
Keesokan harinya, Lin Chen mulai bersiap untuk melakukan rencana pertamanya. Tujuan Lin Chen saat ini memasuki kawasan Gunung Elang.
Setelah semua persiapan selesai, Lin Chen segera keluar dari dalam kamarnya. Dengan cepat dia melangkahkan kaki keluar dari dalam penginapan mawar merah.
Setelah berada di luar, Lin Chen melesat ke arah di mana Gunung Elang berada.
" Swusshh....."
Tubuhnya melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan Kota Yuan.
Hingga tidak lama kemudian, Lin Chen akhirnya telah berada di bawah kaki gunung elang.
Matanya yang tajam menatap tempat di sekitarnya. Saat merasa semua terlihat baik-baik saja, Lin Chen segera naik ke atas gunung.
" Tempat yang sangat tandus." Lin Chen dengan pandangan yang mengitari tempat di sekitarnya.
" Meski terlihat tandus, tempat ini sendiri memiliki aura yang cukup menenangkan. Mungkin saja ini alasan mengapa Sekte Elang Emas membangun sekte di tempat ini." Ucap Lin Chen dengan terus bergerak.
Meski merasa tempat di sekitarnya cukup tenang, tetapi Lin Chen tetap terus bersikap waspada.
Hingga setelah masuk lebih dalam, Lin Chen dapat melihat beberapa formasi pengalihan dan beberapa formasi lainnya yang terpasang.
"Formasi pengalihan dan beberapa formasi ilusi. Sepertinya hanya mereka yang berhubungan langsung dengan Sekte Elang Emas yang mampu melewati tempat ini. Jika ada orang lain, mungkin mereka menguasai formasi yang cukup untuk mengetahui formasi ini."
Saat Lin Chen sedang mencoba melewati formasi yang terpasang di tempat itu, tiba-tiba sebuah serangan berbentuk bola api melesat ke arahnya.
Lin Chen yang melihat serangan itu segera melepaskan aura dewa naga.
" Swusshh...." Aura di sekitarnya meningkat dengan drastis, membuat serangan bola api mulai melambat.
"Setelah membunuh lebih banyak pendekar tingkat tinggi, kini aura dewa naga semakin lebih kuat. Bahkan aura ini sudah mampu memperlambat serangan maupun pergerakan musuh." Lin Chen membatin dengan senang.
Setelah membunuh banyak pendekar tingkat tinggi, aura membunuh yang Lin Chen miliki telah di ubah menjadi aura dewa naga.
Lin Chen mengeluarkan pedang naga abadi dari cincin penyimpanan. Dengan menutup kedua matanya, pedang naga abadi bersinar beberapa saat.
"Swusshh....." Lin Chen kembali menggunakan salah satu teknik yang di berikan oleh Long Zi pada dirinya.
Tiga pedang energi muncul di belakangnya, dengan gerakan tangan ke depan, salah satu pedang melesat dengan kecepatan tinggi menuju bola api itu.
__ADS_1
" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras terjadi setelah kedua serangan itu beradu. Lin Chen mundur satu langkah akibat serangan balik yang dia terima.
" Cukup hebat, kau mampu menahan seranganku." Ucap sebuah suara terdengar. Hingga tidak lama kemudian muncul seorang pria paruh baya dengan rambut putih panjang dan pakaian putih.
Lin Chen menatap kehadiran pria itu dengan waspada.
" Tidak perlu takut, aku hanya membunuh siapa yang pantas untuk aku bunuh." Ucap pria paruh baya itu dengan tersenyum ramah.
" Sebaiknya kita segera pergi meninggalkan tempat ini, aku yakin mereka semua sedang menuju ke arah sumber ledakan." Lanjutnya.
Lin Chen tetap diam, tetapi setelah dia merasa ada beberapa aura yang mulai mendekat, Lin Chen segera melesat mengikuti pria paruh baya yang terlebih dulu pergi.
" Swusshh....." Lin Chen melesat dengan kecepatan tinggi.
Pergerakan Lin Chen terhenti di saat pria paruh baya yang sebelumnya berbicara dengannya, tiba-tiba melepaskan serangan tapak ke arah pria paruh baya lainnya yang sedang berdiri.
Lin Chen sendiri membalikkan badannya, terlihat dua orang tetua sedang menuju ke arahnya dengan penuh senyum.
