Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga

Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga
Bab 65. Leluhur Sekte Elang Emas


__ADS_3

" Roargh...." Raungan naga dengan hembusan angin yang kencang melempar kedua tetua itu dengan ekstrem.


Lin Chen terus bergerak dengan lebih cepat, saat melihat lawannya akan bangkit, Lin Chen segera melepaskan serangan kepada keduanya menggunakan energi pedang yang berada di belakang punggungnya.


" Swusshh..."


" Swusshh..."


Kedua bilah pedang itu melesat dengan cepat.


" Boomsss...."


" Boomsss..."


Kedua tetua kembali terlempar, namun kali ini terlihat pakaian yang di gunakan hancur bersamaan dengan darah segar yang mengalir di sekujur tubuhnya.


" Swusshh...." Lin Chen muncul di hadapan mereka, dengan gerakan kilat melepaskan serangan tapak.


" Dhuaaarrrr..." Salah satu tetua itu tewas menjadi kabut darah, sedangkan tetua yang satunya menatap dengan tidak percaya.


" Tuuaann muudddaaa aaammpu-..." Tetua itu berusaha berbicara dengan Lin Chen, namun tiba-tiba ucapannya berhenti setelah Lin Chen memegang kepalanya.


" Arghhhh...." Tetua itu berteriak kesakitan saat Lin Chen mencoba mencari informasi menggunakan Teknik Perubahan Dewa.


Lin Chen terus fokus menyerap pengetahuan milik tetua itu, hingga beberapa saat kemudian Lin Chen melepaskan tangannya dari kepala tetua tersebut.


Dengan tenang, Lin Chen menampar wajahnya hingga terdengar suara retakan.


" Krak..."


" Kalian memang benar-benar b*jingan!" Ucap Lin Chen dengan menghancurkan tubuh tetua itu menjadi kabut darah.


Setelah menyerap pengetahuan milik tetua tersebut, Lin Chen kembali melihat bagaimana yang dia lakukan tidak beda jauh dari pendekar yang sebelumnya dia bunuh.


Lin Chen kemudian mengalihkan pandangannya untuk menatap pertarungan di antara kedua pria paruh baya.


" Sepertinya aku tidak lagi membutuhkan bantuan dari tuan manager. Dengan kekuatan yang di miliki oleh senior itu, akan mempermudah semuanya." Lin Chen dengan membatin, kemudian segera menjaga jarak saat pertarungan di antara keduanya semakin membesar.


Di tempat kedua pria paruh baya.


Pertarungan di antara mereka semakin mencapai puncaknya, saling jual beli serangan terjadi. Namun masih dapat terlihat pria paruh baya yang menggunakan pakaian putih lebih mendominasi.

__ADS_1


Pertarungan itu sendiri seperti menunggu waktu nya saja untuk di akhiri oleh pria paruh baya tersebut.


" Swusshh...." Pria paruh baya yang menggunakan pakaian putih menghilang dari tempatnya, lalu muncul di samping lawannya.


Dengan tersenyum tipis, pria paruh baya itu melepaskan tinju ke arah kepala.


" Dhuaaarrrr...." Pria paruh baya yang menjadi lawannya sendiri yang sudah kelelahan tidak dapat menghindari serangan tersebut.


" Boomsss..." Ledakan keras terjadi dengan cipratan darah.


" Arghhhh...." Pria paruh baya itu berteriak kesakitan saat setengah kepalanya hancur. Namun dia masih dapat bernafas.


Hingga akhirnya pria paruh baya yang menggunakan pakaian putih melepaskan serangan terkuatnya.


" Dhuaaarrrr...." Dengan dahsyatnya pria paruh baya itu hancur berkeping-keping.


Lin Chen yang melihat pertarungan di antara keduanya terdiam. "Sangat kuat!"


" Swusshh..." Tiba-tiba pria paruh baya itu muncul di samping Lin Chen.


Lin Chen membalikkan badannya menatap pria paruh baya itu.


" Nak, siapa namamu?"


" Baik, nak Chen. Perkenalkan aku Mo Juan. Leluhur Sekte Elang Emas." Ucap pria paruh baya tersebut memperkenalkan diri.


Lin Chen menganggukkan kepalanya.


" Aku tidak menyangka akan bertemu dengan Leluhur Sekte Elang Emas."


Mo Juan tersenyum mendengar ucapan Lin Chen. Kemudian dia menanyakan alasan Lin Chen berada di tempat ini.


