Reincarnation Of The Founders World

Reincarnation Of The Founders World
【— Together Smiles —】


__ADS_3

Dunia yang indah bersinar terang di sinari oleh mentari pagi yang indah, saya bangun dari tidur dan bersiap untuk bersekolah. Di Academy saya duduk bersebelahan dengan Vindzena setelah ada nya pertukaran kelas, senyuman di nampakan pada wajah nya, ini cukup terbalik dengan apa yang di nampakan nya lima ribu tahun lalu. Dia hanya menampakan kebencian dan permusuhan lima ribu tahun lalu, tapi kenapa sekarang dia tersenyum kepada saya


Tidak perlu berfikir keras, dunia ini telah damai semuanya telah bahagia, tidak perlu ada pertumpahan darah yang tidak berguna lagi yah meskipun tetap ada kami akan menghentikan hal tersebut dengan cara kami. Saya sebenarnya tidak cukup nyaman dengan apa yang terjadi, dia menempel dan bersandar pada bahu saya meskipun bagi orang lain itu romantis bagi saya itu hanyalah tindakan aneh yang konyol, yahh saya tidak begitu paham mengenai cinta yang di maksud kalangan sekarang


Guru sekarang masuk, dia mulai menerangkan dan nampak nya yang datang ada guru sejarah. Ini membuat saya cukup bosan sebenarnya semua yang di jelaskan nya adalah sejarah palsu tidak ada saya disana dan penguasa kegelapan seharusnya Vindzena, dan penguasa Kehancuran adalah saya, tapi disini justru Raja Iblis Palsu Telion lah yang menjadi Raja Iblis nya dan dia penguasa kegelapan begitu juga dengan kehancuran


‘ Semuanya hanyalah omong kosong ’


‘ Yahh biarlah kita hanya perlu diam selagi mereka tidak mengusik kita ’


‘ Hmm..? Apa kau tidak lagi menginginkan tahta Raja Iblis mu itu kah ’


‘ Tidak... Aku hanya ingin hidup damai ’


‘ Hmm baiklah aku sepakat ’


Sepulang dari academy kami kembali ke asrama. Saya memutuskan untuk tidur, sembari berfikir siapa yang menggunakan kekuatan dari Dewi, dan bagaimana bulan penciptaan terpanggil begitu saja, seharusnya tidak ada dewa yang mampu memanggil bulan penciptaan kecuali dewi pencipta itu sendiri. Itu mustahil seharusnya


Saya bangun lagi di malam hari nya, tapi entah kenapa ada tiga gadis yang tidur bersama saya. Yah baiklah saya sudah tau hal ini, Rena di kanan saya dan Mira di kiri saya dan Vindzena tepat ada di atas tubuh saya. Huhh saya malah berharap ini mimpi buruk tapi entah kenapa ada hal aneh seperti yang selalu saja terjadi setiap malam nya


‘ Apakah kamar mereka tidak nyaman ? ’ Gumam saya


Saya kini berjalan keluar kamar dan turun kebawah untuk bersantai sembari menikmati sinar bulan yang menembus kaca apartemen saya. Saya mengganti baju saya dengan baju academy dengan sihir, tapi saat saya turun ke bawah saya sudah melihat Valon yang menyiapkan kopi untuk saya dan dirinya yang sedang membaca buku, dia menghadap kepada saya dan menunjukkan senyuman nya


‘ Yaa selamat malam Rain ’


‘ Yaa Malam juga Valon. Apa yang kau lakukan disini ’


‘ Yahh aku hanya ingin berbincang-bincang ’


‘ dimalam malam begini ’


‘ Tidak masalah kan seharusnya ’


‘ Baiklah ’


Kami berbincang-bincang cukup lama mengait masa lalu keluarga Valon, yang sebenarnya bukan-lah keluarga bangsawan namun dia sendiri adalah darah campuran dan menjalin kontrak dengan bangsawan untuk melakukan sesuatu hal yang terkait dengan kultus hantu kematian, salah satu kultus yang paling berbahaya dan nampak nya itu memiliki beberapa cabang-cabang di dunia


Dikala umur nya 12 tahun dia selalu di buli dan di ejek oleh anak anak bangsawan di sekolah lama nya, tapi itu tidak menjadi penghalang nya untuk menjadi lebih kuat, sampai Trandwil datang dan dia menjalin kontrak antara tuan dan pelayan, tapi Trandwil yang sudah muak dengan semua itu malah berbalik melawan tuan nya yaitu Trandwil yang berujung pada dirinya yang menggunakan kekuatan Dewata dari Dewa Pemusnahan Veldway, tapi naas Trandwil yang memiliki setengah dari kekuatan Dewa Kekacauan dapat dengan mudah mengalahkan Valon


