
Pria bertopeng, Patriak Cu Pou, dan Tetua Agung menatap tidak percaya. Bagaimana bisa lima pendekar yang memiliki kultivasi Pertapa suci tingkat puncak, hanya menjadi seekor semut di hadapan pemuda yang masih berumur belasan tahun.
Patriak Cu Gang terkekeh pelan menatap reaksi ketiganya.
" Kalian semua tidak perlu kaget, wajar saja mereka hanya menjadi semut di hadapan Naga." Ucapnya dengan penuh senyum.
" Apa maksudmu?" Tanya pria bertopeng, yang saat ini sudah berkumpul dengan dua penghianat Klan Cu.
Lin Chen menggelengkan kepalanya, lalu meminta Patriak Cu Gang, Leluhur Cu dan Rou Dan untuk tidak membuang-buang waktu lagi.
" Baik tuan muda." Ucap ketiganya dengan hormat.
Dengan penuh semangat, mereka bertiga segera melepaskan serangan tingkat tinggi.
Sekali lagi pertempuran kembali kacau dengan suara ledakan yang terus terdengar membuat suasana malam yang gelap menjadi terang akibat teknik-teknik yang mereka keluarkan.
Lin Chen yang merasa mereka bertiga mampu mengahadapi lawannya masing-masing, bergerak menuju pendekar yang di sewa oleh Rou Dan.
" Swusshh...." Lin Chen tiba di tempat pasukannya.
" Pulihkan diri kalian." Ucap Lin Chen dengan melemparkan beberapa botol berisi pil tingkat tinggi.
" Tuan muda." Ucap pasukan itu dengan kaget, mereka tidak menyangka akan melihat pil tingkat tinggi yang begitu banyak.
" Anggap saja sebagai bayaran untuk kalian." Ucap Lin Chen dengan tersenyum ramah.
" Tuan muda, ini terlalu banyak. Kami sendiri sebelumnya telah mendapatkan bayaran dari tuan Rou Dan." Ucap salah satu dari mereka.
Lin Chen menggelengkan kepalanya. " Aku sangat menghargai apa yang kalian lakukan. Pendekar bayaran yang berani mati untuk menghidupi keluarganya, serta mempertahankan diri dari kerasnya dunia. Apa yang kalian lakukan lebih layak untuk di hargai di bandingkan mereka yang memiliki jabatan serta kekuatan yang tinggi, namun semua itu di peroleh dari merugikan orang lain."
Mereka semua menatap Lin Chen dengan hormat.
" Tuan muda, izinkan hamba untuk menjadi bawahan tuan muda." Ucap salah satu dari mereka dengan bersujud.
Lin Chen yang melihat hal itu, segera membantu pendekar yang sedang bersujud untuk bangkit berdiri menggunakan energi miliknya.
__ADS_1
" Jangan pernah bersujud di hadapan ku lagi, aku sama sekali tidak menyukai hal semacam itu. Hanya kedua orang tua dan para leluhur kalian yang berhak menerima sujud dari kalian." Ucap Lin Chen dengan tegas.
Mereka yang sebelumnya ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan oleh salah satu rekannya segera berdiri tegak kembali.
Pendekar yang sebelumnya berujud segera meminta maaf kepada Lin Chen, dan berjanji akan mengingat kata-kata yang di ucapkan nya.
Lin Chen kemudian meminta mereka untuk segera memulihkan diri. Tanpa menunggu lama, para pendekar itu segera mencari tempat untuk memulihkan diri.
Lin Chen sendiri masih berdiri dengan tenang, pandangan matanya menatap pertempuran yang sedang terjadi.
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan, dengan kemampuan yang mereka miliki. Seharusnya Patriak Cu Gang, Leluhur Cu dan Rou Dan mampu menghadapi mereka."
Lin Chen kemudian pergi dari tempat itu.
" Swusshh...." Lin Chen bergerak dengan cepat dari bangunan satu ke bangunan yang lainnya.
Hingga akhirnya tiba di penjara klan Cu. Dengan tenang Lin Chen menghilangkan formasi yang terpasang di tempat tersebut.
Lalu masuk ke dalam, hingga pandangan matanya menatap tahanan wanita yang terdiam dengan pandangan kosong.
