
Di bulan. Saya dan Trandwil masih saling tatap menatap, keadaan yang parah untuk Trandwil, saya kira dia cukup mampu menahan kekuatan saya tapi kenyataan nya dia justru lebih lemah dari perkiraan saya. Mata iblis saya gunakan untuk melihat kedalaman dari sumber eksistensi nya. Kekuatan besar yang cukup meluap luap dari sumber eksistensi nya ternyata masih ada
‘ Hmm.... Sumber eksistensi mu trnyta masih memiliki banyak sihir. Kenapa kau tidak menggunakan nya saja ? ’
‘ Hooo... Jadi kau bisa melihat sumber eksistensi seseorang yaa menarik. Sialan dia benar benar kuat, bahkan dengan merasakan kehadiran nya saja, bulu kuduk ku merinding, siapa sebenarnya nya. Apakah ini Pahlawan baru umat manusia ?... Dari pada merasakan hawa pahlawan suci ini justru seperti Raja Iblis Kegelapan. Didalam nya hanya ada kegelapan kental yang tidak terukur ’
‘ Kenapa kau malah gemetar seperti itu orng bego. Jio Agree ’
Lima api hitam di luncurkan kekuatan besar menghentak. Sebuah bola bola api hitam legam meluncur menghantam permukaan bulan. Trandwil mundur kebelakang sembari melancarkan gelap nya, tebasan dari pedang ajaib nya di luncurkan, api api hitam menghilang di tebas dan di tiadakan menjadi hal yang tidak pernah ada. Tebasan kuat yng membelah apapun yang ada di jalur
Bersamaan dengan itu pula saya menggunakan Mata Iblis saya untuk menghancurkan serangan itu. Tebasan gelap itu di hilangkan. Senyuman menyeringai terukir di wajah saya, kami saling menatap satu sama lain, saling mengintimidasi dan mencoba saling mendominasi.
[ Di Bumi ]
Di bumi Vindzena di sulitkan dengan dua orang yaitu Elein dan Rades. Sebuah tebasan kuat dari besar di luncurkan oleh Rades. Vindzena terpental dan disusul dengan gerakan petir dari Elien, tebasan yang cukup kuat di terima Vindzena hingga mengenai perut nya dan menebas perut nya hingga darah benar benar menetes mengalir dan membanjiri nya. Regenerasi di aktifkan meregenerasi sel-sel dan menyembuhkan luka yang di terima Vindzena
‘ Mereka merepotkan ’
‘ Araa... Ku pikir kau cukup kuat dari penampilan mu, tapi nampak nya kau tidak ada apa apa nya dengan kami yaa ’
‘ Seorang yang tidak memiliki pengalaman dalam berperang. Tidak pantas untuk di medan perang, kembali lah tempat ini tidak cocok untuk gadis muda seperti mu. Kau memiliki masa depan yang lebih baik dari pada mengikuti hal ini atau jika kau mau bergabung lah dengan kami ’
Semua ucapan di lontarkan oleh Elien dan Rades kepada Vindzena. Untuk memprovokasi dirinya agar pergi dan menyerang saja, tapi hal itu tidak menggentarkan dirinya untuk tetap maju dan bergerak. Dia tidak peduli siapapun lawan nya, Vindzena akan menghabisi nya jika dia di remehkan. Aura hitam menyelimuti, es es gelap menghentak dingin. Kekuatan besar terasa dimana mana, bahkan sihir juga terasa di dalam tanah
‘ Meloncat ’
Sebuah Es es besar dri dalam tanah menembus bumi, menerjang Rades dan Elien mereka meloncat ke udara dan terbang mundur menghindar sebuah rajaman es hitam tersebut, tidak hanya itu dari atas sebuah tembakan es es yang sangat tajam menerjang mereka. Dengan sigap mereka pula menghindar