‘ Keluarga saya tidak memiliki apa apa, ibu saya hanya penyakitan dan adik adik saya menjadi budak di sebuah bar, saya mengikuti Trandwil untuk menjadi pelayan nya dan mencari uang yang cukup untuk memenuhi keluarga saya, tapi saya sadar itu salah ’


‘ Lalu apa kaitan nya disini...? ’


‘ Saya dengar keluarga Artzena adalah keluarga bangsawan yang cukup terkenal, jika mau tolong pekerjakan saya menjadi pelayan pribadi anda ’


‘ Tidak usah formal kepada ku begitu ’


‘ Tidak bisa... Saya sudah mendedikasikan diri saya sebagai seorang yang setia, anda telah menyelamatkan hidup saya dan keluarga saya oleh itu pula saya harus memberikan rasa hormat itu ’


‘ Hmmm... Orang yang menarik... Kalau begitu akan ku pekerja-kan kalian semua di keluarga ku dan akan kujamin kehidupan kalian ’


‘ Huhh... Apa anda serius ? ’


‘ Kenapa aku tidak serius...? ’


‘ Ehmm tidak... Terimakasih atas kebaikan anda, terimakasih saya bersumpah setia kepada anda dan akan mendedikasikan hidup ini untuk anda ’


Pagi hari yang cerah bersinar, semuanya masih tidur di kamar mereka masing masing, tapi tidak dengan Vindzena dan yang lain nya mereka tidur dengan pulas di kamar saya, saya cukup resah dengan mereka yang nampak memimpikan aneh tentang saya, saya benar benar muak dengan hal ini, apa yang membuat mereka tertarik dengan saya, padahal saya hanya menginginkan hal biasa biasa saja dan selalu melakukan hal normal


‘ Sampai kapan kalian akan tidur seperti itu gadis gadis bego ’


Saya membuka jendela yang bersinar lah sinar matahari yang cukup indah itu masuk dan bersinar kedalam menyinari kamar saya yang sebelumnya cukup gelap karena tidak ada pancaran sinar apapun. Para gadis itu pun menguap dan bangun. Saya hanya duduk di kamar di sebangku kursi dan memakan roti dan sebuah kopi yang tersedia disana


‘ Selamat Pagi Rain-chan ’ ucap Mira


‘ Selamat Pagi Rain ’ Ucap Rena

__ADS_1


‘ Huhh... Pakaian kuu... Jangan jangan Rain... Kau tidak boleh melakukan hal itu, sebelum kita menikah, kau harus bertanggung jawab sekarang... ’


Ujar Vindzena dengan ekspresi wajah serius nya, itu konyol siapa yang mengajarkan hal itu


‘ Huhh...? Aku tidak mungkin melakukan hal itu bodoh, dan siapa yang mengajarkan pengetahuan tentang hal itu... Tch Mira ’


‘ Xixixi.... ’


Mira malah tersenyum menyeringai di balik Vindzena yang sekarang malah seperti gadis plos yang tdak tau apa apa, setidkanya dulu dia adalah orang yang bijak dan penuh dengan dedikasi tinggi mengenai hal hal yang dia ketahui, baik dunia iblis, roh, dan manusia. Tapi kenapa hal sepele seperti ini tidk dia ketahui, itu adalah hal aneh bukan


Jam 13.45. kami berlatih pedang di hutan yang cukup teduh, saya hanya menyimak sembari memakan ayam goyeng yang telah di siapkan sebelumnya oleh Rena dan Kue dari Vindzena, masakan keduanya cukup lezat ternyata saya cukup menyukai nya, yah memang enak sih, tapi aku rindu dengan masakan tahu yang selalu di siapkan ibu dulu selagi aku di rumah


Vindzena melawan Mira dan Rena, dan Valon, Ray melawan bawahan Vindzena yaitu Recol. Di posisi Vindzena dia sedang bertarung dengan Mira dan Rena. Tujuh belas pilat suci tercipta itu menembakan sebuh cahaya cahaya putih yang menyilaukan, ledakan yang cukup besar terjadi sampai sampai sampai saya menutupi arena bertarung menggunakan sihir. Disaat asap itu masih mengepul Mira bergerak dengan sangat cepat menebaskan sebuah tebasan kuat yang menghasilkan api dari nya disaat itu pula tebasan itu di perkuat dengan ' Igea-Nevada ’ milik Rena


