shushan dengan suara yang menggelegar di bantu dengan Qi.


Setelah berkata seperti itu shushan mulai terbang dengan menggunakan sihir fly.


"Kalian berani menyerang kerajaanku.. Maka kalian mati" ucapan shushan menggelegar seperti petir.


"Hahahah.. Kau hanya di tahap Ketenangan tahap 4.. Mau melawan kami.. Pergi jangan ganggu kami atau mati" ancam raja kerajaan Stars Silver.


"Pfhahahaha.. Perutku sakit sekali.. Tapi aku terhibur oleh kalian.. Sekarang kalian akan menjadi objek percobaan untuk senjata baru yang aku buat" ucap shushan sambil tertawa lantang.


Melihat senjata yang di keluarkan oleh shushan, mereka langsung tertawa dan mengejeknya.


"Pfhahaha.. Lihat prajurit.. Dia ingin membunuh kita dengan sebuah seruling.. Hahaha dia sangat bodoh" ejek raja.


"Pfhhaha.. " semuanya tertawa.


Shushan tidak peduli dengan ejekan mereka dia mulai memainkan serulingnya, seketika angin berhenti berhembus dunia seakan retak.


Krakk.. Krakk..


Langit mulai runtuh dan menjadi berwarna merah, tanah yang hijau jadi merah semua yang terlihat oleh mereka.


"I-ini kenapa.. Dunia menjadi mendadak berubah.." ucap raja panik.


"Akhhhhh..." teriak para prajurit yang tiba-tiba terikat di sebuah salib.


Suara seruling yang di keluarkan oleh shushan berhenti, dan shushan mulai memasang senyum iblis di balik topengnya.


"Selamat datang di dunia.. TSUKUYOMI.. Yang aku buat" ucap shushan dengan nada pelan tapi penuh penekanan.


"A-apa.. Yang kau lakukan ********.. Cepat lepaskan aku.. Atau kau ku bunuh" ucap raja dengan tubuh gemetar.


"Ara.. Kasihan sekali kau bodoh.. Sudah tau di ujung tanduk bukan sujud malah menjadi anjing nakal" ejek shushan.


"Baiklah mari kita mulai penyiksaannya" sambung shushan dengan aura mikiknya bocor.


Arkkkk...


Setiap prajurit dan jenderal tubuhnya menempel di sebuah salib dengan tusukan subuah paku-paku kecil menusuk setiap inci tubuh milik mereka.


Arkkk... A-ampun.. Arkkk..


"Hee.. Tidak ada ampun" gumam shushan sambil terus menyiksa mereka.


Shushan terus melakukan itu jika ada yang hampir mati dia sembuhkan dan lalu dia disiksa lagi.


Aliran terasa berhenti ketika dunia berubah dan mereka yang merasakan itu hampir tidak memiliki jiwa lagi walaupun mereka sudah di sembuhkan tapu mental mereka benar-benar hancur.


Disaat shushan sedang asik menyiksa mereka terdengar suara wanita dari arah belakangnya yang memanggil namanya.

__ADS_1


"Tuan muda" ucap suara itu dengan suara lemah dan gemetar.


"Emm.. Oh kau sudah selesai Xuyu" ucap shushan dengan lembut.


"I-iya" ucap xuyu dengan gugup dan tubuhnya masih bergetar.


[ Pov Xu Yu ]


Aku sekarang sedang membantai praktisi aliran hitam, ini adalah perintah tuanku, sebenarnya aku ingin bertarung bersama dia, aku tau dia kuat tapi tetap saja aku khawatir.


"Dasar ****** mati kau" ucap tetua aliran hitam.


"Hufm.. Sampah" dengus xuyu sambil menebas tetua itu.


Arkk..


Aku bersenang-senang seperti kata tuan, tapi sesaat kemuadian daerah sekitar menjadi aneh, langit retak dan berubah warna, angin berhenti berhembus, dan tiba-tiba penghalang yang tuan pasang mehilang.