Kekuatan besar terasa di bumi. Tanah berguncang, mereka berdua waspada hingga es-es hitam yang tajam menerjang mereka, di lanjutin dengan sebuah serangan akar akar es berwarna hitam dan biru yang masing masing nya sangat lah banyak bahkan itu terus menerus bergerak dan mencoba untuk menghancurkan mereka. Tebasan demi tebasan mereka hancur, tapi serangan serangan itu hanya seperti mainan bagi Vindzena
‘ Menghadapi akar rambat saja kalian kewalahan bagaimana jika aku serius...? Kalian tidak lebih hanyalah bocah baru yang baru mengenal medan peperangan. Kalian bahkan tidak ada apa apa nya dibanding orang yang menundukkan ku Lima Ribu Tahun lalu ’
‘ Aku mengakui kalau kau benar-benar kuat. Tapi kau telah salah besar karena sudah meremehkan kami ’
‘ Akan ku buat kau menyesal gadis sialan ’
‘ Lakukan saja jika kalian mampu ’
__ADS_1
Sebuah kekuatan besar di luncurkan oleh mereka. Tanduk hitam muncul di kepala nya mereka bagaikan iblis yang benar benar haus akan nafsu kehancuran. Rades berubah menjadi sosok iblis besar dengan armor hitam, dan Elien berubah menjadi iblis perak dengan aura petir gelap nya. Sebuah serangan telak di luncurkan menghancurkan semua es dan membuat semua yang ada disana berguncang
Api api hitam meluncur melelehkan es-es dari Vindzena. Petir petir gelap yang menghantarkan kehancuran menghancurkan semua es dari Vindzena, hingga mereka bergerak dengan kecepatan yang luar biasa, menembus angin dan suara, mereka mengayunkan pedang mereka tepat didepan Vindzena, tapi seakan akan waktu benar benar berhenti
‘ Wahai darah iblis yang mendidih dan berdiri, patuhi lah perintah tuan mu, karena aku lah sang Raja Iblis Disvolia. Ignure ’
Disaat mereka akan menyerang. Sebuah guncangan hebat dari tubuh mereka menghentak menciptakan sebuah rasa sakit yang benar benar menyakitkan, mereka terjatuh dan berlutut di hadapan saya. Darah keluar dari mulut mereka, kekuatan iblis yang mereka gunakan benar benar sudah di luar kendali, hingga mereka kembali ke wujud awal mereka sebagai manusia biasa
‘ Sialan... Apa yang kau lakukan ? ’
‘ Kau pikir kau menggunakan darah siapa hah ? Darah yang mengalir dalam tubuh mu ada darah dari iblis dari keturunan ku Lima Ribu Tahun lalu, dan aku mempunyai kuasa mutlak atas mereka. Karena aku lah sang Raja Iblis Disvolia ’
‘ Gadis sialan akan ku cincang tubuh mu ’
Sebuah tebasan di luncurkan oleh Elien, tapi Vindzena menggunakan untuk membekukan waktu dimana tebasan itu kini berhenti tepat di samping leher Vindzena. Dia tersenyum puas melihat lawan nya yang berhenti dan membeku menjadi dingin. Rades yang melihat hanya bingung dengan apa yang terjadi kenapa bisa sebuah tebasan yang seharusnya telak mengenai Vindzena justru berhenti dan dia malah membeku dan membiru
‘ Apa yang kau lakukan... ? ’
‘ Huhh.... Maa tidak lebih hanya menghentikan wKtu dari bocah ini, dari pada menghentikan nya lebih tepat nya aku membekukan waktu untuk nya, dia membosankan jadi lebih baik mati saja ’
Vindzena memegang pundak dari Elien yang membuat nya justru semakin beku, hingga benar benar menghantarkan dia pada sebuah kekuatan besar yang akan menelan nya dalam rasa dingin yang tiada lawan nya. Vindzena menanamkan sebuah kutukan yang akan mengutuk lawan menjadi sebuah es hingga sumber eksistensi nya padam akibat membeku. Dimana setelah Elien benar benar membeku seutuh nya Vindzena langsung menebasnya dan benar benar menghancurkan nya menjadi butiran-butiran kristal es yang berterbangan