Tapi Vindzena dengan mudah nya menghancurkan serangan itu dengan tatapan Mata Ajaib Nya, serangan dari mereka seakan akan tidak berarti apa apa bagi Vindzena. Hingga sebuah tebasan mengenai mereka berdua dan harus menggugurkan mereka. Di wilayah Recol sendiri dia masih bertarung dengan sengit melawan Ray dan Valon, Valon dan Ray nampak nya berkerja sama dengan kompleks dan sangat pintar menyusun strategi. Bahkan sampai sampai mereka berdua mendaratkan serangan yang cukup kuat ke Recol tapi yaa itu semua dapat di atasi oleh Recol dengan cukup mudah


‘ Jee— Geanus ’


Tebasan berkali kali di lancarkan oleh Recol hingga ruang seakan akan pecah, bahkan Valon dan Ray menadapatkan sebuah serangan telak yang mendarat di tubuh mereka dan mereka pun menyudahi hal itu. Yahh meskipun hal itu adalah hal yang wajar, saya juga mengingatnya dimana Recol adalah orang cukup kuat dan mampu mengalahkan beberapa bawahan saya dulu, tapi dia tumbang di tangan kanan saya Kayhiram yang sekarang mungkin dia masih di dunia iblis


Kami makan bersama dengan kebahagiaan yang cukup menyenangkan, saya tidak menyesal dengan hal ini saya bahagia dengan apa yang terjadi, saya merasa bahagia dengan hari hari ini, tidak ada pertumpahan darah, peperangan dan kematian yang sia sia, semua telah berakhir di kedamaian yang indah ini, tidak akan ada lagi kehancuran


‘ Dunia yang indah, tidak ada lagi alasan untuk membuat kehancuran dan kerusakan... Aku mencintai dunia ini ’


‘ Zaman yang indah kan Rain... ’


‘ Yahh... Apakah ini yang di namakan Cinta ’


Senyuman dimana mana , kebahagiaan yang indah, saya benar benar mencintai ini, tapi dikala saya memikirkan tentang hal ini, sebuah suapan menuju ke arah saya dan itu berasal dari Vindzena. Saya membuka mulut dan membiarkan nya menyuapi saya, ini mengingat kan masa dimana saya dulu disuapi oleh ibu saya, saya benar benar cukup merindukan ibu saya. Vindzena tersenyum tapi dia memiringkan kepalanya sembari seakan akan agak heran dengan ekspresi saya


‘ Kenapa kau seperti itu... Apakah kau tidak di suapi sebelumnya... ’


‘ Bu—Bukan begitu... Aku hanya teringat dulu ketika pertama kali mendapatkan hal seperti ini oleh ibu ku ’


Malam datang, kami semua telah sampai di asrama, dan saya mengingat akan janji yang saya buat untuk memperkerjakan keluarga Valon di kediaman saya. Saya berteleportasi dengan < Nejra > ke ruangan Valon, dan dia nampak sedang bersiap-siap untuk pergi kesuatu tempat


‘ ehh Tuan Rain... Saya sedang bersiap siap untuk menemui keluarga saya dengan kereta ’


‘ Kereta ? Untuk apa kalau kita bisa sampai hanya dengan 1 detik kurang ’


‘ Eh.. ? ’


Saya dan Valon berteleportasi menggunakan Nejra dengan koordinat yang saya lihat dari pikiran Valon, rumah yang cukup kumuh dan sudah tidak terawat dimana didalam nya juga cukup kotor. Wajah dari Valon berubah menjadi agak muram melihat hal ini, tapi dia memberanikan diri nya untuk masuk kedalam, dimana nampak gugup dan saya melihat pemandangan yang cukup memperihatinkan dimana atap yang bolong dan dan tiang tiang yang sudah rapuh


‘ Kakak... Selamat datang ’


Seorang gadis dengan rambut pirang yang cukup kumuh mendekat dan memeluk Valon, dari dirinya yang memanggil Valon dngan sebutan kakak nampak nya dia adalah adik nya. Salah satu anak perempuan yang kondisinya sudah cukup buruk pun mendekat dengan keadaan lemas


‘ Maaf tuan jika anda melihat pemandangan yang seperti ini’


‘ Tidak masalah... Aku sudah pernah melihat hal ini ’


