
Sinar Matahari pagi bersinar terang menerangi dunia setelah gelap dan sunyi nya malam, dunia kini mulai di terangi oleh sinar nya yang agung nan indah. Saya membuat kopi dan terus menunggu Mira siuman dari pingsan nya setelah menerima beberapa kekuatan besar dari Girdelona
Wajar saja dia hanya manusia biasa tapi di berikan kekuatan sebesar itu tentu dia tidak akan kuat menampung nya dan di tubuh nya pun pasti kelebihan daya. Untuk itu saya berniat membuatkan nya sebuah gelang untuk menahan kekuatan nya agar tidak melukai dirinya sendiri
Saya duduk di kursi sofa di ruang tamu atau dari ruangan Mira. Spiral sihir muncul sihir penciptaan yang menciptakan berbagai benda dan materi atau hal hal yang berkaitan dengan fisik, saya mulai membuat sebuah benda berbentuk gelang dengan sebuah kristal ajaib di tengah nya
“ Baiklah selesai...... ”
Setelah selesai menciptakan gelang itu saya meletakan nya, saya kembali ke atas untuk melihat keadaan dari Mira. Dia nampak nya masih belum sadar, saya disini berjalan ke arah jendela dan membuka penutup jendela, sinar matahari masuk menerangi kamar, Mira menutupi mata nya dan berkata
“ Silauu.... ”
“ Mira— Senpai bangun lah, apakah kau tidak ingin melanjutkan pencarian ”
“ Hahhhh.... Renaaa ”
Setelah saya menyebutkan hal itu dia pun langsung terbangun dengan menyebut nama Rena, nampak nya dia bermimpi suatu hal buruk tentang nya, saya menoleh ke arah Mira tapi saat saya melihat nya dia nampak pucat dan bergemetar dia berkeringat dingin, ada apa ini sebenarnya konyol
“ Aaaa—...!!! Menjauh ”
Saya sadar setelah semalaman saya tidak tidur saya menjadi lelah dan saya butuh istirahat, sampai sampai energi sihir yang ada di dalam diri saya meluap luap keluar dengan dasyhat nya, terlebih sumber kehancuran saya bangkit kembali setelah beberapa waktu sering mengalami mimpi buruk
“ haa... ? Mira Senpai ini aku Rain ”
“ Aaahahaha.... Rain yaa maaf maaf tadi ada kesalahan teknis ”
“ Huhhh— tidak masalah aku sudah paham ”
Seperti nya dia melihat secuil kekuatan saya, yang selama ini terus menerus saya tekan agar tidak berbahaya bagi lingkungan, karena sekali saya lepas kedalam jagngan harap dunia ini bisa tenang tanpa ada nya kehancuran besar yang melanda dunia karena pecah nya Eksistensi saya sebagai sumber kehancuran dunia
Saya mendekat ke Mira dan meraih tangan kirinya, saya memakai gelang yang tadi saya buat, dia pikir ini hadiah untuk nya, faktanya juga sebagai hadiah, tapi juga sebagai alat untuk berjaga jaga akan adanya hal yang tidak terduga setelah dia menerima kekuatan sebesar itu dan pasti tubuhnya tidak mungkin kuat
“ Apa ini ? ...”
“ Itu gelang penahan kekuatan, selama kak Mira memakai itu kekuatan besar mu yang di berikan Dewi Girdelona brengsek itu akan terjaga dan tersimpan dengan baik dan tidak melukai orang lain atau dirimu sendiri ”
Mira mengingat semua peristiwa yang kemarin, dia bahkan mengingat semua sejarah sampai perubahan pada sejarah dunia yang kini telah berubah dan penyebab dari terubah nya sejarah dunia. Matanya berubah menjadi kuning cerah dan bersinar
“ Dunia..... Akan mengalami kehancuran— kita harus menemukan dua Primodial ”
“ Siapa kau sebenarnya...? ”
“ Lama tidak bertemu yaa... Primordial Merah Rain tentu kau masih ingat dengan sosok yang kau bunuh demi menjaga perdamaian dunia ”
__ADS_1
“ ....Winsel.... ”
“ Hmm hmm... Jadi kau masih ingat yaa ”
“ Kau pikir aku bodoh Dewi Bego... ”
“ Huhhh.... Kau sama sekali tidak berubah yaa Rain, rasa benci mu kepada Dewa ”
“ Tidak akan pernah berubah sampai kapan pun. Jadi kenapa kau muncul dalam tubuh Mira ? ”
“ Huhh.... Ini hanya ingatan ku saja bukan unsur kehidupan ku, Asal ku telah hancur sejak lama. Kau mungkin dulu tidak membunuh ku dengan menghancurkan Asal ku tapi tapi saat aku akan bereinkarnasi Dewa tertinggi menghalangi ku dalam laju kelahiran dan aku pun mati untuk selamanya ”
“ Dewa sialan itu. apa yang sebenarnya di inginkan nya ”
