Reincarnation Of The Founders World

Reincarnation Of The Founders World
-Determination Of The Tower Of Truth-


__ADS_3

Malam yang tenang. Rembulan bersinar terang menerangi bumi, saya merasa tenang ditengah sinar bulan yang begitu indah. Menikmati indah nya malam yang tidak tergantikan rembulan terang bersinar, memanjakan mata sampai ke hati yang terdalam. Perasaan perasaan yang saling bermunculan berbagai hal dalam hati terus menerus luluh oleh suraian suraian keindahan


Dunia yang begitu besar akan kembali mengalami kehancuran, dunia yang indah yang saya ciptakan bersama teman teman saya. Kini akan kembali hancur ditelan oleh kegelapan. Kegelapan dari zaman Legenda akan kembali muncul menghantui peradaban seluruh alam, dunia akan kembali di telan oleh kehancuran dari Tirani yang tidak di undang. Tirani kehancuran ciptaan seseorang yang akan kembali merusak dunia yang damai ini


Disaat saya sedang berdiri di sebuah menara. Seorang pemuda dengan rambut putih dan senyuman yang cukup bersahabat mendatangi saya dengan cukup sopan. Serasa seketika perasaan nostalgia datang menghampiri saya serasa seakan akan kami saling mengenal satu sama lain. Pria muda itu kini mendekat dengan senyuman yang terlukis di wajah nya serasa berkata kepada saya


“ Yaa Selamat Malam... Kamu pasti Rain Artzena si bocah ajaib itu yaa... Nama ku Phalien, bisa di bilang aku kakak kelas mu sih ”


“ Kau mengganggu bego ”


Ujar saya dengan singkat


“ Ahahahaa— kasar sekali... Jadi sedang apa kau disini ”


Tanya Phalien dengan sopan yang kini ikut duduk bersama saya. Yaa entah kenapa saya merasa sedikit nostalgia dan pernah melihat nya dimasa lalu, apakah dia juga termasuk Reinkarnasi lima ribuan tahun lalu ? Itu bisa jadi tapi yaa entah lah saya hanya bisa menduga duga tanpa hal yang jelas. Meski hanya demikian berbentrokan dengan pikiran saya pribadi


“ Hanya menikmati waktu yang membosankan ”


“ Aaaa... Begitu yaa— kurasa benar sih ”


Angin malam berhembus dengan silir silir menerpa kami berdua dengan Sepoi Sepoi menggoyangkan dedaunan seakan akan sedang menari nari. Perasaan aneh yang yang selalu menghantui kini mulai bertebaran dimana mana, membuat pikiran runyam tapi di tetanangkan oleh angin malam dan keindahan bulan yang sangat indah


“ Dunia akan kembali pada masa kehancuran yaa... ”


Ungkap Phalien


“ Apa maksud mu — ? ”


Saya bertanya


“ Ahaha— tidak tidak hanya perasaan ku saja. Kurang lebih begitu sih, dulu aku sering di ceritakan ibu ku. Angin malam berhembus bulan, bulan bersinar teras, dan rasi bintang Scorpio terpapar di langit. Menandakan kehancuran akan datang tidak lama lagi ”


“ Iaa— kau tidak salah... Kehancuran memang sebentar lagi akan datang. Kita akan menghadapi hal itu ”


Ujar saya, yang kini mulai berdiri dan melihat ke atas langit sembari mengamati bintang bintang yang terus menerus bercahaya. Dan cahaya bulan yang bersinar menerangi kegelapan di tengah malam yang dingin


“ Ngomong Ngomong salah satu dari OSIS Rena dan Valon masih belum kembali sampai sekarang”


“ Bagaimana kau tau ? ”


“ Yaaa aku hanya mendengar Rumor yang beredar ”


“ Jadi sudah tersebar yaa— benar benar sialan.... ”


Saya merasa agak kesal karena rumor nya sudah tersebar keseluruhan Academy bahkan banyak orang yang tau, seharusnya hal ini adalah hal pribadi dan seharusnya ini juga tidak boleh ada yang mengetahui nya. Selain para orang orang yang terkait atau tersangkut dengan hal ini


“ Mereka di culik kan... Kalau begitu aku juga akan membantu, lagi pula ini ada kaitan nya dengan Hantu Kematian itu ”


