Reincarnation Of The Founders World

Reincarnation Of The Founders World
First Day At Academy


__ADS_3

Eragon Kota Suci yang di katakan tempat perdaimaian dunia. kota yang dimana terjadi perdamaian setelah perang hebat yang dinamakan perang suci. Perang antara iblis, Roh, dan Manusia, perang yang melibatkan tiga ras di dunia


dan disini lah kota suci. tempat dimana perang berakhir, seharusnya disini ada patung pahlawan yang menjadi simbol perdamaian tiga Ras. seharusnya begitu seperti yang telah terjadi dulu, seingat saya begitu


saya turun dari kereta kuda. senyuman di bibir menyambut indah nya dunia. saya berjalan dengan sebuah tas yang saya pikul di pundak. Saya berjalan melewati sebuah jembatan besar nan panjang yang menuju suatu kastil yang nampak nya itu adalah sebuah acdemy besar seharusnya nya begitu


‘ Tidak buruk ’


Di tengah tengah perjalanan saya hampir di senggol oleh dua orang bocah laki laki. namun dengan sigap saya menghindar yaa saya bisa merasakan nya, tapi seorang gadis cantik dengan rambut hitam malah menjadi korban berkelanjutan dari dua orang bodoh itu


‘ Woi liat liat kalau jalan ’


Ujar si bocah dengan rambut pirang. dimana dia mengatakan kalau si gadis berambut hitam lah yang bersalah atas hal yang terjadi. Meskipun faktanya karena ketololan mereka sendiri lah hal ini terjadi. Gadis berambut hitam itu hanya diam, tapi saat dia melirik ke mereka berdua, kedua orang itu lantas agak terkejut dan menjaga jarak sedikit dari nya


‘ Gadis iblis... kau pantas untuk di siksa ’


Sebuah pedang nampak muncul di tangan nya. pedang di lapisi sihir. Saya dari kejauhan menggunakan otoritas anti sihir saya dan menyebar luaskan nya hingga dia pedang sihir itu menghilang karena sihir di tiadakan. segala yang masuk otoritas saya, maka sihir akan menghilang dan lenyap


‘ Hentikan dasar orang orang rendahan yang berani hanya dengan wanita ’


Derap langkah semakin mendekat menyebarkan aura gelap.


‘ Hoiii... siapa kau...? ’


‘ Apakah kau yang melakukan hal ini haa...? ’


Sebuah pukulan di layangkan ke atah saya. Mantra perintah paksa perlu di aktifkan . mereka yang berniat menyerang saya kini berhenti dan dengan paksaan saya memerintah kan mereka untuk pergi


‘ Pergilah sembari mengatakan kalian adalah orang bodoh ’


Mereka kini pergi berlari tapi sembari meneriakan kalau mereka adalah orang orang bodoh, yaa itu adalah imbas nya jika berani bertindak hal senonoh di depan mata saya. Saya kini melirik ke si gadis dan mengulurkan tangan saya untuk mencoba membantunya berdiri


dia kini memegang tangan saya dan tersenyum ramah. Entah kenapa saya agak nostalgia rasanya, dia kini berdiri dan dari sana kecantikan nya semakin bertambah dan terlihat jelas. rambut hitam yang berkilau dan indah, wajah cantik yang sangat menawan dan mata ungu yang begitu indah melambangkan berbagai kecantikan dan keanggunan dirinya



dia tersenyum kepada saya sembari memegang tangan saya. saya seakan akan merasakan sebuah nostalgia yang cukup mendalam dari nya. entah kenapa ini cukup membuat saya mengingat hal hal dulu, selama saya menjadi Primordial


‘ Te— Terimakasih telah menolong ku ’


‘ Huhh... tidak perlu berterima kasih begitu menolong sesama adalah hal yang wajib bukan ?... Bukan kah begitu ’


Saya dan dia kini berjalan bersama menuju kedalam Academy. langkah demi langkah hingga kami sampai ke dalam gerbang, saya kini bertanya kepada nya


‘ Siapa nama mu ? ’


‘ Ehmm... Vindzena Dilevona ’

__ADS_1


‘ Hoooo... salam kenal. Nama ku Rain Artzena ’


‘ Kau dari kebangsawanan Artzena? ’


‘ Hmm yaa... tentu saja. aku dari keluarga bawah hanya saja aku kadang di buli oleh saudara saudara ku disana, yaa sebelum aku menunjukkan jati diriku yang sebenarnya kepada mereka ’


‘ Ehh.. ? kenapa bisa begitu ’


‘ Yahh... entah lah. Manusia adalah mahluk bego yang selalu memandang hal yang ada dibawah nya lebih rendah dari nya ’


Melewati gerbang kami disambut oleh sebuah pemandangan Academy yang benar benar sangat besar. Disana nampak lah sebuab patung yang cukup besar. Patung besar nan agung, terbuat dari emas. dia lah sang pahlawan yang dulu berkorban demi manusia dan memojokan para iblis


‘ Siapa dia ? ’ tanya Vandzena


‘ Sang Pahlawan... dia lah yang memojokan iblis Lima Ribu tahun lalu dengan pedang suci nya Leviea. satu satu nya pedang yang tidak bisa ku cabut ’


‘ Maksud mu ’


‘ Tidak lupakan saja ’


Aula yang cukup megah. dan di dalam sana terdapat lagi debuab pohon yang sangat besar yang menjuntai ke atas hingga menyentuh awan. Ya ini adalah pohon kehidupan Leviaghon pohon suci pertama di dunia Manusia yang muncul memberikan kekuatan suci kepada para manusia lima ribu tahun lalu


‘ Mungkin kita akan berpisah disini... ia' nanti kita bertemu lagi pastinya. kau masuk kelas berapa ? ’


‘ 1A ’


Saya kini masuk kedalam sebuah ruangan. dan ya disana isinya semuanya hanyalah murid kelas 1B yang akan mengikuti sebuah ujian tes dalam bentuk sebuah sihir, kecerdasan dan kemampuan bertarung akan diasah disini. Sekarang giliran saya dimana tes ukuran kekuatan sihir.


