
Manajer Menara Informasi terdiam, lalu menatap Lin Chen yang sedang menunggu jawaban.
" Nak, sebaiknya kau tidak perlu mengetahui informasi Sekte Elang Emas. Aku hanya ingin mengatakan jika beberapa hari yang lalu aku mendengar suara ledakan yang cukup keras dari arah Gunung Elang."
Lin Chen menggelengkan kepalanya. " Aku sangat membutuhkan informasi itu."
Manajer menghela nafas panjang, lalu membuka buku yang ada di hadapannya.
Dengan tenang Manajer menuliskan sesuatu di kertas yang ada.
Beberapa menit kemudian, Manajer telah menyelesaikan. Lalu memberikan kertas tersebut pada Lin Chen.
" Semoga informasi yang aku ketahui dapat membantumu. Sekali lagi aku ingin memperingati mu untuk tida datang ke tempat itu." Ucap Manajer yang kemudian berdiri dari tempat duduknya.
Lin Chen terdiam, pandangan matanya mencoba melihat tulisan yang di berikan oleh Manajer.
" Aku tidak yakin jika tuan Manajer hanya mengetahui hal ini saja. Aku tidak akan memaksa tuan untuk memberikan semua informasi. Dan aku hanya mengingatkan, jika terjadi sesuatu pada Sekte Elang Emas, maka kota ini juga akan mengalami hal yang sama." Ucap Lin Chen dengan tenang.
Kata-kata Lin Chen membuat Manajer menghentikan langkahnya. Lalu berbalik badan menatap Lin Chen yang masih duduk di tempatnya.
" Apa maksudmu? Apa saat ini kau sedang mengancam kami?" Tanya Manajer dengan nada tidak suka.
Lin Chen bangkit dari duduknya, lalu menatap Manajer dengan menggelengkan kepalanya.
" Bukan aku, tapi mereka."
" Mereka? Seberapa jauh kau mengetahui masalah yang sedang di hadapi Sekte Elang Emas?"
" Lebih dari apa yang tuan Manajer ketahui." Lin Chen dengan cepat.
Tuan Manajer terdiam, dia mencoba memahami kata-kata Lin Chen. Setelah mendengar ucapannya, tuan Manajer menjadi semakin pusing di buatnya.
Sebenernya, Menara Informasi juga sedang terus mencari informasi mengenai masalah yang sedang di hadapi Sekte Elang Emas.
Saat mengetahui telah terjadi pada Sekte yang berdiri tidak jauh dari kota Yuan, membuat Manajer khawatir akan berimbas kepada nya.
Tuan Manajer menatap Lin Chen. " Beberapa hari yang lalu, orangku melihat dua orang Pendekar yang cukup mencurigakan." Tuan Manajer kemudian menjelaskan pada Lin Chen.
Lin Chen diam mendengarkan apa yang di katakan oleh Manajer Menara Informasi dengan serius.
" Katakan padaku, di mana tempat mereka menginap."
" Penginapan yang ada di sebelah timur kota Yuan, Penginapan mawar merah."
Lin Chen menganggukkan kepalanya. " Aku akan segera menyelidiki mereka. Jika tuan ingin berkerja sama denganku, temui aku nanti malah di penginapan mawar merah." Ucap Lin Chen yang kemudian mengeluarkan kantong berisikan koin emas.
Setelah itu, Lin Chen keluar dari dalam ruangan Manajer.
__ADS_1
Dengan langkah terburu-buru, Lin Chen menuruni tangga Menara.
" Sepertinya mereka kelompok yang sama. Aku akan mencoba menangkap mereka." Lin Chen membatin, dia berencana menyamar jadi salah satu dari mereka nantinya.
Di dalam ruangan Manajer.
Manajer Menara Informasi masih berdiri di tempatnya.
" Apa aku harus berkerja sama dengan nya. Namun ini akan sangat berbahaya, bahkan aku baru saja mengenalnya." Batin Manajer, hingga tidak lama kemudian dari tempat persembunyiannya keluar pria paruh baya.
" Sebaiknya kau temui pemuda itu, seperti nya dia bukan pemuda biasa. Aku dapat melihat jika dia mampu menyelesaikan masalah ini." Ucap pria paruh baya itu.
" Apa tetua agung yakin?"
" Sangat yakin. Pikirkan baik-baik, jangan sampai kau menyesal nantinya." Ucap pria paruh baya itu yang kemudian menghilang dari ruangan tersebut.