“ Hmm... Phalien sang ahli pendekar pedang terkenal di seluruh Eragon dan kota Delion bahkan ke pelosok negeri. Untuk membuktikan kau pantas ikut atau tidak berduel lah dengan ku besok ”


“ Heee.... Baru bertemu langsung ingin duel... Menarik aku akan meladeni mu— ”


Disaat Phalien baru berbicara disaat itu saya menarik sebuah pedang yang ada di pinggang saya. Satu hantaman saya berikan namun dengan cepat dia tangkis dengan mudah oleh nya, seperti nya itu bukan hanya julukan semata. Reaksi nya juga cukup tidak terduga kalau dia sampai benar benar bisa menangkis serangan nya bahkan menahan gelombang kejut yang di hasilkan


“ Reaksi yang sangat cepat... Aku sedikit mengakui mu tapi — Bukan sekarang saat untuk bertarung nya ”


Ujar saya yang kini meloncat keatap lain yang lebih tinggi. Dan dari kegelapan yang menerpa saya menghilang dengan di telan oleh sebuah kegelapan hitam yang bercahaya merah mengantar kami pada perpisahan sementara. Dan akan di pertemukan sebagai lawan satu sama lain, suatu saat nanti

__ADS_1


“ Akhirnya kita bertemu kembali yaa wahai sahabat lama ku. Rain Crimson ”


Pertemuan telah di tentukan. Di tengah tengah hutan sihir saya Mira, Vindzena dan Phalien datang dan berkumpul untuk saling membicarakan suatu hal bersama, yaa faktanya ini adalah pertandingan yang saya janjikan dengan Phalien semalam, Daan saat nya kini pembuktian besar


“ Jadi kita akan bertarung disini yaa... ”


“ Hmm—... Vindzena kau bersama ku dan hadapi Mira Senpai. Phalien kau melawan ku seperti yang kita janjikan satu sama lain, anggapan saja ini latihan tapi kau boleh mengamuk sesuka hati mu ”


“ Aku tidak mengerti ada apa sih ini tapi baiklah... Aku juga ingin mengetes kembali kemampuan berperang ku ”


“Hmm kesempatan yang langka bisa bertarung dengan Mira Senpai ”


Ungkap Vindzena


“ Yaa baiklah mari kita mulai ”


Mira dan Vindzena kini saling berhadapan satu sama lain. Tatapan yang tajam dan aura hebat dari mereka berdua saling mendominasi satu sama lain, kekuatan besar mendedikasikan sebuah hal mutlak yang tidak tertandingi. Kekuatan dari dua orang kuat disekolah. Raja Iblis Penghancur Vindzena yang baru bereinkarnasi dengan Ketua OSIS dengan seribu teknik akan saling bertarung dan membenturkan pedang nya satu sama lain


“ Apakah kamu gugup Vindzena ”


“ Yahh jangan bercanda.... Lima Ribu tahun lalu aku sering seperti ini dengan Rain ”


Otoritas Vindzena kini mulai terlihat, dimana daerah sekitar menjadi membeku, mata nya yang kini berubah menjadi biru terang. Aura hitam menyelimuti pedang nya. Kristal kristal es kini menyelimuti pedang dari Vindzena, satu kibasan di hentakan pepohonan hancur dan membeku, udara menjadi es karena Otoritas yang sangat kuat dari Vindzena, yang kini terus mencoba mendominasi Mira


“ Kalau begitu mari kita mulai ”


Mereka berdua saling memasang kuda kudanya. Aura besar saling berbenturan, pertarungan pertama dimulai, benturan benturan pedang Vindzena dan Mira membuat pohon pohon terhempas, bahkan angin sampai menyelimuti pertarungan nya. Suara hentakan dan benturan pedang dimana mana, gerakan mereka berdua benar benar cepat bahkan seakan akan bergerak di antara waktu itu sendiri


Disisi lain saya dan Phalien sudah saling berhadapan. Dan saya kini tidak memegang senjata apapun, tapi Phalien nampak mengeluarkan sebuah pedang sihir dengan kekuatan yang cukup lumayan, saya tidak mau kalah Terbuka. Sebuah gerbang dimensi berwarna merah muncul dibelakang saya. Dari sana lah pedang berwarna merah muncul. Dengan ujung yang sangat tajam dan di kelilingi dengan api yang panas