“ Maaa... Sudah lah tidak usah di pikirkan, tapi yang sekarang di tubuh Mira adalah kekuatan ku, jadi dia lah yang akan menjadi pewaris ku ”
Saya menggunakan mata iblis saya untuk melihat kedalaman dari Eksistensinya, dan ya sesuai dugaan saya melihat unsur unsur eksistensi dari Dewa, kekuatan dan juga Eksistensi nya mulai berevolusi menjadi dewa, namun itu masih tahap terbawah bahkan mungkin belum satu persen dari tahap Evolusi nya
“ Ini percakapan terakhir ku.... Sekarang biarkan dia yang menerangkan nya ”
Mata Mira kini berubah normal dan menjadi manusia kembali, namun dia sedang linglung seakan akan dia sendiri tidak tau apa yang sedang terjadi, pandangan nya kosong dan hanya terdiam setelah ingatan nya di ambil alih oleh Winsel sang Dewi kehancuran
“ Hoii... Sampai kapan kau akan terdiam seperti itu ”
“ Ehh... Tidak tidak aku hanya sedikit pusing, ngomong ngomong Rain... Nanti malam datang lah ke sini ada yang ingin ku bicarakan ”
Saya berjalan keluar meninggalkan Mira di kamar nya, dimana saya kini kembali ke apartemen saya untuk membersihkan tempat tempat di kamar saya. Pintu kamar saya buka namun saya hanya melihat kamar yang sudah bersih mengkilap entah siapa yang melakukan ini, tapi saya berterimakasih sekali kepada orang yang membersihkan nya
Seorang wanita cantik dengan mata Ungu dan rambut hitam yang indah dan seindah malam yang menenangkan di musim dingin. Yaa tidak salah lagi dia adalah Vindzena di Putri Ajaib dari kebangsawanan Dilevona datang membersihkan ruangan saya, tanpa saya ketahui apa niat nya
“ Apa yang kau lakukan disini Vindzena... ? ”
“ Tidak, aku hanya ingin menemui mu saja, dan melihat tempat mu yang benar benar cukup berantakan aku jadi kurang nyaman, dan yaa aku bersihkan saja... Oh ya kemana kau selama 2 hari ini ”
“ Hanya sedikit urusan penting dengan Mira— Senpai ”
“ Ahh yaa kau berkencan dengan Wanita tercantik di sekolah ini yaa... ”
“ Begoo... Dasar bdoh, mana mungkin aku melakukan hal konyol seperti itu sedangkan aku sendiri tidak tertarik dengan nya ”
“ Heee aku tidak percaya itu. Bahkan keliatan nya kau sangat dekat dengan nya ”
Vindzena memeluk saya dari belakang yang duduk di sova di apartemen saya. Kelakuan macam apa ini saya tidak pernah di perlakukan seperti oleh siapapun kecuali ibu saya dulu yang selalu memeluk saya sebagai anak dan kesayangan nya sendiri dan itu adalah hal yang wajar tapi ini wanita lain yang melakukan nya
__ADS_1
“ Berhenti menggoda ku ”
“ Hmmm kau dingin sekali Rain bahkan kepada ku, teman mu dulu yang bersama-sama mengubah dunia menjadi lebih damai kan Rain Artzena si Primordial Merah ”
Saya sangat terkejut karena dia sudah tau siapa saya yang sebenarnya, dan dari mana dia mendapatkan informasi yang sebesar itu bahkan saya sendiri tidak pernah menyebar kan informasi saya kecuali Mira yang saya beritahu, sangat konyol hal hal yang benar membuat saya bingung dan terkejut
“ bagaimana kau tau kalau aku adalah Primordial Merah ”
“ Yaahh.... Sedari tadi saat aku membersihkan tempat mu aku sebenarnya menggunakan pendengar menggunakan sihir sampai aku mendengar percakapan mu dengan Winsel yang merasuki tubuh Mira dan dia menyebut mu sebagai Primordial Merah Rain dan itu membuat ingatan ku kembali”
Saya dan Vindzena berbincang-bincang mengenai kami dulu yang sering bertarung satu sama lain demi membuktikan siapa yang terkuat dan siapa yang terlemah di antara kami berdua, meskipun kenyataannya tidak pernah berubah bahwa Vindzena tidak pernah mengalahkan saya
Sampai pada saat nya saat kami berbincang Mira datang dengan ke tempat kami dan saat dia duduk dia berkata dan menyapa kepada Vindzena dengan sebutan Raja Iblis. Saya tidak heran dengan hal itu lagi pula ingatan dari Winsel dan Mira pasti sedang bercampur aduk satu sama lain
“ Senang bertemu dengan anda Raja Iblis Vindzena si Primodial Hitam.... ”
“ Hmm... Senang bertemu dengan mu juga jadi kau telah mendapatkan kekuatan Dewa Penghancur yaa dari si Winsel sial sekali dia tidak bisa bereinkarnasi karena si dewa brengsek itu ”
