
Semakin lama semuanya semakin terungkap di balik hal hal yang selama ini menghantui kota, Yaa saya sendiri tidak pernah berfikir kalau perdamaian dunia nampak nya ada di ambang krisis. Padahal tatanan kehancuran sudah saya ambil alih 5000 tahun lalu, semuanya semakin lama akan semakin terungkap segalanya kini sudah mulai terungkap sedikit demi sedikit
Dunia kini sedang tidak baik baik saja, semuanya nampak sedang mengarah ke perang suci yang terjadi 5000 tahun lalu, saya sangat membenci hal ini. Saya tidak mau usaha saya sia sia dalam membuat perdamaian dunia, sang Pahlawan seharusnya kali ini sudah bereinkarnasi mungkin begitu
Saya juga sudah mulai mendapatkan beberapa informasi dari iblis yang saya siksa beberapa waktu lalu, yaa tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membangkitkan Raja Iblis Kehancuran Telion ? Siapa dia sebenarnya
Saya duduk di tempat ruangan pribadi saya yang telah di siapkan oleh keluarga saya, yaa nampak seperti tempat VIP tapi lebih sederhana dan lebih baik, saya tidak menginginkan hidup yang mewah itu bisa membuat saya lalai kau tau itu pasti, Saya menyeduh kopi di pagi hari yang begitu dingin ini
Sfx : *Tok* *Tok* *Tok* *Tok*
Pintu ruangan saya di ketuk oleh seseorang, saya menggunakan sihir untuk membuka pintu, dan dari balik pintu nampak lah kak Mira yang datang dengan keadaan masih menggunakan sweeter, yaa pemandangan yang cukup indah terlebih tubuh nya lumayan tapi saya tidak tertarik dengan itu
“ Mira Senpai ? Sedang apa kau pagi buta begini ....? ”
Saya bertanya kepada Kak Mira dengan apa yang di lakukan di pagi yang masih gelap ini, apakah adalah suatu hal yang membuat nya mendatangi ku di pagi pagi yang dingin ini, mungkin begitu, dia tidak akan datang kalau tidak ada urusan penting
“ Tidak ada apa apa aku hanya sedikit igi berbincang bincang dengan mu... ”
Dia duduk di kursi sova dengan saya dimana dia kini menyeduh kopi yang ada di dalam teko dan tadi baru saya buat dan itu masih agak panas, saya sempat kaget karena kak Mira Menyeduh kopi itu, apa dia pikir itu teh ? Mungkin begitu nampak nya dia sedang agak kebingungan yaa saya tau dia pasti memikirkan kasus baru baru ini
“ Anuu— Mira Senpai itu Kopi loh—.. ”
“ Tidak apa apa, kau pikir seorang wanita tidak menyukai kopi— ? Jngn konyol Rain-Chan ”
“ Huhh— baiklah aku pikir kak Mira tidak menyukai kopi ”
“ Hmm— Omong kosong ..... Sejak kecil aku sudah menikmati kopi ”
Saya tetap duduk dengan keadaan santai, sembari menyeduh kopi dan berbincang bincang tentang kasus kematian yang di sebabkan oleh Hantu Kematian yang sekarang sedang melanda kota ini bahkan tidak hanya di Academy tapi di seluruh kota, bahkan ada kasus yang di luar kota ini
Hantu Kematian terus menyebar dan menyebar semenjak saya membunuh pimpinan dari salah satu Hantu Kematian yang ternyata adalah Iblis dan dia berasal dari keturunan Hitam atau Black Primodial yang pernah menjadi musuh saya 5000 tahun lalu sampai saya membuat perjanjian damai, lebih tepatnya pernjanjian empat pilar
“ Kasus hantu Kematian terus merajalela ini benar benar gawat dan tidak bisa di biarkan begitu saja ”
__ADS_1
Wajah dari kak Mira nampak sangat serius bahkan saya nampak melihat retakan di gelap kaca yang di genggamnya namun saya memperbaiki retakan itu dengan sihir saya
“ Yaa Senpai sangat benar jika di biarkan hal ini bisa bertambah buruk, dan ada yang ingin saya akui kepada Mira— Senpai ”
“ Apa itu.... Ahhh jangan jangan kau...”
