
Rapat sebelum nya telah di tentukan, saya kini masih di rumah, yaa mudah saya karena besok itu hari libur, tapi nampak nya kami akan tetap di cari jika tidak segera kembali sebelum petang datang, saya kini berjalan menuruni tangga untuk keluar rumah, nampak ada Eliza dan Recol yang sedang melatih kemampuan mereka, saya cukup kagum karena Eliza sendiri adalah mantan seorang ksatria yang cukup hebat
‘ Pagi Rain-chan ’
Mira menyapa saya, dia nampak nya bangun lebih awal tapi sedang apa dia pagi pagi bgitu, yah seperti biasa dia selalu bersama dua orang yaitu Rena dan Vindzena. Vindzena mendekat kepada saya sembari menawarkan makanan
‘ Mau... ? ’
‘ Hmm...? ’
‘ Makan bikin sehat ’
‘ Huh...? Yaa boleh sih, kebetulan juga ’
Saya mengambil sepotong sandwich yang di tawarkan nya, yaa semacam sebuah taman kecil, ini cukup indah sebenarnya, saya begitu senang disini, ibu saya nampak nya cukup sibuk dan sedang mengurusi pekerjaan nya. Saya di tarik Vindzena untuk duduk bersama mereka, ini seakan akan kami sedang piknik, yaa walaupun faktanya begitu sih
[ Di Dunia Iblis ]
Di dunia Iblis Recol sedang memasuki wilayah iblis merah dengan mengendap-endap, di kini sudah mulai berada di depan istanah saya, istanah yang merupakan perwujudan dari tubuh Dewi Kehancuran Winsel, yang tentu istanah itu seakan akan hidup bagaikan makhluk bernyawa, dia memberikan otoritas yang luar biasa bahkan memberikan berbagai kutukan terhadap lawan lawan nya, jika mereka memilih tunduk pada saya mereka akan selamat, tapi jika mereka menginginkan pertentangan maka mereka akan mati
Disana Recol mulai masuk kedalam, melalui atas istanah, dia menyembunyikan hawa keberadaan nya, sampai di lorong yang gelap, sosok dengan rambut merah berdiri, di belakang nya, setelan hitam nampak di pakai nya, mata merah menyala, dia berjalan di lorong yang gelap, tangan yang sudah siap dengan cakar kematian nya, dia benar-benar menebarkan aura membunuh yang sangat pekat, bahkan Recol sempat merasakan nya
‘ Apa yang kau lakukan disini tikus kecil, apakah kau sudah kehilangan tuan mu, dan datang kesini untuk tunduk pada tuan ku ’
‘ Jangan knyol Diablo, tuan ku masih hidup, dan sampai kapan pun aku akan setia pada nya ’
‘ Lantas untuk apa kau datang ke-mari ? '
Suasananya begitu mencekam, keduanya benar benar sudah siap untuk saling menyerang, tangan kanan Diablo dimana terdapat cakar kematian sudah siap dan di lapisi sihir, dan juga pedang dari Recol yang sudah di siapi sihir yang sangat kuat untuk mengcounter sihir dari Diablo, sebenarnya Recol sangat terintimidasi dengan hawa keberadaan dari Diablo yang benar benar sangat pekat dan menakutkan, tapi tentu itu tidak akan memanaskan dirinya yang dingin
‘ Tuan kita telah kembali... Dunia yang damai telah terwujud, tapi masalah baru datang, kebangkitan sosok kekacauan yang menentang tuan kita akan muncul, dan aku di perintahkan untuk mendatangi mu dan membawa iblis yang lain ’
‘ Apa kau serius dengan perkataan mu...? ’
‘ Tentu, dia sekarang ada di dunia manusia dan sedang bersama yang lain ’
‘ Apa kau yakin kau tidak berbohong...? ’
‘ Jika aku berbohong, untuk apa aku jauh jauh kesini...? ’
‘ kalau begitu mari kita uji ’
