Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga

Reinkarnasi Kaisar Dewa Naga
Bab 47. Tiba Di Klan Cu


__ADS_3

" Swusshh...." Energi pedang yang begitu besar melesat dengan kecepatan tinggi ke arah tetua Cu Ga.


" Dhuaaarrrr..."


Tetua Cu Ga terlempar puluhan meter dengan darah yang terus keluar dari tubuh nya, bahkan nafas nya secara perlahan menghilang.


Lin Chen segera melesat menuju tempat di mana tetua Cu Ga terlempar, dengan cepat dia menyerap pengetahuan nya.


Hingga beberapa saat kemudian Lin Chen akhirnya telah menyerap semua pengetahuan tetua Cu Ga menggunakan teknik yang sebelum nya dia pelajari.


Tidak lama kemudian, akhir nya tetua Cu Ga tewas di tempat.


Lin Chen segera mengeluarkan api kecil dari ujung jari telunjuk nya, terlihat api sebesar kelereng muncul yang kemudian dia lemparkan ke tubuh tetua Cu Ga.


Api tersebut segera melahap habis tubuh tanpa nyawa itu.


Lin Chen kembali bergerak ke arah tetua Cu Ping dan tetua Cu Bou yang tidak sadarkan diri, hal yang sama dia lakukan kepada kedua tetua Klan Cu itu.


" Saatnya menjalankan rencana selanjutnya." Ucap Lin Chen, yang kemudian segera mengumpulkan ketiga cincin penyimpanan milik ketiganya.


Setelah itu Lin Chen segera pergi meninggalkan tempat tersebut menuju kota Giok.


" Swusshh...." Kilatan cahaya melesat dengan kecepatan penuh.


Di perjalanan, Lin Chen terus mencoba memahami pengetahuan yang baru saja dia dapatkan dari ketiga tetua Klan Cu.


Dari pengetahuan yang dia dapatkan, Lin Chen akhirnya mengetahui beberapa informasi penting.


Informasi itu sendiri berkaitan dengan Patriak Klan Cu sebelumnya yang saat ini tengah di tahan di penjara bawah tanah.


Mengenai informasi kelompok yang membantu Patriak Cu Pou, Lin Chen sendiri tidak mendapatkan banyak informasi dari pengetahuan ketiga nya.


" Tidak banyak informasi yang aku dapatkan. Hanya saja, aku sangat yakin jika kelompok ini berhubungan dengan kelompok yang sebelumnya menyusup di sekte elang emas." Lin Chen membatin dengan terus bergerak ke arah kota Giok.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, Lin Chen akhirnya tiba di kota Giok.


Lin Chen yang tidak ingin membuang banyak waktu lagi, segera pergi menuju Klan Cu.

__ADS_1


Klan Cu sendiri berada di bagian selatan kota Giok, Lin Chen sendiri bergerak dengan pandangan yang terus mengawasi tempat yang dia lewati.


Satu jam berlalu, setelah bergerak dengan kecepatan sedang, Lin Chen akhirnya tiba di dekat Klan Cu.


Dengan tenang Lin Chen mengubah tampilan nya menjadi Tetua Cu Ga, lalu segera bergerak ke arah gerbang Klan Cu yang di jaga dua orang murid.


" Tetua." Kedua murid Klan Cu dengan hormat saat melihat kedatangan Tetua Cu Ga.


Lin Chen yang saat ini sedang menyamar menjadi Tetua Cu Ga tersenyum, lalu meminta mereka untuk membuka gerbang.


Salah satu dari mereka bergerak cepat membukakan gerbang.


Lin Chen segera masuk ke dalam, dengan pengetahuan yang dia dapatkan dari tetua Cu Ga, Lin Chen berjalan ke arah aula klan.


Di perjalanan, Lin Chen dapat melihat anggota Klan Cu yang sedang berlatih maupun melakukan kegiatan lainnya.


Hingga tidak lama kemudian, Lin Chen akhirnya tiba di aula klan.


Dengan tenang Lin Chen masuk ke dalam.


********


Patriak Cu Pou dan tetua agung Klan Cu saat ini sedang duduk bersama dengan dua tetua Klan Cu lainnya.


" Tetua ketiga, apa sudah ada kabar dari tetua Cu Ga dan lainnya?" Tanya Tetua agung menatap dua tetua yang sedang duduk di depannya.


" Tetua agung, saat ini tetua Cu Ga dan lainnya belum memberikan kabar apapun setelah beberapa hari yang lalu mengatakan jika keberadaan tuan muda tidak di ketahui dengan pasti."