Senyuman aneh nampak di wajah Kak Mira
“ sebenarnya beberapa waktu lalu ..... ”
Saya menceritakan segala nya yang selama ini saya periksa tentang Hantu Kematian, namun saya mengaku meminta bantuan teman saya bukan bawahan saya. Itu demi menyembunyikan identitas saya dulu, saya menceritakan semuanya yang saya ketahui
Mulai dari saya menelusuri para hantu Kematian, dan menjelaskan siapa itu Primordial dan tujuan dan kaitan dari hantu Kematian dengan Primordial, yaa tentu dua konsep itu saling berkaitan karena tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membangkitkan Raja Iblis Telion, saya sudah tau kalau itu adalah Raja Iblis Palsu karena sejarah telah di ubah dan Raja Iblis yang asli seharusnya memiliki nama depan yaitu "V"
Kak Mira nampak mendengarkan pembicaraan saya dengan antusias saya menutup ruangan dan membicarakan nya secara pribadi dengan kak Mira
“..... Kenapa Rena tidak bilang kepada ku. Padahal ada informasi sedetail dan sepenting ini.... ”
“ Haa— ? Apa Rena Senpai tidak memberitahukannya kepada Mira Senpai ? Padahal aku sudah menyuruh nya untuk melakukan hal itu ”
“ Jangan bilang... Mereka di bawa pasukan Hantu Kematian? ”
Kak Mira langsung terkejut dan dia seakan akan tidak mau percaya dengan hal itu, wajah yang dipenuhi dengan rasa khawatir dari seorang teman. Baiklah saya mengerti apa yang harus saya lakukan dan saya tau siapa orang yang bisa di ajak bekerja sama dalam hal ini
“ Mira Senpai tidak perlu khawatir kita akan menemukan mereka... Dan aku tau siapa yang bisa membantu kita ”
Pagi hari berlalu dan mulai masuk jam 7 di hari libur, saya dan Kak Mira melakukan perjalanan kesebuah kuil untuk mendatangi seseorang, kuil yang di jangkau tidak lah mudah itu berada di atas sebuah gunung yang sangat tinggi. Saya dan kak Mira menempuh perjalanan 4 jam secara normal tanpa hambatan sedikit pun dan nampak cukup mulus karena kami juga dapat menikmati pemandangan yang cukup indah
Namun saat sampai di hutan yang lebih gelap kami mulai merasakan aura aura yang tidak enak, yaa ini adalah aura aura dari orang yang mati disini. Jiwa mereka selamanya disini, eksistensi nya menjadi terkutuk membuat mereka tidak bisa keluar dari hutan ini, dan di tengah perjalanan menuju Gua yang di tuju— Yaa Troll besar dengan tinggi 10 meter dan ukuran badan yang sangat lah besar menghadang kami
“ Dan yaa Senpai— kita menghadapi hambatan pertama ”
Namun saat Gate Of Primodial saya buka. Kak Mira dengan wajah yang dingin, seakan akan sedang dirasuki sesuatu berjalan ke arah Troll besar itu dengan wajah yang menunduk dan memegang pedang milik nya. Angin berhembus menerpa rambut indah nya, perempuan 18 tahun itu bergerak dengan sangat cepat
__ADS_1
Memotong setiap tubuh dari Troll itu hingga memenggal kepala dari Troll itu dan ya, Troll itu mati dan dengan sentuhan terakhir saya menghabisi Troll itu dengan menghancurkan eksistensi nya. Saya melihat kak Mira nampak murung setelah melihat Troll tadi sebuah pohon besar kami beristirahat dan saya menanyakan beberapa hal
“ Mira— Senpai...... Kenapa saat tadi kau melihat Troll kau nampak berbeda ? ”
“ Huhhh.... Jadi kau sadar yaa. Yaah aku mempunyai kenangan buruk akan makhluk tadi ”
“ Uhh— maaf sudah menanyakan itu ”