Diablo melesat dengan sangat cepat, bahkan itu benar benar menembus cahaya yang bahkan tidak dapat di lihat sama sekali, satu hempasan dari cakar di tangan kanan nya di layang kan ke arah Recol, tapi Recol dengan kecepatan nya mampu menghindar dan bahkan melayangkan serangan secara bersamaan, Diablo yang sadar akan hal itu semua menghindari setiap tebasan dari Recol
Mereka kini bertarung di udara, Api hitam pekat di luncurkan oleh Diablo itu benar benar panas dan sangat mengerikan, tapi secara ajaib serangan itu di bekukan dengan sihir milik Recol yang bernama , serangan yang benar-benar membekukan segala nya, bahkan api yang panas di bekukan nya, serangan petir petir ungu kini menyambar langit langit, Recol dengan cepat mengindari semua serangan dari Diablo
Api hitam berkobar kembali, itu merambat dari tempat ke tempat lain bagaikan sebuah ombak yang sedang mengejar mangsa nya di lautan lepas, es yang dingin pun di keluarkan nya, tapi semuanya sia sia api itu benar benar terus memojokan Recol, sambutan yang sangat ramah sekali dari sosok Diablo, tapi disaat itu pula Recol menghentikan waktu untuk menghentikan semua ini, kekonyolan Diablo bagi nya benar benar nampak seperti anak kecil
Waktu terhenti tapi ruang itu sendiri kini berubah menjadi hitam dimana Recol telah masuk dalam perangkap Diablo, yaitu sebuah Domain, neraka penghakiman, tempat jiwa jiwa terkutuk, jiwa jiwa yang terkutuk dan menyimpan rasa dendam dan benci, keluar dari dalam tanah, itu merambat ke tubuh Recol, tapi dengan cepat dan tenang, efektif dan luar biasa, Recol menebas ruang domain yang di ciptakan oleh Diablo
Ruang itu kini pecah, Diablo berdiri di atas bangunan runtuh, dia menatap ke arah Recol dengan senyuman sinis nya, benar benar sosok iblis yang mengerikan, bawahan sang Primordial Merah, benar benar iblis yang tidak dapat di logika-kan, jika bawahan nya saja sudah sekuat ini lantas bagaimana dengan atasan nya ? Atau tuan mereka yang mereka layani, dan mereka anggap Raja
‘ Kau nampak menjadi semakin kuat, dan ekspresi wajah mu juga tidak mengatakan kalau kau adalah pengkhianat, kalau begitu aku akan mempercayai mu ’
‘ Sudah ku katakan, aku datang dengan niat damai ’
‘ Yahh tentu kau tidak lupa kan oleh diriku, aku sangat suka hal itu ’
‘ Kau memang tidak berubah ’
‘ yah... Tidak akan ku lakukan selama itu tidak di perintah tuan ku ’
Mereka kini berjalan menuju sebuah portal dimensi, itu berada tepat di bawah kastil saya, 5 batu kristal kini di pegang oleh Diablo, dia meletakan nya di 5 bola tempat yang seharusnya. Gerbang dimensi terbuka tapi itu tidak menuju ke Algard, lantas kemana itu masuk ?, Mereka justru masuk kedalam sebuah kapal, kapal hitam yang sangat gagah, layar di atas berkibar, nampak bendera bajak laut disana, bender hitam dengan lambang tengkorak yang menebarkan aura mencekam
Diablo berjalan masuk, sampailah mereka didepan kamar dimana itu nampak di kunci oleh seseorang dari dalam, dia mengetuk tapi tidak di jawab atau di buka oleh orang yang ada di dalam, dalam pikiran Diablo berfikir ‘ Apa dia mati ? ’ ungkap nya meskipun dia masih merasakan hawa keberadaan seseorang, selain keberadaan nya dan Recol, karena tidak ingin berlama lama Recol lah yang langsung mendobrak kamar itu, dan nampak kamar yang cukup mewah dan luas di dalam kamar