“ Hmmm... Mari kita mulai ”


Kekuatan suci nampaknya menetralisir kekuatan penghancur dari pedang saya yang terus mengeluarkan aura aura kejam. Gunung gunung berhamburan, pepohonan berterbangan bagaikan kapas. Sungai sungai dan danau kecil disana sampai menghilang dan kering. Segala hal yang ada disekitar kami rusak dan hancur, bahkan efek nya sampai ke pertarungan dari Vindzena dan Mira


“ Heiii—....! Tunggu Rain gunung dan sungai nya sampai mengering loohhh.... ”


Teriak Vindzena dengan keras dimana kini ia, sudah berhenti bertarung dengan Mira. Tapi berbeda dengan saya dan Phalien yang terus bertarung satu sama lain, tidak ada yang mau mengalah dalam pertarungan ini, kami berdua saling mengeluarkan kekuatan kami masing masing, sebuah kawah besar pun sampai tercipta dari pertarungan kami dan kamu pun bertarung di dalam nya


“ Jadi ini kah bentukan kekuatan sejati dari Rain. Tapi kenapa Phalien bisa menyaingi nya ”


“ Seperti nya kau merasa senang yaa Rain ”


Ungkap Phalien yang kini terus menerus menyerang saya dengan gaya berpedang yang begitu menakjubkan. Itu membuat saya kagum benar benar hebat saya tidak salah memilih lawan


“ Yaa tapi maaf semuanya berakhir disini ”


Satu serangan saya lancarkan dimana saat itu saya berputar dan menyerang Phalien dari bawah dan memutar pedang saya, dan menghempaskan pedang dari Phalien, dan yaa berakhir sudah. Phalien terjatuh dan saya menodongkan pedang saya sembari menahan pedang Phalien dengan dua jari saya yang jatuh ke atas kepala saya


Pertarungan yang benar benar menakjubkan, sebelum sebelumnya saya tidak pernah merasakan pertarungan yang begitu memuaskan seperti ini, saya belum pernah bertarung dengan perasaan yang sangat menakjubkan ini bahkan saya tidak menyangka akan mengalami hal ini, ini bnr bnr gila siapa sebenarnya Phalien sampai sampai membuat saya Nostalgia dengan seseorang di lima ribu tahun lalu


“ Berdirilah ”


“ Yaaah.... Aku kalah yaa Rain- kun ”


“ Rain saja... Itu lebih baik ”


“ Hmm baiklah ”

__ADS_1


Kamu berdua saling berjabat tangan yang menandakan tidak ada dendam pada pertarungan ini dan tidak ada kesalahpahaman apapun yang akan terjadi atau, hal lain yang akan memecah kami tidak seperti itu, saya bangga bisa mengalahkan nya, begitu pula demikian dengan Phalien yang nampak senang karena bisa bertarung dengan hebat bahkan dia benar benar bisa menyaingi saya, saya jadi teringat salah satu bawahan Vindzena dulu yang bisa menyaingi saya dalam berpedang tapi ini berbeda


Jika bawahan Vindzena iblis yang menggunakan kegelapan, justru Phalien menggunakan sihir suci malah entah kenapa saya jadi teringat dengan sang pahlawan. Saya yakin bahwa Phalien adalah reinkarnasi dari Pahlawan Lima ribu tahun lalu, tapi entah lah itu hanyalah hipotesisme yang ada dalam pikiran saya yang bagi saya itu benar benar merepotkan dan konyol rusak dan hancur


“ Ahhh kalian ini lihat lah sekitar kalian. Lihat lihat kondisi kalian jika ingin bertarung kami juga terkena dampak nya ”


“ Diam lah dasar bego... Hutan ini memiliki sihir yang tidak terbatas, dia akan pulih kembali dalam semalam ”


Yaa ampun, entah sampai kapan Vindzena akan menggerutu terus menerus kepada saya. Itu konyol mengingat dirinya kuat seharusnya ini bukan apa apa dengan dirinya di lima ribu tahun lalu. Mira pun bukan orang yang lemah saya tau itu, dia cukup kuat bahkan untuk mengalahkan Troll hanya dengan sekali serang bahkan dia cukup cepat dalam kecepatan reaksi nya