Tuan Manajer masih terlihat bimbang, namun saat mendengar ucapan terakhir tetua agung, membuat dirinya akan mencoba menemui Lin Chen nantinya.
*********
Di tempat lain.
Lin Chen terus bergerak ke arah timur kota Yuan, saat ini dia akan mendatangi penginapan mawar merah.
Hingga saat dalam perjalanan, Lin Chen melihat dua kilatan cahaya yang melesat tidak jauh darinya.
" Swusshh...." Lin Chen bergerak dengan menghilangkan aura miliknya.
Dari jauh, Lin Chen dapat melihat keduanya yang berada pada tingkat pendekar Dewa awal.
"Sepertinya mereka telah mempersiapkan semuanya dengan baik. Bahkan pendekar Dewa yang mereka kirim cukup banyak yang telah aku temui."
Lin Chen terus mengikuti keduanya dengan jarak satu kilometer. Hingga saat sudah berada di luar kota, keduanya akhirnya menyadari keberadaan Lin Chen yang mengikuti nya.
Lin Chen sendiri dengan sengaja melakukannya, hal itu dia lakukan untuk menarik perhatian keduanya.
Saat berada di dalam kota Lin Chen khawatir akan menarik perhatian kelompok lainnya yang bisa saja ada di dalam kota. Dengan melepaskan aura miliknya yang dapat diketahui oleh mereka, Lin Chen berharap keduanya mengehentikan pergerakan.
Dengan ini kesempatan Lin Chen untuk menangkap keduanya lebih besar. Lin Chen yakin mampu menghadapi dua pendekar Dewa tingkat awal.
" Saudara, sepertinya dia terus mengikuti kita." Ucap salah satu dari mereka.
" Jangan bertindak gegabah, kita tunggu saat tiba di hutan kaki Gunung Elang. Di sana kita dapat menghabisi nya jika memang dia benar-benar mengikuti kita."
" Baik."
" Swusshh..." Keduanya segera mempercepat pergerakannya.
__ADS_1
Lin Chen yang melihat itu tersenyum tipis, lalu ikut mempercepat pergerakannya.
" Swusshh...." Tiga cahaya melesat dengan kecepatan tinggi.
Setelah berada di kaki Gunung Elang, keduanya segera bersembunyi menunggu kedatangan Lin Chen.
" Dia benar-benar mengikuti kita."
" Tidak masalah, hanya pemuda lemah tidak akan membahayakan untuk kita yang sudah berada pada pendekar Dewa tingkat awal."
" Saudara benar."
Mereka berdua kemudian duduk dengan tenang menunggu kedatangan Lin Chen.
" Swusshh...." Kilatan cahaya melesat melewati tempat persembunyian keduanya.
" Cih! Kau benar-benar bodoh!" Ucap salah satu dari mereka yang melihat Lin Chen.
Hingga tiba-tiba terdengar suara dari belakang badan keduanya.
" Aku rasa kalian berdua yang bodoh."
Keduanya yang mendengar suara itu segera melesat menjauh, namun Lin Chen dengan cepat melepaskan serangan Tapak Dewa Naga.
" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras terjadi, keduanya mampu menghindari serangan tapak Lin Chen dengan wajah penuh keterkejutan.
" Ternyata dia sengaja menyembunyikan tingkat kultivasinya." Ucap salah satu dari mereka dengan keringat dingin.
Mereka dapat merasakan serangan yang di lepaskan Lin Chen dapat membuat nya terluka cukup parah.
" Saudara hati-hati, pemuda itu sangat kuat dan memiliki teknik tingkat tinggi."
" Apa yang harus kita lakukan?"
" Tidak ada jalan lain, kita akan melawannya. Aku tidak yakin dia akan melepaskan kita."
Keduanya kemudian segera mempersiapkan diri untuk melawan Lin Chen.
Lin Chen yang berdiri sekitar lima puluh meter dari mereka tersenyum tipis.
" Apa hanya ini kekuatan yang di miliki oleh pendekar Dewa tingkat awal. Sangat memalukan." Lin Chen mencoba memprovokasi keduanya.
Mendengar ucapan Lin Chen, keduanya mendengus dengan kesal.
" Bocah! Akan aku pastikan kau menjilat kaki ku, sebelum kematian menjemput mu." Ucap salah satu dari mereka yang kemudian melesat ke arah Lin Chen.
" Swusshh...."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...