__ADS_1
Tempat kamar ala bangsawan dengan ruang dan interior yang sangat menakjubkan, seorang pria dengan topi hitam, baju bajak laut putih, topi hitam, dan jubah coklat nya, dia duduk di sebuah kursi ayun yang menghadap ke jendela
‘ Kapten Jack Sparow... Ku pikir kau sudah mati, atau memang benar... ? ’
‘ Tidak... Aku tidak mati, aku pun tidak hidup, tapi aku meratapi, kapan aku bisa berlayar dengan sahabat lama ku untuk melawan para Dewa kembali ’
‘ Kalau begitu sekarang... Lah saat nya ’
‘ Tidak tidak, dia tidak, dia sudah mati sejak Lima Ribu tahun lalu ’
Dia nampak nya belum percaya dan mungkin belum tau, kalau saya telah bereinkarnasi dan telah hidup kembali, tapi itu konyol kenapa dia tidak tau akan hal itu ? Yah dulu Rumor nya adalah tentang diri saya dan Vindzena yang mati di kalahkan oleh Pahlawan Ray, tapi faktanya kami justru berkerja sama untuk menghentikan perang, Jack saat itu mungkin mendengar kalau saya telah di kalahkan, tapi disini Recol membalas pernyataan Jack
‘ Mereka telah bereinkarnasi... ’
‘ Tidak... Tidak... Itu konyol... Tunggu apa ? Mereka ? Maksud mu Rain ? Hoooo tunggu tunggu kau adalah bawahan nya si wanita galak itu yaa... ’
‘ Siapa yang kau sebut wanita galak...? '
disini Recol telah siap mencabut pedang nya, dia merasa marah dan tidak terima tuan nya di katakan sebagai wanita galak, yaa itu adalah hal yang wajar karena, dulu Jack mengenal nya begitu, dia mengenal Vindzena dengan sebutan Wanita Galak, meskipun 5000 tahun dia cukup nampak sebagai wanita polos tapi dia sangat lah mengerikan bahkan tidak segan segan membunuh
Jujur nya itu adalah hal wajar, karena Vindzena dulu belum mengetahui tentang fakta dunia, begitu pula dengan Ray yang belum tau bagaimana kerja sistem dunia ini. Jack yang tau akan hal itu langsung membangunkan semua awal kapal nya, dia berlari ke bagian kemudi kapal, dengan pedang nya mengetuk kapal dunia itu, dimana seluruh kapal langsung bergetar, seluruh awak kapal terbangun, mereka langsung berlari ke kabin kapal dan menghadap Jack tapi disini salah satu bawahan Jack yaitu Raimsen bertanya kepada nya
‘ Ada apa Kapten Jack ’
‘ Bersiaplah kita akan berlayar kedunia manusia, sahabat ku telah kembali ’
‘ Jangan jangan.... Angkat jangkar, buka layar, kita akan berlayar kembali ’
Teriak Raimson, layar di buka, jangkar yang mengikat di lautan bintang itu kini di lepaskan, Kapal perkasa yang telah berhenti berlayar sejak ribuan tahun kini berlayar kembali, kapal yang luar biasa akan kembali mengarungi luas nya dunia, kapal berwarna hitam yang pupus dari kejayaan nya dulu kini telah kembali, bersama kapten kapal nya, yaitu kapten Jack Sparow, kapal itu kini kembali berlayar dengan sangat cepat, wajah Jack nampak tersenyum dengan penuh harapan untuk kembali melihat sahabatnya yang telah lama tidak berjumpa
‘ Sahabat ku... Aku datang... ’
‘ Hmm... Jack mungkin bodoh, tapi dia cukup hebat dalam hal di lautan ’
[ Di Alam Manusia ( Algard ) ]