Malam hari nya ↓


Saya duduk di ruangan saya, tapi tanpa undangan apapun Mira, Vindzena dan Phalien datang tanpa mengetuk pintu. Agak membuat saya kesal sebenarnya tapi mau bagaimana lagi, tingkah laku Vindzena kembali setelah tau saya adalah Rain si Primordial Merah Lima Ribu tahun lalu. Wajar saja dia dulu cukup membenci saya karena dia sendiri tidak bisa mengalahkan saya saat kami ada di dunia Iblis atau Devilheim


“ Lancang dan sangat berani sekali kalian, masuk ke tempat orang tanpa mengetuk pintu ”


“ Huhh.... Balasan untuk mu karena hal yang tadi ”


“ Gadis bego ”


“ Apa katamu....! ”


“ Ahaaa tenang tenang kalian berdua ”


Ungkap Mira


Pembahasan kali ini di mulai, dimana semua nampak serius untuk menjalankan tugas yang ada, bahkan Vindzena pun memanggil salah satu bawahan nya untuk berjaga di sekitar Academy, nampak nya dia jadi cukup peduli dengan para manusia manusia itu, yaa entah lah kenapa dia menyuruh para bawahan nya yang tidak terkena efek perubahan sejarah untuk berjaga. Yaa meskipun juga saya meminta 2 bawahan terkuat saya Alice dan Riel untuk berjaga di depan pintu masuk Academy


“ Tempat permbunyian nya adalah hutan Iblis Ivelhia disana berbagai makhluk kuat tinggal. Mereka membuat benteng di bawah tanah kita akan menyerbu mereka, beberapa bawahan suruhan ku sudah datang kesana dan telah membuat jalan rahasia... Mereka beroperasi pada malam hari kita akan menyerang pada sore hari. Bantai mereka semua aku tidak peduli dengan mereka ”


“ Tapi bukan kah kita harus menangkap atasan nya agar mendapatkan informasi ”


“ akan ku ambil semua ingatan nya dengan sihir ”


“ Dasar pencuri ”


“ diam lah gadis lajang ”


“ kalian berdua bisakah serius ”


“ Ehmm runyam ”


ungkap Phalien


Strategi telah di tetapkan saya dan Phalien akan menerobos memakai jalur depan, dan dengan beberapa pasukan kuat saya. Vindzena dan Mira akan masuk lewat jalur rahasia yang telah di buat oleh bawahan bawahan saya sebelumnya dan menghabisi pasukan pasukan pengikut Hantu Kematian dan merusak rencana pembangkitan Raja Iblis Palsu Thelion


Misi di jalankan besok kami akan benar benar menghabisi seluruh pasukan Hantu Kematian dan akan kami rusak pembangkitan dari Raja Iblis Palsu Thelion, tidak ada Raja Iblis yang saya akui selain Vindzena. Dan saya akan menghancurkan segala hal yang menghalangi saya tidak peduli itu Dewa atau Makhluk lain nya, mereka yang berani menghalangi dan membuat nama baik saya hilang akan saya habisi dan saga hancurkan


Saya sskali lagi akan menunjukkan taring saya sebagai sang Primordial dari Zaman mitos, yang akan kembali memberikan kegelapan pekat pada dunia ini, tapi kali ini saya akan memberikan sebuah kegelapan yang tidak akan pernah terlupakan oleh siapapun bahkan Dewa sekaligus akan mengingat nya, sampai mereka musnah menjadi butiran debu yang berterbangan di udara, bahkan Eksistensi nya pun tidak akan pernah lupa dengan saya, sebagai makhluk Penghancur dunia


Yang terkutuk, Sang Ketidakteraturan Rain Crimson


“ Dan Nama kita adalah Tower of Truth ”


Di kala semuanya tidur bawahan saya Alice berdiri di atas gedung tinggi di Academy. mereka berdiri layak nya seorang bayangan yang akan mengantarkan kegelapan pada lawan lawan nya. Berbeda dengan Riel yang hanya tiduran di atap, tapi tidak bisa di pungkiri kalau kedua sama sama sangat lah kuat


“ Alice senpai... sampai kapan kau akan berdiri disitu ”

__ADS_1


“ Sampai tuan menyuruh ku duduk ”


“ Aneh ”


__ADS_2