‘ Hmm... karena baru bereinkarnasi seharusnya sihir ku hanya sekitar Lima Ribu ’


Tangan kanan saya arahkan ke cermin sihir. namun cermin itu sangat aneh secara tiba tiba sebuah tanda <∞> muncul di sana. Ruangan menjadi gelap, aura mencekam muncul, petir menyambar dari dalam cermin semua orang panik dan ketakutan hingga salah satu guru mengaktifkan sebuah pelindung sihir untuk melindungi semua murid dari kekuatan yang tidak terhingga itu


Kaca sihir itu hancur hingga berkeping keping, menjadi sebuah kepingan kepingan kecil dan menghilang menjadi sebuh butiran butiran cahaya. yang dimana ini menunjukan kalau cermin ini terbuat dari sihir namun itu tidak dapat menunjang dan mengukur kekuatan saya


‘ Apa-apaan ini...? ’


‘ Kau.... kau adalah monster yang harus di lenyapkan '


Salah satu orang yang menggunakan sihir suci mencabut pedang nya. Sebuah kekuatan suci muncul dari dalam pedang itu di kala dia menyerang saya, empat gerbang dimensi berwarna merah muncul di sekitar saya. dan dari sana lima rantai meluncur dan menahan nya dengan erat. Hingga salah satu orang muncul. dia nampak nya adalah pembina dari sekolah ini


‘ Nak... bisakah kau lepas kan dia ? lihat lah dia tidak berdaya ’


tanpa saya sadari saya membelenggu leher nya hingga dia benar-benar tidak berdaya. Saya tidak berniat membelenggu leher nya hanya membatasi pergerakan nya saja, tapi tanpa sadar saya justru hampir membunuh nya


Saya di bawa ke sebuah ruangan dimana disana nampak seorang wanita dengan rambut putih yang indah, seragam Academy hitam yanh identik, dan beberapa gelar yang sudah tertera di seragam nya. Dimana dia adalah ketua osis disini


__ADS_1


‘ Duduk lah ’


‘ Aku menolak... aku tidak sudi di perintah '


‘ Ehmm... bisakah tolong anda duduk ? ’


‘ baiklah ’


Saya kini duduk di sebuah sofa dan berhadapan dengan nya. Dimana nampak nya saya akan di interogasi tentang hal yang tadi terjadi. mata yang indah mengarah kepada saya dia nampak tersenyum kepada saya dan dia nampak membaca sebuah kertas yang tadi di berikan oleh seseorang tadi


‘ Hmm.... ini jarang terjadi sebelum. kekuatan mu ada di luar pengetahuan kami, kekuatan mu terlalu besar hingga menghancurkan pengukur kekuatan itu... dan ngomong ngomong kau berasal dari keluarga mana ? ’


‘ Keluarga ? Ahh... yaa aku dari keluarga Artzena ’


‘ Ehh ?... pantas saja ’


‘ Mksud mu ? ’


‘ Yahh... keluarga Artzena adalah keluarga yang cukup terkenal di dunia, dimana rumor nya mereka memiliki kekuatan sihir yang kadan di luar pengetahuan dan mereka juga memiliki kerabat dekat dengan tau Eragon... yahh setidaknya itu yang pernah ku pelajari 1 tahun lalu tentang keluarga kerajaan hingga aku menemukan keluarga Artzena. dan terjadi mitos itu bukan isapan jempol semata yaa... ’


’ Aku tidak pernah mendengar hal itu ’


‘ Yahh... aku mendapatkan hal itu dari catatan kuno Ahh ya nama mu siapa kalau boleh tau..? ’


‘ Rain Artzena itu lah nama ku ’


‘ Nama ku Mira Levianon salam kenal ’


Kami kini berjabat tangan tapi disaat berjabat tangan. Mira merasakan sebuah keputusasaan yang luar biasa, sebuah kekuatan besar dan tidak masuk akal yang mampu menjerumuskan lawan nya dalam sebuah rasa putus asa hanya dengan merasakan kekuatan nya saja


‘ Apa apaan kekuatan sihir ini ? sungguh gelap nafas ku sesak ’


Saya yang melihat nya seperti itu memutuskan melepaskan jabat tangan saya, dimana setelah saya lepas dia pun bisa bernafas dengan lega, tapi wajah pucat tetap terlihat di dirinya saya yang pura pura tidak tau menanyakan tentang hal yang terjadi


‘ Ada apa Mira Sempai kenapa kau seperti itu ’


‘ Ahahha... tidak tidak apa apa aku hanya merasa agak pusing sedikit dan masuk lah ke kelas mu aku akan minum obat dulu ’


‘ apakah tidak apa apa ? aku bisa menyembuhkan mu dengan sihir ’


‘ Tidak terimakasih... itu akan merepotkan mu lagi pula kelas mu akan segera di mulai harus nya ’


‘ Ehmm... ba— baiklah ’


Saya kini berjalan keluar. kembali ke kelas yang telah menunggu saya. namun sebelum saya keluar saya merapalkan sebuaj sihir dimana itu akan menetralisir kekuatan dari aura yang tadi saya berikan. dan yaa Mira kini kembali tenang dan tekanan mental akan rasa takut nya kini hilang yang dimana dia pun kembali normal seperti sedia kala


‘ Rain Artzena... kau bisa menjadi ancaman besar. kami akan mengawasi mu ’

__ADS_1


__ADS_2