Saya sedang melakukan perjalanan dan kunjungan ke kerajaan Eragon, untuk langsung menghadap Raja Eragon, dari pada di kenal sebagai Raja dia adalah Ratu, tapi entah pria atau wanita, jika mereka memiliki kekuasaan mereka akan tetap di sanjung sebagai Raja, karena mereka satu, karena ratu adalah pendamping dan bukan penguasa, meskipun itu memiliki kuasa tapi hal itu terjadi atas sang Raja, saya dan yang lain menaiki kereta untuk sampai ke Eragon
Beberapa waktu berlalu, akhir kami telah sampai di stasiun, saya dan yang lain berjalan begitu pula dengan ibu saya yang menggunakan jubah nya, yang melambangkan keluarga Artzena, tapi sebelum itu kami harus melanjutkan perjalanan kami menggunakan kereta kuda, yah dengan komunikasi dari para bawahan Vindzena itu cukup mudah, dan kami akan memulai perjalanan besok, kami terlebih dahulu menginap di hotel teman ibu saya yang kebetulan ada di kota ini
Kami kini beristirahat di hotel, pelayan di berikan dengan baik, yah ternyata cukup menyenangkan juga perjalanan lama. Tapi apa tujuan kami untuk menemui Raja Eragon ? Dua hal yaitu untuk bersiap siap dengan kedatangan para Iblis yang ada di bawah perintah Thelion, dan juga meminta sebuah artefak kuno yang seharusnya dapat membantu lantas artefak apa itu ? Itu adalah Artefak rahasia dari keluarga Black Rose yang di serahkan ke kerajaan demi keamanan, karena artefak itu memiliki kekuatan yang bahkan di anggap musuh oleh para Dewa
‘ Ibu, seperti apakah Artefak itu ? Dan apa dan bagaimana menggunakan nya...? ’
‘ kau tidak perlu tau... Ibu lah yang akan menggunakan nya ’
Saya tidak mengerti bagaimana ibu saya akan menggunakan nya, tapi jika itu adalah artefak yang akan mengancam nyawa ibu saya, saya tidak akan membiarkan nya bahkan jika perlu saya akan menghancurkan artefak itu. Ibu saya kini kembali ke kamar nya untuk tidur, karena sebelum nya kami berbincang-bincang cukup lama, yah saya pun merasa begitu, lebih baik kami tidur terlebih dahulu agar besok pagi kami bangun dengan keadaan dan kondisi yang baik
Saya merasa kalau perjalanan menggunakan kereta kuda akan memakan waktu cukup lama, jadi saya dan Ray memutuskan duluan dengan berlari melewati gedung gedung dan perumahan, disaat-saat sempit dimana kami malah turun di gang sempit dan gelap, disana justru ada seorang gadis dengan Rambut hijau, mata hijau dan yang indah, dan seragam hitam, itu adalah seragam Academy, apa yang dia lakukan disini
Tapi jika di lihat lihat dia nampak nya sedang dalam kesulitan, dimana dia terlihat sedang akan di peras, atau mungkin di perkosa karena pakaian nya robek, tapi saat kami melihat lagi ada bekas luka di tangan kanan nya bahkan salah satu jari nya sudah putus, disini saya memutuskan untuk menolong nya, karena tidak ada yang boleh menderita di dunia yang damai ini
‘ Hentikan itu.... ’
‘ Haaa...? Siapa kau sialan ' tanya salah satu dari mereka yang berkepala botak
‘ Jangan menganggu kami sialan... Kubunuh kau juga ’ hentakan tidak berguna di lontarkan oleh orang dengan kepala mooled
Disaat yang sama juga Ray langsung menebas orang yang berkepala botak, dia benar-benar tidak menunjukkan sikap ampunan bahkan setelah kepala nya terpenggal Ray menghidupkan nya kembali dengan Rejecal dan mengikat nya dengan rantai rantai yang sangat erat, bahkan orang yang berambut mooled itu dia potong kedua kaki nya dan tangan nya, itu benar-benar sadis, bahkan ini agak terbalik dengan sikap nya disaat 5000 tahun yang lalu