" Leluhur Mo, kedatangan ku ke tempat ini untuk mengetahui situasi di Sekte Elang Emas." Ucap Lin Chen kemudian segera menjelaskan tentang pertemuannya dengan anggota Sekte Elang Emas.


Leluhur Mo dengan tenang mendengarkan ucapan Lin Chen.


" Hingga saat aku tiba di kota Yuan, manager Menara Informasi mengatakan padaku jika telah terjadi sesuatu pada Sekte Elang Emas." Lin Chen mengakhiri penjelasannya.


Leluhur Mo terdiam, dia mencoba mencari cara untuk melepaskan Sekte nya dari bayang-bayang orang asing itu.


" Nak, lalu bagaimana rencana mu selanjutnya?"

__ADS_1


" Seharusnya dengan kekuatan Leluhur Mo, akan sangat mudah untuk menghancurkan para penghianat itu sendiri. Dan membebaskan Sekte Elang Emas dari orang-orang asing."


Leluhur Mo kembali terdiam, dia khawatir jika ada pendekar yang lebih kuat berada di Sekte nya. Jika memang hal itu terjadi, akan sangat sulit baginya untuk mengambil alih Sekte Elang Emas.


Setelah terdiam selama beberapa saat, Leluhur Mo kemudian menatap ke arah Lin Chen dengan serius.


" Nak, bisakah kau membantuku?"


Lin Chen mengerutkan keningnya. " Aku hanya pendekar Pertapa suci tingkat menengah, akan sangat aneh jika Leluhur meminta bantuan kepadaku. Apalagi aku hanya seorang diri saja."


Leluhur Mo tertawa kecil mendengar ucapan Lin Chen. " Ternyata kau pemuda yang tidak mudah untuk di hadapi. Baiklah, aku akan memberikan imbalan jika kau mau membantuku."


Lin Chen tersenyum. " Bukan aku yang meminta, tetapi Leluhur Mo sendiri yang berniat memberikan imbalan kepadaku." Ucap Lin Chen dengan tertawa kecil.


" Hahahah... aku benar-benar merasa sangat bodoh di hadapanmu." Leluhur Mo tertawa dengan keras.


Lin Chen sendiri hanya menggelengkan kepalanya. " Cukup menarik, bukan hanya mendapatkan beberapa informasi. Bahkan aku mendapatkan kesempatan untuk meminta imbalan kepada Leluhur Mo." Lin Chen membatin dengan senang.


" Lalu apa yang kau inginkan nak?"


" Aku tidak meminta banyak. Cukup kembalikan kejayaan Sekte Elang Emas pada masa jayanya. Perkuat Sekte Elang Emas, dan yang paling penting membangun aliansi dengan Sekte Naga Langit." Ucap Lin Chen dengan santai.


Leluhur Mo yang mendengar permintaan Lin Chen terdiam, dia benar-benar tidak dapat menebak jalan pikiran pemuda di hadapannya.


Awalnya dia mengira Lin Chen meminta sumber daya tingkat tinggi atau senjata tingkat tinggi miliknya maupun milik Sekte Elang Emas.


Namun, Lin Chen hanya meminta sesuatu yang memang seharusnya Leluhur Mo lakukan.


Lin Chen sendiri tidak ingin meminta hal lain kepada Leluhur Mo. Sumber daya dan senjata? Lin Chen kini telah memilikinya.


Dengan bangkitnya Sekte Elang Emas, Lin Chen berharap dapat membantunya di masa depan nanti.


Lin Chen sendiri saat ini tengah membangun kekuatannya sendiri. Sepertinya hal yang saat ini dia lakukan. Dengan membantu Sekte Elang Emas, akan membuat Leluhur Mo merasa memiliki hutang budi kepada dirinya.


Lin Chen berharap apa yang dia lakukan, dapat membuat keluarganya memiliki kehidupan yang aman dan tenang. Dengan memiliki banyak pendukung di belakangnya, akan membuat Lin Chen lebih tenang saat melakukan petualangan jauh nantinya.


" Nak, kau memang berbeda dari pemuda di luar sana. Bukan hanya tentang kekuatan saja, tetapi kau memiliki beberapa kelebihan lainnya, kecerdasan dan kepemimpinan yang sangat kuat. Aku yakin suatu saat nanti namamu akan berada di puncak kejayaan di dunia ini." Ucap Leluhur Mo dengan tulus.


Dia kemudian berterima kasih kepada Lin Chen karena telah mau membantu dirinya. Kemudian mereka berdua segera membicarakan rencana yang akan di gunakan nantinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Maaf setiap hari cuman satu bab 🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


__ADS_2