“ Iaa'— tidak apa apa, Dulu waktu kecil keluarga ku di bantai oleh sekawanan Troll yang lepas dari Hutan dan dari situ aku melawan 3 Troll sendirian... Ibu dan adik ku meninggal dalam tragedi itu, dan aku di asuh oleh seorang penyihir dari Academy ini dan yaa aku ingin menjadi lebih kuat agar bisa melindungi orang orang yang ku sayangi— dan setiap kali melihat makhluk itu membawa ku kepada kenangan buruk di masa lalu dan— ”
“ Tidak perlu aku sudah mengerti ”
Saya sadar kalau orang yang ada bersamanya adalah orang yang memiliki perasaan yang di sembunyikan, rasa sakit, dan kesedihan yang mendalam dan selalu di simpan dalam dalam agar tidak di ketahui oleh orang luar, agar tidak membawa petaka pada kehidupan yang seraya berjalan di dunia yang fana ini
“ Ngomong-ngomong... Kau mirip dengan adik ku dulu Reinhel dia cerdik dan sangat pintar mirip seperti dirimu... Rain Artzena ”
Malam yang tenang kami bermalam di hutan untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan esok hari untuk menemui seseorang yang dapat membantu kami dalam menemukan dimana Rena dan Valon, kami sempat terbawa suasana dan hampir saja melakukan hal yang dapat menghilangkan kesucian kami. Yaaa saya Benci hal ini jika bisa saya ingin menghancurkan pikiran ini
Pagi hari nya kami bangun, melanjutkan perjalanan ke puncak saya masih belum memberitahu siapa yang akan kami temui dan di tengah perjalanan saya dan kak Mira terus berbincang bincang agar tidak bosan dan membicarakan masa lalu dan masa kecil kami masing masing hingga saya menceritakan fakta di balik dunia. Dan diri saya sebagai Reinkarnasi dari Iblis malapetaka sang Primordial Merah Rain Artzena
Kak Mira seakan akan tidak percaya pada hal itu dia sempat berhenti dan gemetar saat saya menyebut bahwa saya adalah Primordial Merah dan saya lah Sang Penghancur Dewa, dan Mitos itu terus berkembang di seluruh dunia dan saya juga membeberkan bahwa fakta nya yang membuat perdamaian bukan dua pilar tapi empat pilar termasuk saya
“ ....Tapi kenapa anda malah menginginkan perdamaian bukan kehancuran.... ”
“ ..... Apakah iblis harus selayak nya menginginkan kehancuran ? Tidak. Aku hanya muak dengan tatanan para dewa yang menganggap manusia sebagai budak untuk melayani mereka dan kali ini juga di dunia ini aku akan mengubah sejarah kembali.... ”
“ .... Tapi jika anda membawa kehancuran. Saya akan melawan anda bagaimana pun cara nya .... ”
“ ..... Ku hargai itu, dan kau manusia kedua selain sang Pahlawan yang berani menantang ku secara terang-terangan tapi itu tidak akan terwujud karena perdamaian akan sia sia jika aku membawa kehancuran kembali .... ”
Yaa saat ini kami sempat terikat sedikit perdebatan dalam perjalanan, hingga beberapa saat pun kami mereda dan ya kami sampai di depan sebuah Kuil dan itu adalah Kuil dari sang Dewa Jejak Girdelona sang penjaga sejarah dunia Avilia dan dia lah orang yang seharusnya tau kenapa sejarah dunia terubah. Kami berjalan masuk kedalam kuil dan di aula kuil di bagian tengah nampak lah Sang Dewi yang sedang mengatur urutan urutan sejarah
Saat kami memasuki Kuil sejak awal kami sudah berpindah dimensi ke Alam Para Dewa yaitu Sky Of Star Heaven dan kami ada di dalam dunia Dewa Girdelona yaitu " World Traces of History Quazart " alam dari Dewa Jejak Sejarah Girdelona dan sang Dewi pun menoleh ke arah saya dan menyebutkan nama saya sesuai dengan yang dulu
__ADS_1
“ Lama tidak bertemu wahai sang Tirani Penghancur dunia Sang Primordial Merah Rain Crimson ”