
Tebasan demi tebasan di hujan yang terus mengalir. Kekuatan dan kekuatan saling berbenturan satu sama lain, cahaya dengan kegelapan pekat yang menandai kejahatan dan kebaikan. Rena dengan susah payah melawan Ilia dengan kemampuan yang melebihi dirinya, dia tidak peduli jika mati dia tidak memperdulikan dirinya jika dia harus mengorbankan dirinya sendiri demi teman teman nya. Sifat naif nya benar benar membuat nya seakan akan menjadi yang terlemah, dia tidak seperti Rain, Valon, Mira, Vindzena dan Ray yang sudah berani untuk bertumpah dan membunuh
Deras hujan mengalir, di taburi dengan darah merah yang menggenang dan terus mengalir dari tubuh Rena. dia kini mencoba terus menerus menyerang Ilia tapi hasilnya tetap sama dia lah yang selalu terluka dan terpojok. Rena bahkan sudah berusaha sekuat tenaga untuk melayangkan serangan nya, tapi naas semuanya reda dan rena hanya tertusuk pedang di bagian perut nya.
Darah mengalir membanjiri daerah sekitar mereka. Darah pun juga keluar dari mulut nya yang benar benar memberikan efek yang dangat menyiksa. Ilia yang melihat nya seakan akan kasihan dan memilih untuk meninggalkan nya sendirian disana. Dia berjalan membelakangi Rena, tapi disaat itu pula Rena kembali meregenerasi dirinya. Tenaganya juga ia pulihkan dan mengorbankan sebagian besar sihir nya untuk mengalahkan Ilia, hingga disaat itu pula Rena bergerak dengan sangat cepat dan berhasil mendaratkan sebuah tebasan telak dimata Ilia yang membuat nya benar benar merasakan rasa sakit yang cukup menyiksa
‘ Dasar gadis tidak tau diri, aku sudah berbaik hati memberikan mu kesempatan hidup tapi malah kau berniat membunuh ku ? Akan ku buat kau terisak ’
Gerbang gerbang dimensi terbuka yang kini itu mulai membelengku Rena dan menyerap sebagian besar sihir nya, meskipun Rena menjadi sihir yang cukup besar tapi tetap saja dia akan mati jika seluruh sihir nya telah di serap, tidak ada sistem, tenaga yang akan menopang tubuh dan perkembangan nya. Dia kini merasakan rasa sakit yang amat luar biasa di tubuh nya, sekujur tubuh nya bahkan penuh dengan luka, bahkan bajunya benar benar telah sobek sobek dan tidak beraturan
( Keadaan Phalien di gua bawah tanah )
‘ Aku sangat kagum manusia seperti mu dapat melawan kekuatan ku... Tapi itu tidak akan bertahan lama ’
Spiral sihir tercipta di atas langit. Petir petir hitam menghambat Phalien, tapi dengan pedang nya dia menahan semua kekuatan besar itu, hingga sebuah api hitam dari sebelah kiri muncul dan langsung menuju ke arah nya. Phalein yang di hantam oleh serangan itu tidak mampu berkutik dan bergerak lebih dari itu, dia hanya bisa menerima nya dan merasakan rasa sakit yang luar biasa
‘ Aku adalah pelayan setia tuan Trandwil, yang terkuat di empat Raja Bumi Giuzeno ’
Sosok dengan wajah banteng dan tubuh layak nya gurita raksasa, berkata kata kepada Phalien sembari menyombongkan dirinya atas kekuatan dan kekuasaan nya sebagai yang terkuat di anatara 4 jendral yaitu Giuzeno. Monster itu membawa sebuah trisula besar yang menancap dan menggentarkan bumi dengan kekuatan nya. Phalien yang terjatuh bangkit dengan tertatih tatih. Sembari berjalan dia mencari celah untuk menyerang Giuzeno, hingga dia melihat bagian dari Sumber Eksistensi nya. Phalien langsung bergerak dengan kecepatan yang bahkan tidak dapat di lihat dan dengan singkat menusuk dan menembus tubuh Giuzeno
Hal naas terjadi dimana itu hanyalah tubuh ilusi dari Giuzeno yang sedari awal telah menciptakan sebuah ilusi untuk mengelabuhi Phalien yang haya orang biasa dan kastria yang mempentingkan pedang di atas dirinya, disaat itu pula sebuah panah petir menghujani nya dari atas. Menghancurkan dan langsung membuat Phalien tidak bisa apa-apa. Debu yang berterbangan menyebar dan menghalangi pandangan mata, semuanya tidak terlihat dan Phalien hanya bisa tersungkur dengan beberapa panah petir yang menancap pada dirinya