Api hitam menghancurkan segala hal yang ada disana, kekuatan besar kini muncul membentuk sebuah harimau di belakang Rades. Kekuatan besar yang membakar segala hal yang ada disana, hempasan demi hempasan dari api gelap itu terus meluncur menghantarkan nya dalam ketiadaan yang tak berujung. Kekuatan besar yang akan menghancurkan lawan nya dan membuat lawan nya menjadi abu
Vindzena hanya tersenyum melihat hal itu, dia justru bersemangat untuk menerima kekuatan besar yang akan menghancurkan nya, api hitam yang membara menerjang Vindzena semakin dekat api itu semakin panas suhu nya, tapi Vindzena hanya menampilkan senyuman menyeringai diwajah nya. Hingga mata ungu terang menyala, waktu seakan akan berhenti dan melambat Vindzena menghentakan tombak nya ke tanah
‘ Kenangan bersejarah, darah mengalir membeku menjadi es, kehadiran ku yang membelah dunia karena aku lah pedang itu sendiri, Putaran kekacauan. Wahai alam semesta yang menyambut penghancuran "Ardeinalvinas" ’
Sebuah ledakan besar terjadi. Kekuatan yang mengerikan baru saja di luncurkan, segala hal yang ada disana membeku menjadi es dan salju, bahkan sumber eksistensi mereka juga ikut hancur, semua pasukan dari Trandwil menjadi manusia es yang membeku bahkan tidak ada satupun dari mereka yang selamat kecuali para petinggi dari pasukan mereka. Ledakan besar itu bahkan sampai ke tempat yang lain sedang bertarung
[ Di Mira ]
‘ Kekuatan macam apa ini... Semua nya membeku menjadi Es. Hawa panas dari kekuatan mereka berdua terhenti, apakah mereka kalah ini tidak mungkin ’
‘ Hmm... Vindzena telah mengeluarkan serangan penghabisan nya yaa... Nampak nya dua orang bego yang melawan nya sudah mati ’
‘ Hoi... Apa maksudnya ini ? ’
__ADS_1
‘ Hmm.... Teman ku tadi mengeluarkan kekuatan penghabisan nya jadi mungkin, kedua teman mu itu sudah mati, lagi pula Es dari Vindzena bisa membekukan Sumber Entitas seseorang, jika seseorang itu tidak ahli dalam sihir sumber maka sudah itu kematian permanen bagi dia ’
Disaat Mira menjelaskan hal yang terjadi, Calmen tiba tiba saja menyerang nya dengan katana nya, tapi sayang sekali Mira mengaktifkan sebuah pelindung kuat yang mampu menahan serangan dari Calmen, petir petir di sekitar mereka menyambar nyambar, api kehancuran dari matahari penghancur memusnahkan segalanya yang ada disana. Kekuatan pemusnah yang menolak segala bentuk ciptaan
‘ Membosankan... Apa yang ini saja kekuatan mu ’
Sebuah pedang berwarna emas di pegang oleh Mira dimana kini dia menebaskan pedang nya ke arah Calmen yang mencoba membobol sihir nya, tebasan kuat hingg benar benar mampu membelah dua gunung yang ada di belakang Calmen. Ia menghindar ke atas dan meluncurkan sebuah serangan balik dimana katana katana yang sangat banyak menerjang Mira secara beruntun
Satu persatu dari serangan serangan itu kini di tangkis oleh Mira. Tujuh Buah Api di luncurkan oleh Mira ke arah Calmen serangan telak di terima nya dimana kini setengah dari tubuh kri nya hancur, hanya saja dia mampu meregenerasi itu kembali, dengan keadaan yang terengah engah dan juga penuh luka Calmen berlutut memegang pedang nya, keadaan terpuruk yang membuat Mira tersenyum menyeringai
‘ Api Iblis bagaimana bisa kau menggunakan nya ? Apa jangan jangan kau adalah iblis juga ’
‘ Jngn knyol. Apa hanya ini kekuatan mu ? ’