Salah satu dari mereka berdua Ray bangkit-kan dengan penampilan seperti babi, disaat itu pula Ray melapisi tangan nya dengan sihir ‘ Manusia busuk seperti kalian tidak pantas hidup di dunia, maupun surga dan neraka ’Sumber Eksistensi mereka kini di hancurkan dimana, tubuh mereka pun juga ikut hancur, karena bagaimana pun sumber eksistensi adalah konsep utama dari suatu keberadaan, dan jika itu hancur maka tubuh fisik nya juga akan ikut hancur bersamanya. Saya disini menyembuhkan di gadis itu dengan sihir saya, bahkan saya kembali mengubah pakaian nya seperti semula, dimana saya membalikan waktu dengan dan menetapkan waktu tersebut, dimana pakaian gadis itu kembali utuh seperti sedia kala. Dengan sihir saya menyembuhkan luka luka dan jari tangan nya yang seharusnya telah hilang ‘ Apa kau tidak apa apa...? ’ Tanya Ray ‘ Ehmm yaa tidak apa apa, dan terimakasih telah menyelamatkan ku ’ Balas Gadis itu ‘ Siapa nama mu ?... ’ ‘ Ehm... Misa—, Misa Caliope ' ‘ Aku Ray dan dia Rain dan ngomong ngomong berhati-hati lah ’ Saya lebih dulu pergi setelah berkenalan, dimana tentu itu akan memakan waktu banyak jika saya hrus menunggu, Ray kini pun pergi bersama saya, dia mengikuti saya dari belakang, hingga kami sampai di depan gerbang, saya telah sampah di depan gerbang dan nampak, ada dua penjaga yang sudah siap berdiri disana, saya ingin masuk tapi saya tidak di perboleh-kan karena di katak orang asing Disini saya yang muak menghambat waktu, langsung menggunakan sihir untuk mengendalikan pikiran mereka, dimana dengan kontak antar mata saya mampu mempengaruhi nya, dua penjaga itu langsung membuka-kan saya pintu masuk, saya kini masuk kedalam kastil dan nampak istanah yang benar benar megah, istanah berwarna putih cerah bersinar, dan permata-permata perak dan kristal yang indah disanaDi ruang masuk menuju ruang singgasana, saya melihat beberapa lambang bangsawan yang ikut mendirikan bangsa Eragon, saya melihat ada dua lambang yang tidak asing, itu adalah lambang dari keluarga Artzena dan Black Rose, dan di bagian tengah tengah ruangan ada patung sang pahlawan yaitu Ray Avagelon, yah Ray yang tidak pernah menyangka kalau mereka akan membuat patung dirinya disana‘ aku tidak pernah menyangka kalau mereka akan membuat patung ku ’ Ungkap Ray, tapi disela-sela sunyi itu seorang pria dengan armor lengkap, rambut hitam berdiri tepat beberapa meter dari kami‘ Ray Avagelon... Dia pahlawan hebat yang berjuang demi manusia, dia pahlawan sejati yang mengalahkan Raja Iblis dan Primordial Merah, dan gugur setelah mengalahkan mereka ’ ‘ Cerita yang indah, tapi dari pada itu kami ingin bertemu yang mulia Raja dan siapa kau ? ’ Tanya saya‘ Nama saya adakah Olivier pelayan setia sang Raja, dan ada urusan apa anda datang kesini...? ’ ‘ Aku datang jauh jauh kesini karena perintah ibu ku, Ratu Sihir Eragon Queen Black Rose ’ ‘ Ehmm berarti anda adalah putra dari Ratu Sihir Eliza ’ ‘ Yah ’ ‘ Maaf atas ketidak sopanan saya... Jika anda ingin bertemu dengan Yang Mulia Raja saya-kan