( Keadaan Di Tempat Rena )
‘ Akan aku habisi kau gadis sialan ’
Tusukan pedang yang di arahkan dan menembus tubuh Rena kini di cabut, darah mengalir dan tempat sekitar benar benar penuh dengan genangan merah yang mengerikan. Rantai yang mengikat Rena di lepaskan, dia kini tersungkur lemas dan hanya bisa pasrah akan dirinya. Ilia yang sudah benar benar sangat marah mulai bersiap untuk membunuh Rena yang sudah benar-benar tidak berdaya dan hanya tinggal menunggu untuk mati saja
‘ Mati lah ’
Sebuah tebasan di arah ke leher Rena, tapi pada saat itu pula pedang itu justru retak dan hancur, tatapan datar terlihat di mata nya. Sebuah kekuatan suci yang sangat besar meluap luap, itu membuat Ilia harus mundur kebelakang untuk menjaga jarak. Disaat itu pula Ilia dengan kecepatan nya menebasan Rena dengan sangat kuat, tapi rena menahan nya dengan tangan kanan nya. Disaat itu pula pedang penyiksaan Geulavus di ciptakan ulang atas kehendak dari sang pencipta nya
Darah mengalir, dari tubuh Ilia karena tebasan yang di keluarkan nya justru menebas dirinya sendiri, yng membuat Ilia tersungkur dan berlutut di depan Rena. Rena menarik rambut nya dan melemparnya hingga membentur sebuah batu besar di belakang nya. Langit dimensi terpecah bagaikan kaca, ruang kini terbelah menjadi dua. Cahaya cerah bersinar menyinari bumi, bulan dengan simbol suci di permukaan nya bersinar menyinari dunia.
‘ Hahh... Tidak mungkin, ini ilusi, kau pikir apa yang sudah kau ciptakan dasar sialan. Seharusnya ini tidak mungkin ini tidak boleh terjadi, bulan itu, bulan itu adalah milik ibu penciptaan Avilia, kenapa hanya sebatas manusia seperti mu bisa memiliki kekuatan seperti ini....? Hahh... Apa jangan jangan kau, tidak ini tidak mungkin. Tunggu rambut putih berkilau itu, mata biru nya, tongkat pencipta, ternyata memang benar kau adalah reinkarnasi ’
Di kejahuan nampak Mira dan Vindzena yang sedang menuju ke arah Rena. Tapi mereka terhenti saat sebuah bulan muncul bahkan seakan akan itu sangat dekat dengan bumi, mereka berkeringat dingin melihat kekuatan besar itu. Vindzena dan Mira sadar kalau itu bukan lah sihir biasa. Dan bulan itu bukan lah objek biasa, tapi itu adalah bulan penciptaan dari sang Dewa Primordial Eliona yang menciptakan Dunia, mereka merasa ada yang aneh siapa yang menggunakan kekuatan sebesar itu disini
‘ Bulan... ?Tidak bulan itu. Mustahil apakah disini ada Dewa ’
‘ Bulan penciptaan Ardeinalvinas ’
Cahaya emas menyala terang di bulan ciptaan Rena, mata biru bersinar terang menyindari dunia. Spiral sihir muncul dibelakang Rena, menyalurkan kekuatan nya ke atas bulan penciptaan, hingga menciptakan sebauh pusaran emas di atas bulan. Pusaran itu memadat, Rena melayang dengan wujud baru nya, kekuatan besar terpancar dari nya. Otoritas yang luar biasa mengeluarkan bentuk sejati nya, memakan dan melenyapkan segala nya
‘ Kisah Primordial, Langit dan bumi terpisah, semua berawal dari tiada, aku terlahir dari penciptaan karena aku-lah yang menciptakan, mortar mortar sistem, wahai langit surgawi para dewa. Ardei—nalvinas ’
Cahaya terang dengan kekuatan yang luar biasa bersinar. Bulan yang di ciptakan Rena berubah menjadi serpihan serpihan cahaya. Masuk kedalam tombak Rena, tombak itu di luncurkan ke arah Ilia. Kekuatan besar berbenturan, kegelapan pekat melawan cahaya ilahi yang bersinar si atas surgawi, dia yang mengkehendaki dan dia yang menciptakan. Dewa Alam Semesta Eliona telah bangkit dan bangun dari tidur panjang nya