‘ Wanita bajingan... Jangan meremehkan kekuatan seorang samurai ’
Calmen kini bergerak dengan kecepatan yang luar biasa bahkan api hitam yang di ciptakan oleh Mira di hapus hanya dengan hempasan pedang nya saja, sebuah tebasan Ianngsung di arahkan ke arah Mira. Luka tebasan nampak didada nya bahkan darah mengalir dengan deras. Darah yang mengalir tidak hanya dari tubuh nya saja tapi dari mulut nya sampai mengeluarkan darah
Mira dengan sihir nya mencoba menyembuhkan tubuh nya tapi sihir Regenerasi nya nampak dibatasi seakan akan kekuatan dewa nya di tekan disana. Dari langit awan gelap menutupi dunia, kekuatan besar terpancar Calmen bahkan melancarkan sebauh tebasan luar biasa yang langsung menembus pertahanan ganda milik Mira, 50 klon muncul dimana itu adalah kloningan dari Calmen yang masing masing memiliki pikiran nya sendiri dengan pikiran pararel
‘ Ini lah akibat nya jika kau merendahkan seorang samurai... Mati lah dengan tenang tanpa dendam ’
Disaat dia akan mengeluarkan kekuatan besar nya. Mira tersenyum menyeringai dimana saat itu juga Calmen langsung mengeluarkan darah dari mulut, hidung dan telinga, dia merasakan rasa sakit yang luar biasa di seluruh tubuh nya, bahkan lima puluh klon nya kini pun lenyap dan menghilang, dia tersungkur dengan keadaan yang sangat terpuruk. Tangan kanan nya kini seakan akan membusuk
‘ Apa yang terjadi ’
‘ Hahahaha... Kau pikir pedang mu itu aman setelah terkena darah ku haahh... Tubuh mu sudah terkena kutukan darah ku itu akan membunuh mu dengan memberikan rasa sakit yang tidak pernah kau rasakan ’
‘ Sialan berani nya— ’
Disaat dia ingin bangkit lagi sungguh naas nya dia tidak mampu karena kaki nya telah membusuk dan hancur. Mira tersenyum menyeringai dengan ekspresi yang sangat puas akan kematian lawan nya, sikap nya seakan-akan nampak benar benar seperti Winsel yang tidak memiliki ampun sama sekali, bahkan dia saja benar benar tidak segan segan membunuh lawan nya. Ini hal wajar sebenarnya karena ingatan Winsel sebagai Dewa Penghancur pasti telah bercampur dengan ingatan Mira sebagai manusia
Tubuh nya kini di lapisi oleh sihir yang luar biasa bahkan luka luka yang di-deritanya kini sembuh secara sempurnah bahkan tenaganya juga pulih kembali. Mata Kehancuran Dilevade muncul dimata Mira. Sebuah mata dengan pola Segitiga berwarna merah yang melambangkan penghancuran. Mata Kehancuran Dilevade kini menghancurkan Calmen menjadi butiran debu yang melayang di udara, tertiup oleh angin yang di hembuskan oleh alam
‘ Langit gelap menghilang, hawa keberadaan nya pun menghilang jangan jangan... Dia telah kalah. Calmen adalah ahli pedang yang hebat tidak mungkin dia bisa kalah oleh gadis sekolahan ’
‘ Jangan menghiraukan lawan mu ketika di Medan perang atau kau akan mati ’
__ADS_1
‘ Yahh maaf ada hal yang mengganjal di pikiran ku tadi. Mereka benar benar berbahaya, Tower Of Truth siapa sebenarnya kalian ’
Pertarungan yang cukup sengit nampak nya terjadi antara Rena dan Ilia, dimana nampak nya Ilia lebih unggul dari pada Rena, hal ini bisa terlihat jelas dimana Rena terluka parah dan Ilia hanya menerima beberapa goresan saja di wajah dan lengan nya. Tapi apakah hal itu akan menghalangi Rena untuk membangkitkan potensi nya sebagai orang kuat dan sebanding dengan sang Ketidakteraturan