" Apa kalian semua masih memiliki keinginan untuk tetap hidup?" Ucap Lin Chen membuyarkan mereka semua.
" Tuan muda, tolong kami." Ucap salah satu dari mereka dengan berusaha bangkit dari duduknya.
" Aku akan membebaskan kalian semua, tetapi sebelum itu, aku ingin bertanya kepada semua tahanan yang ada di tempat ini. Yang pertama, apa alasan kalian untuk tetap hidup dan yang kedua apa kalian memiliki tempat tinggal?"
Semua orang terdiam, mereka saling menatap satu sama lain.
" Tuan muda, setahu kami semua orang memiliki keinginan untuk tetap terus hidup serta menjalankan kehidupan yang baik. Mengenai pertanyaan tuan muda, kami semua masih bingung dengan maksud tuan muda menanyakan hal itu." Ucap salah satu dari mereka yang terlihat paling tua.
" Memang benar. Hanya saja aku aku tidak yakin dengan kalian semua. Kalian memang memiliki keinginan untuk tetap terus hidup, tetapi tidak untuk menjalankan kehidupan yang lebih baik." Ucap Lin Chen dengan tersenyum, dengan tenang mengeluarkan energi sebesar kelereng di ujung jari telunjuk nya.
" Jangan pernah membohongi aku dengan hal seperti ini." Lanjut Lin Chen yang melepaskan energi sebesar kelereng ke arah mereka.
" Swusshh...." Energi itu melesat dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
" Dhuaaarrrr...."
" Dhuaaarrrr..."
Ledakan kerasa terjadi, Lin Chen terus melepaskan energi dari ujung jarinya ke arah para tahanan.
" Swusshh...."
" Swusshh....."
Tahanan yang mendapatkan serangan segera bergerak menghindar.
" Kalian pikir aku bodoh dan tidak mengetahui hal ini? Sedari awal aku sudah memahami ini semua, hingga aku melarang Patriak Cu Gang untuk membebaskan kalian."
" Hahahaha... Nak, kau cukup cerdas." Ucap salah satu tahanan dengan mengubah tampilan nya.
" Teknik sampah ingin mengelabui diriku? Kalian terlalu percaya diri. Sejak kapan seorang tahanan yang di anggap membahayakan hanya di tahan dengan penjagaan lemah, bahkan hanya formasi yang bersifat alarm untuk mengetahui adanya penyusup." Ucap Lin Chen yang memang sudah mengetahui keberadaan mereka sejak pertama kali masuk ke dalam membebaskan patriak Cu Gang.
" Ouh benarkah? Pantas saja kami tidak dapat mengirimkan pesan kepada yang lainnya. Ternyata ini semua ulahmu." Ucap salah satu dari mereka yang bertindak sebagai ketua.
Setelah membebaskan patriak Cu Gang, Lin Chen segera memasang formasi tingkat tinggi di tempat itu, hingga akhirnya kabar patriak Cu Gang yang telah melarikan diri dari penjara bawah tanah tidak di ketahui oleh siapapun selain mereka yang berpura-pura menjadi seorang tahanan wanita itu.
Lin Chen dengan cepat bergerak menggunakan Langkah Dewa Naga, dengan pedang di tangan kanannya.
" Swusshh...."
Pertarungan sekali lagi terjadi di tempat itu. Lin Chen yang menghadapi sekitar dua puluh pendekar melesat dengan zig-zag, sesekali akan mengayunkan pedang ke arah mereka.
" Formasi!" Perintah salah satu dari mereka bertindak sebagai ketua.
Dua puluh pendekar segera membuat formasi, namun sebelum itu Lin Chen terlebih dulu melempar satu persatu.
" Dhuaaarrrr...."
Lima pendekar terpukul mundur terkena ayunan pedang Lin Chen. Tidak berhenti di situ saja, Lin Chen kembali bergerak ke arah kelima nya dengan menambahkan energi pada pedang Naga Abadi.
__ADS_1
" Swusshh..." Pedang Naga Abadi menyala beberapa saat, kemudian kembali tenang namun aura yang ada pada pedang terlihat berbeda dari sebelumnya.
Pertarungan di antara mereka membuat dinding penjara bergetar, hingga terlihat kini mulai hancur.