Cahaya emas dari tombak itu benar benar membuat Ilia tidak bisa apa apa, pelindung nya hancur, sihir nya berkurang sangat drastis kekuatan dari Otorisas yang tidak masuk akal hingga kemunculan sosok dewa yang benar benar menggemparkan semua orang. Ilia hanya bisa pasrah ketika seluruh cahaya emas itu menelan dan membakar dirinya menjadi abu. Cahaya itu bersinar terang dan benar benar memusnahkan Ilia hingga konsep yang ada dalam dirinya hancur atau sumber eksistensi nya hancur
‘ Jadi memang benar legenda itu... Anda telah bangun kembali wahai ibu pencipta ’
__ADS_1
Semua orang terbangun dari tidur nya, mereka keluar rumah dan menyaksikan muncul nya bulan penciptaan dan hancurnya bulan penciptaan, mereka semua berdoa pada Dewa mereka untuk di lindungi dan di berikan berkah agar malapetaka tidak datang kepada mereka. Di tempat Phalien pula masih nampak Phalien yang kesulitan untuk melawan Giuzeno, dia tidak henti henti di hantam api hitam dan petir petir yang terus menerus menghujani nya
Guizeno nampak sangat puas dengan hal itu dia bahkan sampai tertawa melihat manusia sekecil Phalien bertarung dengan sekuat tenaga tanpa memperdulikan dirinya, bagi Giuzeno itu adalah rasa naif yang sangat bodoh dan hanya akan membawa nya pada kekalahan. Disaat serangan terakhir akan di keluarkan nya tangan kanan nya justru terpotong dan terbakar oleh api suci atau api putih. Itu membuat nya sulit untuk beregenerasi
‘ Akkhhgg... Perasaan ini, kekuatan suci. Kenapa kau bisa memiliki kekuatan suci ini— ? ’
Disaat dia belum berkata kata Phalien langsung menebas tangan kirinya, api suci berkorbar membakar bekas luka dari Phalien itu membuat nya merasakan rasa sakit yang luar biasa, dia bahkan sampai berteriak dengan suara gemuruh dimana mana, tebasan pedang di keluarkan lagi dari bawah nya itu membuat nya terpental ke atas dan menabrak langit langit hingga keluar dari bawah tanah dan terlempar menabrak gunung
‘ Tidak mungkin... Padahal Sumber Asal mu sudah hancur. Kau seharusnya tidak dapat bangkit lagi ’
‘ Jika kau lebih memperhatikan maka kau tidak akan salah ’
Giuzeno melihat nya dengan mata Ajaib nya. Nampak 10 Sumber Eksistensi yang tertanam dalam diri Phalien, dia sungguh ingat siapa yang memiliki sumber eksistensi sebanyak itu, ya dia adalah sang Pahlawan Umat Manusia Lima Ribu Tahun Lalu, Ray Avagelon.
‘ sepuluh sumber eksistensi. Pedang Dew Surgawi Levianon— ’
Disaat dia belum selesai berkata kata. Api suci membakar dirinya dan kepalanya terpotong, bersamaan dengan itu pula Phalien telah menghancurkan Sumber Eksistensi nya
‘ Pahlawan Ray telah kembali ’
Disaat itu pula seluruh keberadaan dari Giuzeno telah sepenuh nya menghilang, dimana pertarungan itu di saksikan langsung oleh Vindzena, dia sebenarnya sudah tau dari awal kalau Phalien merupakan Ray. Karena semenjak dia bertemu Vindzena mengidentifikasi tubuh nya dan menemukan 9 Sumber Eksistensi yang di sembunyikan nya menggunakan sihir
‘ Jadi ternyata perkiraan ku tidak lah salah kau memang sang Pahlawan Ray Avagelon. Tidak Ray Phalien ’
Disaat keduanya akan melancarkan dan membenturkan kekuatan keduanya, justru mereka berdua di tahan salah satu bawahan Vindzena sendiri yang pernah menghadapi Valon beberapa waktu lalu yaitu Recol. Dia dengan kekuatan nya menahan Vindzena dan Ray yang hampir saling membunuh satu sama lain
‘ Hahh... Recol berani sekali kau menghalangi tuan mu sendiri ’
Disaat Recol berkata seperti itu baru mereka berdua langsung berhenti bertarung, dan merenungi nasib nya masing masing. Bersamaan pula dengan kedatangan Rena dan Mira yang melihat situasi yang nampak sedang memburuk
‘ Yahh... Dunia memang sudah damai, tidak perlu ada perang lagi semuanya sudah damai, yaah aku hanya terkejut ketika kau menggunakan Pedang Surgawi itu ’
Ujar Vindzena
‘ Yahh saya pun begitu, saya sempat terkejut ketika anda mengeluarkan aura membunuh yang cukup mencekam ’