mengantar anda ’ Kami kini berjalan menuju pintu raksasa yang ada di depan kami, pintu raksasa yang bahkan tidak dapat di tembus dengan sihir, telapak tangan dari Olvier di letakan di sensor, dan pada saa itu pula gerbang terbuka, dan nampak seorang Wanita berambut biru kehitaman duduk di singgasana, jubah Raja berwarna ungu, dan mata indah berwarna biru, ya dia lah sang Raja Eragon Via KirtenaraSemua orang langsung berlutut ketika melihat sang Raja berdiri, bahkan Ray pun ikut berlutut, tapi saya tidak saya tidak punya hubungan atau ikatan apapun jadi saya enggan untuk berlutut, saya tidak akan berlutut kepada siapapun kecuali ibu saya sendiri yang sangat saya cintai. Semua orang yang melihat-nya sangat heran bahkan hanya bisa menghela nafas, tapi di tentu tersenyum kecil karena dia sudah tau akan kepribadian saya, yang tidak akan tunduk pada siapapun bahkan jika itu adalah Dewa ‘ Sialan.... Tunduk lah pada sang Raja, derajat mu bahkan lebih rendah dari nya ’ Teriak salah satu orang yang nampak nya dia adalah menteri, dan beberapa lain nya adalah orang orang penting di kerajaan ‘ Atas dasar apa kau berkata seperti itu ? Hanya karena dia Raja aku harus berlutut...? Itu tidak berguna, bahkan kau sendri sekarang sedang berdiri bukan ? ’ Balas saya ‘ Pria yang cukup menarik... ’ ungkap Raja Via dalam pikiran nya, dimana dia seakan akan, memandang saya sebagai orang yang menarik ‘ Sialaan.... ’ ‘ Berhenti... ’ ‘ Tapi Yang Mulia ’ ‘ Apa kau ingin menentang perintah ku...? ’ ‘ Baa... Baiklah ’ ‘ Kalian berdua, istirahat lah... Kalian pasti lelah setelah melakukan perjalanan jauh... Nanti malam aku ingin bicara empat mata dengan pria berambut merah itu... Para pelayan antar mereka ke kamar tamu ’
‘ Manusia busuk seperti kalian tidak pantas hidup di dunia, maupun surga dan neraka ’
Sumber Eksistensi mereka kini di hancurkan dimana, tubuh mereka pun juga ikut hancur, karena bagaimana pun sumber eksistensi adalah konsep utama dari suatu keberadaan, dan jika itu hancur maka tubuh fisik nya juga akan ikut hancur bersamanya. Saya disini menyembuhkan di gadis itu dengan sihir saya, bahkan saya kembali mengubah pakaian nya seperti semula, dimana saya membalikan waktu dengan dan menetapkan waktu tersebut, dimana pakaian gadis itu kembali utuh seperti sedia kala. Dengan sihir saya menyembuhkan luka luka dan jari tangan nya yang seharusnya telah hilang
__ADS_1
‘ Apa kau tidak apa apa...? ’
Tanya Ray
‘ Ehmm yaa tidak apa apa, dan terimakasih telah menyelamatkan ku ’
Balas Gadis itu
‘ Siapa nama mu ?... ’
‘ Ehm... Misa—, Misa Caliope '
‘ Aku Ray dan dia Rain dan ngomong ngomong berhati-hati lah ’
Saya lebih dulu pergi setelah berkenalan, dimana tentu itu akan memakan waktu banyak jika saya hrus menunggu, Ray kini pun pergi bersama saya, dia mengikuti saya dari belakang, hingga kami sampai di depan gerbang, saya telah sampah di depan gerbang dan nampak, ada dua penjaga yang sudah siap berdiri disana, saya ingin masuk tapi saya tidak di perboleh-kan karena di katak orang asing