“ saya kali ini akan memberitahukan fakta dari dunia ini dan bagaimana sejarah dunia ini terubah menjadi seperti sekarang ”
Disini dia mulai bercerita panjang lebar bahkan sangat detail dan mudah di pahami secar normal, Cerita awal di mulai setelah perang suci usai dan setelah perjanjian empat terbentuk dan tercipta, Eliona mencoba membuat Ezaneus percaya terhadap hal ini, tapi Ezaneus tidak, dia menganggap hal itu hanya alah omong kosong belaka karena tidak ada yang namanya perdamaian abadi selamanya seluruh iblis masih ada dan takdir iblis hanyalah suatu kehancuran
Sejak saat itu pun ada beberapa Dewa dan Dewi yang membelot dari perintah Ezaneus dan membela sang ibu pencipa atau Eliona, termasuk Dewa Jejak Girdelona, Dewi Penghancur Winsel yang sudah sejak lama mendukung Eliona, Dewi mimpi Gevanada, Dewi Kelahiran Hamera, Dewa masa depan Wisnera dan Dewa pengetahuan Vahnel dan sejak saat itu tercipta alam lain yang disebut alam Dewa Astralheim tempat dewa Dewi Calvies
Alam dewa yang asli adalah adalah Dewa yang ada di Sky Of Star Heaven dimana itu adalah God Realm dan alam Dewa baru yang bernama Astralheim, alam dari Dewi dan Dewi utama yaitu Sky Of Star Heaven dan mereka di namakan God Of Main dan Alam Dewa baru yang di ciptakan oleh Eliona dan Ibu Roh Gemini yaitu Astralheim dan Dewa Dewi nya bernama God Of Calvies
Walaupun begitu mereka masih patuh pada tatanan yang ada dan mereka masih berpegang teguh pada keteraturan tapi mereka melakukan nya dengan rasa hati yang tulus bukan semena mena hanya untuk kepentingan sendiri namun mereka melakukan demi dunia yang damai, oleh sebab itu saat Rain mendatangi Girdelona di dunianya. Girdelona lebih baik dari pada yang dulu dan dia juga memberikan kekuatan Winsel yang di titipkan oleh nya dan di berikan kepada Mira yang menjadi wadah baru nya
Sejak saat peperangan itu, ada sebuah pertarungan hebat yang membuat seluruh dunia Avilia berguncang hebat yaitu pertarungan antara Girdelona yang memiliki kekuatan Winsel dan Dewa Kematian Izanes dimana keduanya saling bertarung satu sama lain, hal ini di lakukan karena Izanes berniat menghancurkan cermin jejak atau sejarah dari dua sosok terkuat yaitu Rain dan Vindzena, namun dia tetap lah kalah, di karenakan perbedaan derajat dan kekuatan yang cukup segnifikan
Cermin sejarah dari Vindzena dan Rain di hancurkan, namun saat Girdelona meratapi kehancuran mereka berdua, namun beberapa waktu setelah itu terlahirlah cermin dan jejak baru yang berbeda dan Girdelona memutuskan untuk meletakan sejarah dan jejak dari Vindzena dan Rain di cermin baru itu sehingga beberapa jejak dari Rain masih ada. Sebenarnya cermin itu tidak di hancurkan namun di bawa oleh Izanes ke Dewa Utama yaitu Ezaneus dan sejarah dari Vindzena dan Rain di hapus. Ezaneus mengira kalau Rain dan Vindzena akan mati dan terhapus dari sejarah selamanya namun faktanya tidak
“ Hmm.... Jadi begitu yaa pantas saja diri kita hilang dari sejarah dan hanya 2 pilar yang masih berdiri yaitu sang Pahlawan dan Gemini, dan lagi dan lagi ingatan ku buram karena aku tidak cukup pandai dalam sihir sumber aku lupa nama nya ”
“ Baiklah cukup masuk akal pantas saja aku dan Rain menghilang dari sejarah jadi karena itu yaa ahh ya ngomong ngomong kita harus menghentikan sekte sesat pembangkitan dari Raja Iblis Palsu itu aku tidak ingin namaku di ganti dengan Raja Iblis bohongan yang tidak berguna itu ”
“ Kalau begitu kita selamatkan Rena dan Valon terlebih dahulu lalu mengumpulkan pasukan dan Bersama sama kedunia iblis untuk mencegah pembangkitan itu ”
Vindzena hanya tersenyum kecil namun saya tau di dalam hati nya nampak ada sebuah kesedihan yang amat mendalam dan perasaan suatu hal yang tidak bisa di ungkapkan secara pemikiran yang logis dan benar benar ada hal yang mengganjal di hati dan perasaan nya
“ Baiklah aku setuju ”
“ Aku juga ”
__ADS_1
“ Hmm kalau begitu mari bawa dunia ini ke sejarah yang asli dan hancurkan dewa dewa yang berani menghilangkan sejarah kita ”