Ungkap Ray
Tapi di sela sela pertempuran itu mereka menatap ke bulan dimana nampak setengah retak dan hancur. Yaa itu adalah pertarungan Rain dan Trandwil. Keduanya saling meluncur serangan nya masing masing. Ratusan atau banhkan ribuan > di luncurkan Rain tapi semua nya bisa di halau oleh Trandwil. Disaat itu pula logam logam tajam berwarna hitam di tembakan ke arah Rain, tapi dia mampu dengan muda menghempaskan semua serangan itu dengan ayunan tangan nya
Hingga saat mereka berdekatan bahkan bayangan nya sampai tumpang tindih. Trandwil meluncur serangan nya yang berubah petir hitam yang di luncurkan oleh nya, tapi Rain menghancurkan semua petir itu dengan Mata Iblis Kezaliman nya. Di jarak yang sangat dekat itu pula gerbang gerbang dimensi terbuka di belakang Rain. Itu menembakan berbagai proyektil tapi Rain mampu menghindari itu semua dengan
Api hitam yang ganas meluncur ke arah Rain dimana dia langsung menghancurkan nya dengan Mata Kezaliman nya. Disaat itu pula tebasan mengerikan dari Trandwil di luncurkan tapi tebasan itu pula dapat di hancurkan dengan petir petir biru . Mereka berdua terus beradu kekuatan nya sampai sampai langit bersinar sinar warna warni, bagaikan pawai kembang api
‘ Dia sangat kuat. Serangan ku tidak ada yang mampu menembus nya... Tidak ada pilihan Lain aku harus menggunakan nya ’
Rain berdiri mengudara di atas langit bulan. Kekuatan besar memancar dari nya dimana itu berasal dari sumber eksistensi nya yang dimana itu memancarkan sebab Rain kesulitan mengendalikan kekuatan nya yang terus menerus bocor dari sumber eksistensi nya. Sumber nya sekarang benar benar kacau, perbuatan dari Trandwil mengembalikan Sumber Asli Rain yaitu bentuk kehancuran, kekacauan, kegelapan dan rasa takut. Sumber nya benar benar kacau itu sulit di kendalikan bahkan Rain sudah menekan nya sampai batas maksimal tapi pancaran nya benar benat merusak daerah sekitar
‘ Kau cukup hebat masih hidup setelah bertarung selama ini dengan ku. Aku mengakui kau punya potensi ’
‘ Hmm... Sangat senang bisa di hargai oleh sang Ketidakteraturan tapi aku baru akan serius kali ini ’
__ADS_1
‘ Hoo baiklah kalau begitu aku pun akan serius kali ini ’
Kegelapan kental menyelimuti pedang Trandwil, kekuatan besar memancar kan auranya, kegelapan pekat melahap bulan pedang nya memancarkan kekuatan besar nya. Semua jiwa jiwa bermunculan, jiwa yang penuh dendam, kegelapan dan semua rasa haus akan kekacauan dan kehancuran bermunculan. Itu menyatu membentuk wujud iblis raksasa muncul di bulan
Serangan ganas berupa kekuatan hitam di terima Rain tapi dia menghindari nya dengan serangan yang sama terus di lancarkan Trandwil dalam wujud iblis nya. Spiral sihir tercipta di atas mereka. Petir petir Siden dengan skala tinggi di keluarkan oleh Rain. Itu menyambar Trandwil secara langsung, membuat lengan iblis nya terputus, tapi ia masih mampu meluncur serangan kuat berupa Api hitam yang membakar seluruh bulan, tapi Rain dengan Mata Iblis nya menghancurkan semua api itu.
‘ Aku tidak akan berhenti sampai disini, akan ku hancurkan kalian semua Tower Of Truth ’
‘ ’
Ribuan petir hitam di luncurkan ke arah Trandwil dan ia membalas serangan itu dengan api merah, semua api itu di hancurkan oleh nya. Kekuatan besar menghujani nya hingga Sumber Eksistensi nya retak tapi dia masih mampu berdiri. Rain yang tidak memiliki belas kasihan pun hanya melihat nya dari atas dan menatap nya bagaikan orang yang sangat kejam yang tidak tau apa itu belas kasih
‘ Wahai Kegelapan yang menghapus cahaya, aku lah tuan mu, aku lah yang memerintah mu dan aku lah Raja mu, dan aku lah yang akan menghancurkan lawan lawan ku, wahai kegelapan dari sang iblis berikan aku kekuatan mu...