" Kalian terlalu ceroboh menganggap kami tidak mengetahui kehadiran kalian berdua." Ucap tetua yang kini berdiri sekitar sepuluh meter dari tempat Lin Chen.
Lin Chen sendiri hanya terdiam di tempatnya tanpa melakukan pergerakan.
" Dhuaaarrrr....." Ledakan keras terjadi mengguncang tempat itu.
" Krak...." Formasi pertahan Lin Chen retak, begitu juga dengan dua tetua yang berada tidak jauh dari tempatnya.
" Ughh..." Pria paruh baya yang menghadang pergerakan Lin Chen dan pria paruh baya berpakaian putih itu terlempar dengan memuntahkan seteguk darah.
" Sangat kuat." Batin dua tetua yang melihat serangan itu.
Lin Chen sendiri tetap berdiri dengan tenang, saat ini dia tengah di landa kebingungan.
" Siapa mereka sebenarnya." Batin Lin Chen, yang kemudian tersadar saat merasakan ledakan aura yang sangat besar.
" Hahaha... Kalian pikir aku tidak melakukan persiapan? Asal kalian ketahui, keberadaan kalian di Sekte milikku akan segera berakhir. Saat penyerangan terjadi aku tidak dapat membantu karena dalam keadaan penting. Hingga kalian dapat melihat saat ini aku sudah berada pada pendekar Dewa Langit Awal." Pria paruh baya berpakaian putih tertawa dengan penuh bahagia.
Pria paruh baya yang itu menatap ke arah Lin Chen. "Nak, aku yakin kau mampu menghadapi dua semut itu. Aku akan mengurus si tua bangka." Ucap pria paruh baya yang tidak lain Leluhur Sekte Elang Emas.
Lin Chen menganggukkan kepalanya, dengan segera mengeluarkan pedang naga abadi.
__ADS_1
" Sebelumnya kalian mengatakan jika aku ceroboh. Majulah, akan aku perlihatkan baga kecerobohan kalian yang telah salah memilih datang ke tempat ini." Lin Chen dengan melepaskan aura Pendekar Pertapa suci tingkat menengah.
Kedua tetua yang melihat kekuatan Lin Chen terkejut.
" Jadi dia menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya."
" Berhati-hatilah, aku merasakan jika dia pemuda yang tidak dapat kita anggap remeh."
Kedua tetua itu kemudian segera mempersiapkan diri dengan melepaskan kekuatan pendekar Dewa tingkat menengah.
" Swusshh...." Udara di sekitarnya tiba-tiba sangat mencekam, angin berhembus dengan kencang membuat pepohonan di sekitarnya bergoyang.
Lin Chen kembali menggunakan teknik pedang Naga Abadi.
" Swusshh...." Tiga bilah pedang muncul di belakangnya dengan warna emas.
Tidak berhenti di situ saja, Lin Chen juga melepaskan aura dewa naga dari dalam tubuhnya, membuat kedua tetua itu sekali lagi terkejut.
" Hanya pendekar Pertapa suci tingkat menengah, namun aura yang di lepaskan melebihi pendekar Dewa tingkat menengah." Tetua itu dengan menatap tidak percaya.
Lin Chen yang melihat keterkejutan mereka segera melesat dengan menggunakan Langkah Dewa Naga.
" Swusshh...."
Bilah pedang yang berada di belakang tubuh Lin Chen berputar.
Melihat Lin Chen yang mulai menyerang, kedua tetua itu segera ikut melesat ke arah Lin Chen.
" Pedang Ilusi!" Lin Chen dengan melepaskan salah satu bilah pedang.
" Swusshh..." Pedang itu melesat mendahului Lin Chen dengan membelah diri menjadi puluhan pedang.
" Apa!" Kedua tetua sekali lagi di buat kaget dengan teknik yang di gunakan Lin Chen.
" Swusshh.." Mereka segera menghindari serangan tersebut. Namun, tiba-tiba salah satu pedang menggores lengan tetua tersebut.
Lin Chen tersenyum, kemudian melepaskan serangan tapak penghapus langit.
" Dhuaaarrrr....." Ledakan keras kembali terjadi, Lin Chen tidak berhenti di situ saja. Dengan cepat menggunakan Auman Dewa Naga.
__ADS_1
" Roarrrgghhhh...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...