Disini saya yang muak menghambat waktu, langsung menggunakan sihir untuk mengendalikan pikiran mereka, dimana dengan kontak antar mata saya mampu mempengaruhi nya, dua penjaga itu langsung membuka-kan saya pintu masuk, saya kini masuk kedalam kastil dan nampak istanah yang benar benar megah, istanah berwarna putih cerah bersinar, dan permata-permata perak dan kristal yang indah disana
Di ruang masuk menuju ruang singgasana, saya melihat beberapa lambang bangsawan yang ikut mendirikan bangsa Eragon, saya melihat ada dua lambang yang tidak asing, itu adalah lambang dari keluarga Artzena dan Black Rose, dan di bagian tengah tengah ruangan ada patung sang pahlawan yaitu Ray Avagelon, yah Ray yang tidak pernah menyangka kalau mereka akan membuat patung dirinya disana
‘ aku tidak pernah menyangka kalau mereka akan membuat patung ku ’
Ungkap Ray, tapi disela-sela sunyi itu seorang pria dengan armor lengkap, rambut hitam berdiri tepat beberapa meter dari kami
‘ Ray Avagelon... Dia pahlawan hebat yang berjuang demi manusia, dia pahlawan sejati yang mengalahkan Raja Iblis dan Primordial Merah, dan gugur setelah mengalahkan mereka ’
‘ Cerita yang indah, tapi dari pada itu kami ingin bertemu yang mulia Raja dan siapa kau ? ’
Tanya saya
‘ Nama saya adakah Olivier pelayan setia sang Raja, dan ada urusan apa anda datang kesini...? ’
‘ Aku datang jauh jauh kesini karena perintah ibu ku, Ratu Sihir Eragon Queen Black Rose ’
‘ Ehmm berarti anda adalah putra dari Ratu Sihir Eliza ’
‘ Yah ’
‘ Maaf atas ketidak sopanan saya... Jika anda ingin bertemu dengan Yang Mulia Raja saya-kan mengantar anda ’
Kami kini berjalan menuju pintu raksasa yang ada di depan kami, pintu raksasa yang bahkan tidak dapat di tembus dengan sihir, telapak tangan dari Olvier di letakan di sensor, dan pada saa itu pula gerbang terbuka, dan nampak seorang Wanita berambut biru kehitaman duduk di singgasana, jubah Raja berwarna ungu, dan mata indah berwarna biru, ya dia lah sang Raja Eragon Via Kirtenara
Semua orang langsung berlutut ketika melihat sang Raja berdiri, bahkan Ray pun ikut berlutut, tapi saya tidak saya tidak punya hubungan atau ikatan apapun jadi saya enggan untuk berlutut, saya tidak akan berlutut kepada siapapun kecuali ibu saya sendiri yang sangat saya cintai. Semua orang yang melihat-nya sangat heran bahkan hanya bisa menghela nafas, tapi di tentu tersenyum kecil karena dia sudah tau akan kepribadian saya, yang tidak akan tunduk pada siapapun bahkan jika itu adalah Dewa
‘ Sialan.... Tunduk lah pada sang Raja, derajat mu bahkan lebih rendah dari nya ’
Teriak salah satu orang yang nampak nya dia adalah menteri, dan beberapa lain nya adalah orang orang penting di kerajaan
‘ Atas dasar apa kau berkata seperti itu ? Hanya karena dia Raja aku harus berlutut...? Itu tidak berguna, bahkan kau sendri sekarang sedang berdiri bukan ? ’
Balas saya
‘ Pria yang cukup menarik... ’ ungkap Raja Via dalam pikiran nya, dimana dia seakan akan, memandang saya sebagai orang yang menarik
‘ Sialaan.... ’
‘ Berhenti... ’
‘ Tapi Yang Mulia ’
‘ Apa kau ingin menentang perintah ku...? ’
‘ Baa... Baiklah ’
‘ Kalian berdua, istirahat lah... Kalian pasti lelah setelah melakukan perjalanan jauh... Nanti malam aku ingin bicara empat mata dengan pria berambut merah itu... Para pelayan antar mereka ke kamar tamu ’
__ADS_1