Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga

Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga
Bab 46. Teknik Pedang Naga Abadi


__ADS_3

" Apa maksudmu?" Ucap ketiganya dengan penuh tanda tanya.


Lin Chen tidak menjawab pertanyaan mereka, dengan perlahan aura dewa naga keluar bersamaan tampilan wajah Lin Chen yang berubah menjadi Tetua Cu Ga.


" Aku hanya ingin membuat kalian tidak menjadi penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Aku akui persaudaraan kalian cukup baik, namun langkah yang telah kalian pilih membuat aku mau tidak mau melakukan hal ini." Ucap Lin Chen yang kemudian kembali pada tampilan dirinya.


Ketiga tetua dari Klan Cu masih terdiam menatap Lin Chen dengan kaget, mereka begitu kagum dengan perubahan pada tubuh Lin Chen yang sempurna menyerupai orang lain.


Hingga tawa tetua Cu Ga terdengar membuyarkan lamunan kedua saudaranya.


" Aku tidak menyangka akan menghadapi seorang pemuda yang cerdik, mungkin hanya dirimu pemuda satu-satunya yang saat ini memiliki kemampuan tertinggi di dunia ini." Ucap Tetua Cu Ga dengan tersenyum tipis.


Tetua Cu Ping dan tetua Cu Bou juga sependapat dengan apa yang di katakan oleh tetua Cu Ga tentang penilaian nya terhadap Lin Chen.


" Namun sangat di sayangkan, kali ini kau akan tewas di tempat ini." Ucap tetua Cu Ping dengan penuh rasa percaya diri yang tinggi.


Lin Chen masih berdiri dengan tenang, namun tidak dengan aura naga yang semakin mendominasi.


" Aku sangat ingin membuktikan jika apa yang kau katakan bukan hanya sekedar omong kosong dari seorang yang sudah putus asa."


Dengan cepat Lin Chen bergerak menggunakan Langkah Dewa Naga, kilatan cahaya secepat angin melesat ke arah tetua Cu Ping.


Sebuah tapak keemasan muncul dari kehampaan menyerang tetua Cu Ping yang belum menyadari pergerakan Lin Chen.


Tetua Cu Bou yang berada di samping tetua Cu Ping mulai menyadari bahaya yang datang, dengan cepat meminta tetua Cu Ping untuk menghindar.


Namun pergerakan Lin Chen lebih cepat, hingga serangan tapak keemasan mengenai tetua Cu Ping dan melemparnya hingga belasan meter.


" Dhuaaarrrr....." Tetua Cu Ping terlempar dengan keras.


Lin Chen tidak berhenti di situ saja, dengan cepat dia kembali melesat ke arah tetua Cu Ping yang kini mencoba bangkit.


" Swusshh....." Lin Chen mengepalkan tinjunya ke arah bagian dada.


" Boommmss..." Sekali lagi tetua Cu Ping terlempar, kemudian mengeluarkan seteguk darah segar dari dalam mulut nya.


" Cih!" Tetua Cu Ping dengan menahan rasa sakit pada bagian dada sebelah kanannya.


Tetua Cu Bou yang melihat itu segera bergerak menyerang Lin Chen.

__ADS_1


Lin Chen sendiri terus bergerak menghindari tetua Cu Bou, hingga jarak mereka kini hanya tersisa tiga meter, Lin Chen berbalik badan dengan melepaskan Auman Dewa Naga.


" Roarrrgghhhh....." Auman naga yang begitu menyayat pendengaran membuat tetua Cu Bou kehilangan keseimbangan.


Lin Chen segera memanfaatkan kesempatan itu dengan melepaskan serangan tapak Penghapus Langit.


" Dhuaaarrrr....." Serangan tapak melempar tetua Cu Bou.


Lin Chen segera membuat segel tangan dengan kecepatan cahaya.


" Swusshh....." Cahaya emas yang membentuk bintang-bintang kecil muncul, lalu bergerak ke arah tetua Cu Bou dan tetua Cu Ping.


Setelah membuat segel tangan, Lin Chen bergerak dengan kecepatan melebihi kecepatan sebelumnya. Namun sebelum itu dia telah mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan miliknya.


Dengan cepat dirinya berada di dekat tetua Cu Ping, lalu mengayunkan pedangnya memotong tangan tetua Cu Ping.


Hal yang sama sekali lagi Lin Chen lakukan kepada tetua Cu Bou.