Saya dan Valon menuju sebuah kamar dimana nampak seorang wanita tua dengan tubuh yang sudah lemas dan rapuh. Dia adalah ibu Valon yang bernama Eliza, dan kedua putri nya yang sudah remaja bernama berumur 15 bernama Emiel dan yang berusia 13 tahun bernama Ariel. Valon nampak menangis didepan ibu nya sembari memegang tangan ibu nya dengan erat


‘ Berapa umur ibu kalian ? ’


‘ 40 tahun ’ ucap Emiel


‘ itu usia yang cukup muda seharusnya, tapi kenapa dia seperti itu ’


‘ Penyakit langka dideritanya. Semakin lama dan semakin lama dia akan menjadi semakin tua walaupun dia masih muda sebenarnya ’


‘ Apa kalian ingin dia sembuh ? ’


‘ Kami menginginkan nya, hany saja itu nampak mustahil ’


‘ Valon apa kau menginginkan ibu mu sembuh ? ’

__ADS_1


‘ Huh... ? Apa itu mungkin... ? ’


‘ Membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin adalah hal yang cukup mudah bagi ku. Kalian keluar lah dahulu ’


Ibu Valon nampak membuka mata, dia melihat ke arah saya dengan penuh harapan, meskipun saya tau kalau dia sebenarnya sudah tidak bisa lagi melihat karena pandangan nya yang cukup buram dan benar benar sudah cukup sulit untuk melihat, bahkan kedua putri nya menatap ke arah saya dengan tatapan curiga dan tidak percaya


‘ Itu bohong... ’


‘ Baiklah jika kau tidak percaya... Maka aku akan membuktikan nya... ’


Sebuah Mantra sihir saya gunakan ke adik nya yaitu Ariel, penampilan dari Ariel yang tadinya kumuh, penuh luka dan kurus kini menjadi lebih berisi dengan penampilan cantik layak nya gadis pada umum nya yang penuh dengan semangat bahkan dia kini sudah bisa berbicara lagi.


‘ Ariel bisa berbicara lagi...? ’


‘ Kakak' kakak' Ariel bisa berbicara lagi ini keajaiban... Kakak kakak terimakasih, terimakasih, saya sangat terimakasih tapi Ariel tidak bisa membalas nya ’


‘ Balas nanti saja... Sekarang kita sembuhkan ibu mu dulu ’


Mereka kini keluar, dan membiarkan saya dan Ibu Valin berdua, didalam kamar, saya sempat berbincang-bincang sebentar dengan nya, dan bertanya tanya kepda nya sampai akhir nya saya memberikan syarat nya, dan dia nampak menyanggupi nya, dia sebenarnya sudah pasrah jika ingin mati, dari pada dia harus hidup hanya membawa beban bagi ketiga anak nya, tapi setelah melihat saya dia mendapatkan pencerahan dan mendapatkan kekuatan untuk bisa bersama anak anak nya lagi


‘ Jika anda berhasil menyembuhkan saya, saya akan memberikan seluruh jiwa raga ini untuk anda, saya akan menjadi pelayan anda ’


‘ Tidak perlu... Putra mu sudah bersumpah setia kepada ku, tapi ada syaratnya, kau akan berkerja untuk keluarga ku. apakah kau bersedia ? ’


‘ Jika memang begitu saya terima, apapun dari pada saya harus membuat beban kepada anak ank saya ’


‘ Pilihan yang tepat kalau begitu aku akan hilangkan penderitaan mu terlebih dahulu ’


Gerbang Primordial tercipa dan dari sana saya menarik senjata saya, dimana sebuah pedang saya tarik dan saya tebaskan tepat langsung membunuh Eliza, tapi disaat itu pula saya langsung menghidupkan nya kembali dengan sebuah mantra yang di gunakan untuk menghidupkan seseorang setelah kematian nya itu hanya berlaku setelah 5 detik kematian orang tersebut


Lingkaran sihir tercipta dimana sosok dengan rambut pirang, wajah cantik, dan penampilan bagaikan seorang saudagar kaya raya, saya sadar kalau membangkitkan seseorang dengan penampilan akal dan akhlak dari orang tersebut, jika dia bangkit seperti ibu Valon maka berarti orang tersebut memiliki kepribadian yang jujur, dan nampak sebuah pedang di pinggang nya yang mendedikasikan nya sebagai seorang petarung pula


‘ Aku... Kembali... Aku kembali... Terimakasih Tuan... Terimakasih atas kemurahan hati anda ’


‘ Tidak perlu berterima kasih... Berterimakasih lah kepada Putra mu... Dia yang telah membawa ku kesini ’