(I-ini.. Tuan apa ini ulah mu) batin xuyu.


"Aku harus mempercepat membunuh mereka" gumam xuyu.


"Badai Es Api Abadi" ucap xuyu.


Seketika muncul dua badai berbeda elemen mulai menyatu dan mulai menerjang kearah musuh.


"Menghindar" teriak mereka namun tidak sempat.


Arkkk...


Semua musuh terjebak didalam badai mereka merasakan panas dan dingin yang Extrem secara bergantian sampai mereka mati.


"Sekarang sudah selesai.. Saatnya melihat tuan muda" gumam xuyu.


Aku langsung ketempat tuanku tapi saat aku sampai aku melihat sesuatu yang mengerikan, aku melihat aura yang dimiliki tuan berbeda dari biasanya, juga para musuh di siksa dengan sadis.


Author : pemandangan yang dilihat oleh xuyu sama persis dengan yang di buat itachi tapi bedanya ini menyerang tubuh dan mental kalau itachi hanya menyerang mental.


"I-ini apa yang terjadi dengan tuan muda" gumam xuyu.


"Tidak ini bukan tuan muda yang kukenal" sambung xuyu dengan tubuh gemetar.


"Tuan muda" ucap xuyu dengan nada lemah dan gemetar.


[ Pov End ]


"Emm.. Oh kau sudah selesai Xuyu" ucap shushan dengan lembut.


"I-iya" ucap xuyu dengan gugup dan tubuhnya masih bergetar.


(Emm.. Kenapa dia kelihatan takut.. Ahh jadi karena itu) ucap shushan sadar.


Shushan langsung mendekat kearah xuyu, sekarang terlihat tubuh seorang wanita bergetar hebat Karena ketakutan.


"Tenanglah.. Aku melakukan ini hanya kepada musuh saja jadi tidak perlu takut.. Tapi aku ingin kau nanti menghentikanku kalau aku lepas kendali" ucap shushan dengan lembut sambil mengusap kepalanya.


Walaupun xuyu adalah yang dipanggil oleh sistem tapi dia juga masihlah seorang wanita remaja yang pengalamannya belum banyak dan sensitif.


"E-emm" angguk xuyu mulai tenang.


"Bagaimana.. Apa kau bersenang-senang" tanya shushan sambil tersenyum.


"Emm.. Walaupun lawannya lemah tapi menyenangkan" ucap xuyu yang sudah tenang karena kepala nya terus di usap oleh tuannya.


"Bagus kalo begitu" ucap shushan.


"Tuan.. Apakah ini teknik milik tuan" tanya xuyu penasaran.


"Ya.. Nama teknik ini adalah tsukuyomi teknik yang diciptakan hanya untuk menyiksa sesuka hati karena orang yang disiksa tidak akan mati mereka akan sembuh secara fisik dan hanya mental mereka yang hancur" jelas shushan.


"Seram" gumam xuyu bergidik ngeri.


"Tuan.. B-bukankah sudah cukup.. Karena orang terkuatnya belum datang" ucap xuyu dengan gugup.


"Emm.. Kau benar baiklah saatnya membunuh mereka" ucap shushan.


"Api Hitam"


Muncul api hitam di tangan shushan, dan shushan langsung mengontrol api itu untuk menyebar dan membunuh musuh yang ada di hadapannya.


Api mulai menyebar dan menyambar musuh satu persatu, setelah api sampai terdengar jeritan yang memilukan.


Arrkkk.. Sakit..


Teriak mereka.. Tubuh mereka lalu hilang tertelan api dan tidak meninggalkan jejak seperti mereka memang tidak pernah ada di dunia ini.

__ADS_1


Xuyu yang melihat ini juga ikut bergidik ngeri karena walaupun dia tahap kaisar dia akan tetap mati jika terkena api ini.


(Tuanku memang menakutkan.. Tapi aku suka.. Apa aku memiliki kesempatan untuk berdiri disampingnya) batin xuyu.


__ADS_2