Sedangkan tetua Cu Ga hanya terdiam di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun.


" Sangat menyakitkan melihat orang yang berharga untuk kita di perlakukan seperti ini, bahkan hanya tinggal menunggu waktu saja hingga kematian itu tiba." Tetua Cu Ga membatin dengan menatap Lin Chen yang terus bergerak.


Dengan cepat melesat ke arah Lin Chen dengan melepaskan serangan tapak ke arahnya.


Lin Chen yang baru saja mengurung kedua tetua klan Cu menggunakan formasi sangkar naga tersenyum tipis.


" Ternyata kau tidak sabaran, aku kira kau akan menunggu waktu giliranmu dengan tenang." Ucap Lin Chen dengan berbalik badan.


Melihat serangan yang menuju ke arahnya, Lin Chen segera bersiap menyambut serangan tersebut dengan sama-sama menggunakan serangan tapak.


" Swusshh...." Keduanya bergerak dengan cepat.


" Dhuaaarrrr...." Serangan tapak keduanya saling bertabrakan membuat mereka sama-sama terlempar beberapa meter ke belakang.


Tetua Cu Ga segera bangkit, lalu kembali menyerang Lin Chen.


Lin Chen melakukan hal yang sama, hingga pertarungan di antara keduanya terjadi semakin intens dengan jual beli serangan yang terjadi.


Terlihat tempat di sekitarnya kini menjadi sangat berantakan dengan tanah yang berubah menjadi kawah kecil maupun besar.

__ADS_1


Lin Chen yang memiliki tingkat kultivasi lebih rendah dari tetua Cu Ga masih mampu mengimbangi.


Hal itu sendiri karena tetua Cu Ga yang telah terluka akibat pertarungan sebelum nya melawan kedua saudara nya.


Lin Chen yang memiliki kemampuan melebihi kultivator biasanya, serta tubuh khusus Kaisar Langit membuat dia mampu menahan serangan pendekar Spiritual tingkat puncak dengan baik.


Di tambah dengan pedang Naga Abadi yang ada di tangannya, membuat kemampuan Lin Chen meningkat.


" Benar apa yang di katakan oleh Long Zi, pedang ini terlihat biasa saja saat tidak di gunakan, namun akan sangat mengerikan jika kita gunakan dalam pertarungan seperti ini."


Lin Chen dengan membatin menghindari serangan tetua Cu Ga.


Pedang Naga Abadi sendiri seakan bergerak dengan sendirinya, dan terasa lebih ringan saat di gunakan oleh Lin Chen.


Tetua Cu Ga menatap pedang yang di gunakan oleh Lin Chen dengan penuh tanda tanya.


" Pedang yang sangat aneh, bahkan aku tidak merasakan energi apapun yang keluar darinya."


Lin Chen yang melihat tetua Cu Ga semakin kelelahan, dengan cepat menggunakan teknik pedang Naga Abadi yang sebelumnya di berikan oleh Long Zi kepadanya saat Lin Chen melakukan penyerapan sebelumnya.


Apa yang di lakukan oleh Long Zi bukan hanya meningkatkan kekuatan Lin Chen, tetapi dia juga memberikan teknik yang memang sudah menjadi teknik pasangan dari pedang Naga Abadi.


" Swusshh...." Pedang di tangan Lin Chen mulai mengeluarkan aura yang mendominasi dengan cahaya yang berubah-ubah warna.


Lin Chen yang mulai menyadari keistimewaan dari pedang Naga Abadi tersenyum senang di dalam hatinya.


Dengan cepat Lin Chen mundur mengambil jarak dari tetua Cu Ga. Tetua Cu Ga yang merasa kelelahan akhirnya menjaga jarak juga untuk memulihkan tenaga miliknya.


" Pedang ini akan mengeluarkan warna sesuai dengan kekuatan yang aku miliki." Batin Lin Chen, hingga secara perlahan energi petir kehitaman dengan api merah kebiruan menyelimuti pedang Naga Abadi.


" Pedang Naga Abadi - Petir Api Penghancur!"


" Swusshh...." Lin Chen mengayunkan pedang nya ke arah tetua Cu Ga yang menatap tidak percaya.


" Mengerikan!" Batin Tetua Cu Ga dengan badan bergedik ngeri.


...****************...


Tinggalkan jejak kalian dengan memberikan Like & Komentar. Terima kasih, semoga besok bisa up lebih dari 2 bab. 🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2