’
Petir petir mulai menyambar Trandwil bangkit kembali dari kekalahan nya. Tombak raksasa di luncurkan ke arah, semua yang ada di jalur nya akan hancur oleh serangan nya, tidak peduli jal keras seperti apapaun bahkan jika itu adalah pilar cahaya dari zaman mitos akan ikut dihancurkan. Rain yang menyadari itu serangan yang akan membuat nya terluka dia langsung akan membalas nya dengan serangan terkuat nya
‘ Ternyata kau benar benar serius ya... Baiklah akan ku persembahkan keseriusan ku... ’
Gerbang dimensi tercipta, dari situ munculah pedang Penghancur Devanathor, kekuatan besar tercipta dari pedang itu. Pedang merah memancarkan aura penghancur nya, segel telah terbuka rapalan mantra telah di bacakan, partikel penghancur muncul di tengah tengah lubang pada pedang. Berputar terus menerus menyerap kekuatan besar dari pengguna nya. Pedang yang akan melenyapkan segala hukum, tatanan dan menghapus segala hal yang ada di dunia
‘ Kisah Primordial. Langit dan Bumi Terpisah, Kehampaan adalah awal penciptaan, kekacauan takterbatas berputar dan pedang ku lah yang membelah dunia. Wahai langit Neraka Yang Merayakan Penciptaan '
Sinar Penghancur Merah di tembakan ke arah Trandwil membakar, dan menghancurkan Trandwil menjadi debu, sumber eksistensi nya juga ikut di hancurkan, kegelapan pekat menghilang. Dunia bergetar, bahkan itu sampai mengguncang ketiga alam, gempa dimana mana, bintang bintang bertabrakan, galaxy di luar sana juga mengalami hal yang sama
Bulan hancur, Trandwil lenyap beserta seluruh sejarah, dan ingatan semua orang tentang dirinya, serangan itu menembus Alam Manusia dan terlihat oleh Mata Sang Dewata Masa depan Fardes yang melihatnya melalui mata Dewa nya yang bahkan mampu menembus ruang dan waktu
‘ Serangan itu... Tidak salah lagi. Ketidakteraturan ’
Bumi di lindungi dengan Otoritas dari Rena yang telah membangkitkan kekuatan sejati nya. Sumber Dewata juga muncul didalam eksistensi nya, ini membuktikan kalau perkataan dari Ilia memang benar dan bisa jadi sebuah fakta yang akan menggemparkan semua nya. Serangan itu kini berakhir dan kekuatan Dewa dari Rena berhenti. Dia melemah dan pingsan ditangkap oleh Vindzena
‘ Kau telah melakukan nya dengan baik ’
Komunikasi Pikiran tersambung antara Rain dan Vindzena
‘ Vindzena bagaimana keadaan di bumi ’
‘ Yahh dia baik baik saja. Dan serangan tadi itu serangan yang cukup untuk memusnahkan dunia ini loh jika kau tidak menahan nya ’
‘ Yahh aku tau hal itu hanya saja, bumi nampak terlindungi ’
‘ Hmm... Itu semua berkat dari seseorang yang merupakan reinkarnasi dari orang pertama yang mengajak mu bicara Lima Ribu tahun lalu ’
‘ Ehm... Jangan jangan ’
Langit malam yang penuh dengan kejadian itu kini di gantikan dengan matahari pagi yang bersinar terang menyindari dunia. Langit kini bersinar memancarkan keindahan nya, kekuatan gelap berhasil di hapus dari dunia, semua nya telah di liputi dengan kedamaian. Rain yang berada di atas ruang angkasa pun turun ke bumi, dan langsung menemui mereka semua
• Sedangkan itu di-Alam Dewa Utama. Para Dewa menyaksikan sendiri kekuatan dari sang Ketidakteraturan yang kembali menunjukkan taring nya, kekuatan Rain yang tadi menembus Alam Manusia dan mengakibatkan retakan dimensi dari serangan yang di lalui nya, itu membuat para dewa memiliki rencana baru agar Ketidakteraturan dapat di musnah kan
‘ Ketidakteraturan Dunia. Kau harus di hancurkan oleh tatanan dewa ’
__ADS_1
Sosok dengan rambut putih, seragam kolonel layak nya seorang jendral berdiri di dinding raksasa memandangi Alam Manusia yang terus menerus menjadi layak nya Alam Iblis yang menentang para Dewa. Sosok dengan nama Abaret itu pun kembali ke tempat asal nya dengan portal dimensi yang tercipta, sosok yang akan memiliki peran penting dan mengungkap rahasia rahasia dunia