" Apa mereka sudah mencoba menanyakan dengan manajer restoran?" Tanya Patriak Cu Pou yang mengkhawatirkan putra nya itu.


" Sudah Patriak, mereka mengatakan jika tuan muda pergi meninggalkan restoran setelah sebelumnya memesan makanan."


" Ini sangat aneh, aku rasa semua orang di kota ini sudah mengetahui dengan pasti putra ku." Ucap pelan Patriak Cu Pou.


Semua orang di dalam ruangan juga memiliki pemikiran yang sama, orang mana yang dengan bodohnya mengusik putra Patriak Klan Cu yang saat ini menjadi Klan terkuat di kota Giok.


Hingga saat mereka sedang terdiam sibuk dengan pikirannya masing-masing, tiba-tiba pintu aula klan terbuka.

__ADS_1


Semua orang segera mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk, hingga mereka semua melihat tetua Cu Ga yang berjalan ke arahnya.


" Salam Patriak, tetua agung dan tetua sekalian." Ucap Tetua Cu Ga dengan hormat.


Tetua agung menatap kehadiran tetua Cu Ga dengan tidak suka. Patriak sendiri segera menanyakan bagaimana hasil pencarian yang di lakukan oleh tetua Cu Ga.


" Patriak, ini semua sangat aneh. Aku dan yang lainnya bahkan tidak menemukan petunjuk apapun mengenai masalah ini."


" Cih! Kalian memang benar-benar bodoh, mengerjakan tugas yang masih di wilayah sendiri saja tidak berguna." Ucap Tetua agung dengan menatap tetua Cu Ga.


Lin Chen yang sudah mengetahui konflik di antara keduanya tersenyum di dalam hatinya.


" Tetua agung, anda terlalu banyak omong kosong, jika tetua agung mengatakan kami bodoh mengapa tetua agung tidak melakukan penyelidikan sendiri?"


Patriak Cu Pou sendiri hanya terdiam menyimak pembicaraan mereka.


" Memiliki seorang bawahan mengapa aku harus turun tangan sendiri?"


" Tetua agung, di dalam klan tidak ada yang namanya bawahan maupun tuan. Di sini hanya jabatan yang membedakan posisi kita, sejak kapan sesama anggota klan dan sama-sama memiliki darah yang sama menjadi seorang bawahan dari orang-orangnya sendiri?" Balas Tetua Cu Ga dengan suara lantang.


Tetua agung yang mendengar ucapan tetua Cu Ga mendengus dengan kesal.


" Sejak kapan si bodoh ini mulai pintar berbicara seperti ini." Batin tetua agung dengan kesal.


Lin Chen yang menggunakan tampilan tetua Cu Ga hanya tersenyum.


" Patriak, masalah ini menyangkut keselamatan tuan muda. Jika kita semua masih saling mengandalkan orang lain, maka keselamatan tuan muda benar-benar akan terancam."


Patriak Cu Pou terdiam sibuk dengan pikirannya, hingga beberapa saat kemudian menatap tetua Cu Ga.


" Tetua, mengapa tetua datang ke klan seorang diri? Lalu di mana yang lainnya?" Tanya Patriak Cu Pou.


" Patriak, saat kami sedang melakukan penyelidikan, kami mendengar jika beberapa hari yang lalu kota ini kedatangan banyak pendekar. Meski kota Giok sendiri menjadi kota persinggahan bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan jauh, tapi aku sedikit mencurigai kedatangan kelompok tertentu sehingga aku meminta yang lainnya untuk mengawasi mereka." Ucap Tetua Cu Ga menjelaskan dengan rinci keadaan kota Giok saat ini.


Semua orang saling menatap satu sama lain, kemudian Patriak Cu Pou menatap ke arah tetua agung.


Tetua agung yang di tatap patriak mengumpat dengan kesal di dalam hatinya.

__ADS_1


" B*jingan! dia dengan sengaja mengatakan hal seperti ini agar semua orang melakukan pekerjaan yang sama sekali tidak menguntungkan!" Tetua agung dengan menahan kesal terhadap tetua Cu Ga.


Lin Chen sendiri tersenyum senang di dalam hatinya, dengan banyaknya kepergian para petinggi dari klan, akan mempermudah dia menyelematkan Patriak Cu Gang sebelum dia melakukan langkah terakhir untuk menghancurkan mereka.


__ADS_2