Dia kini berjalan keluar dengan penampilan baru nya, Valon dan kedua adik nya seakan akan tidak percaya, dan disaat itu pula mereka berpelukan dan saling berbahagia, tapi di tengah kebahagia itu, Rumah tiba tiba runtuh, saya langsung menelportasi kan mereka keluar, saya heran kenapa ini bisa runtuh ? Padahal saya sudah menghentikan waktu dari rumah ini, saya sadar kalau Matra Gate Of Primordial tadi dapat mengacaukan nya jadi wajar kalau rumah ini langsung rubuh


‘ Tidak rumah nya... Rumah nya rubuh... Kita akan tinggal dimana setelah ini ’ Ujar Emiel


‘ Tidak perlu khawatir... Kalian akan tinggal di kediaman ku, tentu dengan syarat tertentu pula ’


Di tempat yang berbeda pula Vindzena, Ray, Mira dan Rena saya membawa mereka dengan klon saya untuk mendatangi kediaman saya, berhubung besok adalah hari libur saya bertujuan untuk menginap sementara disana, saya membawa Valon, dan ibu nya beserat adik adiknya datang ke kediaman saya dengan kami berteleportasi ke kediaman saya dan nampak semuanya masih baik baik saja dan disana ada Vindzena, Mira, Rena dan Ray yang nampak sedang menunggu


‘ Hoiii ayo cepat.... ’


Rena memiringkan kepalanya dan melihat ke arah Emiel, dimana dia kini memagang tangan Emiel dan tersenyum ramah kepada nya. Senyuman indah di tunjukan kepada Emiel disini Rena mendekat kepada saya sembari membisikkan sesuatu kepada saya


‘ Hmm... Baiklah itu cukup menarik pastikan kau membuat nya berkilau ’


Atas izin saya mereka masuk ke kediaman saya dengan normal, meskipun saat masuk Emiel dalam keadaan kumuh dan penampilan yang cukup buruk, tapi disaat itu pula Rena membawa nya ke kamar mandi dia memandikan Elien layak nya adik nya sendiri, dan Emiel terus menerus mencoba kabur tapi disini Rena mengikat nya dengan sihir agar tidak bisa kabur


Rambut Emiel yang tadi nya tidak beraturan dan keriting menjadi lurus, setelah dia menggunakan sampho buatan Rena yang di katakan nya cukup manjur, bahkan itu sempat di beli oleh beberapa keluarga bangsawan salah satu ibu sya yang membeli nya, Emiel dan Rena sekarang ada di kamar saya untuk mengganti pakaian dan berdandan


Yah Vindzena, dan Mira tentunya ikut bergabung dalam hal ini, mereka berdua masuk ke kamar saya dan nampak sedikit hal yang rusuh karena Emiel terus memberontak dan masih malu, tapi setelah Mira mencoba menenangkan nya dia kini sedikit lebih tenang meskipun dia agak gugup ketika sedang di dandani


Tapi Mira yang melihat Ariel justru membawa nya bergabung dan ikut didandani. Disaat itu pula ibu Valon yang seorang mantan ksatria sedang mencoba berlatih kembali mengguncang skil skil nya yang dulu pernah di pelajari nya selagi masih muda, dia sendiri menghadapi Ray yang melatih nya pedang, cukup terbukti dimana dia mampu seimbang bahkan beberapa kali lebih unggul dari Ray. Tapi tetap saya dia kalah setelah menerima serangan telak meski tidak ada luka cidera apapun, karena Ray menahan kekuatan nya cukup dalam, saya sadar kami sedang di perhatikan dimana saya tau itu adalah ibu saya


Dia kini berjalan dengan anggun nya menuju tempat latihan, dengan senyuman yang khas Ibu seraya mengucapkan selamat datang dan salam


‘ Selamat datang di kediaman Artzena dan lama tidak bertemu Eliza ’


‘ Huhh.... Anda... Anda adalah.... Ratu Sihir Eragon. Queen Of Black Rose....!!! ’


‘ Haaa....????? ’


Saya yang tidak tau hal tersebut hanya terkejut dan seakan akan tidak percaya dengan hal yang tadi di katakan nya. Seharusnya itu mustahil, sejak kecil saya bersamanya dan berpisah 3 tahun saya baru sadar kalau ibu saya adalah Ratu Sihir Eragon, yang di kenal sebagai Queen Of Black Rose, gelar Raja Sihir Black Rose ada ditangan ayah saya yang sekarang entah kemana, banyak yang bilang kalau dia meninggal tapi saya masih yakin kalau dia masih hidup sekarang

__ADS_1


__ADS_2